3 Rumus Dasar Untuk Menang Dalam Ekosistem Bisnis Yang Digerakkan Oleh Perangkat Lunak

3 Rumus Dasar Untuk Menang Dalam Ekosistem Bisnis Yang Digerakkan Oleh Perangkat Lunak

Di era digital ini, banyak sekali perusahaan software dengan model bisnis platform bermunculan. Bisnis dengan model platform telah mengambil alih setiap industri dan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, disadari atau tanpa kita sadari. Contohnya adalah Airbnb, Alibaba, eBay dan lainnya. 

Apa itu model bisnis platform? Platform adalah model bisnis yang menciptakan nilai dengan memfasilitasi pertukaran antara dua atau lebih kelompok yang saling bergantung, biasanya konsumen dan produsen. 

Untuk mewujudkan pertukaran ini, platform memanfaatkan dan membuat jaringan pengguna dan sumber daya yang berskala besar dan dapat diakses sesuai permintaan. Platform menciptakan komunitas dan pasar dengan efek jaringan yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan bertransaksi. Bisnis bermodalkan platform tidak melakukan produksi barang, sebaliknya, mereka hanya menciptakan alat koneksi. 

Platform bisa menjadi model yang sangat efisien, tetapi terkadang perusahaan sering mengabaikan arah lain dalam keinginan pasar umum kita untuk membangun perusahaan yang layak di lingkungan modern saat ini.

Untuk membangun platform yang sukses, dibutuhkan waktu yang cukup lama dan usaha yang sangat besar. Hal ini tentunya tidak mudah. Namun jika Anda ingin mendirikan platform dari nol atau bahkan memanfaatkan platform yang sudah ada, terdapat tiga aturan penting yang dapat Anda ikuti jika ingin sukses dalam ekosistem bisnis.

  1. Anda akan kalah jika terus menunda

Jika Anda dan pesaing bisnis memulai usaha dalam waktu yang sama. Tidak mungkin masing-masing pengusaha memiliki untung 50%. Semakin cepat Anda memulai usaha duluan, untung yang diperoleh akan lebih besar dari saingan Anda. Jadi, janganlah malas dalam memulai usaha. Bisa saja Anda kalah dari pesaing karena terlambat.

  1. Jika Anda terlambat, jangan mencontek usaha orang lain

Misalnya Anda ingin membuka usaha Food and Beverage di dekat rumah Anda, tetapi Anda menunda-nunda terus karena merasa belum siap atau mungkin belum memiliki motivasi. Kemudian tiba-tiba ada yang membuka usaha Food and Beverage juga di dekat Anda. Calon pelanggan yang Anda harapkan tentunya akan menjadi pelanggan pesaing duluan. Bisa saja mereka akan lebih memilih pesaing ada meskipun nantinya Anda jadi berbisnis.

Jika Anda terlambat membangun bisnis, tidak ada gunanya meniru strategi bisnis yang sudah ada. Ketika Anda meniru strategi bisnis yang ada, maka jumlah usaha yang sama akan membanyak. Artinya saingan Anda banyak juga. Namun, jika Anda mencoba strategi yang berbeda, Anda mungkin lebih beruntung meningkatkan posisi bisnis Anda. 

Pesaing Anda menggunakan promo Buy 1 Get 1 Free pada saat ia buka terlebih dahulu. Anda yang telah terlambat janganlah menggunakan strategi yang sama, gunakanlah strategi lain seperti cashback, gratis ongkir, dan sebagainya

  1. Gunakan developers

Developers (Pengembang) saat ini adalah pembuat sukses, mereka adalah orang-orang yang menerjemahkan materi digital mentah bisnis ke dalam aplikasi dan layanan yang menghasilkan nilai. Dengan adanya developers, konsumen Anda akan dipermudah dalam berbelanja menggunakan aplikasi atau Application Programming Interface (API). Developers sering kali menggabungkan beberapa API untuk membuat aplikasi baru. Aplikasi ini kemudian digunakan oleh konsumen dalam ekosistem yang berbeda, kemudian menghasilkan permintaan.

Misalnya Google Maps beroperasi dalam banyak ekosistem developers, bertindak sebagai supplier yang API-nya digunakan oleh developer tersebut untuk membuat produk digital. Produk tersebut kemudian diterjemahkan menjadi permintaan saat konsumen menggunakannya dalam ekosistem terpisah seperti iOS dan Android.

Jadi, jika Anda ingin mendapatkan keuntungan dari ekosistem bisnis yang ada, jangan terlambat ke terjun ke market, dan jika terlambat, jangan meniru pesaing Anda. Sebaliknya, gunakan strategi alternatif untuk meningkatkan partisipasi ekosistem bisnis dan melibatkan developers. Tidak ada jaminan di market ke depannya, tetapi jika Anda mengikuti aturan ini, peluang Anda dapat meningkat secara signifikan.

Kuncinya adalah memanfaatkan software untuk menciptakan hubungan baru antara pemasok dan konsumen, tidak berarti harus menjadi platform raksasa berikutnya seperti Alibaba atau Ebay. Menjadi platform raksasa tentu saja merupakan salah satu jalan (mahal dan sulit) menuju keberhasilan dalam suatu ekosistem, tetapi perlu diingat, perusahaan juga dapat berhasil (seringkali lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah) dengan menghubungkan aplikasi atau Application Programming Interface (API) mereka ke ekosistem yang sudah ada.

Selain tiga aturan di atas, Anda juga bisa memanfaatkan layanan yang diberikan oleh Omnichannel messaging platform, Omnichannel adalah pendekatan terintegrasi untuk proses yang berpusat pada pelanggan di mana beberapa channel digabungkan menjadi satu sistem manajemen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan pengalaman customer. Dapat dikatakan bahwa omnichannel adalah social messaging solution

Dengan adanya Omnichannel, pemilik usaha dapat mempermudah komunikasi dengan pelanggannya. Hal ini bisa terjadi karena semua channel komunikasi yang ada seperti WhatsApp, Telegram, Facebook Messenger, Twitter DM, LINE, Email, dan lainnya digabungkan menjadi satu inbox. Anda tidak perlu lagi mengakses platform tersebut satu per satu.

Kemudahan ini dapat Anda akses melalui OneTalk by TapTalk.io. Tidak hanya kemudahan dalam berkomunikasi, Anda bisa mengidentifikasi perilaku customer dengan “Case Detail”. Anda bisa mengetahui lebih dalam tentang customer Anda, seperti mengetahui berapa lama mereka menunggu balasan, history produk yang pernah mereka beli, channel yang mereka gunakan, dan lainnya. Hal ini bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis kita menjadi lebih baik sesuai dengan pengalaman Anda dengan pelanggan.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x