Back to Home

Insight

Tak Kalah Berbahaya Dengan Inflasi, Ini Dampak Deflasi

BY
Regita Larasati

Regita Larasati

Content Strategic Associate
Regita adalah seorang Content Strategist dan Copywriter yang memulai karirnya sebagai Marketing Intern di TapTalk.io pada tahun 2021 dan secara konsisten menunjukkan dedikasinya hingga mencapai posisinya sekarang. Dengan memanfaatkan latar belakang pendidikan Sastra Jerman dari Universitas Indonesia yang memberinya kemampuan analitis dan kreatif dalam mengembangkan strategi konten yang efektif serta menulis copy yang menarik, menjadikannya aset berharga dalam membangun image dan komunikasi brand di berbagai platform digital.

Mungkin Anda jarang mendengar kata deflasi, karena masalah yang sering dibahas adalah inflasi. Inflasi dan deflasi memiliki definisi yang bertolak belakang, deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Sementara inflasi merupakan fenomena kenaikan harga barang, deflasi adalah periode ketika harga-harga secara umum jatuh, dan nilai uang bertambah. Penurunan harga barang ini menyebabkan terjadinya peningkatan nilai pada mata uang.

Sekilas harga-harga barang dan jasa yang lebih terjangkau tampak menguntungkan bagi konsumen. Terjadinya deflasi kerap kali dianggap jalan untuk menghemat pengeluaran. Namun serupa dengan inflasi, deflasi bisa jadi pisau bermata dua. Hal ini merugikan atau berdampak negatif, terutama pada produsen dan penyedia jasa. 

Deflasi yang terjadi secara ekstrim akan menyebabkan macetnya aktivitas pasar. Penurunan harga barang dan jasa memiliki probabilitas kerugian untuk produsen dan penyedia jasa, karena penjualan tak mampu menutup berbagai beban usaha, seperti biaya produksi dan biaya operasional. 

Alhasil, tak jarang perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk mengakali pengeluaran dalam periode deflasi. Resiko ini berbanding lurus dengan tingkat deflasi di suatu negara. Oleh karena itu, deflasi adalah seringkali dikaitkan dengan kondisi resesi. Deflasi kerap terjadi ketika kondisi perekonomian sedang lesu. Roda perekonomian yang berputar lambat atau bahkan macet tak terelakan karena permintaan konsumsi dan investasi yang terjun payung.

Tak Kalah Berbahaya Dengan Inflasi, Ini Dampak Deflasi

Key Takeaways: 

  • Deflasi adalah periode terjadinya penurunan harga barang secara umum dan terus menerus sehingga nilai mata uang meningkat. Walaupun terdengar menguntungkan, deflasi juga menyebabkan masalah ekonomi yang bervariasi. 
  • Deflasi disebabkan oleh berbagai hal, seperti rendahnya peredaran uang di masyarakat,  tidak ada variasi jenis produk, meningkatnya persediaan barang saat sedang tak dibutuhkan, dan lambatnya kegiatan ekonomi di suatu negara. 
  • Pemerintah dapat memainkan peran dengan mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengatasi deflasi. Mulai dari menurunkan tingkat suku bunga melalui bank sentral, menerapkan kebijakan moneter, hingga menurunkan tarif pajak. 
  • Deflasi memang memiliki dampak positif, masyarakat dapat membeli barang dengan harga murah, meningkatkan gairah menabung, dan meningkatkan nilai mata uang. Pun demikian, akan terjadi banyak dampak negatif di belakangnya, seperti, PHK besar-besaran, pendapatan bisnis menurun, resesi, hingga penarikan modal oleh investor. 

Pengertian Deflasi 

Menurut ilmu ekonomi, deflasi adalah kurun waktu penurunan harga secara umum dan terus-menerus sehingga nilai mata uang meningkat. Secara sederhana deflasi juga dapat diartikan, kondisi saat jumlah distribusi uang di tengah masyarakat lebih sedikit dari barang dan jasa yang tersedia di pasar. 

Menurut Putong dalam Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro (2015), deflasi adalah penurunan harga secara terus menerus, akibatnya daya beli masyarakat bertambah besar, sehingga pada tahap awal barang-barang menjadi langka, akan tetapi pada tahap berikutnya jumlah barang akan semakin banyak karena semakin berkurangnya daya beli masyarakat. 

Sementara Dr. Darmawan, M.AB dalam Manajemen Keuangan Internasional, Ed 2 (2022) menyatakan bahwa deflasi adalah daya beli uang yang mengalami peningkatan karena jumlah uang yang beredar relatif lebih rendah dari jumlah barang dan jasa yang ada. Deflasi juga dapat diartikan sebagai penurunan harga secara umum yang berkaitan dengan kontraksi pasokan uang dan kredit. 

Dalam beberapa kesempatan, deflasi kerap kali disebut disinflasi (disinflation), yakni kecenderungan turunnya harga secara menyeluruh ke semua komoditas. Dampak deflasi pun dapat dirasakan bertahap, mulai dari peningkatan kredit macet, peningkatan pengangguran, dan resesi ekonomi, bahkan paling kemungkinan paling buruk mencapai depresi ekonomi. 

Jenis Deflasi

Setidaknya terdapat dua jenis deflasi, baik disengaja melalui kebijakan atau secara natural terjadi karena fenomena ekonomi tertentu. Berikut penjelasannya: 

1. Deflasi Strategis

Deflasi strategis adalah upaya pemerintah untuk meredam gejala konsumsi berlebih akibat kenaikan harga pasar. Deflasi strategis terjadi sebagai dampak dari kebijakan. 

Namun, kebijakan pemerintah ini pun sebenarnya belum cukup dalam menurunkan konsumsi masyarakat. Kebijakan ini pasalnya akan berdampak pada penurunan harga, bukan membatasi konsumsi berlebihan oleh masyarakat. 

Pemerintah menurunkan suku bunga melalui bank sentral. Tingkat suku bunga yang rendah ini akan mengakibatkan masyarakat meminjam uang di bank. Sementara perusahaan penyedia barang dan jasa berusaha menyimpan sebanyak mungkin uang di bank untuk memperoleh bunga yang besar.

Kebijakan ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan berbagai jenis pinjaman dari bank dan meningkatkan gairah produsen untuk menyimpan uang dan mendapat tingkat bunga yang lebih tinggi, serta memastikan sirkulasi uang dan harga barang atau jasa menurun.

Maka dapat disimpulkan bahwa jenis deflasi ini akan terjadi jika harga komoditas di pasar tidak dapat ditebak, sehingga pemerintah perlu mengimbanginya dengan menurunkan konsumsi publik. Pun demikian, dampak yang dihasilkan jika kebijakan ini gagal adalah harga komoditas turun. Alhasil, konsumsi masyarakat yang diharapkan turun, malah semakin meningkat. 

2. Deflasi Sirkulasi

Deflasi sirkulasi adalah periode transisi dari peningkatan ekonomi ke resesi. Kapasitas produksi dan konsumsi tidak seimbang, permintaan barang-barang yang membuat ekonomi surplus pun tidak cukup, dan harga pasar terjun payung selama resesi, mengakibatkan sirkulasi perekonomian yang tidak stabil. 

Kondisi ini biasanya terjadi seiring dengan perlambatan ekonomi pada masa transisi dari perekonomian yang stabil. Jika keseimbangan antara produksi dan konsumsi hilang, harga barang dan jasa akan turun secara signifikan. Selain itu, deflasi sirkulasi juga dapat disebabkan oleh kelebihan produksi barang yang sama. Deflasi sirkulasi dimulai dengan penurunan tajam kebutuhan masyarakat akan barang-barang ekonomi. 

Hal seperti ini akan terjadi seiring dengan lambatnya aktivitas ekonomi saat sedang stabil. Hilangnya keseimbangan antara produksi dan konsumsi, mengakibatkan harga yang turun secara signifikan. Misal, persediaan barang menumpuk ketika permintaannya tidak tinggi, penjual tentu akan menurunkan harga barang tersebut dalam upaya menghabiskan persediaan. 

Deflasi sirkulasi juga disebabkan oleh produksi komoditas yang tidak bervariasi. Kondisi ini akan dimulai dengan penurunan permintaan masyarakat atas barang-barang kebutuhan. 

Baca juga: 5 Dampak Resesi Ekonomi bagi Bisnis dan Tips Menghadapinya

Penyebab Deflasi

Ada banyak aspek yang dapat menyebabkan deflasi, berikut penjelasannya:

1. Rendahnya Distribusi Uang di Masyarakat

Penurunan persedian uang sebagian besar disebabkan karena masyarakat menyimpan uang di bank. Biasanya, suku bunga yang tinggi dan memberi keuntungan membuat masyarakat mengambil pilihan ini. 

Uang yang disimpan di bank tentu menyebabkan peredaran uang di masyarakat berkurang dan gairah belanja yang tidak sebanding dengan persediaan barang. Hal ini menjadi salah satu penyebab deflasi. 

2. Meningkatnya Persediaan Barang 

Permintaan barang yang tinggi akan membuat produsen meningkatkan produksi barang dan persediaannya melimpah. Namun, dalam beberapa kasus, barang tersebut tetap diproduksi, walau tidak habis terjual. 

Akibatnya, permintaan terhadap barang semakin berkurang karena masyarakat sudah tidak membutuhkan barang tersebut. Tentu saja penjual menurunkan harga barang demi menghabiskan stok. Kondisi seperti ini akan menyebabkan deflasi. 

3. Melambatnya Kegiatan Ekonomi

Lambatnya kegiatan ekonomi mengakibatkan banyak pekerja di-PHK karena penyedia lapangan kerja tidak mampu membayar gaji. Akibatnya turunnya pendapatan masyarakat dan jumlah uang yang beredar.

Sedangkan untuk investasi, deflasi juga menyebabkan keengganan untuk berinvestasi di sektor riil dan bursa. Ini mencegah aktivitas bisnis yang berkelanjutan dan memperburuk keadaan ekonomi. 

Deflasi dapat membuat suku bunga 0% di suatu negara. Setelah itu, suku bunga pinjaman bank turun. Hal ini memang merupakan langkah pencegahan masyarakat menyimpan uang di bank yang dapat mengurangi distribusi uang.

Cara Mengatasi Deflasi

Cara Mengatasi Deflasi

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi deflasi, sebagai berikut: 

1. Menurunkan Tingkat Suku Bunga

Deflasi dapat diatasi oleh pemerintah dengan cara menambah pembelanjaan sementara masyarakat menambah pengeluaran. Selain itu, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar, yakni dengan mencetak uang baru atau dengan menurunkan suku bunga bank. 

Dengan demikian, orang tidak tertarik untuk menabung dan mulai belanja, sehingga sirkulasi uang berjalan lancar. Adapun pihak bank dapat menerapkan suku bunga negatif atau Negative Interest Rate Policy (NIRP). 

Mengutip artikel dalam Macroeconomic Dashboard FEB UGM, suku bunga negatif memiliki tujuan agar uang tidak hanya mendekam di bank sehingga distribusinya bisa meningkat dan mengatasi deflasi. Dengan demikian, perekonomian dapat kembali berjalan lancar. 

Berdasarkan buku Ekonomi dan Bisnis Digital (2020), suku bunga negatif dapat menjadi alat kebijakan moneter di bawah batas efektif, terutama jika bank komersial mengeluarkan biaya yang meningkat pada deposito bank ritel mereka. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa salah satu cara mengatasi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Tujuannya adalah untuk meningkatkan uang yang beredar di masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat mengurungkan niat untuk menabung di bank, memilih menyimpan uangnya di bank, serta keinginan untuk membeli barang meningkat.

2. Penerapan Kebijakan Moneter

Selain cara-cara pelaksanaan kebijakan moneter yang telah diuraikan di atas, deflasi juga dapat diatasi. Kebijakan moneter adalah kebijakan bank sentral yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Beberapa cara yang dapat diterapkan adalah kebijakan diskonto, yaitu kebijakan berupa penurunan suku bunga yang ada agar masyarakat dapat menarik uang dari bank.

3. Implementasi kebijakan perpajakan

Dalam periode deflasi, distribusi uang rendah di masyarakat. Menurunkan pajak dapat meningkatkan jumlah uang beredar dan cenderung meningkatkan pengeluaran publik. Dengan cara ini lebih banyak uang mengalir di tengah masyarakat. Kebijakan ini sangat efektif dalam mengatasi masalah deflasi karena mencakup beberapa langkah untuk meningkatkan jumlah uang beredar di masyarakat.

Dampak deflasi

Jika suatu negara tidak mengatasi deflasi dengan tanggap, maka negara tersebut akan mengalami resesi dan kesulitan ekonomi. Sebab ada banyak sekali dampak deflasi yang dirasakan baik positif atau negatif, seperti:

Dampak Positif

  • Masyarakat dapat membeli barang dengan harga murah
  • Nilai mata uang menguat
  • Munculnya gairah menabung bagi masyarakat

Dampak Negatif

  • Kebijakan PHK besar-besaran sehingga banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Akibatnya tingkat pengangguran meningkat.
  • Pendapatan bisnis menurun sebab harga barang pun menurun.
  • Kerugian pemilik usaha menyebabkan cicilan kredit di bank macet.
  • Devisa atau pendapatan negara menurun sebab tarikan pajak menurun sebagai akibat menurunnya pendapatan masyarakat.
  • Kegiatan perekonomian suatu negara mengalami resesi.
  • Investor menarik modal karena kegiatan jual beli lesu.

Contoh Nyata Dampak Deflasi

Jepang adalah contoh sempurna negara yang pernah mengalami deflasi. Kini roda ekonomi Jepang berputar dengan baik. Namun sejarah mencatat bahwa pada periode tahun 1990-1999, perekonomian negeri sakura ini mengalami penurunan setelah sebelumnya bertumbuh cukup tinggi. 

Saat mengalami deflasi, pertumbuhan ekonomi Jepang jatuh ke angka 1,3 persen. Padahal, sebelumnya berada di angka 4,3 persen. Tingkat pengangguran juga naik dari 2,1 persen pada 1990 ke angka 4,7 persen pada 1999. 

Baca juga: Siklus Ekonomi: Arti & Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Tingkatkan Bisnis Anda Dengan OneTalk

Seperti yang sudah dibahas, turunnya harga karena jenis produk yang tidak bervariasi dapat menjadi penyebab deflasi. Namun, di tengah persaingan pasar dengan kesamaan jenis produk, Anda dapat lebih unggul. Tak hanya menjual barang atau jasa tertentu, bisnis Anda juga perlu meningkatkan pelayanan dan customer journey yang akan membuat pelanggan terus bertahan pada perusahaan Anda. 

Jika Anda sedang mempertimbangkan menggunakan omnichannel messaging untuk meningkatkan pelayanan di perusahaan Anda, maka OneTalk by TapTalk.io adalah pilihan yang sempurna. OneTalk akan membantu Anda melihat secara utuh customer journey dan mendapatkan pandangan umum terkait kemajuan mereka. 

OneTalk juga membuat bisnis Anda terhubung cepat dan mudah dengan pelanggan melalui media-media yang populer, seperti Instagram dan Whatsapp. 

Official WhatsApp Business API oleh OneTalk adalah solusi chat terbaik untuk bisnis Anda dalam menjangkau dan menjalin komunikasi dengan pelanggan. Official WhatsApp Business API memudahkan Anda menjangkau pelanggan melalui WhatsApp dari dashboard yang disediakan OneTalk. Alhasil, pelanggan Anda akan betah membeli barang atau memakai jasa yang dijual perusahaan Anda. 

Tidak hanya itu, dengan OneTalk Anda juga dapat mengirim pesan ke semua social messenger hanya dengan satu dashboard! 

Anda pun akan memiliki customer support yang luar biasa. Karena OneTalk akan membantu Anda menangani customer secara otomatis dengan FAQ Chatbot. Fitur ini tentu sangat berguna untuk membuat kesan kepada pelanggan bahwa kebutuhan mereka langsung ditangani.

Mari, hubungi agent kami dengan mengunjungi link ini dan temukan pelayanan terbaik untuk bisnis Anda bersama OneTalk. 

Share this article

Regita Larasati

Content Strategic Associate

Regita adalah seorang Content Strategist dan Copywriter yang memulai karirnya sebagai Marketing Intern di TapTalk.io pada tahun 2021 dan secara konsisten menunjukkan dedikasinya hingga mencapai posisinya sekarang. Dengan memanfaatkan latar belakang pendidikan Sastra Jerman dari Universitas Indonesia yang memberinya kemampuan analitis dan kreatif dalam mengembangkan strategi konten yang efektif serta menulis copy yang menarik, menjadikannya aset berharga dalam membangun image dan komunikasi brand di berbagai platform digital.

Mungkin Anda jarang mendengar kata deflasi, karena masalah yang sering dibahas adalah inflasi. Inflasi dan deflasi memiliki definisi yang bertolak belakang, deflasi adalah kebalikan dari inflasi. Sementara inflasi merupakan fenomena kenaikan harga barang, deflasi adalah periode ketika harga-harga secara umum jatuh, dan nilai uang bertambah. Penurunan harga barang ini menyebabkan terjadinya peningkatan nilai pada mata uang.

Sekilas harga-harga barang dan jasa yang lebih terjangkau tampak menguntungkan bagi konsumen. Terjadinya deflasi kerap kali dianggap jalan untuk menghemat pengeluaran. Namun serupa dengan inflasi, deflasi bisa jadi pisau bermata dua. Hal ini merugikan atau berdampak negatif, terutama pada produsen dan penyedia jasa. 

Deflasi yang terjadi secara ekstrim akan menyebabkan macetnya aktivitas pasar. Penurunan harga barang dan jasa memiliki probabilitas kerugian untuk produsen dan penyedia jasa, karena penjualan tak mampu menutup berbagai beban usaha, seperti biaya produksi dan biaya operasional. 

Alhasil, tak jarang perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk mengakali pengeluaran dalam periode deflasi. Resiko ini berbanding lurus dengan tingkat deflasi di suatu negara. Oleh karena itu, deflasi adalah seringkali dikaitkan dengan kondisi resesi. Deflasi kerap terjadi ketika kondisi perekonomian sedang lesu. Roda perekonomian yang berputar lambat atau bahkan macet tak terelakan karena permintaan konsumsi dan investasi yang terjun payung.

Tak Kalah Berbahaya Dengan Inflasi, Ini Dampak Deflasi

Key Takeaways: 

  • Deflasi adalah periode terjadinya penurunan harga barang secara umum dan terus menerus sehingga nilai mata uang meningkat. Walaupun terdengar menguntungkan, deflasi juga menyebabkan masalah ekonomi yang bervariasi. 
  • Deflasi disebabkan oleh berbagai hal, seperti rendahnya peredaran uang di masyarakat,  tidak ada variasi jenis produk, meningkatnya persediaan barang saat sedang tak dibutuhkan, dan lambatnya kegiatan ekonomi di suatu negara. 
  • Pemerintah dapat memainkan peran dengan mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengatasi deflasi. Mulai dari menurunkan tingkat suku bunga melalui bank sentral, menerapkan kebijakan moneter, hingga menurunkan tarif pajak. 
  • Deflasi memang memiliki dampak positif, masyarakat dapat membeli barang dengan harga murah, meningkatkan gairah menabung, dan meningkatkan nilai mata uang. Pun demikian, akan terjadi banyak dampak negatif di belakangnya, seperti, PHK besar-besaran, pendapatan bisnis menurun, resesi, hingga penarikan modal oleh investor. 

Pengertian Deflasi 

Menurut ilmu ekonomi, deflasi adalah kurun waktu penurunan harga secara umum dan terus-menerus sehingga nilai mata uang meningkat. Secara sederhana deflasi juga dapat diartikan, kondisi saat jumlah distribusi uang di tengah masyarakat lebih sedikit dari barang dan jasa yang tersedia di pasar. 

Menurut Putong dalam Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro (2015), deflasi adalah penurunan harga secara terus menerus, akibatnya daya beli masyarakat bertambah besar, sehingga pada tahap awal barang-barang menjadi langka, akan tetapi pada tahap berikutnya jumlah barang akan semakin banyak karena semakin berkurangnya daya beli masyarakat. 

Sementara Dr. Darmawan, M.AB dalam Manajemen Keuangan Internasional, Ed 2 (2022) menyatakan bahwa deflasi adalah daya beli uang yang mengalami peningkatan karena jumlah uang yang beredar relatif lebih rendah dari jumlah barang dan jasa yang ada. Deflasi juga dapat diartikan sebagai penurunan harga secara umum yang berkaitan dengan kontraksi pasokan uang dan kredit. 

Dalam beberapa kesempatan, deflasi kerap kali disebut disinflasi (disinflation), yakni kecenderungan turunnya harga secara menyeluruh ke semua komoditas. Dampak deflasi pun dapat dirasakan bertahap, mulai dari peningkatan kredit macet, peningkatan pengangguran, dan resesi ekonomi, bahkan paling kemungkinan paling buruk mencapai depresi ekonomi. 

Jenis Deflasi

Setidaknya terdapat dua jenis deflasi, baik disengaja melalui kebijakan atau secara natural terjadi karena fenomena ekonomi tertentu. Berikut penjelasannya: 

1. Deflasi Strategis

Deflasi strategis adalah upaya pemerintah untuk meredam gejala konsumsi berlebih akibat kenaikan harga pasar. Deflasi strategis terjadi sebagai dampak dari kebijakan. 

Namun, kebijakan pemerintah ini pun sebenarnya belum cukup dalam menurunkan konsumsi masyarakat. Kebijakan ini pasalnya akan berdampak pada penurunan harga, bukan membatasi konsumsi berlebihan oleh masyarakat. 

Pemerintah menurunkan suku bunga melalui bank sentral. Tingkat suku bunga yang rendah ini akan mengakibatkan masyarakat meminjam uang di bank. Sementara perusahaan penyedia barang dan jasa berusaha menyimpan sebanyak mungkin uang di bank untuk memperoleh bunga yang besar.

Kebijakan ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan berbagai jenis pinjaman dari bank dan meningkatkan gairah produsen untuk menyimpan uang dan mendapat tingkat bunga yang lebih tinggi, serta memastikan sirkulasi uang dan harga barang atau jasa menurun.

Maka dapat disimpulkan bahwa jenis deflasi ini akan terjadi jika harga komoditas di pasar tidak dapat ditebak, sehingga pemerintah perlu mengimbanginya dengan menurunkan konsumsi publik. Pun demikian, dampak yang dihasilkan jika kebijakan ini gagal adalah harga komoditas turun. Alhasil, konsumsi masyarakat yang diharapkan turun, malah semakin meningkat. 

2. Deflasi Sirkulasi

Deflasi sirkulasi adalah periode transisi dari peningkatan ekonomi ke resesi. Kapasitas produksi dan konsumsi tidak seimbang, permintaan barang-barang yang membuat ekonomi surplus pun tidak cukup, dan harga pasar terjun payung selama resesi, mengakibatkan sirkulasi perekonomian yang tidak stabil. 

Kondisi ini biasanya terjadi seiring dengan perlambatan ekonomi pada masa transisi dari perekonomian yang stabil. Jika keseimbangan antara produksi dan konsumsi hilang, harga barang dan jasa akan turun secara signifikan. Selain itu, deflasi sirkulasi juga dapat disebabkan oleh kelebihan produksi barang yang sama. Deflasi sirkulasi dimulai dengan penurunan tajam kebutuhan masyarakat akan barang-barang ekonomi. 

Hal seperti ini akan terjadi seiring dengan lambatnya aktivitas ekonomi saat sedang stabil. Hilangnya keseimbangan antara produksi dan konsumsi, mengakibatkan harga yang turun secara signifikan. Misal, persediaan barang menumpuk ketika permintaannya tidak tinggi, penjual tentu akan menurunkan harga barang tersebut dalam upaya menghabiskan persediaan. 

Deflasi sirkulasi juga disebabkan oleh produksi komoditas yang tidak bervariasi. Kondisi ini akan dimulai dengan penurunan permintaan masyarakat atas barang-barang kebutuhan. 

Baca juga: 5 Dampak Resesi Ekonomi bagi Bisnis dan Tips Menghadapinya

Penyebab Deflasi

Ada banyak aspek yang dapat menyebabkan deflasi, berikut penjelasannya:

1. Rendahnya Distribusi Uang di Masyarakat

Penurunan persedian uang sebagian besar disebabkan karena masyarakat menyimpan uang di bank. Biasanya, suku bunga yang tinggi dan memberi keuntungan membuat masyarakat mengambil pilihan ini. 

Uang yang disimpan di bank tentu menyebabkan peredaran uang di masyarakat berkurang dan gairah belanja yang tidak sebanding dengan persediaan barang. Hal ini menjadi salah satu penyebab deflasi. 

2. Meningkatnya Persediaan Barang 

Permintaan barang yang tinggi akan membuat produsen meningkatkan produksi barang dan persediaannya melimpah. Namun, dalam beberapa kasus, barang tersebut tetap diproduksi, walau tidak habis terjual. 

Akibatnya, permintaan terhadap barang semakin berkurang karena masyarakat sudah tidak membutuhkan barang tersebut. Tentu saja penjual menurunkan harga barang demi menghabiskan stok. Kondisi seperti ini akan menyebabkan deflasi. 

3. Melambatnya Kegiatan Ekonomi

Lambatnya kegiatan ekonomi mengakibatkan banyak pekerja di-PHK karena penyedia lapangan kerja tidak mampu membayar gaji. Akibatnya turunnya pendapatan masyarakat dan jumlah uang yang beredar.

Sedangkan untuk investasi, deflasi juga menyebabkan keengganan untuk berinvestasi di sektor riil dan bursa. Ini mencegah aktivitas bisnis yang berkelanjutan dan memperburuk keadaan ekonomi. 

Deflasi dapat membuat suku bunga 0% di suatu negara. Setelah itu, suku bunga pinjaman bank turun. Hal ini memang merupakan langkah pencegahan masyarakat menyimpan uang di bank yang dapat mengurangi distribusi uang.

Cara Mengatasi Deflasi

Cara Mengatasi Deflasi

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi deflasi, sebagai berikut: 

1. Menurunkan Tingkat Suku Bunga

Deflasi dapat diatasi oleh pemerintah dengan cara menambah pembelanjaan sementara masyarakat menambah pengeluaran. Selain itu, pemerintah perlu menambah jumlah uang yang beredar, yakni dengan mencetak uang baru atau dengan menurunkan suku bunga bank. 

Dengan demikian, orang tidak tertarik untuk menabung dan mulai belanja, sehingga sirkulasi uang berjalan lancar. Adapun pihak bank dapat menerapkan suku bunga negatif atau Negative Interest Rate Policy (NIRP). 

Mengutip artikel dalam Macroeconomic Dashboard FEB UGM, suku bunga negatif memiliki tujuan agar uang tidak hanya mendekam di bank sehingga distribusinya bisa meningkat dan mengatasi deflasi. Dengan demikian, perekonomian dapat kembali berjalan lancar. 

Berdasarkan buku Ekonomi dan Bisnis Digital (2020), suku bunga negatif dapat menjadi alat kebijakan moneter di bawah batas efektif, terutama jika bank komersial mengeluarkan biaya yang meningkat pada deposito bank ritel mereka. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa salah satu cara mengatasi deflasi adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga. Tujuannya adalah untuk meningkatkan uang yang beredar di masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat mengurungkan niat untuk menabung di bank, memilih menyimpan uangnya di bank, serta keinginan untuk membeli barang meningkat.

2. Penerapan Kebijakan Moneter

Selain cara-cara pelaksanaan kebijakan moneter yang telah diuraikan di atas, deflasi juga dapat diatasi. Kebijakan moneter adalah kebijakan bank sentral yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Beberapa cara yang dapat diterapkan adalah kebijakan diskonto, yaitu kebijakan berupa penurunan suku bunga yang ada agar masyarakat dapat menarik uang dari bank.

3. Implementasi kebijakan perpajakan

Dalam periode deflasi, distribusi uang rendah di masyarakat. Menurunkan pajak dapat meningkatkan jumlah uang beredar dan cenderung meningkatkan pengeluaran publik. Dengan cara ini lebih banyak uang mengalir di tengah masyarakat. Kebijakan ini sangat efektif dalam mengatasi masalah deflasi karena mencakup beberapa langkah untuk meningkatkan jumlah uang beredar di masyarakat.

Dampak deflasi

Jika suatu negara tidak mengatasi deflasi dengan tanggap, maka negara tersebut akan mengalami resesi dan kesulitan ekonomi. Sebab ada banyak sekali dampak deflasi yang dirasakan baik positif atau negatif, seperti:

Dampak Positif

  • Masyarakat dapat membeli barang dengan harga murah
  • Nilai mata uang menguat
  • Munculnya gairah menabung bagi masyarakat

Dampak Negatif

  • Kebijakan PHK besar-besaran sehingga banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Akibatnya tingkat pengangguran meningkat.
  • Pendapatan bisnis menurun sebab harga barang pun menurun.
  • Kerugian pemilik usaha menyebabkan cicilan kredit di bank macet.
  • Devisa atau pendapatan negara menurun sebab tarikan pajak menurun sebagai akibat menurunnya pendapatan masyarakat.
  • Kegiatan perekonomian suatu negara mengalami resesi.
  • Investor menarik modal karena kegiatan jual beli lesu.

Contoh Nyata Dampak Deflasi

Jepang adalah contoh sempurna negara yang pernah mengalami deflasi. Kini roda ekonomi Jepang berputar dengan baik. Namun sejarah mencatat bahwa pada periode tahun 1990-1999, perekonomian negeri sakura ini mengalami penurunan setelah sebelumnya bertumbuh cukup tinggi. 

Saat mengalami deflasi, pertumbuhan ekonomi Jepang jatuh ke angka 1,3 persen. Padahal, sebelumnya berada di angka 4,3 persen. Tingkat pengangguran juga naik dari 2,1 persen pada 1990 ke angka 4,7 persen pada 1999. 

Baca juga: Siklus Ekonomi: Arti & Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Tingkatkan Bisnis Anda Dengan OneTalk

Seperti yang sudah dibahas, turunnya harga karena jenis produk yang tidak bervariasi dapat menjadi penyebab deflasi. Namun, di tengah persaingan pasar dengan kesamaan jenis produk, Anda dapat lebih unggul. Tak hanya menjual barang atau jasa tertentu, bisnis Anda juga perlu meningkatkan pelayanan dan customer journey yang akan membuat pelanggan terus bertahan pada perusahaan Anda. 

Jika Anda sedang mempertimbangkan menggunakan omnichannel messaging untuk meningkatkan pelayanan di perusahaan Anda, maka OneTalk by TapTalk.io adalah pilihan yang sempurna. OneTalk akan membantu Anda melihat secara utuh customer journey dan mendapatkan pandangan umum terkait kemajuan mereka. 

OneTalk juga membuat bisnis Anda terhubung cepat dan mudah dengan pelanggan melalui media-media yang populer, seperti Instagram dan Whatsapp. 

Official WhatsApp Business API oleh OneTalk adalah solusi chat terbaik untuk bisnis Anda dalam menjangkau dan menjalin komunikasi dengan pelanggan. Official WhatsApp Business API memudahkan Anda menjangkau pelanggan melalui WhatsApp dari dashboard yang disediakan OneTalk. Alhasil, pelanggan Anda akan betah membeli barang atau memakai jasa yang dijual perusahaan Anda. 

Tidak hanya itu, dengan OneTalk Anda juga dapat mengirim pesan ke semua social messenger hanya dengan satu dashboard! 

Anda pun akan memiliki customer support yang luar biasa. Karena OneTalk akan membantu Anda menangani customer secara otomatis dengan FAQ Chatbot. Fitur ini tentu sangat berguna untuk membuat kesan kepada pelanggan bahwa kebutuhan mereka langsung ditangani.

Mari, hubungi agent kami dengan mengunjungi link ini dan temukan pelayanan terbaik untuk bisnis Anda bersama OneTalk. 

Related Posts