pt tap talk teknologi blog
WhatsApp biasa, WhatsApp Business dan WhatsApp Official
WhatsApp biasa, WhatsApp Business dan WhatsApp Official

Pada zaman sekarang, siapa yang tidak tahu WhatsApp? WhatsApp adalah aplikasi pesan  yang memungkinkan Anda bertukar pesan tanpa harus membayar seperti SMS. Aplikasi ini gratis untuk diunduh di android dan iphone, dan bisa digunakan melalui desktop komputer. Anda dapat mengirim pesan, melakukan panggilan suara, dan mengadakan video call hanya dengan menggunakan Wi-Fi atau data seluler.

Sejarah WhatsApp

Didirikan oleh mantan pegawai Yahoo!, Brian Acton dan Jan Koum. Pada tahun 2009, Koum melihat bahwa seluruh industri akan terbentuk berdasarkan aplikasi seluler. Ingin memanfaatkan industri yang sedang naik daun ini, Koum mulai mencoba membuat aplikasi yang akan memungkinkan pengguna seluler berinteraksi dan terlibat dengan lebih baik dengan teman, keluarga, dan kontak bisnis mereka. Bekerja sama dengan Acton, Koum berhasil membujuk lima rekanan dari Yahoo! untuk mendanai aplikasi dengan $250.000. Pada tahun 2009, aplikasi ini berhasil diluncurkan.

Namun, itu awalan yang sulit untuk WhatsApp. Setelah banyak error dan kegagalan, Koum menjadi frustrasi dengan pengembangan aplikasi dan mempertimbangkan untuk menyerah sepenuhnya. Acton-lah yang mendorong Koum untuk bertahan "beberapa bulan lagi" setiap kali keduanya mengalami kemunduran.

Untungnya, mereka berdua benar-benar bertahan dan bisa melihat kesuksesan yang dicapai aplikasi tersebut.  Sekarang, WhatsApp merupakan salah satu aplikasi paling populer untuk mengirim pesan atau suara. Berdasarkan data yang disajikan We Are Social dan Hootsuite pada 2020, WhatsApp merupakan platform sosial peringkat tiga yang paling banyak digunakan dengan dengan 2 miliar pengguna Whatsapp aktif per bulannya.

WhatsApp Feature

Dikutip dari website-nya WhatsApp biasa memiliki banyak fitur, seperti:

  1. Mengirim Pesan

Anda dapat mengirim pesan kepada teman dan keluarga Anda secara gratis. Aplikasi ini menggunakan koneksi Internet handphone Anda untuk mengirim pesan sehingga Anda dapat menghindari membayar menggunakan pulsa.

  1. Grup Chat

Dengan adanya grup chat, Anda dapat berbagi pesan, foto, dan video dengan kapasitas anggota grup hingga 256 orang. Anda juga dapat menamai grup Anda, menyesuaikan pemberitahuan grup, dan banyak lagi.

  1. Voice and Video Call

Dengan panggilan suara dan Video Call, Anda dapat berbicara dengan teman dan keluarga secara gratis, meskipun mereka berada di negara lain. Dan dengan panggilan video gratis, Sama seperti mengirim pesan, panggilan suara dan video  menggunakan koneksi Internet ponsel Anda.

  1. Mengirim Foto dan Video

Dengan aplikasi  messenger ini , Anda dapat mengirim foto dan video dengan cepat meskipun koneksi Anda lambat.

  1. Mengirim Dokumen/File

Anda dapat mengirim PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan lainnya, tanpa harus repot menggunakan email atau aplikasi berbagi file lainnya. Dokumen yang anda kirimkan dapat berukuran hingga 100 MB 

  1. Pesan Suara

Terkadang, suara Anda dapat lebih mengungkapkan semuanya. Dengan menekan suatu tombol, Anda bisa merekam Pesan Suara, cocok untuk sapaan singkat atau cerita yang lebih panjang. Misalnya pesan Anda terlalu panjang dan Anda sedang terburu-buru, Anda dapat merekam pesan suara.

  1. Keamanan

Pesan Anda dapat dijamin keamanannya. Dengan menggunakan end-to-end encryption, pesan dan panggilan Anda diamankan sehingga hanya Anda dan orang yang berkomunikasi dengan Anda yang dapat membaca atau mendengarkannya, dan tidak ada orang lain yang bisa, bahkan WhatsApp.

  1. WhatsApp Web dan Desktop

Anda dapat menyinkronkan semua obrolan Anda dari handphone ke komputer dengan menggunakan WhatsApp di web dan desktop sehingga Anda dapat mengobrol di perangkat apa pun yang paling nyaman bagi Anda. 

Baca lebih lengkap: Fitur Berguna yang dimiliki oleh Aplikasi Whatsapp

Keunggulan WhatsApp messenger

  1. Banyak digunakan oleh orang

Berdasarkan statistiknya, sejak Oktober 2020, dua miliar pengguna telah mengakses messenger ini  setiap bulan. Artinya, hampir semua orang yang Anda kenal pasti menggunakan WhatsApp sehingga lebih efektif untuk menggunakan WhatsApp saat menghubungi mereka.

  1. Tersinkron dengan nomor kontak yang ada di handphone Anda

Semua nomor keluarga atau teman yang Anda miliki di daftar kontak dapat langsung terhubung dan tersinkron sehingga Anda tidak perlu repot mencari contact id-nya.

  1. Mudah digunakan

Interface atau tampilan yang simpel dan mudah dipahami.

  1. Keamanan informasi atau data terjamin 

Pesan WhatsApp enkripsi end-to-end yang artinya pesan tersebut hanya disimpan di perangkat Anda dan tidak ada di server mereka setelah dikirimkan.

Tidak hanya untuk penggunaan pribadi, WhatsApp juga bisa digunakan untuk keperluan bisnis Anda. Hampir semua sektor bisnis telah menggunakan aplikasi ini secara luas. Kegunaan WhatsApp dalam aktivitasnya juga telah dipahami oleh banyak perusahaan jasa keuangan.

Karena kesuksesannya, banyak pengguna menggunakan berbagai variasi program untuk tujuan yang berbeda. Untuk penggunaan pribadi, WhatsApp standar banyak digunakan, lalu untuk keperluan bisnis, Anda bisa menggunakan WhatsApp Business dan WhatsApp Business API. Meski memiliki nama yang mirip, WhatsApp Business dan WhatsApp Busines API tidak lah sama. Berikut kita akan membahas kedua sistem operasi WhatsApp ini.

WhatsApp Business

WhatsApp Business diperkenalkan pada tahun 2018 dan dikembangkan khususnya untuk bisnis kecil. Dengan ini , Anda tidak perlu menggunakan akun WhatsApp biasa lainnya untuk memungkinkan individu bisa memakai dua akun di handphone yang sama. Karena WhatsApp Business memiliki logo berbeda, Anda dapat dengan cepat membedakan aplikasi mana yang untuk penggunaan pribadi dan mana yang untuk tujuan bisnis.

Dikutip dari website-nya, WhatsApp Business memiliki beberapa fitur yang berbeda dari yang biasa, yaitu

  1. Business Profile

Dengan menggunakan WhatsApp Business, akun Anda akan terlihat sebagai akun bisnis karena Anda dapat membuat profil bisnis dengan informasi bermanfaat untuk pelanggan Anda seperti alamat, deskripsi bisnis, alamat email, dan situs web Anda.

  1. Memberikan Label

Anda dapat mengatur kontak atau obrolan dengan label, sehingga Anda dapat menemukannya lagi dengan mudah.

  1. Pesan Otomatis

Anda dapat mengatur pesan saat Anda tidak dapat menjawab sehingga pelanggan Anda tahu kapan harus menunggu tanggapan. Anda juga dapat membuat pesan ucapan untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada pelanggan. Pesan ini dapat dikirimkan secara otomatis.

  1. Quick Replies

FItur ini memungkinkan Anda menyimpan dan menggunakan kembali pesan yang sering Anda kirim sehingga Anda dapat dengan mudah menjawab pertanyaan umum dalam waktu singkat.

Keunggulan Versi Business

  1. Dapat diunduh secara gratis
  2. Anda dapat menggunakan aplikasi yang berbeda untuk kepentingan bisnis (Tetapi anda membutuhkan nomor handphone yang berbeda untuk bisa menggunakan aplikasi ini)
  3. Membangun kepercayaan pelanggan melalui Profil Bisnis.
  4. Menganggapi pelanggan dengan mudah menggunakan balasan otomatis.
  5. Anda dapat mengatur daftar kontak pelanggan Anda dengan menggunakan fitur label
  6. Mempromosikan produk atau layanan Anda secara personal dan langsung.

WhatsApp Official Business 

WhatsApp Official Business Account adalah akun yang telah diverifikasi dan mendapat tanda centang hijau. 

Berinteraksi dengan pelanggan melalui Official Business Account tentunya akan semakin dipercaya mereka. 

Konsumen juga tidak perlu lagi takut jika akan mengalami penipuan. Semua Official Business Account WhatsApp selalu dilengkapi dengan label “Business Account”.

Akun bisnis di WhatsApp dapat dicantumkan sebagai "Akun bisnis resmi" atau "Akun bisnis" biasa. Anda tidak bisa dengan mudah meminta atau membayar untuk mengubah "Akun bisnis" menjadi "Akun bisnis resmi".

Saat ini, hanya akun tertentu yang terdaftar sebagai "Akun bisnis resmi". Mencantumkan bisnis sebagai "Akun bisnis resmi" didasarkan pada berbagai faktor, seperti apakah merek tersebut terkenal.

Jika Anda ingin mengajukan Akun Bisnis Resmi WhatsApp di Indonesia, ada banyak peraturan perundang-undangan yang perlu Anda atur. Namun, akun Anda dapat diblokir jika mengabaikan aturan yang ditetapkan oleh WhatsApp. Larangan penjualan barang ilegal merupakan salah satu ketentuannya yang wajib Anda patuhi. 

WhatsApp Business API

WhatsApp Business disesuaikan untuk bisnis kecil, tetapi WhatsApp Business API dikembangkan secara khusus untuk bisnis yang lebih besar. WhatsApp Business API ini memungkinkan perusahaan untuk berkolaborasi dengan klien di seluruh dunia, memungkinkannya untuk terlibat dengan pelanggannya di seluruh dunia.

Versi Business API ditujukan untuk perusahaan besar yang menerima pesan dalam jumlah besar dan tidak lagi bisa dikelola oleh WhatsApp Business. Aplikasi ini hanya dapat diakses oleh satu orang di satu perangkat, dan hal ini sangat membatasi bisnis yang lebih besar. Dalam hal otomatisasi, aplikasi bisnis biasa juga terbatas.

Tapi apakah Anda tahu apa itu API? API adalah singkatan dari Application Programming Interface, sebuah program yang memungkinkan dua aplikasi untuk berinteraksi dan bertukar informasi meskipun kedua aplikasi tersebut tidak dirancang untuk bisa bekerja sama.

Menggunakan WhatsApp Business API membantu perusahaan untuk menghubungkan API dengan Solusi Bisnis atau CRM (Customer Relationship Management) mereka. Tidak seperti aplikasi WhatsApp biasa, rentang pengguna dan perangkat yang ingin digunakan menjadi tidak terbatas dengan bantuan Business API. 

Keunggulan versi Official Business API

  1. Lebih dipercaya/kredibel

Tampilan akun Anda akan memiliki badge hijau/verified badge. Tentunya hal ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap akun Anda. Mereka tidak perlu takut akan penipuan

  1. Akun dapat diakses oleh beberapa device secara bersamaan
  2. Mempunyai chatbot untuk memungkinkan pelanggan Anda mendapatkan respon yang lebih cepat, terutama untuk pertanyaan umum
  3. Memiliki dashboard terpusat dan inbox tim bersama untuk memudahkan pengaturan manajemen pelanggan. Anda dapat dengan mudah mengatur pelanggan dan disesuaikan dengan tugas agent Anda

Perbedaan dari WhatsApp Biasa, Business, dan Official Business API

whatsapp BiasaWhatsapp businesswhatsapp official business api
Digunakan untuk keperluan pribadi oleh seorang individu untuk mengirim pesan pribadi atau grupDigunakan untuk bisnis lokal untuk pesan template atau pesan yang mengindikasikan bahwa ini adalah obrolan bisnisDIgunakan untuk bisnis besar. Dapat diakses dari berbagai device milik perusahaan tersebut
Gratis untuk digunakanGratis untuk digunakanLayanan berbayar
Bisa melakukan panggilan suara dan videoBisa melakukan panggilan suara dan videoTidak bisa digunakan untuk melakukan panggilan apapun
Dapat menyiarkan konten apapun hingga maksimal 256 kontakDapat menyiarkan konten apapun hingga maksimal 256 kontakTidak ada batasan dalam menyiarkan konten apa pun
Tidak dapat mengirim pesan otomatis atau balasan cepatDapat mengirimkan pesan otomatis seperti, pesan salam, pesan pergi, dan balasan cepatPesan otomatis bisa dilakukan melalui API
Kontak diperoleh dari kontak telepon yang ada di deviceKontak diperoleh dari kontak telepon yang ada di device dan dapat diberi labelDapat memperoleh kontak dari API

Setelah mengetahui perbedaannya, Anda dapat memilih versi apa yang cocok untuk Anda. Jika Anda ingin menggunakan versi Business API, tentunya membutuhkan serangkaian proses pendaftaran yang bisa memakan waktu lama. 

Namun, solusi lain yang dapat Anda gunakan adalah menggunakan platform perpesanan omnichannel untuk mendapatkan akun tersebut. Anda bisa memanfaatkan omnichannel dari OneTalk by TapTalk.io. OneTalk menyediakan WhatsApp Business API dan memungkinkan Anda untuk mengelola data dalam percakapan Anda. Anda dapat dengan mudah mengekspor data Anda dan mengelompokkan obrolan masuk berdasarkan topiknya masing-masing.

industri terdampak covid-19
ind10 Industri yang Paling terdampak oleh Covid-19

Seperti yang kita ketahui sejak terjadinya pandemi, efek berkelanjutan dari virus corona (COVID-19) masih terlihat secara luas dan berdampak signifikan pada sejumlah industri. Penyakit mirip pneumonia yang rentan menular ini hanya baik bagi beberapa bisnis, sebagian besar menawarkan produk dan layanan perawatan kesehatan, sementara banyak lainnya, dari maskapai penerbangan dan hotel hingga pusat kebugaran, telah terpukul keras. Rantai pasokan telah terganggu, pengangguran meningkat, dan masalah kesehatan masyarakat meningkat di banyak negara.

Selain berimplikasi serius bagi kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan, virus corona (COVID-19) berdampak signifikan pada semua bisnis, khususnya di Indonesia. Terlepas dari penerapan kebijakan oleh pemerintah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan penurunan suku bunga mendekati nol, pandemi masih mempengaruhi banyak industri. 

Pangsa penjualan ritel internet turun setelah toko dibuka kembali pada bulan Juni tetapi proporsinya meningkat lagi pada bulan Oktober. Sejauh mana pergeseran struktural dalam perilaku konsumen masih harus dilihat. Sementara beberapa bagian dari industri ritel pulih setelah pembatasan dilonggarkan, di bagian lain, penutupan sementara memiliki efek yang berlangsung setelah penguncian Inggris pertama.

Layanan yang berhubungan dengan konsumen telah bangkit kembali sampai batas tertentu, tetapi mereka tetap jauh lebih kecil daripada di bulan paruh pertama 2020. Pada tahap ini, sulit untuk memisahkan kehilangan output sementara, yang disebabkan oleh pembatasan virus corona, dari perubahan perilaku jangka panjang yang dapat mempengaruhi industri selama tahun-tahun yang akan datang.

Penjual yang mengandalkan pelanggan untuk dapat mengunjungi toko mereka - daripada menjual secara online - mengalami penurunan besar setelah mereka diperintahkan untuk menutup pintu. Namun, untuk beberapa lainnya, pelanggan kembali dengan perdagangan kembali ke tingkat sebelum pandemi dan meningkat lebih lanjut, didorong oleh orang-orang yang masih menghabiskan lebih banyak waktu di rumah daripada sebelumnya.

working-from-home
COVID-19. people working from hone during pandemic.

Namun, di Indonesia, terdapat beberapa industri yang hingga kini, memasuki paruh pertama tahun 2021, masih dikategorikan sebagai industri paling terdampak COVID-19. Industri ini diprediksi akan terus mengalami kesulitan dan memerlukan waktu pemulihan yang cukup panjang. Artikel ini akan membahas 10 industri teratas yang mengalami dampak paling besar akibat pandemi COVID-19.

1. Film dan Produksi TV

Film dan produksi TV adalah perusahaan yang rentan terdampak Covid-19. Jadi tentu saja banyak produksi film dan TV yang terhenti. Apalagi peredaran film tersendat karena semua bioskop tutup, festival/penghargaan pun dibatalkan.

Ambil contoh pada industri film Mandarin, misalnya, mengalami kerugian sekitar US $ 2 miliar pada Maret lalu karena film tidak tayang pada tahun baru China. Hollywood Tekor sekitar US $ 5 miliar di bulan yang sama. 

Selain produksi yang terhenti, penayangan yang tidak mungkin didistribusikan bioskop juga tidak mungkin. Penyebaran yang amat rentan pada tempat-tempat pusat keramaian, salah satunya mal tempat bioskop berada, membuat industri ini mengalami kesulitan yang hingga kini belum ada solusi pastinya. Karena pemulihan bioskop akan memakan waktu lama, industri semakin mengandalkan distribusi digital streaming.

2. Money Changer

Bisnis money changer juga sepi di tengah pandemi. Ini karena perjalanan antar negara dibatasi. Jadi, banyak orang tidak perlu menukar uang. Pembatasan wilayah yang memicu penurunan angka penerbangan dan angka pariwisata menekan industri ini karena sama sekali tidak memberikan pendapatan. Begitu turis tidak datang ke sektor pariwisata, pendapatan para pengusaha langsung turun bahkan nol karena tidak ada lagi turis yang menukar uang. Kebijakan yang juga terus berubah karena kondisi yang tidak pasti membuat industri ini terseok-seok untuk bertahan.

3. Hotel

Banyak hotel yang terpaksa harus gulung tikar karena tidak ada tamu yang menginap. Berdasarkan data resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada awal April lalu, jumlah hotel yang ditutup sementara akibat COVID-19 sudah mencapai 1.500 hotel di seluruh Indonesia.

Tingkat hunian hotel telah jatuh jauh di bawah rata-rata musiman di seluruh Indonesia. Tingkat hunian negara secara keseluruhan telah turun menjadi 30 hingga 40 persen sejak wabah dimulai pada awal Januari, di bawah rata-rata musim sepi biasa 50 hingga 60 persen, dengan beberapa hotel turun hingga 20 persen setelah Indonesia mengumumkan kasus pertamanya pada 2 Maret.

Pemulihan sektor pariwisata akan memakan waktu yang cukup lama. Menurut World Travel & Tourism Council (WTTC), industri ini baru akan pulih dalam 10 bulan ke depan. Sementara itu, Ekonomi Pariwisata memprediksikan akan lebih lama lagi, hingga 2022.

4. Maskapai Penerbangan

Maskapai penerbangan merupakan salah satu industri yang sudah diduga akan mendapatkan dampak yang sangat besar. Maskapai penerbangan Indonesia telah mengalami penurunan drastis dalam jumlah penumpang sejak awal Maret, mendorong banyak orang untuk mengambil langkah-langkah efisiensi dan memberhentikan karyawan mereka. Dengan pembatasan wilayah, larangan perjalanan, dan banyak kebijakan lainnya, industri ini harus terus bertahan hidup dengan sulitnya.

Maskapai penerbangan merupakan industri yang paling pertama mendapatkan dampak pandemi ini karena merupakan salah satu akses penyebaran COVID-19 yang meliputi jarak yang luas.

Berdasarkan analisis dari spglobal.com, industri yang paling terkena dampak adalah industri Maskapai Penerbangan. Alasan utama mengapa industri ini terdampak meliputi: penghentian lalu lintas udara secara massal, penutupan perbatasan, dan kebijakan tempat penampungan di seluruh dunia, yang semuanya telah menyebabkan dampak yang merugikan pada kinerja stok dan meningkatkan kekhawatiran tentang potensi kelangsungan hidup beberapa Maskapai.

5. Agen Travel

Destinasi liburan populer di Indonesia bergulat dengan pembatalan ratusan ribu wisatawan, hingga merugi hingga triliunan rupiah. Mirip dengan maskapai penerbangan, dengan penerbangan yang sudah dijamin menurun, agen travel juga akan lenyap secara perlahan. Pandemi ini membuat banyak orang tidak dapat melakukan pariwisata, sehingga pemesanan tiket pun menurun. Turunnya pemesanan tiket tentu berujung pada angka pariwisata yang anjlok. Agen travel harus terus kreatif mencari cara bertahan di masa yang sulit ini.

6. Salon

Mengunjungi salon, tempat kecantikan, atau barbershop membutuhkan kita untuk melepas alat proteksi diri dari virus. hal ini membuat seseorang menjadi lebih rentan dan terekspos terhadap virus. Untuk beberapa waktu, industri ini pun berada dalam posisi yang sulit karena banyak orang yang tidak berani datang.

Selain itu, anjuran dan kebijakan pemerintah yang membuat orang-orang untuk tetap di rumah saja juga membuat mereka malas melakukan kegiatan di salon. Apalagi, kebutuhan akan salon atau barbershop ini bukan suatu keperluan yang amat mendesak dan bukan kebutuhan primer.

7. Properti

Penjualan properti akan lesu karena pendapatan masyarakat menurun. Jadi, banyak orang berpikir ulang untuk membeli properti. Kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat tentu membuat banyak orang berpikir ulang untuk menghabiskan uang pada industri ini. Selain membutuhkan uang yang banyak pula, industri ini juga membuat kita harus keluar rumah dan beraktivitas diluar, yang mana bukan sesuatu yang dianjurkan pada masa ini.

Industri ini pun harus siap mengalami kemunduran karena customer behavior yang selalu berubah-ubah pada pandemi ini.

8. Wedding Organizer

Dengan larangan untuk berkerumun, banyak orang yang menunda pelaksanaan resepsi pernikahan. Banyak pasangan yang akhirnya menunda pernikahan mereka, ada juga yang batal dan mengundurnya hingga waktu yang tidak dapat ditentukan.

Banyak juga pasangan yang memilih untuk membuat pernikahan yang lebih sederhana agar tidak merogoh kocek berlebihan pada masa pandemi yang membuat keadaan ekonomi menjadi rentan dan tidak pasti. Karena pernikahan sekarang dibuat lebih sederhana tanpa perlu resepsi, peran wedding organizer kini menjadi tidak lagi diperlukan.

Begitu pula industri yang berkaitan dengan hal ini, yaitu sewa gedung/venue pernikahan. Industri ini mengalami keanjlokan parah karena banyak pembatalan akibat kebijakan-kebijakan yang terus berubah-ubah.

9. Mal

Bisnis mal membutuhkan kerumunan orang. Itulah sebabnya pusat perbelanjaan termasuk sektor yang paling terdampak COVID-19. Sebelum pandemi, pusat perbelanjaan sudah terpengaruh oleh belanja online. Untungnya, mal dengan cepat beradaptasi menjadi tujuan rekreasi, hiburan, dan kuliner.

Namun, dengan social distancing dan peraturan PSBB, mal-mal tersebut kini praktis tutup, hanya membuka supermarket dan menjual barang kebutuhan pokok. Mal butuh waktu untuk memulihkan diri karena keramaian adalah "jantung" operasi bisnis ini.

Setelah pandemi, mal akan berbeda dari sebelumnya. Dengan semakin sadar akan social distance masyarakat, keramaian, termasuk keramaian, akan selalu dihindari di mal. Mal akan normal sepenuhnya jika vaksin sudah ditemukan dan digunakan oleh semua orang.

10. Pusat Kebugaran/Tempat Fitness

Pusat kebugaran atau studio kebugaran dan gym termasuk yang paling terpengaruh oleh pandemi, karena mereka rentan menularkan COVID-19. Aktivitas di ruang tertutup, kontak fisik, dan terutama berbagi peralatan fitnes yang digunakan bersama akan menjadi media transmisi yang sangat mudah. Selain itu, aktivitas olahraga yang tidak nyaman jika menggunakan masker juga akan membuat orang-orang rentan.

Banyak studio kebugaran dan gym di seluruh dunia tutup. Dan sebagai usaha bertahan hidup, pengelola menawarkan kelas kebugaran secara daring. Tentu, seperti yang diprediksi banyak ahli, proses pemulihan industri ini akan berlangsung lama. Sementara, industri yang menyediakan alat kebugaran di rumah akan berkembang pesat.

Apa yang dapat Anda lakukan sekarang untuk membantu menyelamatkan bisnis Anda? Salah satu solusinya adalah mengubah toko offline Anda menjadi online. Karantina tidak berarti bisnis juga harus dikarantina. Dengan mengubah toko offline menjadi online, Anda tetap dapat menjalankan bisnis dan melakukan transaksi online dengan pelanggan.

Untuk bisnis online, pastikan bisnis Anda tetap terjangkau saat pelanggan Work From Home. OneTalk adalah produk Omnichannel Customer Engagement dari TapTalk.io yang dapat mengintegrasikan berbagai platform pengiriman pesan untuk penjualan, pemasaran, dan support Anda. OneTalk meringankan Anda dari kerumitan menjawab pelanggan Anda di berbagai platform karena OneTalk menyediakan cara yang lebih cepat untuk merespons pelanggan Anda yang dapat meningkatkan penjualan dan pemasaran Anda di masa depan. Dengan OneTalk, Anda dapat menjangkau pelanggan yang bekerja dari rumah dari berbagai aplikasi messenger dan sebaliknya. Pelanggan dan pelanggan Anda dapat berbelanja dan bertanya serta menjawab secara online tanpa kerumitan dengan omnichannel OneTalk dari TapTalk.io.

Bisnis berjalan lancar dan menyediakan layanan kelas dunia dengan produk kami. OneTalk siap membantu Anda, hanya dengan satu dasbor untuk semua akun messenger Anda. Pantau pesan dari WhatsApp, Telegram, LINE, dan banyak lagi, di satu dasbor.

goal setting
Goal Setting: Panduan Untuk Mencapai Goal Bisnis Anda

Sekarang sudah 2021, sudah saatnya Anda mulai merencanakan goals atau rencana bisnis yang jelas untuk 12 bulan ke depan. Anda mungkin berencana menggunakan goals tahun 2020 atau berkemungkinan untuk mengubahnya sedikit. Namun, akan lebih baik jika Anda memiliki goals lain mengingat banyaknya perubahan yang terjadi pada tahun 2020.

Goal-setting adalah proses mengambil langkah aktif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Goal-setting dapat membantu Anda memahami kinerja Anda saat ini dan kemudian menilai langkah apa yang perlu Anda ambil untuk mencapai tingkat kinerja yang Anda inginkan. 

Menurut Oracle, para pemimpin bisnis menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan strategi, tetapi jika goals tidak diidentifikasi dan dipantau secara berkelanjutan, rencana yang paling baik pun akan gagal. Goals adalah jembatan yang menghubungkan strategi bisnis dengan hasil yang sukses. 

Selain itu, PwC juga berpendapat bahwa penting sekali bagi para pemimpin bisnis untuk menentukan goal yang tepat untuk mendapatkan nilai maksimum dari manajemen kinerja. Mereka juga menawarkan fleksibilitas untuk menyesuaikan goal sepanjang tahun untuk mengakomodasi perubahan apa pun yang mungkin saja terjadi pada tahun tersebut.

Jenis Goal Setting

Dalam melakukan goal-setting, terdapat tiga jenis goal yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Process Goal

Process goals adalah target yang dapat Anda kendalikan sepenuhnya, seperti hasil yang didasarkan pada tindakan atau tugas tertentu yang Anda selesaikan. Menetapkan process goals berarti Anda harus mengidentifikasi apa yang sebenarnya harus Anda lakukan untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Sebagai contoh, Anda dapat menetapkan process goal seperti melaksanakan pelatihan pegawai dua kali selama setahun. Hal ini adalah goals yang mudah diukur. Anda bisa memilih untuk melaksanakannya atau tidak.

2. Performance Goal

Performance goals adalah standar kinerja (performance) yang ingin Anda capai. Biasanya, performance goals adalah tujuan berjangka pendek yang ditetapkan untuk tugas tertentu. Seiring berjalannya waktu, performance goals akan terus berkembang mengikuti tujuan bisnis Anda. 

Performance goals dapat berupa kesepakatan antara pemberi kerja dan karyawan, atau dapat berupa inisiatif pribadi karyawan untuk memenuhi atau melampaui target kerja mereka sendiri dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan promosi.

Contoh nya adalah meningkatkan customer service bisnis Anda, menciptakan produk baru atau membuka cabang baru, dan lainnya.

3. Outcome Goal

Outcome goal adalah tujuan tunggal yang sedang Anda upayakan. Goal ini sering kali bersifat biner dan melibatkan kemenangan, misalnya, ingin menjadi perusahaan terbesar di sektor Anda. Meskipun outcome goal sangat memotivasi, goal ini tidak berada di bawah kendali Anda karena dipengaruhi oleh kinerja orang lain (pegawai).

Process, performance, dan outcome goals memiliki hubungan linier. Goals ini saling berhubungan karena jika Anda mencapai outcome goal, Anda perlu mencapai performance goal. Dan jika Anda ingin mencapai performance goal, Anda perlu mencapai process goal.

Ketiga goals ini dikategorikan berdasarkan seberapa besar kendali yang Anda miliki atasnya, Anda memiliki kendali paling besar atas process goals dan paling sedikit kendali atas outcome goals.

Saat menetapkan goals, Anda perlu memvisualisasikan dan menetapkan hasil yang diinginkan (outcome goals), tetapi yang lebih penting, Anda harus fokus pada proses dan kinerja Anda (process and performance goals).

Bisnis goals biasanya ditetapkan setiap tahun dan harus selaras dengan tujuan jangka panjang Anda. Sepanjang tahun, Anda mungkin memiliki sesi mingguan atau bulanan di mana Anda meninjau kemajuan Anda menuju goal tahunan. Memeriksa update sangat penting untuk tetap berada di jalur yang Anda inginkan.

SMART Goal

Salah satu cara mudah untuk memastikan Anda mencapai goal Anda adalah dengan mengikuti SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time-bound).

1. Specific

Agar berhasil, tujuan harus konkret (tidak se-abstrak tujuan jangka panjang Anda) dan sangat rinci. Contohnya daripada berpikir "Saya ingin meningkatkan pendapatan saya tahun ini", berpikirlah "Saya ingin meningkatkan pendapatan bisnis saya sebesar 30% tahun ini."

2. Measureable

Letakkan angka atau nilai, seperti jumlah rupiah atau persentase, ke goals Anda. Misalnya, "Meningkatkan penjualan" atau "mengurangi utang" adalah tujuan yang dapat diukur, sedangkan "bekerja lebih keras" atau "meningkatkan kepuasan” sulit untuk diukur. Menempatkan tujuan yang dapat diukur secara tertulis membantu Anda tetap fokus dan melihat seberapa banyak kemajuan yang Anda buat di akhir periode waktu yang ditentukan.

3. Achievable

Sebuah tujuan harus menantang, tetapi dapat dicapai. Jika bisnis Anda adalah toko furniture, menjadi toko paling terkenal mungkin bukanlah tujuan yang masuk akal. Namun, peningkatan penjualan 5% di pangsa pasar mungkin sudah cukup.

4. Relevant

Tujuan harus sejalan dengan rencana jangka panjang Anda. Jika rencana jangka panjang Anda adalah agar bisnis Anda mencapai Rp 100 juta setahun dalam penjualan, tujuan jangka pendek Anda harus berhubungan langsung dengan hal tersebut.

5. Time-bound

Tanpa kerangka waktu tertentu, tujuan Anda tidak dapat diukur dengan benar. Goal Anda harus memiliki batas waktu. Misalnya, "Pada akhir tahun saya ingin meningkatkan penjualan sebesar 20%".

Jika goal bisnis Anda adalah margin keuntungan, salah satu faktor yang harus dipikirkan adalah customer retention. Untuk mengetahui strategi yang tepat dalam meningkatkan customer retention, Anda dapat membaca artikel ini

Dalam mencapai goal tersebut, Anda bisa menggunakan CXM (Customer Experience Management). CXM membantu Anda memantau aktivitas pelanggan dari waktu ke waktu. Ini akan memperingatkan Anda tentang kebiasaan berbelanja mereka, penggunaan barang, dan kapan mereka menghindari memesan dari Anda. Anda bahkan dapat memantau pengalaman layanan pelanggan. 

Salah satu CXM yang dapat Anda gunakan adalah OneTalk by TapTalk.io. OneTalk menyediakan berbagai fitur yang dapat Anda gunakan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan, seperti Disposition. Melalui fitur ini, Anda dapat merangkum setiap case yang masuk untuk dianalisis dan mendapatkan insight business

Insight ini tentunya akan berguna untuk  mengukur  goals Anda, seperti sejauh mana pencapaian Anda dan apa saja yang perlu Anda lakukan untuk mendekati goal-nya.

Public Vs. Private Social Network. People waving and smiling. twitter, facebook, instagram, whatsapp, facebook messenger, telegram.

Public vs. Private Social Networks: Why One-on-One 'Pace for Social Efficiency' is Needed?

Social media has gone through a few generations so far. Before people were “on” with Instagram, Snapchat, and even Vine, there had been the first generation of social media, which is Facebook and Twitter, that of course still going strong to this day. Strategies have been upgraded from one to another, from a temporary content (e.g. Snapchat) or even short visual content (e.g. Vine and Instagram).

After decades of social media development, the focus of each new social network has shifted, which now is user privacy. Businesses start to use two types of approaches to their customers through various channels. Now, we have what we call Private and Social Channel. Each approach has its advantages.

Public Social Networks

Public Social Networks are defined as social media platforms where people can access and share a lot of personal information. Social channels have the advantage of sharing items in a public environment. They have bigger reach and opportunities for engagement rather than private channels.

Some organizations prefer public platforms like Facebook for social networking, while others prefer private online communities. Most businesses start their communities on public social media sites. This platform is free and easy to get started.

According to Harvard Business Review, 60% of hiring managers use social media and industry expert references for initial screening when hiring. In these and other cases, sharing ideas, photos, contacts, networking opportunities, and achievements can damage your reputation rather than damage it. If you're proud of what's going on in your work life, choosing to share your work with personal followers can help you identify the quality of your work. It also adds value from a branding perspective that takes the work seriously enough for employees to increase their self-esteem and leadership.

However, if your organization puts a higher priority on customer engagement and loyalty is very important to your business performance, it's worth building a private online community. Private social networking offers more value on its platform. And this is just one of the many differences between these two types of social networking sites.

Private Social Network

Private channels, traditionally defined as intended for a single person or a group of immediate people. Private channels range in a few private messaging platforms, such as WhatsApp, LINE, and even telegram. Private channels resulted in a more direct communication. There is no feed or timeline. 

Using a private channel for your customer approach will be more curated and personal. All of your shares are definitely untraceable. Private messaging channels are becoming more relevant to ordinary social media users, and perhaps more important than traditional social media means.

Millennials and Generation Z prefer instant messaging platforms over public social media. Growing up in the reality defined by social media and fully aware of the pitfalls and dangers, this generation is more aware of privacy issues and thus makes good use of and understands the Private Message channel. They will present the future of social media marketing and social media customer service. It is wise to get involved in channels today to keep innovative brands at the forefront.

Another great benefit of private networking is the more intimate approach one-on-one communication offers. Because many customers feel most comfortable in social media settings, both in their personal lives and in the customer experience, brands need to adapt and adapt to where they are. Socially mature brands adopt a personal and original tone, rather than auto and cool brands with ready-made answers. Customers want to experience relationships that solve problems instantly with the push of a button. Building relationships makes a lot more sense with personal communication channels.

You can achieve this goal by using an omnichannel messaging platform. Choose a trusted one, such as OneTalk by Taptalk.io, and your private network will result in a quality relationship and social efficiency for your business.

Omnichannel worked to integrate various private messaging platforms such as WhatsApp, LINE, Telegram, etc into a Single Dashboard so you can manage to establish a more intimate relationship with your customer without being overworked.

You don’t have to worry about organizing your messages because OneTalk got it all handled! You can send Broadcast Messages for your customer to send messages to multiple recipients at the same time. You can even provide your message with photos, videos, or even PDF files to support your interaction.

Private social networks that are supported by OneTalk will handle all aspects of your business such as sales, marketing, and support. Releasing half the burden of marketing on private channels will result in a remarkable intimate relationship and achieve a one-on-one time with your customers.

CCM. people waving at each other.

Pernahkah Anda merasa masukkan dari pelanggan Anda yang merasa tidak dihargai meskipun Anda telah melakukan yang terbaik atau bahwa mereka tidak bisa mendapatkan solusi yang efektif untuk masalah mereka dengan perusahaan Anda? Atau Apakah Anda pernah memperhatikan penurunan tingkat retensi pelanggan Anda dalam bulan-bulan terakhir? Apakah Anda khawatir tentang apakah pesaing baru yang tidak terduga dapat mencuri klien dari Anda?

Jika ya, Anda perlu segera meningkatkan strategi CCM Anda.

Eits! Tetapi, apakah Anda tahu apa itu CCM?

CCM adalah singkatan dari Manajemen Komunikasi Pelanggan (Customer Care Management). Sebuah istilah yang cukup panjang untuk konsep sederhana, bukan? Jika dijelaskan secara singkat, ini adalah proses untuk memastikan pesan yang Anda kirim ke pelanggan Anda kongruen, lengkap, dan dipersonalisasi. 

Hal ini berarti CCM adalah representasi dari semua cara berbeda Anda berkomunikasi dengan pelanggan Anda. Baik itu melalui email, di situs web Anda, melalui surat biasa, melalui berbagai saluran pemasaran, di media sosial, melalui telepon, dll.

Tujuan dari sistem CCM yang efektif adalah untuk meningkatkan komunikasi pelanggan Anda secara keseluruhan, apa pun jenis platform yang Anda gunakan. Strategi CCM yang baik memastikan bahwa semua komunikasi dibuat, dikirim, disimpan, dan tentu saja, dibuka oleh pelanggan Anda secara efektif.

Anda dapat menggunakan CCM untuk membantu klien memperbarui langganan mereka dengan perusahaan Anda, memastikan bahwa tagihan mereka dibayar tepat waktu, diberi tahu tentang produk dan layanan baru yang Anda tawarkan, dan yang terpenting, untuk memenuhi semua kebutuhan layanan pelanggan mereka. Mengapa manajemen kontak pelanggan sangat penting, dan bagaimana hal itu dapat membantu meningkatkan bisnis Anda?

Interaksi pelanggan Anda harus ramah pengguna untuk memastikan kualitas pengalaman klien Anda, sehingga memaksimalkan penjualan Anda dan mengoptimalkan biaya produksi produk atau layanan Anda. Tantangan? Menyesuaikan interaksi Anda dengan pelanggan dengan metode konsumsi dan komunikasi baru mereka. Anda harus bisa menyampaikan pesan yang tepat dimana audiens Anda menunggu Anda. Dengan kata lain, terapkan strategi komunikasi omnichannel yang efisien untuk terlibat dalam percakapan yang bermakna dan dipersonalisasi dengan pelanggan Anda.

Manfaat dan Keuntungan dari CCM

Biasanya banyak bisnis menggunakan sistem CCM untuk menangani dokumen atau data pelanggan dalam jumlah besar. Fluiditas dan efisiensi korespondensi pelanggan pada perusahaan dari semua jenis industri dapat secara drastis meningkat dengan menggunakan platform yang memungkinkan pembuatan massal, produksi dan distribusi dokumen.

Untuk itu, mari kita simak lima manfaat utama dari sistem CCM bagi perusahaan Anda:

  1. Meningkatkan Pengalaman Pelanggan Melalui Personalisasi

CCM memudahkan pelanggan untuk terlibat dengan konten Anda dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang sering ditanyakan— artinya pelanggan tidak perlu sering menghubungi Anda secara langsung.

Ini memastikan bahwa, bahkan jika pelanggan Anda perlu berbicara dengan banyak perwakilan, agen Anda dapat mempelajari tentang mengapa mereka menghubungi, informasi apa pun yang telah dikumpulkan oleh agen sebelumnya, dan di mana mereka berada dalam proses penyelesaian tanpa harus memulai kembali setiap saat. waktu pelanggan menghubungi Anda.

Sistem komunikasi pelanggan yang tepat bahkan akan melacak bahasa pilihan klien Anda, nada (formal atau kasual), dan tentu saja, saluran yang mereka pilih untuk menghubungi Anda.

2. Mempersingkat Perjalanan Pelanggan

Saat Anda tidak lagi harus mengumpulkan data penting dari klien secara manual, proses pembelian dipersingkat. Selain itu, sistem komunikasi pelanggan yang tepat juga dapat membantu Anda mempelajari dengan tepat di mana pelanggan “tersesat” di situs web Anda, sehingga Anda dapat menunjukkan masalah sebenarnya dan mengetahui kapan harus memberikan bantuan.

3. Membangun Efisiensi Lintas Departemen

Dengan sistem CCM, pemilik bisnis dapat membuat, mengedit, dan mengelola konten sendiri.

Artinya, mereka tidak perlu menunggu anggota staf IT melakukan pekerjaan untuk mereka.

Dengan sistem manajemen komunikasi pelanggan yang terpusat, semua pesan ini akan ada di tempat yang sama. Dengan mengklik tombol, Anda dapat membuat perubahan pada satu dokumen dan menyebarkannya ke seluruh perusahaan sehingga semua orang melihat (dan mendistribusikan) hal yang sama.

4. Memperbaiki Transformasi Digital

Sebagian besar sistem CCM akan disinkronkan dengan sistem inti yang dipakai. Dari sana, Anda dapat menerjemahkan template ini ke dalam dokumen dinamis dan kaya fitur yang ingin dilihat klien Anda. 

5. Membantu Upaya Kepatuhan

Meskipun Anda mungkin memiliki tim peninjau internal, seberapa mudah bagi mereka semua untuk mendapatkan pendapat yang sama? Dengan sistem CCM, semua anggota tim yang terlibat dalam langkah ini dapat berkolaborasi dengan mudah.

Anda semua akan bekerja dari versi yang sama, melacak dan mengatur pengeditan di setiap langkah. Ini membantu meredakan konflik internal dan mempercepat waktu ke pasar.

Ini juga memberikan tampilan menyeluruh dan menyeluruh dari seluruh paket komunikasi, memberikan akses kepada pengulas ke setiap cara pesan Anda akan muncul, baik melalui pesan teks, situs web Anda, atau salinan cetak.

Dengan cara ini, setiap pengeditan yang dilakukan pada satu versi dapat diterjemahkan ke versi lain. Menangkap kesalahan dalam manual cetak? Anda dapat memperbaikinya secara keseluruhan, jadi versi online juga benar.

Dalam bisnis startup maupun bisnis lainnya, terdapat beberapa hal krusial, salah satunya adalah pengembangan produk. Perusahaan yang memiliki fokus di bidang inovasi berkelanjutan, selalu dituntut untuk selalu bisa melakukan pembaruan fiturnya.

Produk berada dalam irisan yang berada di antara teknologi, bisnis, dan pengalaman pengguna atau User Experience (UX). Inti dari produk yang diciptakan adalah produk tersebut harus bermanfaat, diinginkan oleh konsumen, dan juga memiliki daya guna dan layak digunakan. Di sini lah product management atau manajemen produk berperan penting.

Manajemen produk atau product management adalah fungsi organisasi dalam perusahaan yang berurusan dengan pengembangan produk baru, pembenaran bisnis, perencanaan, verifikasi, perkiraan, penetapan harga, peluncuran produk, dan pemasaran produk atau produk di semua tahap siklus hidup produk.

Manajemen produk adalah fungsi strategis. Menyusun strategi dan deskripsi tentang faktor “mengapa?” dari produk. Orang yang bertanggung jawab adalah manajer produk. Seorang manajer produk bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan tujuan dan rencana produk kepada seluruh perusahaan. Mereka harus memastikan setiap orang bekerja menuju tujuan organisasi bersama.

Manajemen produk mencakup serangkaian tanggung jawab strategis yang berkelanjutan. Mereka seharusnya tidak bertanggung jawab atas detail tingkat dasar dari proses pengembangan.

Organisasi yang pintar memisahkan fungsi ini dan menetapkan elemen taktis ke manajer proyek, seperti penjadwalan dan pengelolaan beban kerja. Divisi yang berbeda ini membuat manajer produk bebas untuk fokus pada strategi tingkat yang lebih tinggi.

Jika dibahas dan dibedah lebih dalam lagi, product management harus berada di tengah product strategy, product marketing, dan product development. Hal-hal tersebut adalah faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan saat melakukan pengaturan produk.

Seperti yang dijelaskan dalam definisi manajemen proyek, prosesnya mencakup beberapa komponen. Hal ini berimplikasi pada pekerjaan product manager yang mengkondisikan pemasaran tim internal perusahaan kepada tim support, termasuk tim pengembangan serta tim penjualan. Selain menggabungkan visi, manajer produk perlu memahami berbagai perspektif yang dimiliki orang-orang ini.

Setelah pengembang, desainer, dan tim lain mulai mengembangkan produk, tugas manajer produk selanjutnya adalah mengukur kemajuan proses dan membuat pengukuran yang sesuai dengan spesifikasi untuk status pengujian. Proses ini juga harus disertai dengan analisis kinerja produk yang berkelanjutan. Proses pemantauan juga harus dilakukan agar peta jalan produk dapat dipertahankan dan prioritas tugas dapat dikonfigurasi.

Managing product ini tentu berkaitan dengan aspek-aspek bisnis lainnya. JIka tidak handal dalam melakukan manajemen produk, maka aspek  support, customers, development, sales, legal, finance, research, dan marketing akan terpengaruh. Hal ini menunjukkan seberapa pentingnya manajemen produk.

Bagaimana cara mengoptimalkan product management?

Manajer produk seringkali memiliki tanggung jawab yang sangat banyak. Waktu adalah komoditas yang berharga. Mereka harus efisien dan terorganisir untuk melakukan percakapan dan rapat yang diperlukan sambil tetap memiliki cukup bandwidth untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan.

Membuat keputusan — dan mendapatkan konsensus internal tentang keputusan tersebut — bisa sangat menyebalkan. Untuk menyelesaikan semuanya dengan segera, manajer produk harus menemukan cara yang dapat diskalakan untuk mencapai kesepakatan dengan cepat. Peran yang didefinisikan dengan jelas dan proses yang konsisten memungkinkan para pihak yang terlibat fokus pada subjek yang sedang dibahas.

Bahkan bagaimana manajer produk menjadwalkan pekerjaan mereka dapat menghasilkan peningkatan output dan sesi kerja yang lebih berkualitas. Dengan meminimalkan pengalihan konteks, manajer produk dapat mengelompokkan tugas serupa untuk menjaga fokus dan membatasi gangguan.

Ini termasuk menyediakan waktu untuk berpikir strategis. Sulit untuk mendalami subjek tertentu jika ada gangguan terus-menerus. Manajer produk harus menyisihkan waktu untuk tugas penting ini dan menciptakan lingkungan tempat mereka dapat berkonsentrasi.

Selain itu, penelitian oleh Jerry Wind dari University of Pennsylvania membuktikan bahwa demonstrasi dari dan kontribusi dari penelitian atau riset adalah kritikal dan sangat penting untuk membangun manajemen produk dan pengembangan produk baru yang baik.

Penelitian tersebut menyatakan, 

Dari sudut pandang metodologis, riset pemasaran dan aktivitas pemodelan yang diasosiasikan dengan keputusan produk termasuk yang paling baik dari semua disiplin ilmu. Namun, terlepas dari kemajuan luar biasa dalam metodologi ini, tingkat kegagalan produk baru masih mengejutkan. Mengingat ketersediaan luas dari penelitian canggih dan metode analitis, tidak ada alasan untuk tingkat kegagalan yang tinggi. Namun, hal itu dapat dikaitkan dengan salah satu alasan berikut:

Studi lain oleh William H. Murphy dan Linda Gorchels yang berjudul How to improve product management effectiveness, menunjukkan bahwa manajer produk menghabiskan waktu terbesar bekerja dengan mereka yang berada di bagian penjualan, R&D, dan produksi dengan jumlah kontak yang moderat dengan periklanan dan layanan produk. Banyak manajer produk merasa bahwa mereka akan melakukan pekerjaan mereka dengan lebih baik jika mereka dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk upaya terkait strategi dan lebih sedikit waktu untuk bekerja untuk mempercepat proyek melalui departemen lain. Beberapa komponen pekerjaan tertentu diidentifikasi harus ada jika manajer produk menginginkan yang terbaik pada pekerjaan mereka.

TapTalk.io mengutamakan keunggulan produk dan  selalu berusaha menginvestasikan  waktu dalam manajemen produk yang baik untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan adalah yang terbaik di bidangnya.

Pelanggan seringkali harus bolak-balik berganti platform pesan dan aplikasi untuk membeli suatu produk. Faktanya, platform perpesanan sangat penting untuk menyediakan komunikasi yang disukai oleh pelanggan Anda. Komunikasi yang baik membawa sejumlah manfaat bagi bisnis Anda. Perusahaan mungkin bertanya-tanya bagaimana strategi pemasaran dan komunikasi mereka dapat menyelesaikan masalah ini.

Penting untuk memastikan bahwa Anda selalu dapat merespon semua permintaan dari pelanggan. Menggunakan platform perpesanan yang terintegrasi bisa menjadi jawaban atas kebutuhan pelanggan Anda.

Namun, perbedaan dan inkonsistensi gaya dapat memengaruhi brand Anda, miskomunikasi dapat mempengaruhi pekerja Anda, dan pelanggan yang tidak menyukai pengalaman ini membuat Anda kehilangan pendapatan dan terjadi retensi di perusahaan Anda.

Dalam teknologi bisnis atau bahkan metode pendekatan pelanggan, terdapat istilah Omnichannel dan Multichannel. Kedua istilah ini merupakan teknologi yang digunakan dalam mengembangkan perusahaan. Sebagai bisnis, kita harus dapat memanfaatkan semua platform secara optimal untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. 

omnichannel vs multichannel

Anda pasti seringkali bertanya-tanya mengenai istilah Omnichannel yang kini mulai banyak digunakan. Anda juga pasti sudah pernah mendengar istilah Multichannel. Tetapi, kedua istilah ini bukanlah satu hal yang sama.

Pada artikel ini, kita akan membahas tuntas mengenai apa itu omnichannel, apa itu multichannel, apa gunanya omnichannel dan multichannel untuk bisnis, perbedaan omnichannel dan multichannel, dan mana yang lebih baik.

Apa itu Omnichannel?

Omnichannel adalah platform integrasi berbagai saluran yang digabungkan menjadi satu sistem manajemen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan pengalaman pelanggan. 

Omnichannel dapat dikatakan sebagai tahap lanjutan dari multichannel yang berorientasi di sekitar pelanggan Anda dan menciptakan pengalaman pelanggan secara singular di seluruh brand Anda dengan menyatukan penjualan dan pemasaran yang menyebabkan spillover antar channel. Dalam hal customer support, omnichannel menyatukan berbagai saluran perpesanan dalam platform yang sama.

Omnichannel fokus pada perjalanan pelanggan dalam berkomunikasi dengan perusahaan, sehingga kualitas pengalaman yang didapatkan menjadi lebih mulus.

omnichannel oleh OneTalk

Dibandingkan bekerja secara paralel, saluran komunikasi juga sumber daya pendukungnya dirancang untuk bekerja sama. Omnichannel membutuhkan integrasi dan pengaturan channel sehingga pengalaman keterlibatan pada semua channel yang dipilih seseorang untuk digunakan efisien atau bahkan lebih menyenangkan daripada jika menggunakan saluran tunggal secara terpisah.

Pendekatan omnichannel berarti ada integrasi antara saluran distribusi, promosi dan komunikasi di back-end.

Misalnya, agent customer service yang berinteraksi dengan pelanggan di toko dapat segera mereferensikan pembelian dan preferensi pelanggan sebelumnya semudah agent customer service di telepon atau agent obrolan web customer service

Atau pelanggan dapat menggunakan komputer desktop untuk memeriksa inventaris berdasarkan situs web perusahaan, membeli barang di kemudian hari dengan smartphone atau tablet, dan mengambilnya di lokasi yang dipilih. 

Pendekatan omnichannel meningkatkan layanan pelanggan dengan menyediakan beberapa opsi komunikasi. Integrasi saluran back-end juga memungkinkan lebih banyak fleksibilitas, karena pelanggan dapat beralih di antara saluran selama interaksi.

baca juga: Memahami Omnichannel lebih dalam dan keutungannya

Multichannel

Multichannel berorientasi di sekitar produk Anda dan memungkinkan pelanggan terlibat dan membeli secara mudah di saluran mana pun mereka berbelanja, tetapi sering kali memperlakukan saluran sebagai channel yang terpisah satu sama lain. Setiap saluran dalam strategi multisaluran ada sebagai peluang pembelian terpisah.

Multichannel memadukan pengalaman pelanggan dan memberikan pilihan kepada konsumen untuk terlibat di saluran yang mereka sukai. Ini fleksibel tetapi mengharapkan brand untuk beraktivitas dalam batasan saluran.

Pemasaran multichannel mengacu pada kondisi di mana perusahaan berhubungan dengan pelanggan melalui berbagai saluran, baik online maupun offline. Melalui jalur ini, perusahaan akan menjual barang dan jasanya. 

Multichannel sendiri menggabungkan dua praktek pemasaran yaitu inbound dan outbound sehingga perusahaan dapat menjangkau pelanggan di saluran yang berbeda. Melalui strategi ini, proses pembelian akan lebih mudah dikendalikan konsumen daripada pasar offline. Pemasaran ini biasanya dilakukan melalui saluran seperti email, poster, katalog, baliho dan sebagainya.

Pikirkan pemasaran multichannel sebagai roda dengan jari-jari. Di tengah roda adalah produk Anda. Di tepi luar roda terdapat pelanggan Anda di mana setiap saluran menawarkan kesempatan terpisah dan independen untuk membeli.

Setelah jelas saluran mana yang paling sesuai dengan target pasar Anda, Anda kemudian dapat mengoptimalkan pemasaran di saluran tersebut untuk memaksimalkan penjualan.

Omnichannel vs. Multichannel

Awalan omni- berasal dari bahasa Latin omnis, yang berarti semua atau setiap. Multi-dalam multichannel artinya banyak. Meskipun omnichannel menyarankan untuk mencakup lebih banyak saluran, perbedaan omnichannel vs. multichannel melampaui angka belaka.

Sebagai kategori tahapan lanjutan dari multichannel, omnichannel dibangun di atas berbagai metode untuk mempromosikan dan mendistribusikan produk, seperti toko fisik, situs web, dan aplikasi seluler, dan memungkinkan pelanggan menjangkau masalah atau kekhawatiran melalui telepon, email, obrolan web, dan media sosial.

Omnichannel mendorong taktik operasional multichannel ke dalam model bisnis yang menjalin saluran tersebut bersama-sama dan berbagi data di antara saluran tersebut, memungkinkan pelanggan untuk melakukan bisnis dengan perusahaan sesuka mereka, kapan pun mereka mau.

Misalnya, jika pelanggan yang telah memulai interaksi dengan perusahaan di webchat mengirimkan informasi, seperti nomor akun, kemudian memutuskan untuk mengakhiri obrolan dan menghubungi layanan pelanggan sebagai gantinya, informasi tersebut dapat ditransfer ke agent. Perusahaan dengan kemampuan yang terbatas pada multichannel saja dapat mengakomodasi pelanggan di kedua saluran, tetapi karena tidak memiliki integrasi sistem back-end, pelanggan harus memasukkan kembali informasi menggunakan sistem otomatis, seperti respons suara interaktif, atau menyampaikannya ke live agent.

Pendekatan yang berbeda

Multichannel yang berorientasi pada produk tidak mengintegrasikan saluran komunikasi antara perusahaan dan pelanggan. Mereka hanya menyediakan berbagai pengalaman berbelanja di banyak saluran, sehingga, dilihat dari sisi perusahaan, strategi dan peluang pembelian terpisah. 

Omnichannel memungkinkan bisnis menyimpan semua saluran mereka di satu tempat sambil menyatukan gaya dan informasi mereka. Hal ini tentu akan mempermudah pelanggan terkoneksi dengan perusahaan, juga mempermudah pengalaman mereka. 

Tantangan pengaplikasian omnichannel untuk bisnis adalah data. Bisnis di zaman ini didukung olehnya. Tetapi kemampuan untuk mengakses dan menggunakan data dengan cara yang berdampak tidak mungkin dilakukan oleh banyak brand sendiri.

Perusahaan juga harus siap mengaplikasikan omnichannel sebagai salah satu model perpesanan bisnis. Banyak ahli mengatakan bahwa omnichannel muncul untuk mengatasi tantangan yang masih dihadapi oleh multichannel.

Secara sederhana, omnichannel dan multichannel memiliki beberapa perbedaan:

Penghilangan batasan

Poin pentingnya adalah, omnichannel menghilangkan batasan antara saluran penjualan dan pemasaran yang berbeda untuk menciptakan kesatuan yang utuh dan terintegrasi. Perbedaan antara saluran baik itu di situs, sosial, selular, email, fisik, dan instant messaging akan menghilang saat satu tampilan pelanggan dan satu pengalaman belanja muncul.

Tetapi, tentu saja omnichannel dapat dengan mudah digunakan untuk customer support dengan menggunakan layanan-layanan omnichannel yang sudah tersedia. Banyak perusahaan yang menawarkan layanan perpesanan omnichannel ini, yang dapat Anda dapatkan dengan mudah. Bahkan, di Indonesia sudah ada penyedia jasa omnichannel yang menawarkan jasa yang dapat disesuaikan dengan ukuran bisnis. 

Omnichannel adalah tahapan lanjutan dari multichannel. Perbedaan dari dua hal serupa ini adalah, tidak adanya integrasi channel atau saluran pada multichannel. Omnichannel fokus pada pengalaman pelanggan dengan menyediakan jalur komunikasi di berbagai platform, sedangkan multichannel menyediakan “diri” di berbagai tempat yang sering dikunjungi pelanggan tanpa adanya integrasi antar channel.

Baca juga: Pentingnya menggunakan satu Dashboard untuk semua channel messenger anda

Apakah omnichannel lebih baik dibanding multichannel?

omnichannel chat platform lebih baik daripada multichannel

Omnichannel menawarkan pengalaman yang mulus bagi pelanggan. Pesannya konsisten, tanpa banyak  perangkat, dan yang terpenting, disesuaikan berdasarkan perilaku penjelajahan Anda. 

Platform perpesanan omnichannel untuk penjualan, pemasaran, dan dukungan dapat menawarkan pengalaman yang sama sekali berbeda bagi pelanggan. Seperti yang telah disebutkan di atas, kini sudah tersedia layanan perpesanan omnichannel karya anak bangsa, yang dapat mengakomodasi berbagai jenis usaha. Platform perpesanan omnichannel tersebut adalah OneTalk. OneTalk adalah produk Omnichannel Customer Engagement dari TapTalk.io yang dapat mengintegrasikan beberapa platform perpesanan. 

Lihat produk Taptalk.io : Omnichannel Chat Solution - OneTalk

Ini memberikan Anda fitur untuk dapat memiliki kotak masuk lengkap untuk berkomunikasi dengan pelanggan Anda. Anda harus memastikan untuk menyediakan platform apa pun yang dipilih oleh pelanggan. Oleh karena itu produk ini menjadi kunci untuk memudahkan pelanggan Anda agar dapat menjangkau Anda dengan berbagai platform olah pesan, seperti Whatsapp, Telegram, Facebook Messenger, Twitter DM, Line, Email, dll.

Ini keunggulan mendasar omnichannel daripada multichannel, yaitu dapat menampung semua pesan dari berbagai channel, hanya dalam satu dashboard. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk fokus dalam melayani pelanggan, karena tidak perlu berpindah platform untuk menjawab pesan pelanggan. 

Memudahkan pelanggan Anda dengan menyederhanakan perjalanan mereka berbelanja atau komunikasi mereka dengan perusahaan akan meningkatkan customer experience. Yang, pada akhirnya, akan meningkatkan value perusahaan bagi pelanggan Anda.

Kunci dari pengalaman omnichannel yang mulus adalah menggunakan modern supply chain - rantai yang memperluas pengiriman ke seluruh aplikasi seluler, situs web, media sosial, dan toko. Untuk mencapainya, perusahaan harus memecah silo antara toko online dan fisik, seperti yang dilakukan Best Buy, dan mengelola tanggung jawab produk sebagai satu pasar kolektif. 

Mereka juga membutuhkan teknologi baru, termasuk sistem manajemen inventaris, dan cara baru untuk mengirimkan produk.

Chatbots adalah tren omnichannel lainnya yang terbukti dapat membantu bisnis. Program komputer berkemampuan AI ini mensimulasikan ucapan manusia, dapat mengajukan pertanyaan kepada orang lain, dan dapat menanggapi jawaban. 

Pada tahun 2018, chatbot digunakan untuk melakukan tugas-tugas semudah mengubah kata sandi dan serumit menentukan suasana hati seseorang yang menelepon layanan pelanggan.

Dengan berbagai perbedaan omnichannel dan multichannel, omnichannel lebih baik untuk meningkatkan sales, marketing dan support bisnis Anda.

omnichannel chat solution-onetalk

Bagaimana cara memulai omnichannel pada bisnis

  1. Memahami Customer Journey

Pelaku bisnis harus memahami kebiasaan berbelanja pelanggan dari awal hingga akhir dalam aktivitas belanja online maupun offline. Pengalaman berbelanja pelanggan harus diutamakan karena akan memberikan kesan yang baik bagi pelanggan. Mereka akan dengan senang hati berbelanja di tempat Anda jika layanan yang diberikan mampu memberikan kepuasan yang nyata.

  1. Memilih teknologi yang tepat

Pemilihan teknologi ini harus dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan pilihan belanja. Misalnya, seorang pebisnis membuat halaman Facebook untuk berbisnis karena dia melihat banyak orang menggunakan Facebook untuk bisnis.

Ini seharusnya tidak terjadi. Pemasaran melalui Facebook juga bagus, tetapi jika Anda meniru orang lain tanpa tujuan yang jelas, Anda tidak memiliki tujuan untuk dicapai. Keterampilan pemasaran ini harus dapat memasarkan produk Anda dan memenuhi kebutuhan belanja pelanggan Anda.

  1. Integrasi semua teknologi

Satu tip terakhir untuk berbisnis dengan omnichannel adalah memasukkan semua opsi teknologi yang tersedia. Pilihan teknologi ini bisa berupa teknologi berbasis internet atau teknologi tatap muka atau offline. Semua teknologi ini digabungkan menjadi satu data yang tidak dapat dipisahkan.

Dengan integrasi saluran ini, pelanggan akan mendapatkan pengalaman berbelanja yang tiada habisnya baik secara online maupun offline. Pengalaman berbelanja pelanggan tentunya menjadi tolak ukur keberhasilan menjalankan bisnis Anda.

Baca juga: Meningkatkan Customer Experience melalui Content Intelligence

Dalam masa pandemi khususnya, untuk mengatasi kerugian, perusahaan hanya perlu menjadi lebih baik dalam mendeteksi sinyal dan lebih tegas dalam menindaklanjutinya, dan lebih proaktif dalam membangun praktik, dan ini dapat dijawab dengan menggunakan omnichannel

Anda dapat dengan mudah mengaplikasikan omnichannel pada bisnis Anda dengan menggunakan omnichannel messaging provider. Penyedia jasa omnichannel sudah ada di Indonesia dan dapat Anda gunakan untuk bisnis Anda tanpa perlu repot mempersiapkannya sendiri.

Omnichannel messaging platform terpercaya, OneTalk, menyediakan jasa perpesanan omnichannel yang dapat diandalkan untuk meningkatkan performa sales, marketing, dan support.

OneTalk melakukan integrasi berbagai channel perpesanan yang dapat menyatukan platform komunikasi Anda dengan pelanggan menjadi satu dasbor intuitif yang menghilangkan kerumitan berkomunikasi dengan pelanggan Anda.

Pada platform perpesanan OneTalk, anda dapat melakukan sistem Single Dashboard yang mengintegrasikan berbagai channel perpesanan sekaligus. 

OneTalk dapat membantu Anda meningkatkan support dengan salah satu fitur lainnya, Mobile Agent, di mana agen Anda dapat menangani pelanggan bahkan dari ponsel mereka karena OneTalk menyediakan aplikasi yang dapat diakses dari ponsel Anda. 

Baca juga: Memakai live chat untuk meningkatkan sales

Fitur lainnya adalah Broadcast Message dan Start New Conversation. Fitur pesan Broadcast memungkinkan Anda mengirim pesan ke banyak penerima sekaligus. Strategi pemasaran Anda akan lebih interaktif dengan fitur ini, mengirimkan konten multimedia seperti foto, video, bahkan file pdf. 

Sementara itu, fitur Start New Conversation memungkinkan Anda melakukan obrolan proaktif dan memulai kasus baru sehingga bisnis Anda dapat menjangkau pelanggan Anda terlebih dahulu. Dengan ini dan banyak fitur lain yang disediakan oleh OneTalk, Anda dapat dengan mudah membangun keuntungan Anda dalam ketidakpastian.

Anda juga dapat mengoptimalkan komunikasi dengan pelanggan dengan berbagai fitur lainnya, seperti Quick Reply, Broadcast Message, dan lainnya. Fungsi Quick Reply berfungsi untuk memudahkan agent membalas pesan template dan tanya jawab. 

Broadcast Message memungkinkan Anda mengirim pesan yang dapat berisi konten multimedia ke beberapa pelanggan secara bersamaan, dan bahkan me-reviewnya sebelum dikirim.

OneTalk juga akan membantu mengembangkan bisnis Anda dengan fitur-fitur lainnya, seperti Disposition, All-in-one Inbox, User Session Sync, dan masih fitur lainnya.

Anda dapat mencari tahu lebih banyak tentang OneTalk di sini.

masalah perusahaan teknologi

Pandemi membantu membawa raksasa teknologi dunia seperti Amazon.com Inc. dan Microsoft Corp. kepada kesuksesan yang baru pada tahun 2020. Pergeseran ke belanja online dan kerja jarak jauh dipercepat dengan kecepatan yang tidak dapat dibayangkan tanpa virus corona.

Tetapi ada tanda-tanda bahwa masa-masa kejayaan itu akan segera berakhir. Akhir tahun lalu, pemerintah di AS, China, dan Eropa secara terpisah mulai menyelidiki apakah Big Tech terlalu besar. Pengawasan di Washington diperkirakan akan berlanjut di bawah pemerintahan Biden, yang juga tampaknya cenderung melanjutkan pembatasan ekspor administrasi Trump terhadap perusahaan China yang merombak rantai pasokan global.

Sementara Big Tech mungkin menghadapi tantangan terbesarnya dalam beberapa tahun, beberapa sektor dapat melihat ke depan ke 2022. Dunia kendaraan listrik mungkin akhirnya akan tiba. Presiden terpilih Joe Biden berjanji untuk menjadikan keamanan siber sebagai prioritas. Dan Washington akan mulai membagikan insentif keuangan untuk membantu perusahaan AS tetap berada di depan saingan China.

Dunia teknologi pada tahun 2020 memiliki hasil yang beragam. Penjualan PC dan notebook mengalami tahun yang luar biasa. Bekerja dari rumah menjadi normal dan memaksa perusahaan untuk menyadari bahwa mengizinkan orang untuk bekerja di luar kantor bekerja dengan baik.

Tetapi itu juga merupakan tahun di mana media sosial menyebabkan peningkatan volume berita hoaks dan ujaran kebencian dan menjadi ancaman bagi demokrasi di seluruh dunia. Pada akhir tahun 2020, Facebook menghadapi gugatan anti-trust yang besar. Dua pendukung Silicon Valley, HPE dan Oracle, memutuskan untuk memindahkan kantor pusat mereka dari Silicon Valley. Sebagian dari AS memiliki pandangan yang lebih negatif tentang teknologi daripada yang positif, dan gerakan anti science mulai meningkat.

Namun, dunia teknologi akan memiliki setidaknya lima tantangan besar yang harus dihadapi pada tahun 2022 yang dapat membuat tahun baru menjadi tahun yang sulit bagi banyak perusahaan teknologi.

Dengan semua fakta itu, TapTalk.io memilih beberapa prediksi yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan teknologi pada tahun 2022.

1. Memfasilitasi masa depan pekerjaan

Perusahaan sedang mempertimbangkan seperti apa kembali ke tempat kerja nantinya, dan logistik pasca pandemi perlu memasukkan keselamatan karyawan, baik fisik maupun mental.

Produktivitas kerja dengan sistem saat ini, work from home, tentu tidak sama seperti dulu saat semua pekerja melakukan kerja optimal dan kontributif di perusahaan. Komunikasi langsung yang dulu dilakukan juga dapat dengan mudah dilakukan ketimbang melakukan komunikasi lewat gawai. 

Semua perubahan dan revisi yang disampaikan akan lebih mudah untuk diberikan saat bertatap muka langsung dan melakukan diskusi dengan cepat secara real time.

Hingga kini, TapTalk.io membatasi interaksi langsung antar pekerja dengan menerapkan sistem work from home atau bekerja dari rumah. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga keamanan semua sumber daya kami.

2. Employee Productivity Measurement

Seperti yang telah disebutkan juga pada poin pertama, produktivitas pekerja akan menjadi salah satu tantangan sekaligus masalah teratas yang harus ditangani pada tahun ini. 

Produktivitas memang tetap akan ada pada masa pandemi ini, tetapi, tentu tidak akan sama dengan level produktivitas pekerja saat belum ada pandemi ini.

TapTalk.io selalu berusaha untuk menjaga level produktivitas dengan rajin menjalankan komunikasi pada setiap pekerjaan yang dilakukan.

3. Serangan ransomware

Ransomware adalah jenis malware kriptovirologi yang mengancam untuk mempublikasikan data korban atau memblokir akses secara permanen kecuali uang tebusan dibayarkan. Meskipun beberapa ransomware yang mudah dapat mengunci sistem sehingga tidak sulit bagi orang yang berpengetahuan untuk memulihkannya, malware yang lebih berkembang menggunakan teknik yang disebut pemerasan cryptoviral.

Ransomware mengenkripsi file korban, membuatnya tidak dapat diakses, dan menuntut pembayaran tebusan untuk mendekripsi mereka. Dalam serangan pemerasan cryptoviral yang diterapkan dengan benar, memulihkan file tanpa kunci dekripsi adalah masalah yang sulit diselesaikan - dan sulit untuk melacak mata uang digital seperti paysafecard atau Bitcoin dan mata uang kripto lainnya yang digunakan untuk tebusan, melacak dan menuntut para pelaku dengan sulit.

Serangan ransomware biasanya dilakukan dengan menggunakan Trojan yang menyamar sebagai file sah yang mengelabui pengguna untuk diunduh atau dibuka ketika file tersebut masuk sebagai lampiran email.

4. Deepfake content

Teknik deepfake biasanya berupa video atau audio yang dihasilkan oleh Kecerdasan Buatan dari orang sungguhan yang melakukan dan mengatakan hal-hal fiksi. Ini sering digunakan untuk membuat berita palsu dan bahkan melakukan penipuan dunia maya. Dampaknya sebagian besar dapat dilihat di bidang politik, yang bertujuan untuk mempengaruhi pemilih atau mengkritik kandidat lain

Beberapa contoh deepfake sangat meyakinkan. Mereka menunjukkan bagaimana teknologi pembelajaran mendalam dapat mengubah jalur pipa untuk seniman dan pembuat film 3D, dan secara serius mempersingkat waktu pengeditan manual. Namun, ada kekhawatiran yang berkembang tentang bagaimana teknologi tersebut dapat disalahgunakan untuk membuat video hasil rekayasa yang realistis yang memiliki tujuan negatif.

Semakin banyak orang yang menggunakan konten deep fake, yaitu konten yang dibuat agar terlihat nyata tetapi sebenarnya tidak dengan menggunakan AI.

5. Poor User Experience dengan produk

Karena segala sesuatu harus dilakukan secara online, User Experience yang dirasakan oleh customer Anda terhadap produk akan menjadi terdampak. Poor User Experience atau Pengalaman Pengguna yang buruk akan mengurangi relationship intimacy (rasa kedekatan pengguna terhadap produk) pengguna karena segala sesuatu yang serba online

Kami, TapTalk.io, selalu berusaha memastikan semua produk kami user friendly agar hal ini tidak terjadi.

Dengan 5 masalah yang disebutkan di atas, perusahaan teknologi harus berinovasi dan mengantisipasi masalah yang mungkin akan muncul. Hal ini dapat dilakukan dengan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dan merencanakan strategi antisipasi untuk masalah-masalah tersebut.

Live Chat Best Practices: Sales, Marketing and Support

Today's great customer service is about reaching customers wherever they are. And now, there's one forum where more future clients are than everywhere else: live chat. Think of the way you speak to people every day. You're probably using iMessage and WhatsApp for family and friends, and you're probably spending more time talking to coworkers on Slack than in person (especially nowadays). And when we're talking to people every day via texting, customers want to be able to speak to the company as well.

Unfortunately, conventional live chat software is still rooted in old-school customer service methods. Customers are forced to adopt a queue attitude in conditions like these, where they are treated like a ticket number rather than a human being. Not only that, but the team's time is taken up with answering easy, routine questions as quickly as possible, while more complex or urgent requests – despite having a higher priority – are left waiting.

But, live chat can actually be used to boost your company. There are a lot of ways you can use it to your advantage.

There are 3 use cases for a live chat on your websites:

1. Marketing

You're missing out if you think live chat is just for customer service. The lead generation machine will benefit from live chat marketing. Live chat is being used by forward-thinking businesses to incorporate conversational marketing on their websites.

The issue is that a considerable portion of your website visitors who may purchase your product do not find their way to a feedback form or a demo request. In fact, the vast majority of them would depart without taking any action. The standard marketing stack's average conversion rate isn't pretty.

With live chat, the focus shifts from passively collecting contact information of a potential customer to proactively engaging people in conversation using targeted outbound messages. Instead of forcing people to complete static form submissions, go through the tedious marketing qualification process, and wait for follow-ups (that may never come), live chat helps companies engage with potential prospects in real time, be it with humans. Targeted conversation between people or via chat bot chat machine to spark their interest. Without messaging tools to engage them, these possibilities would simply disappear and be lost forever.

The lead generations to apply this method are Google and Facebook Ads with Call To Action or CTA. CTA will direct your customer to WhatsApp chat, and you can automatically send template messages. With OneTalk by TapTalk.io, a trusted omnichannel messaging platform, messages are received in your chosen platform and immediately greeted by template messages. Other than that, OneTalk has a Disposition feature that can track customer’s behavior analytics. 

2. Sales

Live chat for sales! Today, customers have more choices than before. This means that they are in control of the sales process, and it is the company that provides an instant, profitable on-demand sales experience.

For a company that embraces this and creates rewarding, original and impactful sales experiences, the results speak for themselves. According to intercom, website visitors are 82% more likely to become customers if they speak up first. In addition, it is 13% more valuable than an account where the business did not have a conversation before signing up.

Not only that, but this is also another area where using bots to supplement your live chat makes sense: our research shows that bot-assisted conversations convert 36 percent better, owing to the fact that bots can respond faster than humans for most repetitive tasks.

3. Customer Support

Traditionally, most companies have viewed customer support as a cost center rather than a true value driver. As a result, they have done everything they can to reduce those costs, relying on an outdated support ticket system where the help center management, not the customer experience, takes priority.

This kind of support is no longer good enough. Conversely, customer support can be a factor that makes or breaks a customer's decision to work with you: According to Microsoft's Global Customer Service Status Report, 90% of respondents said customer service was an important factor in their choice and loyalty. To brands, and 58% will cut ties with the business due to poor customer service.

Live chat is the future of customer service, and it provides the type of chat support experience that is tailored to the needs of today's users. The customer doesn't want to be treated like a ticket, nor does he want to call the call center. They want quick and easy help in a way that makes them feel like humans.

But here's the good news: Live chat is not only better for customers, it's also better for business.

Best practices for live chatting

Tips untuk Membantu Bisnis Kecil Anda Unggul Dalam Customer Service

Adopting new guidelines for face-to-face chats is not without its challenges. Live Chat includes almost instant response, and many companies are afraid to manage the volume of messages that might come from adding live chat to their website.

For a business that may attract thousands or millions of people who visit their website each year, a 1: 1 conversation with every customer and prospect quickly becomes a daunting (not to mention extremely costly) task. But the good news is that you don't have to do this to be successful. Instead, it's about using live chat - as well as robots and automation - to help your team work more efficiently with the resources you have available.

Here are some simple live chat best practices to help you get the most out of your team.

Use the conversation support line

Many companies worry that installing a live chat program could "open the door wide" and cause their team to handle low-level customer inquiries ("How do I change my password?") Rather than problems or impactful questions.

This is where the conversation support line comes in. The Conversation Support Line is our framework for delivering fast, personalized customer support at scale, using a combination of proactive support, self-service and human support. By anticipating customer problems, using robots and automation to answer frequently asked questions automatically, and saving your team time and energy on high-cost items that require a human touch, you can optimize your resources and get the most out of live chat.

Set expectations

The Only Business Tips and Tricks You Need for Success

Just because you have live chat posted on your website doesn't mean you need to respond immediately. This will not only burn your troops, it is not true! Contrary to popular belief, conversation doesn't have to be direct, as long as clear expectations are set. Sure, in an ideal world, users might prefer direct responses, but in most cases they understand that more complex queries take a little longer to complete correctly.

The most important thing is to be direct and transparent. Above all, you need to tell them exactly when they will get a response. Live chat software like Intercom has a simple message answering tool to do this. This is only part of your customer's attention - don't leave them hanging at the end of the conversation. (And if you're trying to speed things up, remember that using custom troubleshooting and tuning robots can help you increase the resolution time by up to 50%.)

Extend the reach of your conversations with automation

One report shows that 89% of consumers want to be able to send messages to companies in real time, but only 48% have the tools to actually do so, which is why in past years live chat was an unpleasant experience. In fact, this so-called "live chat" is more like email than real time chat. Simply, it is not life at all.

Thanks to bot chat software and customer service, most live chat tools give you the ability to have a live and dynamic conversation, even when there is no one at the sender end of the message. For example, if you have a messaging program like Intercom, the launcher bot will automatically ask your visitors for their contact details so you can proceed.

Engage and Interact “More” with your customer

Live chat

When your customer opens your live chat option on your website, your customer can immediately get a response and select their topics and send a message. They will be directed to their chosen messenger platform and therefore, their message can land on anywhere on your messaging platform. By using an omnichannel-based messaging platform, your messages can be received by your agent. They can immediately reply and resolve their messages by using a lot of features that was offered by OneTalk as a trusted omnichannel brand. Disposition by OneTalk Customer opens chat widget on website. Disposition will keep track of your customer’s topic and analytics.  The disposition features ensures that an organization continues to listen to consumers and transforms all concerns and issues into a meaningful concept. OneTalk can assist you in keeping track of the statistics for each customer service case. This conclusion will assist you in gaining new market knowledge so that cases and issues do not recur in the future.

Other than Disposition, OneTalk can help you integrate omnichannel customer service with the WhatsApp Business API.  Without the complicated process of answering with one WhatsApp user, you can have the benefits of integrating omnichannel customer service with the WhatsApp Official Business API. No need to wonder how to use multiple users for WhatsApp business. You can simply use only one WhatsApp number to increase credibility and customer confidence in your business. With OneTalk, you can log in to your WhatsApp business account with multiple users on multiple devices all at once. Now you can use your WhatsApp Web on multiple devices and answer your customers all at once. OneTalk can Boost agent efficiency with all the integrated messaging platforms. Using an omnichannel service such as OneTalk will give WhatsApp Web access to more devices.

Conclusion

We can now offer this experience at scale thanks to live chat. Live chat is the de facto way to communicate with customers and prospects when they're at their most interested – in real-time, as soon as they land on your website. Whether it's through 1:1 human conversations or automated with the aid of a chatbot, live chat is now the de facto way to engage with customers and prospects when they're at their most interested – in real-time, as soon as they land on your website. Using OneTalk could also work for your business to improve sales, marketing, and support. 

To delve more into this, contact us and chat with our agent by WhatsApp or email.

Create Great Marketing Content Through Customer Service

In today's intensely demanding market world, customer service is a practice that should be top of mind for any employee at every business. Of necessity, a customer service team's main aim is to attract existing clients by making them satisfied. However, offering outstanding customer support requires more than just answering questions and addressing concerns.

Customers would focus on solving their issues on their own if they can do it easily and thoroughly. When a customer has an issue with your product or service, the first thing that comes to mind isn't to call you.

According to Dimension Data, 73% of customers choose to use a company's website for help,  instead of using their social media, SMS, or live chat. Rather than dealing with a customer service agent, they now want to look for answers online through a FAQ post or an information base.

This kind of behavior causes companies to implement a self-service system. Self-service would be the most effective way to resolve issues because they don't have to wait for the company to answer. There are many ways to use customer service as marketing content:

1. Use Frequently Asked Question

Many of the questions asked by customers are usually repeated. And the answers to these often asked questions are a gold mine with content marketing opportunities.

You can create content such as FAQ forums to help customers with the same issues. For example, Amazon has a system where they strive to stop answering the same question twice. They gathered feedback from all of their customers so they can address the same issue that’s been happening to all of their customers.

2. Use Customer Review/Rating

You can use customer testimonials and ratings as sales materials. According to Wyzowl, 9 out of 10 people value what customers have to say about a company rather than what the company thinks about itself. And according to Spectoos, consumers are more likely to pay 31% more on a company that has positive consumer testimonials.

People trust feedback just as much as they trust personal endorsements from friends and family, but as long as you have outstanding customer service, you will benefit from good reviews online and include them in your numerous onsite and offsite advertising activities. This will prove that you care for your customers and at the same time endorsing your brand.

3. Create a Customer Service and Content Marketing Hybrid

According to The Center for Generational Kinetics, you can create an easy-to-navigate self-help video library. Begin by going through the most popular questions or issues that customers carry to you, and then make a short video that demonstrates how to resolve each one. This may include instructions on how to create an online account, upgrade a battery, or swap a previously purchased item.

Use informative titles for each video so that customers can type in a particular query and get tips that are important to their search. The most important thing is that the videos contain basic step-by-step instructions and can be watched on any mobile screen. If you want to take things a step further, ask your customers to submit their own how-to videos and award awards to the best. In that way, you can kill two birds with one stone.

These aren't the only ways to use customer support in a marketing sense, but they're among the most practical and efficient. 

You can use OneTalk by TapTalk.io to help you create great marketing content. One of their useful features is Case Detail. It allows you to know the history of your customers and help you to handle it at a later date. By doing so, you can collect your customers' frequently asked questions and then create an information base or FAQ forum. This feature also helps you find out how long a client has been waiting for a reply, their case history, the channel they use, and much more.

They also have another feature that can help you regarding the same issue. It’s called Topics. With this feature, you can separate cases according to the topics you have created. This helps you to navigate how many issues your customers have in common. You can also use it to customize the incoming case according to the right agent based on their respective department. This way, your customers can quickly be served by the right people.

Combining customer service and marketing results in enhanced organizational communications and clear messages through the business. If the two teams interact, the customer service department is aware of the exclusive deals or content that the marketing department is pushing and may direct customers to. Customer service as a marketing content encourages cross-departmental teamwork, which is just what you get when you incorporate it into your overall marketing strategy.

**For more information about OneTalk and SendTalk, do not hesitate to contact the team by WhatsApp or email!

TapTalk
PowerTalk
OneTalk
SendTalk
whatsappfacebooktwitterinstagramlinkedin

Reach us by phone at (021) 27939266

Jl. Kyai Maja No.25c, RT.12/RW.2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

© 2020 - 2021 TapTalk.io (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer