pt tap talk teknologi blog
pembajakan kode otp

Akun pribadi seringkali rentan untuk diretas, termasuk WhatsApp yang memiliki banyak pengguna. Whatsapp adalah salah satu aplikasi perpesanan populer yang digunakan oleh banyak orang di dunia. Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat dan semakin kompleks, terkadang terdapat kemungkinan bahwa seseorang dapat dengan mudah melakukan peretasan kepada akun pribadi Anda.

Kasus peretasan akun WhatsApp bisa saja terjadi pada siapa saja, apalagi jika pengguna tidak mengetahui bahaya tercurinya data pribadi atau nomor OTP (One Time Password) saat masuk ke dalam aplikasi.

Akun Whatsapp yang diretas memungkinkan orang lain mengetahui data pribadi Anda. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengamankan data pribadi di aplikasi. Anda tidak perlu panik jika akun WhatsApp Anda diretas karena masih ada peluang untuk mendapatkannya kembali.

Belakangan ini terdapat banyak kasus pencurian akun WhatsApp dengan melakukan penipuan kepada pengguna di Indonesia agar memberikan enam digit kode One Time Password (OTP) yang dikirimkan melalui SMS (Short Message Service) menggunakan huruf India.

Dilansir dari situs resmi WhatsApp tentang bagaimana menangani akun yang dibajak oleh penipuan OTP melalui WhatsApp dapat dilakukan dengan mengirimkan pesan masalah ke alamat emailsupport@whatsapp.com.

Laporan tersebut mungkin berisi nomor telepon yang digunakan untuk WhatsApp, serta kronologi komprehensif dengan fakta tambahan seperti tangkapan layar akun dan masalah apa pun yang mungkin terjadi.

Setelah laporan dibuat, WhatsApp akan menonaktifkan akun atau deactive account tersebut. Anda harus mengaktifkan kembali akun WhatsApp Anda dalam waktu sekitar 24 jam. Mengaktifkan kembali akun Anda cukup mudah, Anda tinggal menginstall ulang atau re-install aplikasi WhatsApp di perangkat Anda, kemudian memasukkan nomor telepon Anda. Jika akun Anda dapat diakses, maka akun Anda dianggap sudah pulih. 

otp whatsapp

OTP atau One-Time Password yang menjadi kunci dari keamanan yang seringkali kita dengar adalah pesan singkat yang berisi kata sandi yang dibuat otomatis satu kali yang dikirim ke nomor ponsel terdaftar dari pengguna yang mengajukan permintaan. Teknologi ini mungkin merupakan mekanisme paling populer yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia untuk memastikan bahwa permintaan masuk dibuat oleh orang yang berwenang.

Baca juga : Apakah OTP Whatsapp Bisa di Hack?

Token keamanan OTP adalah kartu pintar berbasis mikroprosesor atau key fobs berukuran saku yang menghasilkan kode numerik atau alfanumerik untuk mengotentikasi akses ke sistem atau transaksi. Kode rahasia ini berubah setiap 30 atau 60 detik, tergantung bagaimana token dikonfigurasi. 

OTP yang dikirimkan tidak boleh dibagikan ke siapapun. Modus pencurian OTP kian beragam. Beberapa waktu lalu, pengguna aplikasi Shopee dihubungi oleh nomor tidak dikenal atas alasan ingin diberikan hadiah undian Shopee dengan syarat menyebutkan kode OTP yang telah dikirimkan ke ponselnya. 

Tetapi, OTP juga bisa diretas dengan spyware yang ditanamkan di ponsel. Spyware ini secara tidak sadar akan ada dalam ponsel pengguna, yang kemungkinan didapatkan saat mengunduh file dari situs-situs yang tidak terpercaya. 

Selain itu, terdapat metode hacking lainnya yaitu SIM Swap. SIM swap merupakan metode hacking dimana pelaku mengontrol kartu SIM korban, sehingga semua akses SMS dan telepon dapat diketahui oleh pelaku. Dilansir dari laman kumparan, contoh terkenal dari metode ini adalah pencurian rekening bank.  Kasus tersebut bermula ketika pelaku berhasil menukar kartu SIM pengguna menjadi miliknya. Pengalihan kepemilikan kartu SIM tersebut memungkinkan pelaku membobol aplikasi m-banking dan mencuri uang dari Bank pengguna.

Bahaya Peretasan bagi Anda

Pencurian data adalah salah satu hasil peretasan yang paling sering terjadi. Peretas akan memiliki akses ke informasi rahasia di mesin mereka, termasuk nama pengguna dan kata sandi tambahan, nomor kartu kredit, catatan bisnis sensitif, atau informasi berguna lainnya.

Jika data yang dicuri berisi nama pengguna dan kata sandi tambahan, data yang dicuri dapat digunakan untuk meretas komputer tambahan. 

Jika data bank atau kartu kredit diretas, data tersebut juga dapat digunakan untuk merampok uang atau melakukan transaksi yang tidak sah. Jika Anda mencurigai bahwa nama pengguna dan kata sandi Anda telah dibobol, segera ubah nama pengguna dan kata sandi Anda. Selain itu, hubungi lembaga keuangan Anda jika informasi akun Anda tampak seperti telah disusupi.

Pencurian data bisa menjadi masalah serius bagi organisasi atau individu. Kehilangan informasi bisnis oleh pencuri dapat berarti hilangnya keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Ini juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, jika data dilindungi oleh informasi milik pihak ketiga, seperti pelanggan. Jika komunikasi pribadi seperti pesan teks atau pesan email dicuri, itu juga bisa sangat memalukan bagi orang-orang yang terlibat, jika topik sensitif dibahas.

Peretasan bahkan dapat menyebabkan gangguan pada catatan digital atau bahkan peralatan fisik. Beberapa peretas dapat dengan sengaja merusak data untuk melukai target mereka. Dalam kasus lain, data sensitif dapat secara tidak sengaja rusak atau tidak disimpan karena gangguan oleh peretas atau alat peretas. Data juga dapat dienkripsi dan disimpan untuk tebusan dan dibuat tidak dapat digunakan jika peretas tidak dikenakan biaya. Dalam kasus yang jarang terjadi, peretas bahkan dapat menggunakan komputer yang mengendalikan perangkat lain untuk merusak perangkat keras atau peralatan fisik.

Cegah dan Tangani Peretasan

DIlansir dari CNN Indonesia, ada alternatif atau cara untuk mengatasi WhatsApp yang diretas. Memulihkan akun dari peretas cukup mudah. Pertama, uninstall atau hapus aplikasi WhatsApp dari ponsel Anda, kemudian instal kembali dan login seperti biasa.

Kemudian akan muncul verifikasi melalui SMS ke nomor handphone. Masukkan nomor verifikasi, maka akun WhatsApp akan kembali lagi. Tujuan verifikasi adalah kode OTP dikirim melalui SMS langsung ke nomor ponsel pengguna. Ini tidak memungkinkan peretas atau peretas untuk mendeteksi kata sandi.

Jika setelah memasukkan kode OTP Anda sudah bisa masuk ke akun WhatsApp sebelumnya, segera lakukan tindakan pencegahan lainnya dengan menggunakan akses PIN. Tak hanya itu, perlindungan tambahan lain agar WhatsApp tidak berpindah ke peretas adalah dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah.

Saat mengaktifkan verifikasi dua langkah, pengguna WhatsApp akan diminta memasukkan PIN enam digit untuk pendaftaran.

PIN rahasia dalam verifikasi dua langkah berfungsi sebagai kunci akses, jika suatu saat pengguna mengganti ponselnya. Verifikasi dua langkah ini cukup aman dari peretas.

Untuk pengembalian akun WhatsApp yang di-hack oleh pengguna yang tidak bertanggung jawab ini, prosesnya terbilang cepat, selama korban hacking segera menghubungi help center dan laporannya.

Proses penyelesaian akun WhatsApp yang diretas biasanya ditangani oleh tim WhatsApp khusus untuk melacak peretas atau pelakunya. Namun jangan khawatir, karena tim pendeteksi tidak dapat membaca konten pesan pengguna tersebut.

OTP Whatsapp

Seperti yang baru-baru ini dijelaskan melalui siaran pers, WhatsApp mengatakan bahwa mereka menerapkan sistem enkripsi end-to-end, artinya sistem enkripsi end-to-end ini tidak dapat dideteksi bahkan oleh tim WhatsApp. Bahkan peretas tidak akan bisa mengaksesnya.

Selain cara memulihkan akun saat terjadi peretasan, Anda juga harus memahami cara untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi. Berikut cara-cara untuk menghindari peretasan pada ponsel Anda:

Selain langkah-langkah di atas, menggunakan SendTalk sebagai salah satu pengirim kata sandi OTP berbasis WhatsApp dapat menjadi jawaban atas faktor keamanan aplikasi Anda. 

OTP WhatsApp adalah jenis OTP yang menggunakan aplikasi over the top atau OTT. Penggunaan OTP dengan cara ini unggul karena efisiensi dan keamanan yang lebih baik daripada OTP melalui SMS. Menggunakan aplikasi OTT membuat pengiriman OTP menjadi lebih efisien.

Penggunaan aplikasi OTT sebagai platform pengiriman OTP terbukti efisien dan memakan biaya yang rendah. Salah satunya dengan menggunakan SendTalk by TapTalk.io. Penyedia jasa OTP berbasis WhatsApp ini menawarkan keuntungan yang sangat baik dibanding jasa penyedia OTP lainnya yang berbasis SMS.

SendTalk adalah merek OTP berbasis WhatsApp pertama di Indonesia yang dibuat oleh anak bangsa. Dengan memanfaatkan messenger seperti WhatsApp, layanan OTP ditawarkan dengan biaya yang lebih murah dan memiliki keamanan yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan telepon atau SMS.

Baca juga : Perbedaan Antara OTP SMS dan OTP WhatsApp

Banyak pakar yang mengakui bahwa mengirim kode OTP lewat WhatsApp lebih aman daripada menggunakan OTP berbasis SMS. SendTalk menawarkan pengiriman yang lebih konsisten. Cara yang lebih konvensional untuk mengirim notifikasi melalui SMS atau Panggilan mengandalkan sinyal seluler. Anda bisa mendapatkan waktu pengiriman lebih cepat melalui WhatsApp. Tidak ada lagi masalah dengan penyedia seluler.

Dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan OTP jenis SMS, SendTalk akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan layanan OTP berbasis SMS. Dengan SendTalk, bayangkan berapa banyak uang yang bisa Anda hemat, daripada menggunakan OTP berbasis SMS yang harganya berkisar Rp.350,00 hingga Rp500,00. Tarif yang ditawarkan SendTalk tentunya lebih terjangkau dibandingkan OTP berbasis SMS.

sendtalk

Keunggulan WhatsApp OTP dengan SendTalk

SendTalk menawarkan beberapa keunggulan dalam fitur-fiturnya, yaitu:

1. Pengiriman yang Konsisten

Cara yang lebih konvensional untuk mengirim pemberitahuan melalui SMS atau Panggilan bergantung pada sinyal seluler. Anda bisa mendapatkan waktu pengiriman yang lebih cepat melalui WhatsApp. Tidak ada lagi masalah dengan penyedia seluler.

2. Biaya lebih rendah

Harganya lebih murah dari SMS atau telepon. Karena mengandalkan kekuatan sinyal data Anda, biaya untuk OTP berbasis WhatsApp milik SendTalk ini lebih hemat. Berapa banyak yang bisa Anda hemat setiap tahun? Periksa kalkulator tabungan kami untuk memperkirakan biaya Anda.

3. Berikan Kepercayaan & Keamanan

Lebih aman daripada SMS atau panggilan, sulit untuk membuat akun 'palsu' karena Anda dapat memiliki status pengiriman WhatsApp, meningkatkan kepercayaan dari pengguna.

4. Perkuat otentikasi, kurangi penipuan,

Kirim OTP (One-Time Password) dan pemberitahuan ke pengguna Anda

5. Otentikasi Pengguna

Lindungi akun pengguna akhir dengan mengautentikasi pengguna baru & upaya masuk.

6. Verifikasi Transaksi

Mengamankan pembayaran dan mengkonfirmasi pembelian secara real-time untuk mengurangi penipuan.

7. Pemberitahuan & Peringatan

Mengirimkan pemberitahuan seperti aktivitas akun, pengingat janji, konfirmasi pembelian, pemberitahuan pengiriman, bahkan peringatan kepada pengguna Anda.Jika Anda menginginkan sistem OTP dengan keamanan yang lebih baik, tunggu apa lagi? Tertarik Menggunakan SendTalk Sebagai WhatsApp OTP?

OTP atau One-Time Password, SMS adalah pesan singkat yang berisi kata sandi yang dibuat otomatis satu kali yang dikirim ke nomor ponsel terdaftar dari pengguna yang mengajukan permintaan. Teknologi ini mungkin merupakan mekanisme paling populer yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia untuk memastikan bahwa permintaan masuk dibuat oleh orang yang berwenang.

perbedaan antara otp sms dan otp whatsapp

Token keamanan OTP adalah kartu pintar berbasis mikroprosesor atau key fobs berukuran saku yang menghasilkan kode numerik atau alfanumerik untuk mengotentikasi akses ke sistem atau transaksi. Kode rahasia ini berubah setiap 30 atau 60 detik, tergantung bagaimana token dikonfigurasi. 

Aplikasi perangkat seluler, seperti Google Authenticator, mengandalkan perangkat token dan PIN untuk menghasilkan kata sandi satu kali untuk verifikasi dua langkah. Token keamanan OTP dapat diimplementasikan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak, atau sesuai permintaan. Tidak seperti kata sandi tradisional yang tetap statis atau kedaluwarsa setiap 30 hingga 60 hari, kata sandi satu kali digunakan untuk satu transaksi atau sesi login.

Dengan cara ini, dipastikan bahwa orang yang masuk ke akunnya diberi wewenang oleh pemegang akun, untuk mendapatkan akses ke sana.

Sebagian besar transaksi online memerlukan otentikasi dua langkah, dan One-Time-Password (OTP) yang dikirim melalui SMS seringkali merupakan salah satu dari dua langkah tersebut. Tujuan dari OTP adalah untuk mencegah penipuan dengan memastikan bahwa orang yang melakukan transaksi dan pemilik kartu kredit adalah orang yang sama. Untuk melakukannya, kode sementara secara otomatis dikirim melalui SMS ke nomor telepon yang terkait dengan rekening bank yang digunakan.

Sedangkan, OTP berbasis WhatsApp memiliki sistem yang sama, hanya saja memiliki platform distribusi password yang berbeda, yaitu dengan menggunakan WhatsApp daripada SMS.

Pengiriman OTP berbasis aplikasi kini mulai digrandrungi. Sebab, sistem ini terbukti menjadi lebih aman dibanding menggunakan OTP berbasis SMS. Pengiriman OTP berbasis aplikasi seperti WhatsApp dapat mengurangi risiko karena waktu operasi yang singkat dan OTP dihasilkan pada perangkat pengguna tanpa bergantung pada Kartu SIM.

Pro dan Kontra OTP SMS

Penggunaan OTP tentu saja memastikan pengguna adalah ia yang berhak mengakses aplikasi tertentu. Menggunakan OTP memastikan keamanan pengguna terjamin dan aman. Tetapi, OTP SMS adalah jenis OTP yang paling lemah dari semua jenis OTP.

Tidak adanya enkripsi pada SMS membuatnya rentan disadap dan ketergantungannya terhadap jaringan operator juga dapat disadap karena secara teknis mungkin dilakukan jika celah keamanannya dieksploitasi. Selain itu, SMS terikat pada nomor telepon tertentu, hal ini membuatnya mudah diidentifikasi oleh penipu jika ingin melakukan rekayasa sosial. 

Selain faktor keamanan, faktor biaya sekarang juga menjadi pertimbangan karena OTP menggunakan apliaksi terbukti dapat mengurangi biaya yang cukup signifikan. OTP berbasis SMS memiliki harga yang lebih tinggi dibanding OTP berbasis aplikasi seperti WhatsApp

Saat terjadi kasus kejahatan SIM Swap beberapa waktu lalu, penggunaan OTP jenis SMS menjadi semakin dipertanyakan. Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mempertimbangkan menggunakan OTP WhatsApp.

Pro dan Kontra OTP WhatsApp

OTP WhatsApp adalah jenis OTP yang menggunakan aplikasi over the top atau OTT. Penggunaan OTP dengan cara ini unggul karena efisiensi dan keamanan yang lebih baik daripada OTP melalui SMS. Menggunakan aplikasi OTT membuat pengiriman OTP menjadi lebih efisien.

Penggunaan apliaksi OTT sebagai platform pengiriman OTP terbukti efisien dan memakan biaya yang rendah. Salah satunya dengan menggunakan SendTalk by TapTalk.io. Penyedia jasa OTP berbasis WhatsApp ini menawarkan keuntungan yang sangat baik dibanding jasa penyedia OTP lainnya yang berbasis SMS.

Apa Saja Kelebihan OTP WhatsApp dengan menggunakan SendTalk:

  1. Pengiriman yang konsisten
  2. Biaya Rendah
  3. Berikan kepercayaan dan keamanan
  4. Perkuat Otentikasi, kurangi penipuan
  5. Otentikasi Pengguna
  6. Verifikasi Transaksi
  7. Pemberitahuan dan Peringatan

SendTalk Aplikasi OTP WhatsApp Karya Anak Bangsa Indonesia

SendTalk merupakan brand pionir OTP berbasis WhatsApp pertama yang dibuat oleh anak bangsa di Indonesia. Melalui penggunaan messenger seperti WhatsApp, layanan OTP dikirimkan dengan tarif yang lebih murah daripada melalui ponsel atau SMS.

Segmentasi pasar terbaik untuk menggunakan layanan ini adalah perusahaan digital di Indonesia, jaringan broadband, e-commerce, aplikasi on-demand, serta pengecer online.

Saat menggunakan SendTalk, pikirkan berapa banyak yang bisa Anda hemat dengan menggunakan katering OTP berbasis SMS, yang biayanya sekitar Rp350,00 hingga Rp500,00. Pastinya, biaya yang diberikan SendTalk lebih mudah diakses melalui OTP berbasis SMS.

SendTalk dapat digunakan melalui 2 cara yaitu:

1. Pengiriman OTP menggunakan SendTalk API

Dengan menggunakan SendTalk API, aplikasi Anda ataupun sistem Anda dapat mengirimkan pesan yang mengandung OTP secara langsung, cukup gunakan API kami dari sistem Anda, maka secara otomatis pesan akan terkirim ke nomor pelanggan melalui WhatsApp.

2. Pengiriman OTP menggunakan SendTalk Dashboard

Anda juga dapat melakukan pengiriman pesan, baik itu OTP maupun pesan notifikasi lainnya melalui menu Send Message yang ada di Dashboard SendTalk, cukup login ke Dashboard SendTalk maka Anda dapat mengirimkan pesan ke nomor pelanggan melalui dashboard kami, ini bisa menjadi alternatif jika Anda ingin melakukan pengiriman pesan ke beberapa pengguna saja tanpa perlu menunggu pengiriman dari sistem Anda.

Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi kami via email dan agent kami via WhatsApp dengan senang hati menjawab semua pertanyaan Anda.

WhatsApp memang sudah menjadi salah satu aplikasi yang sering menjadi sasaran peretasan. Sangat mudah untuk menemukan tanda-tanda peretasan WhatsApp itu sendiri. Tanda-tanda pembajakan seseorang di WhatsApp adalah ketika mereka keluar dari akunnya tanpa alasan.

Meskipun mudah untuk menemukan tanda-tanda seseorang dibajak di WhatsApp, ada baiknya agar Anda mencegah peretas untuk meretas akun Anda. Untuk mencegah peretasan, Anda perlu mengetahui metode mana yang digunakan oleh peretas untuk membajak akun WhatsApp kita. Satu-satunya cara akun WhatsApp kita bisa di-hack oleh seseorang adalah saat peretas mengetahui kode OTP milik kita.

Akun pengguna masih dapat diretas meskipun mereka tidak memberi tahu token OTP. Hal tersebut memungkinkan, jika hacker telah menanamkan spyware di smartphone yang Anda gunakan. Spyware adalah cara para hacker menemukan kode OTP Anda. Namun, spyware bukanlah satu-satunya cara bagi peretas untuk menemukan kode tanpa sepengetahuan Anda.

Selain melalui spyware, WhatsApp Anda juga rentan di hack melalui beberapa cara lainnya, yaitu Pegasus, salah satu varian dari spyware yang sering digunakan untuk melakukan peretasan pada tokoh-tokoh penting seperti pejabat, pebisnis, dan aktivis, Call forwarding, yaitu pengalihan panggilan dari satu nomor telepon ke nomor telepon lainnya, dan SIM Swap.

Salah satu konsekuensi paling umum dari peretasan adalah pencurian data. Peretas akan mendapatkan akses ke komputer untuk mencuri informasi sensitif, termasuk nama pengguna dan kata sandi tambahan, nomor kartu kredit, data perusahaan yang sensitif, atau informasi berharga lainnya.

Jika data yang dicuri menyertakan nama pengguna dan kata sandi tambahan, data yang dicuri dapat digunakan untuk membobol komputer tambahan. Jika data bank atau kartu kredit dicuri, itu juga dapat digunakan untuk mencuri uang atau melakukan pembelian yang curang. Jika menurut Anda nama pengguna dan sandi Anda telah dicuri, segera ubah nama pengguna dan sandi. Selain itu, hubungi lembaga keuangan jika informasi akun Anda tampak seolah-olah telah disusupi.

Pencurian data bisa menjadi masalah serius bagi organisasi atau individu. Kehilangan informasi bisnis oleh pencuri dapat berarti hilangnya keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Ini juga dapat membawa konsekuensi hukum, jika data tersebut dilindungi informasi milik pihak ketiga, seperti pelanggan. Jika komunikasi pribadi seperti pesan teks atau pesan email dicuri, ini juga bisa sangat memalukan bagi orang-orang yang terlibat, jika topik sensitif dibahas.

Efek peretasan juga dapat mencakup kerusakan data digital atau bahkan peralatan fisik. Beberapa peretas mungkin dengan sengaja menghancurkan data untuk merugikan target mereka. Dalam kasus lain, data berharga mungkin tidak sengaja rusak atau tidak disimpan, karena gangguan dari peretas atau perangkat lunak yang digunakan peretas. Data juga dapat dienkripsi dan disimpan untuk tebusan dan dianggap tidak dapat digunakan, jika peretas tidak dibayar. Dalam kasus yang jarang terjadi, peretas bahkan dapat menggunakan komputer yang mengontrol perangkat lain untuk merusak perangkat keras atau peralatan fisik.

Ini cara-cara menghindari peretasan di ponsel Anda:

Menggunakan SendTalk sebagai salah satu pengirim sandi OTP berbasis WhatsApp mungkin adalah jawaban dari faktor keamanan aplikasi Anda. SendTalk merupakan brand OTP berbasis WhatsApp pertama di Indonesia yang dibuat oleh anak bangsa. Dengan memanfaatkan messenger seperti WhatsApp, jasa OTP yang ditawarkan dengan biaya lebih rendah  dan memiliki keamanan yang lebih tinggi dibanding menggunakan telepon atau SMS.

Banyak ahli sudah mengakui kalau mengirim kode OTP melalui WhatsApp lebih aman daripada menggunakan OTP berbasis SMS. SendTalk menawarkan pengiriman yang lebih konsisten. Cara yang lebih konvensional untuk mengirim pemberitahuan melalui SMS atau Panggilan bergantung pada sinyal seluler. Anda bisa mendapatkan waktu pengiriman yang lebih cepat melalui WhatsApp. Tidak ada lagi masalah dengan penyedia seluler.

Dengan biaya yang lebih hemat dibanding OTP jenis SMS, SendTalk akan lebih menguntungkan dibanding jasa OTP berbasis SMS. Dengan SendTalk, bayangkan berapa banyak uang yang bisa Anda hemat, daripada menggunakan OTP berbasis SMS yang harganya sekitar Rp350,00 hingga Rp500,00. Tarif yang ditawarkan SendTalk tentunyalebih terjangkau dibandingkan OTP berbasis SMS.

Untuk itu, jangan ragu untuk menghubungi hubungi kami via email dan agent kami via WhatsApp  untuk mengetahui lebih lanjut mengenai SendTalk, kami akan menantikan Anda.

Baca juga : Waspada Pembajakan whatsapp kote otp dan cara mengatasi

Authentication enables organizations to maintain the security of their important network by allowing only authenticated users or processes to access protected resources. Authentication relies on systems, networks, databases, websites, and applications, end-users, or other network-based services.

Once authenticated, the user or process typically undergoes an authorization process to determine whether the authenticating entity should be allowed to access certain resources or systems. The user can be authenticated but not granted access tokens to certain resources if the user is not permitted to access them.

Authentication

But there are significant differences in authentication types, and also with something we called authorization. In this article, we will discuss all of those issues and also more about understanding authentication. What is authentication? How does it work? What are the factors? How to use a third-party platform to get it? Let’s discover all below.

What is authentication?

Authentication is the process of verifying that users are who they claim to be. This is the first step in any security process.

There are a lot of things that should complete an authentication process, such as: 

In some cases, authentication systems will require the validation of more than one factor before granting access. Multi-Factor Authentication (MFA) requirements are often implemented to increase security beyond what passwords alone can provide.

Authentication consists of validating your credentials such as user name/user id and password to verify your identity. The system then checks to see if you claim to be using your credentials. Whether it is public or private networks, the system authenticates user identity or user data utilizing a login password. Authentication is usually performed by a username/ user id and password, although there are other different methods for gaining access.

Authentication factors define many different elements that the system uses to verify an individual's identity before granting an individual access to anything. An individual can be identified by what the person knows, and when it comes to security, at least two or all three of the authentication factors must be verified to allow someone to access the system. Depending on the security level, the authentication factors can differ from one of the following:

1. Single-Factor Authentication:

This is the simplest form of authentication method. This method only requires a password to allow the user to log into a specific system such as a website or network. In single-factor authentication, A person can request access to the system using a single credential to verify a person's identity. For example, requiring a password only for a username would be a way to verify log-in credentials using one-factor authentication.

2. Two-Factor Authentication:

Two-factor authentication requires a two-step verification process that requires not only a username and password but also information known only to the user. The term which also known as 2FA, is using usernames and passwords along with confidential information makes it more difficult for hackers to steal valuable and personal data.

3. Multi-Factor Authentication:

This is the most advanced authentication method that requires two or more levels of security from independent authentication classes to allow the user to log into the system. 

How does authentication work?

During authentication, the credentials provided by the user are compared to those in a file in the authorized user's information database either on the local operating system server or through the authentication server. If the credentials entered match those in the file and the authenticated entity is authorized to use the resource, the user will be granted access. User permissions define the resources the user can access as well as other access rights associated with the user, such as the hours during which the user can access the resource and the number of resources the user is allowed to consume.

Traditionally, authentication is performed by the system or resource being accessed. For example, the server will authenticate the user using the system password, login ID, or username and password.

However, the web application protocols - Hypertext Transfer Protocol and HTTP Secure - are stateless, which means that strict authentication will require end-users to re-authenticate each time they access resources using HTTPS. To simplify user authentication for web applications, the authentication system issues a signed authentication token for the end-user application; This token is added to every order from the customer. This means that users do not have to log in every time they use the web application.

Also read: What is One Time Password and How It Can Help Your Business

Authentication and Authorization

Despite the similar terminology, authentication and authorization are two separate steps in the login process. 

So what’s the difference between authentication and authorization?

Let's use an analogy to determine the difference between authentication and authorization.

Consider someone walking into a closed-door to care for a pet while the family is on vacation. This person needs:

Authentication, in the form of a key. The locks on the doors only grant access to someone with the correct keys in the same way that the system grants access only to users with the correct credentials.

So, in the form of a permit. Once inside, the person has permission to enter the kitchen and open a cupboard containing pet food. The person may not have permission to go to the bedroom for a quick nap.

Authentication and authorization work together in this example. Pet sitters have the right to enter the house (authorization), and once there, they can access certain areas (permission).

How do you utilize both?

Authentication types

1. Strong Authentication

Strong authentication is a multi-layered authentication approach that relies on two or more authentication methods to identify the originator or recipient of information.

The factors used must be independent of each other and at least one must be "non-reusable and non-repeatable", except in the case of internal factors, and must also not be stolen from the Internet. The Fast IDentity Online Alliance (FIDO) has gone to great lengths to develop technical specifications for strong authentication. 

2. Continuous Authentication

Traditional computer systems only authenticate users in the initial login sessions, which can be the cause of serious security flaws. To solve this problem, the system requires a persistent user authentication method that constantly monitors and authenticates the user based on some biometric properties. Study using behavioral biometrics in writing style as a continuous method.

3. Digital Authentication

This refers to a set of processes by which trust in a user's identity is created and provided via electronic methods of information systems. This process creates technical challenges due to the need to authenticate remote individuals or entities over a network. 

4. Product Authentication

Security hologram sticker on electronic box for authentication

Often counterfeit products are presented to consumers as original products. Counterfeit consumer goods, such as counterfeit electronics, music, clothing, and drugs, were sold as legitimate merchandise. Efforts to control the supply chain and educate consumers help ensure that authentic products are sold and used. Even security printing on packages, labels, and nameplates can be counterfeited.

Authentication factors

Certain categories of credentials, such as usernames and passwords, are usually said to be authentication factors. Even if the password is the most popular type of authentication, there are other authentication factors. There are three authentication factors which are usually categorized as follows:

Something You Know

This term which is also known as the knowledge factor requires the user to show that they know something. Usually, a password or personal identification number (PIN) is shared between the user and the Identity Access Management (IAM) system.

To use this factor, the system requires the user to provide shared information from the requested resources.

Something You Have

The next one of the three categories of authentication factors is something you have. In this case, the user must prove that he or she owns something, such as a smartphone, smart card, or mailbox. The system is a challenge for users to ensure that they have the required authentication factors. For example, it can send a time-based one-time password (TOTP) in a text message to a user's smartphone. Also, we can send a code via email and even WhatsApp.

Something You Are

This authentication factor is based on a piece of information in the user that is attached to that user (inheritance factor). Typically, this information is a biometrics property such as a fingerprint, facial recognition, voice recognition, or even retina scans.

Also read: WhatsApp Business API: Basics and Ultimate Guidelines

Authentication without password

As the name suggests, passwordless authentication is an authentication mechanism that does not use a password. The main motivation for this type of authentication is to reduce password stress, i.e. the effort required for users to remember and maintain a strong password.

Eliminating the need to remember passwords also helps make phishing attacks useless.

You can do passwordless authentication using any factor depending on what you own and who you are. For example, you can allow users to access a service or application by sending a code via email or through facial recognition.

Using Third-Party to Help Authentication Process

In one of the examples that we discussed above, there are several mentions about One-Time Password, which falls into the category “Something you have”. OTP can be a way to do authentication and is known as one of the more secure options. 

The one-time password is the same as a password but can only be used once so it is called a one-time password. It is often used with regular passwords as an additional mechanism that provides additional security.

A one-time password is exactly what it sounds like: once and done. Once you apply that password once in a session, it is useless and dumped, and the next time you need to log in to this app, you'll use another password. Doing so increases security and makes it more difficult for a malicious person to hack private accounts.

Users can access the OTP of a specific app or website via a mobile phone app, text message, or a proprietary code (such as a key fob). 

There are many industry-standard algorithms, such as SHA-1, that generate OTP. All of these algorithms use two inputs to generate the OTP token: the base operator and the moving operator. The origin is a constant value (secret key) that is generated when a new account is created on the authentication server.

One of the OTP providers to authenticate the login process is SendTalk by Taptalk.io. SendTalk uses WhatsApp as a medium to send OTP code, as a more secure option than text messages. In addition to sending OTP messages, you can also send notifications such as account activity, reminders, purchase confirmations, delivery notifications, and even alerts to your customers.

With SendTalk, the cost to send OTP via WhatsApp is cheaper than via SMS. If you use SMS, you need IDR 350 to send one OTP message. Meanwhile, with SendTalk, the required fee is only starting from IDR 75/message. 

In addition, sending OTP with WhatsApp is more consistent because it doesn't need to rely on a cellular signal. You just need to use the internet.

The authentication process on SendTalk are below:

1. User Login

The user logs into the website or application with the registered mobile number (or with the username and password).

2. OTP to WhatsApp

The OTP is sent to the user's mobile number via WhatsApp.

3. Enter OTP

The user enters the OTP on the website or application page

4. Authenticated

The website or application will check the OTP and will give you login access.

There are so many more features from SendTalk that will make your company more reliable in keeping customers’ data and reduce data security risk. Want to know more about SendTalk? We are happy to talk with you! You can click here to talk with our agent.

Connecting services with online systems makes businesses and organizations of all sizes more vulnerable to cyber attacks or cybercrime. Your business may be ambushed simply because the attacker sees it just as an easy target, not for any other particular reason. 

If you work in services where customers require a log-in process to access their data, the cybercrime issue should be part of your concern. Account usernames and passwords can be easily stolen within a phishing attack, or in another case, attackers can just easily guess them.

As more and more people use the internet to shop, study, work and socialize, it is no longer sufficient to only rely on your system’s security with complex passwords. Especially for industries like banking and e-commerce, user privacy is highly important. 

Since we are talking about the use of personal information and financial transactions, brands are taking extra measures and precautions to increase security and prevent fraudulent activity. One Time Password OTP is one of the most common methods used to reduce security risk. 

But how exactly does OTP help? Let's take a closer look.

what is one time password

What is a One Time Password (OTP)?

The definition of a One-Time Password (OTP) system is a mechanism for logging into a network or service with a unique password that can only be used once, as the name suggests. Because of the unique generated number, OTP is more secure than static or user-generated passwords. A one-time password can replace user login information for the authentication process or can be used to add another layer of security.

One Time Password Examples

One Time Password security is a one-time token, generated by microprocessor-based smart cards or pocket-sized key fobs that produce a numeric or alphanumeric code. It is used to authenticate user access to a target system or transaction, with a secret code changes every 30 or 60 seconds.

For some mobile apps such as Google Authenticator, device tokens and PIN are highly dependable to generate a one-time password for two-step verification. OTP security tokens can be implemented using hardware, software, or on-demand. Unlike traditional passwords that stay fixed or expire every 30 to 60 days, a one-time password is used for a single transaction or login session.

Another example of OTP, when you log in to an online shopping application. It usually requires OTP codes to make sure that the user who attempts to log in as an authorized user with the same id that is trying to log in. You won’t be able to log in or even make transactions without an OTP PIN or code.

How do OTP works?

A one-time password (OTP) is sent to the user's mobile device, who wants to log into their digital accounts. This helps verify its identity and should be used within a certain timeframe. Once the OTP grants access to the account, it automatically expires. 

The password, commonly consisting of a four or six-digit numeric PIN or combination of characters, can only be entered once. This is the reason why it is not as dangerous as a static password that can be used more than one time.

Using a one-time password can not only save you a lot of money and headaches, but it also gives your user peace of mind, knowing that their credentials are secure. If a customer's account details are compromised, the authorization process will not be completed without sending the correct OTP to his registered mobile account. If a user enters an incorrect password once, he or she can always request a new code up to three times to access the account.

One-time passwords are generated through a random algorithm that creates new random characters each time a new password is requested. The code then acts as a second unique password or factor authentication for each account login and expires in a certain time frame after it’s obtained. This makes one-time passwords ideal for some of the most unique and sensitive activities that occur on the Internet.

Who’s responsible for authenticating OTP?

In the case of a one-time password, there will be a central authority to verify its authenticity. Responsibilities are often delegated to authentication servers, which can be hardware controllers or software tools. The server checks if the code entered by the user on the device is correct before allowing them to log into their account.

Authentication servers typically generate a one-time password based on time, "synchronized" with the OTP code or PIN as well so they leverage the same numeric value to arrive at the same OTP. Another method involves a mathematical algorithm that derives the value of a previously used one-time password. The authentication server also integrates with enterprise directories such as AD/LDAP and features web-based dashboards for easy control and management.

Some service providers also offer apps that make it easier to manage one-time passwords. For example, if the OTP is associated with a device and the person forgets the device at home, they can log into the OTP provider's web application to request a one-time password sent to their email, for one day only. The same app can also be used to request a new PIN if the previous one is lost or entered incorrectly. Users can easily report broken or missing tokens to administrators via the app.

Benefit of OTP

Safe from Replay Attacks

The biggest advantage that OTPs offer compared to user-generated passwords is that they are secure from replay attacks. Simply put, an adversary who uses trickery to capture a one-time password cannot reapply it, as it is no longer valid for the future login session.

Easy to Use

Most people own cell phones, and SMS functionality is present on every device. SMS makes one-time passwords convenient to use. This is also useful for companies at sending OTPs, as end-users are familiar with their phones and don't need another device to receive the code. As a result, a one-time password enables companies to not only improve user experience but also reduce operating costs.

Prevent Online Identity Theft

Because one-time passwords become invalid within seconds, hackers won't be able to use them to retrieve the code and reuse it. OTP is a unique access token that is used once during the authentication period.

Avoid Password Security Issues

One-time password avoids common pitfalls that IT administrators and security managers face with password security. You don't have to worry about synthetic rules, known bad and weak passwords, sharing credentials, or reusing the same password across multiple accounts and systems. As mentioned above, OTP codes/tokens become invalid within a certain timeframe, which prevents attackers from getting the secret code and reusing it.

Hard to Guess 

OTP codes/tokens are often generated using random and complicated algorithms. This makes it difficult for cybercriminals to guess and use it successfully. OTP codes/tokens may only be valid for a short period. This method requires the user to have prior knowledge of the word OTP or present challenges to the user with specific order such as "Enter the second and fifth digits". All of these measures are taken to further reduce security risk when compared to password authentication.

How to implement OTP

Since OTP requires a large number of message transfers and delivery accuracy, brands should implement it through trusted service providers. They should investigate recognition: has the company successfully served clients in industries like banking and finance before? and measure performance e.g. volume of delivery and timeliness. Since OTP is an instant delivery method, brands cannot afford the delayed response time that will lead to user dissatisfaction.

WhatsApp OTP vs SMS OTP

Nowadays, OTP can be delivered via text SMS and WhatsApp. With WhatsApp, the process of sending OTP is proved to be easier and more secure than SMS.  Without any encryption provided in SMS, OTP codes will be more vulnerable and their dependence on the operator's network can also be tapped. Technically, many security holes can be cracked. In addition, SMS is tied to a specific phone number, this makes it easy for hackers to identify if they want to commit a crime.

There are several possible lines of attack with SMS OTP:

SIM Swaps and Hacks

Your SIM card automatically sets up your phone to choose which carrier to connect to, and which phone number to connect with. In a SIM swap attack, the perpetrator convinces your carrier to swap your number for the SIM card they own. As a result, they can access all OTP SMS messages synced with your account.

Account Takeover

Many wireless service providers allow users to view text messages in their web portal. If your online account on a web portal is protected only by a weak or common password, an attacker can hack the account and gain access to any SMS OTP messages.

Lost and synced devices

In theory, losing your phone means you shouldn't be able to receive OTP SMS messages. However, we can now sync messages between different devices, allowing us to authenticate via SMS OTP and access accounts even without a phone. Forwarding such sensitive messages is not a strong security practice, especially if your email contains a password that can be guessed.

Phishing

In a psychological manipulation attack, a perpetrator posing as an employee of a trusted service tricks you into handing over your account credentials and SMS OTP. Phishing attacks rely on exploiting users' feelings or lack of knowledge and can result in SMS OTP leaks in the same way as passwords.

Extra Security with WhatsApp OTP

Seeing how vulnerable text messages are as an OTP authentication platform, now is a good time to switch to OTP WhatsApp. To maintain the security of privacy data, business owners have started to consider switching from SMS OTP to WhatsApp OTP.

You can use SendTalk by TapTalk.io, an OTP service provider that uses WhatsApp as a platform to send OTP codes. In addition to sending OTP messages, you can also send notifications such as account activity, reminders, purchase confirmations, delivery notifications, and even alerts to your customers.

Many experts admit that sending OTP codes via WhatsApp is safer than using SMS-based OTP because of the additional encrypted security layer. Not only does it send secure OTP codes, but SendTalk also offers more consistent message delivery. You can get a faster chat delivery duration via WhatsApp because there will be no more obstacles due to the providers’ services.

Shifting to WhatsApp OTP is also beneficial with lower costs. Compared to SMS-based OTP, SendTalk will be more profitable than SMS-based OTP services. With SendTalk, imagine how much money you can save, instead of using SMS-based OTP which costs around IDR 350.00 to IDR 500.00 per message. The rates offered by SendTalk are certainly more affordable than SMS-based OTP.

There are so many more features from SendTalk that will make your company more reliable in keeping customer’s personal data and reduce data security risk. Curious to know more about SendTalk? You can click here.

Membuat pengguna terlibat terus menerus dengan aplikasi seluler adalah sebuah tantangan. Salah satu taktik untuk menjangkau pengguna online adalah dengan memberikan notifikasi ataupun Push Notification

Beberapa perusahaan masih tidak tahu apakah mereka dapat menggunakan Push Notification untuk meningkatkan konversi, mempertahankan pengguna, dan mendorong pembelian. Push Notification adalah cara yang cepat dan efisien untuk berkomunikasi dengan audiens Anda. Melalui pesan notifikasi, Anda dapat memberi pengguna Anda pengingat yang bijaksana, penawaran yang dipersonalisasi, dan berita terkini.

Dengan notifikasi seluler, Anda dapat memicu pembelian langsung. Selain informasi ini, Push Notification dapat menawarkan pembelian instan dengan satu ketukan. Push Notification seluler adalah strategi pemasaran yang unggul untuk bisnis.

push notification

Elemen Penting Notifikasi User-Friendly

1. Hindari mengirim terlalu banyak notifikasi

Kesalahan paling umum dan paling berdampak jangka panjang saat mengirim Push Notification, ketika mengirimkan banyak pemberitahuan kepada pengguna lebih daripada yang dapat mereka pahami. Terlalu banyak percakapan secara langsung dengan pengguna dapat menyebabkan informasi yang berulang dan berlebihan, sehingga dapat mengakibatkan pengguna mengabaikan atau memilih keluar dari aplikasi atau situs. Pelajari audiens Anda, cari tahu bagaimana gaya hidup, kebutuhan dan keinginan mereka. Sehingga anda bisa menemukan frekuensi pemberitahuan yang tepat untuk Anda kirimkan.

2. Dorong Nilai atau Value

Saat pengguna mulai menggunakan aplikasi, sesungguhnya mereka tidak keberatan mendapatkan notifikasi selama value dari aplikasi tersebut sepadan dengan gangguan yang didapatkan. Pastikan notifikasi yang diberikan berguna dan berharga bagi pengguna. Berusahalah dengan keras untuk mengirim konten yang dipersonalisasi karena itu menginspirasi dan menyenangkan pengguna.

Contoh Buruk: Beberapa notifikasi seharusnya tidak pernah sampai ke layar pengguna. Pemberitahuan pembaruan perangkat lunak AppStore kemungkinan besar dirancang untuk kegunaan "Visibilitas status sistem", tetapi apakah pengguna benar-benar perlu melihatnya? Karena notifikasi tidak memerlukan tindakan apa pun dari sisi pengguna, maka mungkin pengguna tidak perlu melihatnya.

Contoh Bagus: Netflix melakukan pekerjaan yang bagus untuk mempersonalisasi Push Notification mereka. Netflix menggunakan Push Notification untuk memberitahu pengguna saat acara favorit mereka tersedia. Daripada mengirimkan pemberitahuan kepada setiap pengguna setiap kali acara atau musim baru dirilis, Netflix memahami preferensi pribadi (berdasarkan informasi yang ditonton pengguna), dan hanya mengirimkan pemberitahuan kepada pengguna ketika salah satu acara favorit mereka memiliki season baru. Hasilnya? Aplikasi mengirimkan informasi yang dipersonalisasi dan sangat relevan kepada pengguna.

Hal yang dapat kita pelajari?

3. Atur Waktu Notifikasi 

Menyesuaikan pemberitahuan kepada pengguna bukan hanya tentang apa yang ingin dikatakan, juga tentang kapan memberikan notifikasi tersebut. Apakah Anda suka dibangunkan di tengah malam oleh ponsel yang bergetar dan pesan yang mengatakan sesuatu yang random? Tentu tidak. 

Memang benar bahwa pengguna dapat mengaktifkan pengaturan di perangkat mereka, tetapi itu bukan solusi. Solusi nyata adalah mengirimkan pemberitahuan pada waktu yang wajar dan paling efektif bagi pengguna Anda, kecuali jika penting untuk memberitahu mereka tentang sesuatu yang terjadi saat ini. Secara umum, penggunaan seluler mencapai puncaknya antara jam 6 sore — 10 malam.

Hal yang dapat dipelajari?

4. Uji Coba

Bagaimana Anda membuat Push Notification yang bagus menjadi lebih baik? Dengan melakukan uji coba! 

Pengujian A/B bisa dilakukan dalam memberikan Push Notification. Namun tidak seperti pengujian A/B terhadap perubahan desain situs, pengujian notifikasi pesan memerlukan kecepatan dan tekad. Contoh praktis yang menarik, coba mengirimkan dua versi pesan yang dibuat kepada beberapa pengguna yang telah menambahkan item ke keranjang belanja mereka tetapi belum menyelesaikan pembelian mereka.

Pesan pertama adalah pengingat sederhana:

Lupa sesuatu? Ayo kembali dan kirimkan hadiah yang benar-benar original!

Pesan kedua adalah:

Lupa sesuatu? Ayo kembali dan HEMAT 15% dengan kode promo VALENTINESCART

Pesan yang menunjukkan hasil yang lebih baik adalah varian pertama, meskipun tidak menyertakan kode promosi. Faktanya, pesan tanpa kode promosi menghasilkan 50 persen lebih banyak pendapatan daripada varian dengan kode promosi. Itu sebabnya perlu dilakukan pengujian terhadap berbagai macam tulisan. Anda harus memiliki gambaran besar dan melacak semua metrik utama:

5. Tetapkan Strategi Pesan

Cara terbaik untuk membuat strategi perpesanan aplikasi seluler yang efektif adalah dengan menggunakan berbagai jenis pesan — Push Notification, email, pemberitahuan dalam aplikasi, dan pesan news feed.

Diversifikasi pesan Anda — pesan Anda harus bekerja sama dalam harmoni yang sempurna untuk menciptakan pengalaman pengguna yang luar biasa.

Kesimpulan

Mobile adalah tentang membuat setiap pesan berarti. Notifikasi harus menambah nilai nyata bagi kehidupan pengguna Anda dan membantu Anda menyelesaikan tugas bisnis. Memberikan notifikasi kepada pelanggan mengenai aktivitas akun, meeting reminder, konfirmasi pembelian, notifikasi pengiriman, bahkan peringatan kepada pengguna Anda memiliki peran masing-masing dalam keterlibatan pengguna.

Menggunakan SendTalk by TapTalk.io merupakan salah satu cara untuk menjaga pengguna Anda tetap aktif dan terlibat. SendTalk yang dikenal dengan jasa OTP melalui WhatsApp-nya juga menawarkan fitur lain yang dapat membantu Anda meningkatkan keterlibatan pengguna.

SendTalk memungkinkan Anda mengirimkan notifikasi seperti aktivitas akun, pengingat janji temu, konfirmasi pembelian, notifikasi pengiriman, bahkan peringatan kepada pengguna Anda. Menggunakan integrasi yang sederhana menggunakan SendTalk API, Anda dapat mengirimkan notifikasi langsung kepada pengguna Anda.

Mengirimkan pesan notifikasi melalui SendTalk juga mengurangi biaya yang Anda keluarkan jika dibandingkan dengan penyedia lain. Anda bisa menghemat hingga Rp45.000 dalam satu bulan dengan hanya mengeluarkan biaya bulanan Rp10.000 untuk SendTalk. Penggunaan Anda juga tetap dapat diawasi dengan fitur Real-Time Track dari SendTalk yang memungkinkan Anda memantau penggunaan Anda  secara real time lewat dasbor.

Menggunakan SendTalk juga bukan hanya untuk mengirimkan notifikasi, tentu Anda bisa sekaligus menggunakannya sebagai jasa OTP menggunakan WhatsApp.

Untuk mengetahui fitur-fitur SendTalk yang lain, klik di sini.

Zaman sekarang, banyak sekali proses dan aktivitas yang berlangsung secara digital, online, dan offline. Namun, peningkatan kenyamanan ini juga disertai dengan beberapa tantangan, diantaranya keamanan finansial, privasi informasi, dan ancaman keamanan data pribadi. Organisasi bisnis juga rentan terhadap tantangan seperti serangan siber, peretasan, dan penipuan saat mereka menggunakan teknologi modern. 

Untuk itu, sistem keamanan yang terjamin penting untuk mendukung aktivitas digital Anda. Mengontrol akses adalah hal paling penting dan fundamental dari semua sistem keamanan. Secara sederhana, hanya orang tertentu yang diizinkan masuk, dan orang yang tidak memiliki perizinan tidak boleh masuk. Sistem keamanan ini dilakukan dengan mengonfirmasi, atau yang dikenal juga dengan autentikasi, identitas orang yang mencari akses. Setelah itu dilakukan verifikasi untuk memeriksa apakah orang tersebut diizinkan untuk masuk.

autentikasi pengguna

Autentikasi adalah proses menentukan seseorang atau sesuatu, sesuai dengan siapa atau apa yang dinyatakannya. Teknologi autentikasi memberikan kontrol akses untuk sistem dengan memeriksa untuk melihat apakah kredensial pengguna cocok dengan kredensial dalam database pengguna yang berwenang atau di server autentikasi data.

Autentikasi biasanya dilakukan dengan memberikan tanda pengenal pengguna, seperti alamat email untuk mengidentifikasi orang tersebut. Kata sandi rahasia yang hanya diketahui oleh orang tersebut juga digunakan untuk mengonfirmasi identitas. Umumnya, pengguna harus memilih nama pengguna atau ID pengguna dan memberikan kata sandi yang valid untuk mulai menggunakan sistem. 

Banyak perusahaan menggunakan autentikasi untuk memvalidasi pengguna yang masuk ke situs web mereka. Tanpa langkah-langkah keamanan yang tepat, data pribadi pengguna, seperti nomor kartu kredit dan debit dapat jatuh ke tangan yang salah dengan sangat mudah.

Banyak organisasi menggunakan autentikasi untuk mengontrol pengguna mana yang memiliki akses ke jaringan dan sumber daya perusahaan, serta untuk mengidentifikasi dan mengontrol mesin dan server mana yang memiliki akses. Perusahaan juga menggunakan autentikasi untuk memungkinkan karyawan jarak jauh mengakses aplikasi dan jaringan mereka dengan aman.

Untuk perusahaan dan organisasi besar lainnya, autentikasi dapat dilakukan dengan menggunakan sistem masuk tunggal atau SSO, yang memberikan akses ke beberapa sistem dengan satu set kredensial untuk login.

Bagaimana cara autentikasi bekerja?

Selama proses autentikasi, kredensial yang diberikan oleh pengguna dibandingkan dengan kredensial yang ada di file sistem operasi lokal atau melalui server autentikasi. Jika kredensial cocok, dan pengguna yang diautentikasi diberi wewenang untuk menggunakan sumber daya atau data, proses selesai dan pengguna diberikan akses. 

Secara tradisional, autentikasi dilakukan oleh sistem atau sumber daya yang diakses; misalnya, server akan mengautentikasi pengguna menggunakan sistem kata sandinya sendiri, diimplementasikan secara lokal, menggunakan ID login (nama pengguna) dan kata sandi. Pengetahuan tentang kredensial login diasumsikan untuk menjamin bahwa pengguna adalah asli. Setiap pengguna mendaftar pada awalnya (atau didaftarkan oleh orang lain, seperti administrator sistem), menggunakan kata sandi yang ditetapkan atau dideklarasikan sendiri. Pada setiap penggunaan selanjutnya, pengguna harus mengetahui dan menggunakan kata sandi yang telah didaftarkan sebelumnya.

Namun, protokol aplikasi web, HTTP dan HTTPS, tidak peduli akan kewarganegaraan, artinya autentikasi yang ketat akan mengharuskan pengguna akhir mengautentikasi ulang setiap kali mereka mengakses sumber daya menggunakan HTTPS. 

Daripada membebani pengguna akhir dengan proses itu untuk setiap interaksi melalui web, sistem yang dilindungi sering mengandalkan autentikasi berbasis token, di mana autentikasi dilakukan sekali pada awal sesi. Sistem autentikasi mengeluarkan token autentikasi yang ditandatangani ke aplikasi pengguna akhir, dan token itu ditambahkan ke setiap permintaan dari klien.

Autentikasi untuk sistem dan proses dapat dilakukan menggunakan kredensial mesin yang berfungsi seperti ID dan kata sandi pengguna, kecuali kredensial dikirimkan secara otomatis oleh perangkat yang bersangkutan. Mereka juga dapat menggunakan sertifikat digital yang dikeluarkan dan diverifikasi oleh otoritas sertifikat sebagai bagian dari infrastruktur kunci publik untuk mengautentikasi identitas saat bertukar informasi melalui internet.

Kenapa Autentikasi Pengguna Itu Penting?

1. Privasi dan Kerahasiaan

Dengan menggunakan nama pengguna dan kata sandi yang unik, autentikasi pengguna membantu bisnis melindungi privasi dan kerahasiaan informasi pelanggan mereka. Ini terutama berlaku untuk transaksi dan proses yang terjadi secara online atau jarak jauh melalui telepon, di mana pengguna harus memberikan nama pengguna dan kata sandi yang cocok, kegagalan login, aktivitas, atau transaksi gagal. Untuk layanan dan aplikasi online, banyak bisnis juga menggunakan autentikasi SMS untuk memverifikasi akun pengguna dan mengirim pin otorisasi kepada pelanggan saat mengkonfirmasi transaksi. Ini memastikan privasi dan kerahasiaan informasi pelanggan sambil meningkatkan keamanan

2. Keamanan

Kode rahasia atau kata sandi membatasi akses dana atau informasi Anda hanya kepada Anda atau orang yang telah Anda bagikan kata sandi Anda. Ketika kata sandi yang salah dimasukkan beberapa kali (kebanyakan 3), kartu secara otomatis diblokir, untuk menolak akses lebih lanjut jika mungkin telah dicuri. Agar tidak diblokir, pemilik perlu mengunjungi penyedia layanan dengan dokumen asli mereka untuk verifikasi.

3. Mengurangi Pencuri Identitas atau indikasi Cyber crime

autentikasi biometrik adalah salah satu bentuk verifikasi yang paling sulit untuk diretas karena melibatkan penggunaan fitur unik pada individu. Beberapa karakteristik fisiologis yang digunakan antara lain pengenalan wajah, pengenalan sidik jari, dan pemindaian retina. Peretas selalu memiliki masalah dalam mereproduksi informasi seperti itu karena setiap orang memiliki karakteristik fisiologis yang unik. Selain itu, ciri-ciri lain, seperti pengenalan suara dan pemindaian penekanan tombol, semakin populer di bidang ini.

Biometrik sejauh ini menjadi bentuk autentikasi yang paling disukai di sebagian besar lembaga keuangan dan transaksi. Inilah sebabnya mengapa beberapa aplikasi mobile banking modern mengharuskan Anda untuk menggunakan suara Anda sebagai kata sandi, sehingga sangat sulit bagi seseorang untuk menyamar sebagai Anda dan bertransaksi atas nama Anda.

Autentikasi ini salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan sistem keamanan OTP atau one-time password. Kata sandi OTP dapat meningkatkan keamanan autentikasi pengguna karena tingkatan keamanan yang cukup tinggi dibanding sistem keamanan lainnya. OTP memastikan bahwa orang yang meminta akses adalah orang yang berhak atas akses tersebut.

Kini, OTP seringkali diakses menggunakan aplikasi WhatsApp yang terbukti menjadi lebih mudah dan aman daripada OTP SMS. SendTalk by TapTalk.io adalah penyedia jasa OTP yang menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai perantara pengiriman kode OTP nya. Selain mengirimkan pesan OTP, Anda juga dapat mengirimkan notifikasi seperti aktivitas akun, reminder, konfirmasi pembelian, notifikasi pengiriman, bahkan alert kepada pelanggan Anda.

Dengan SendTalk, biaya kirim OTP via WhatsApp lebih murah daripada via SMS. Jika Anda menggunakan SMS, Anda perlu Rp 350 untuk mengirim satu pesan OTP. Sedangkan dengan SendTalk, biaya yang dibutuhkan hanya Rp 75/pesan. Anda juga dapat melihat perbandingan harga di sini

Tidak perlu mengandalkan provider seluler, Anda hanya perlu menggunakan jaringan internet untuk menggunakan SendTalk. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat klik di sini.

Pernahkah Anda berpikir, sebenarnya apa fungsi dari OTP atau one-time password

OTP adalah salah satu bentuk verifikasi keamanan pengguna yang banyak digunakan untuk memastikan pengguna yang menggunakan sebuah aplikasi atau platform adalah ia yang memiliki wewenang atas akun tersebut. 

Saat ini, makin aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mendaftar hanya menggunakan nomor telepon. Bahkan, Facebook juga telah merilis SDK baru yang memungkinkan developer aplikasi seluler untuk melakukan verifikasi OTP melalui aplikasi WhatsApp dan bukan melalui SMS. 

Saat menggunakan nomor telepon untuk login, biasanya aplikasi mengonfirmasi pengguna dengan mengirimkan kode verifikasi melalui SMS ke nomor yang diberikan. Pengguna kemudian memasukkan kode tersebut untuk membuat akun mereka. Proses ini ditujukan sebagai bagian dari sistem verifikasi dan langkah ekstra untuk keamanan tambahan.

beralih ke otp whatsapp

Meskipun proses ini mudah diikuti, SMS kini bukanlah platform messenger yang disukai semua orang. Hal ini terjadi karena biaya yang dibutuhkan untuk mengirim SMS lebih tinggi dibanding menggunakan WhatsApp yang hanya mengandalkan koneksi internet.

Terlebih lagi, kini OTP SMS diketahui memiliki banyak kekurangan dan masalah keamanan. Melihat banyaknya kasus kejahatan melibatkan OTP SMS, di situlah WhatsApp SDK hadir sebagai solusi.

Mengapa beralih ke OTP WhatsApp?

Tidak adanya enkripsi pada SMS membuatnya rentan disadap dan ketergantungannya terhadap jaringan operator juga dapat disadap. Secara teknis, banyak celah keamanan yang dapat dibobol. Selain itu, SMS terikat pada nomor telepon tertentu, hal ini membuatnya mudah diidentifikasi oleh penipu jika ingin melakukan tindak kejahatan.

Cara paling umum yang digunakan pencuri untuk membajak pesan SMS saat ini adalah dengan "bertukar sim" atau sim-swap, yaitu pengambilalihan SIM Card korban oleh pelaku kejahatan.

Dalam SIM swap, pelaku mengalihkan nomor telepon target ke perangkat yang mereka kontrol, dan kemudian dapat mengambil pesan SMS masuk dan panggilan telepon target. Dari sana, penyerang dapat mengatur ulang kata sandi akun manapun yang menggunakan nomor telepon itu untuk pengaturan ulang kata sandi.

Mengingat potensi bahaya yang menyalahgunakan kelemahan SMS ini, mungkin ada baiknya untuk memikirkan kembali menggunakan SMS atau nomor telepon untuk melakukan autentikasi di platform mana pun.

Melihat betapa rentannya SMS sebagai platform autentikasi OTP, ini adalah saat yang tepat untuk beralih ke OTP WhatsApp. Agar keamanan data privasi terjaga, para pebisnis sudah mulai harus mempertimbangkan untuk beralih dari OTP SMS ke OTP WhatsApp.

Baca Juga: Apakah OTP-WhatsApp Bisa di Hack?

Beralih ke OTP WhatsApp yang reliabel

Seperti yang sudah kita bahas, mengandalkan SMS dan telepon untuk mengirimkan OTP (One Time Password) dan notifikasi bisa menimbulkan banyak potensi kejahatan. Hal ini dapat menciptakan risiko dan biaya keamanan.

Menggunakan WhatsApp untuk mengirim kode OTP memiliki beberapa keuntungan. OTP WhatsApp adalah salah satu jenis OTP yang menggunakan aplikasi over the top atau OTT. Penggunaan OTP dengan cara ini lebih unggul karena efisiensi dan keamanan lebih baik  dibanding OTP SMS. 

Jika Anda adalah perusahaan yang ingin beralih dari OTP SMS ke OTP WhatsApp, Anda dapat mendapatkan beberapa keuntungan. OTP melalui WhatsApp lebih efektif karena tidak memiliki kemungkinan gangguan sinyal provider seperti OTP SMS. 

Melalui penggunaan messenger seperti WhatsApp, layanan OTP dikirimkan dengan tarif yang lebih murah daripada melalui ponsel atau SMS. Hal ini bisa didapatkan dengan menggunakan jasa OTP WhatsApp yang disediakan oleh SendTalk by TapTalk.io.

Menggunakan SendTalk sebagai salah satu pengirim kata kode OTP berbasis WhatsApp mungkin bisa menjadi jawaban atas faktor keamanan aplikasi Anda. SendTalk adalah brand OTP berbasis WhatsApp pertama di Indonesia yang dibuat oleh anak bangsa. 

Jika Anda merupakan perusahaan digital di Indonesia, jaringan broadband, e-commerce, aplikasi on-demand, maupun pengecer online, layanan ini adalah pilihan yang sangat tepat untuk Anda.

Dengan memanfaatkan messenger seperti WhatsApp, layanan OTP ditawarkan dengan biaya yang lebih murah dan memiliki keamanan yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan telepon atau SMS.

Banyak ahli yang mengakui bahwa mengirim kode OTP lewat WhatsApp lebih aman daripada menggunakan OTP berbasis SMS. SendTalk menawarkan pengiriman yang lebih konsisten. Anda bisa mendapatkan waktu pengiriman lebih cepat melalui WhatsApp karena tidak akan ada lagi hambatan karena sinyal provider seluler.

Dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan OTP jenis SMS, SendTalk akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan layanan OTP berbasis SMS. Dengan SendTalk, bayangkan berapa banyak uang yang bisa Anda hemat, daripada menggunakan OTP berbasis SMS yang harganya berkisar Rp 350,00 hingga Rp 500,00. Tarif yang ditawarkan SendTalk tentunya lebih terjangkau dibandingkan OTP berbasis SMS.

Baca juga: Perbedaan OTP SMS dan OTP WhatsApp

Fitur SendTalk - OTP WhatsApp Pertama di Indonesia

Berikut adalah fitur-fitur SendTalk yang ditawarkan untuk Anda,

  1. Pengiriman yang Konsisten

Cara konvensional untuk mengirim pemberitahuan melalui SMS atau panggilan telepon bergantung pada sinyal seluler. Anda bisa mendapatkan waktu pengiriman yang lebih cepat melalui WhatsApp. Tidak ada lagi masalah dengan provider seluler.

  1. Biaya Rendah

Harganya lebih murah dari SMS atau telepon. Biaya untuk OTP berbasis WhatsApp milik SendTalk ini lebih hemat. Dengan sistem top-up saldo pada akun Anda, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya mulai dari Rp75,00 saja.

  1. Berikan Kepercayaan & Keamanan

Lebih aman daripada SMS atau panggilan telepon, sulit untuk membuat akun 'palsu' karena Anda dapat memiliki status pengiriman WhatsApp, meningkatkan kepercayaan dari pengguna.

  1. Perkuat Otentikasi, Hindari Penipuan

Kirim OTP (One-Time Password) dan pemberitahuan ke pengguna Anda

  1. Otentikasi Pengguna

Lindungi akun dengan mengautentikasi pengguna baru & upaya masuk.

  1. Verifikasi Transaksi

Mengamankan pembayaran dan mengonfirmasi pembelian secara real-time untuk mengurangi penipuan.

  1. Pemberitahuan & Peringatan

Mengirimkan pemberitahuan seperti aktivitas akun, pengingat janji, konfirmasi pembelian, pemberitahuan pengiriman, bahkan peringatan kepada pengguna Anda.

Dari faktor keamanan hingga biaya yang dikeluarkan, OTP WhatsApp jelas memiliki banyak keuntungan dibandingkan OTP SMS. Untuk itu, beralih ke OTP WhatsApp merupakan langkah yang perlahan mulai diambil banyak perusahaan.

Dengan sistem keamanan end-to-end encryption, keamanan pesan di WhatsApp dapat terjamin di beberapa sisi. Terlebih lagi, tidak ada lagi OTP yang terhambat masuk. Bukankah sudah jelas, mana yang lebih baik untuk perusahaan Anda?

So, jangan sungkan untuk menghubungi agen kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang SendTalk, kami akan menunggu Anda.

Era cyber crime kini meningkatkan kemungkinan pencurian dan kebocoran data digital. Karenanya, perusahaan harus dapat menerapkan mekanisme keamanan data yang kuat. Banyak perusahaan, seperti Google dan Facebook yang telah mengaplikasikan sistem two-step authentication atau autentikasi berlapis di situs mereka untuk melindungi pengguna dari proses login yang mencurigakan. Salah satu caranya adalah penggunaan teknologi OTP atau One Time Password.

kode otp

Apa itu OTP?

OTP adalah sistem yang mengirimkan kata sandi khusus. Sama seperti namanya, biasanya OTP diberikan dalam bentuk PIN enam angka dan hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu. Kode ini dikirimkan ke ponsel Anda untuk proses persetujuan transaksi perbankan dan login akun tertentu. Umumnya, OTP ini dikirimkan via SMS. Kode ini memiliki batas waktu kadaluarsa, sehingga harus dimasukkan sesegera mungkin. Teknologi ini merupakan mekanisme paling populer yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia untuk memastikan bahwa permintaan login dibuat oleh pemilik akun. 

Cara Kerja OTP SMS

OTP via SMS digunakan pada sistem keamanan berbagai aplikasi dan transaksi perbankan. Contoh aplikasi yang membutuhkan OTP adalah email yang memiliki sistem keamanan berlapis, aplikasi e-commerce, dan beberapa layanan keuangan digital lainnya. 

Cara kerja OTP via SMS terbilang mudah. Segera setelah pengguna memasukkan username dan kata sandi untuk login, SMS OTP dikirim ke nomor ponsel. SMS ini berisi kode, biasanya empat hingga enam digit dan hanya berlaku untuk satu kali penggunaan, dan pengguna diharuskan memasukkan kode ini secepat mungkin ke dalam platform yang diberikan untuk melanjutkan proses masuk. Kode OTP akan kadaluarsa dalam beberapa menit dan pengguna harus membuat yang baru. Dengan cara ini, dipastikan bahwa orang yang masuk ke akunnya memiliki wewenang oleh pemegang akun untuk mendapatkan akses ke sana.

Karakteristik OTP

1. Hanya dapat digunakan satu kali 

Kode OTP hanya boleh digunakan satu kali pada sistem transaksi manapun. Hal ini ditujukan untuk mencegah penyadapan kata sandi oleh orang lain.

2. Memiliki waktu terbatas sebelum kadaluarsa

Terdapat rentang waktu yang berbeda pada setiap kode OTP yang dikirimkan ke pengguna. Biasanya berkisar 1 hingga 5 menit. Jika, OTP yang dikirimkan ke ponsel Anda hanya dapat digunakan dalam 1 menit kedepan, anda harus menggunakannya segera. Apabila batas waktu yang diberikan sudah habis, anda perlu mengajukan kode yang baru.

3. Contoh OTP Untuk Keamanan

OTP digunakan untuk beberapa jenis aktivitas keamanan akun. Ada beberapa contoh penggunaanya:

Baca juga: perbedaan antara OTP SMS dan WhatsApp OTP

Contoh Platform yang Menggunakan OTP SMS

OTP via SMS biasanya digunakan dalam beberapa platform. Selain transaksi perbankan, aktivitas yang melibatkan akun di email juga menggunakan OTP sebagai salah satu tindakan keamanan. Berikut contoh-contoh platform yang menggunakan OTP SMS:

1. Verifikasi OTP SMS Gmail

Google mendorong pelanggan Gmail-nya untuk menggunakan two-step verification dengan OTP yang diberikan lewat email terdaftar. Layanan OTP cepat dan gratis untuk digunakan, namun dapat membantu mencegah hacker yang ingin mencuri identitas. Segera setelah pengguna masuk ke akun Gmail mereka dari perangkat yang tidak dikenali, SMS OTP dikirim ke ponsel pemilik utama akun. Terdapat kode khusus yang muncul di layar, untuk dimasukkan pengguna agar bisa mengakses akun mereka. Menurut Google, password akun sangat mudah untuk dicuri, oleh karena itu OTP diperlukan untuk melindungi pengguna dari kejadian tersebut.

2. Verifikasi SMS OTP Facebook

Meskipun Facebook tidak mewajibkan verifikasi SMS OTP bagi penggunanya, tetapi hal ini tetap disarankan. Pengguna dapat mendaftarkan nomor ponsel mereka ke Facebook dan mengaktifkan verifikasi dua langkah. Ketika mereka berhasil login, platform media sosial akan meminta mereka memasukkan OTP yang akan dikirimkan ke ponsel mereka. Facebook menggunakan kode OTP enam digit. Jika kode tidak diterima, pengguna juga dapat mengirim SMS ke 32665 untuk menerima SMS OTP secara gratis.

Pentingnya Kode OTP

Kode OTP yang dikirimkan ke ponsel Anda tentu berguna untuk memastikan keamanan data pribadi. Kerahasiaan OTP ini amat penting karena biasa digunakan pada aktivitas verifikasi perbankan. Selain perbankan, kini OTP juga digunakan untuk memverifikasi akun pada beberapa aplikasi. OTP ini penting untuk mencegah kebocoran privasi, terutama untuk melindungi data yang dimiliki oleh perusahaan besar. 

Jika sandi OTP bocor, terdapat banyak kemungkinan buruk yang dapat terjadi kepada data perusahaan maupun pribadi. OTP berguna untuk mencegah orang-orang yang tidak berwenang dan berkepentingan menggunakan akun Anda untuk melakukan tindakan kriminal seperti: pembobolan kartu kredit, pencurian dana di rekening, dan kejahatan lainnya.

Lindungi Kode OTP dan Data Pribadi Anda

Saat menerima kode OTP, Anda harus melindungi kerahasiaan kode tersebut. Hal ini bertujuan agar kode OTP terjaga dengan baik dan transaksi berjalan dengan aman. Untuk memastikan kode OTP, akun, dan data pribadi Anda aman, berikut tips yang dapat Anda terapkan:

  1. Selalu waspada dan teliti
    Berhati-hatilah jika ada pihak lain yang mempertanyakan kode OTP yang masuk ke ponsel Anda. Transaksi perbankan yang dilakukan dengan melibatkan kode OTP hanya akan dilakukan melalui nomor ponsel yang terdaftar dan alamat yang bisa Anda lacak. 
  2. Jaga kerahasiaan kode
    Jangan memberitahukan kode OTP yang Anda terima kepada siapapun. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi peluang bagi tindakan kriminal dan penipuan terhadap Anda.
  3. Ganti password secara rutin
    Ubah kata sandi dan PIN akun Anda secara teratur. Untuk PINAnda sendiri, usahakan untuk membuatnya berbeda dari yang telah dibuat sebelumnya, dan jangan disamakan dengan kartu ataupun akun lain yang Anda miliki. Selain itu, hindari penggunaan PIN yang sangat mudah diretas, seperti tanggal ulang tahun. 
  4. Hindari memberikan informasi kartu kepada orang lain
    Sebisa mungkin, jangan berikan informasi kartu Anda kepada orang lain. Beberapa informasi penting akan merugikan Anda, sehingga penting untuk menjaga privasi data kartu. Meski sudah dibekali chip berteknologi tinggi, namun masih banyak orang yang bisa menemukan celah dari hal tersebut.

Selain OTP SMS, kini terdapat juga OTP via WhatsApp. OTP melalui WhatsApp ini dikenal memiliki biaya yang lebih bersahabat dan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dari OTP SMS. SendTalk by TapTalk.io adalah salah satu penyedia jasa OTP via WhatsApp di Indonesia.. 

Baca Juga : Cara baru OTP saat ini - OTP Menggunakan WhatsApp

Kesimpulan

OTP adalah sistem yang mengirimkan kata sandi melalui pesan yang hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu ke ponsel Anda untuk proses persetujuan transaksi perbankan dan login akun tertentu. Cara kerja OTP ini juga terbilang mudah. Segera setelah pengguna memasukkan username dan kata sandi untuk login, OTP langsung dikirim ke ponsel.

Kode OTP yang dikirimkan ke ponsel Anda tentu berguna untuk memastikan keamanan data pribadi. Kerahasiaan OTP ini amat penting karena umum digunakan pada aktivitas verifikasi perbankan. Karena kerahasiaan kode ini penting, maka Anda harus bisa menjaganya agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Misalnya saja dengan cara selalu waspada dan teliti, mengganti password secara berkala, tidak memberikannya kepada orang lain, dan tidak memberikan informasi terkait kartu kepada orang lain.

Lihat Produk kami SendTalk: Pioneer OTP WhatsApp di Indonesia

TapTalk
PowerTalk
OneTalk
SendTalk
whatsappfacebooktwitterinstagramlinkedin

Reach us by phone at (021) 27939266

Jl. Kyai Maja No.25c, RT.12/RW.2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

© 2020 - 2021 TapTalk.io (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer