pt tap talk teknologi blog
Mengungkap Rahasia Marketing Generasi Z: Strategi untuk Era Digital

Mengungkap Rahasia Marketing Generasi Z: Strategi untuk Era Digital

By Jessica Jacob
25 / 01 / 2024

Di tengah pesatnya evolusi dunia digital, dinamika pemasaran terus berubah, mengharuskan para pemasar untuk terus menyesuaikan strategi mereka. Salah satu perubahan terbesar dalam dekade terakhir ini adalah munculnya Generasi Z sebagai kekuatan ekonomi baru. Lahir antara pertengahan hingga akhir 1990-an hingga awal 2010-an, Generasi Z kini tidak hanya membentuk tren konsumsi, tapi juga merevolusi cara brand berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen.

Generasi ini, yang besar di era internet, social media, dan teknologi mobile, memiliki karakteristik unik yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya. Mereka lebih cenderung mencari keaslian, transparansi, dan personalisasi dalam merek yang mereka dukung. Dengan kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu sosial dan lingkungan serta kecenderungan untuk mengutamakan nilai dan tujuan daripada sekadar produk. Generasi Z mengajak kita memasuki era baru dalam pemasaran, era di mana konten digital, keberlanjutan, dan interaksi menjadi kunci.

Artikel ini bertujuan untuk menyelami lebih dalam karakteristik Generasi Z dan bagaimana strategi pemasaran dapat disesuaikan untuk menarik, melibatkan, dan mempertahankan kelompok demografis yang unik dan berpengaruh ini. Dari memahami nilai-nilai yang mereka pegang hingga mengadaptasi teknologi terkini, kita akan menjelajahi berbagai aspek penting dalam merancang strategi marketing Generasi Z yang resonan dan efektif.

Mengungkap Rahasia Marketing Generasi Z: Strategi untuk Era Digital

Key Takeaways:

  • Generasi Z, sering disebut sebagai "The Gen Z", merujuk pada kelompok demografis yang lahir setelah Generasi Milenial.
  • Strategi pemasaran yang berhasil untuk Generasi Z seringkali memerlukan pendekatan yang inovatif, otentik, dan sangat terintegrasi dengan teknologi dan tren digital terkini.
  • Karena preferensi Generasi Z sangat beragam dan tidak bisa didefinisikan hanya dengan satu set karakteristik, maka penting untuk terus melakukan penelitian dan menyusun strategi berdasarkan perilaku target pasar Anda.

Siapa yang Dimaksud Generasi Z?

Generasi Z, yang juga dikenal sebagai "Gen Z", merupakan kelompok demografis yang mengikuti Generasi Milenial. Walaupun batasan tahun kelahiran untuk Generasi Z bervariasi menurut berbagai sumber, mereka biasanya diidentifikasi sebagai orang-orang yang lahir dari pertengahan hingga akhir tahun 1997-an hingga awal tahun 2010-an. Pada tahun 2024, mereka ini berusia kira-kira antara 10 hingga 26 tahun.

Ciri khas utama dari Generasi Z adalah pengalaman masa kecil dan remaja mereka yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan internet. Mereka adalah generasi pertama yang benar-benar tumbuh dalam era digital sepenuhnya, menjadikan mereka sangat akrab dengan dunia online, media sosial, dan berbagai bentuk komunikasi digital. Sebagai digital natives, mereka cenderung memiliki keterampilan teknologi yang intuitif dan mampu menyesuaikan diri dengan cepat dengan perubahan dalam teknologi dan media.

Dari segi nilai dan sikap, Generasi Z sering dianggap lebih progresif daripada generasi sebelumnya. Mereka cenderung memiliki pandangan yang lebih inklusif dan beragam, terutama dalam hal sosial, politik, dan lingkungan. Kesadaran lingkungan, keberlanjutan, gender equality and tolerance, dan hak asasi manusia adalah beberapa isu yang mereka anggap penting.

Secara ekonomi, Generasi Z memasuki pasar tenaga kerja dalam lingkungan global yang berubah-ubah, sering kali menghadapi tantangan seperti ketidakstabilan ekonomi dan kompetisi kerja yang tinggi. Hal ini membentuk perspektif mereka yang kompetitif terhadap pekerjaan, keuangan, dan aspek konsumsi.

Dalam hal pendidikan dan pembelajaran, mereka cenderung memiliki akses ke sumber belajar yang luas melalui internet. Hal ini membuka peluang bagi pendidikan yang untuk menjadi lebih fleksibel dan beragam, meskipun juga menghadirkan tantangan seperti overload informasi dan kesulitan dalam menentukan sumber yang kredibel.

Secara sosial, Generasi Z sangat terkoneksi melalui media sosial dan platform online, tetapi ini juga menimbulkan masalah seperti kesehatan mental dan kesepian digital. Mereka sering harus menavigasi kompleksitas interaksi sosial baik secara online maupun offline, yang membentuk cara mereka berinteraksi dan membangun hubungan.

Karakter-Karakter Marketing Generasi Z

Pemasaran kepada Generasi Z memerlukan pendekatan yang berbeda dengan generasi sebelumnya, karena karakteristik unik dan perilaku konsumsi mereka.

Berikut adalah beberapa karakteristik kunci yang perlu diperhatikan untuk menjangkau Gen Z dalam konteks pemasaran:

1. Digital Natives

Generasi Z adalah 'digital natives', yang artinya mereka tumbuh dalam lingkungan yang sudah dibanjiri teknologi digital dan media sosial. Oleh karena itu, strategi pemasaran harus sangat terfokus pada kanal digital. Ini meliputi penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat, di mana merek dapat berinteraksi langsung dengan audiens muda melalui konten yang kreatif dan menarik. Pemasaran influencer juga penting, dengan memanfaatkan individu yang memiliki pengaruh kuat di kalangan remaja dan dewasa muda.

2. Mengedepankan Autentisitas dan Transparansi

Generasi Z memiliki kecenderungan mencari keaslian dan keterbukaan dalam merek yang mereka dukung. Merek perlu untuk jujur dan transparan dalam komunikasi mereka, termasuk mengakui kesalahan dan berkomitmen untuk perbaikan. Kampanye yang menampilkan cerita nyata, testimoni pelanggan, dan di belakang layar operasi merek cenderung lebih menarik bagi Gen Z.

3. Pentingnya Isu Sosial dan Lingkungan

Merek yang menunjukkan dedikasi nyata pada isu-isu seperti keberlanjutan lingkungan, kesetaraan, dan keadilan sosial akan menemukan gema yang kuat di hati Generasi Z. Kampanye yang mengangkat isu-isu ini, atau prakarsa yang mendukung perubahan sosial, akan menarik perhatian mereka.

4. Kesukaan akan Personalisasi

Generasi Z menghargai pengalaman yang dipersonalisasi dan produk atau layanan yang dapat disesuaikan. Mereka mencari merek yang mengakui dan merayakan individualitas mereka. Merek yang dapat menawarkan produk yang dapat disesuaikan atau pengalaman belanja yang dipersonalisasi akan lebih menarik bagi mereka.

5. Konten Visual dan Video yang Menarik

Generasi Z cenderung lebih tertarik pada konten visual dan video, terutama di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Merek yang dapat menciptakan konten menarik dan mudah dibagikan di platform ini seringkali lebih sukses dalam menarik perhatian Gen Z.

6. Pendekatan yang Berorientasi Mobile

Mengingat Generasi Z menggunakan smartphone sebagai perangkat utama mereka, penting untuk mengoptimalkan semua aspek pemasaran untuk pengalaman mobile yang mulus. Ini termasuk desain situs web yang responsif, konten yang mudah dinavigasi di perangkat seluler, dan proses pembayaran yang lancar.

7. Komunikasi Dua Arah

Mereka menghargai merek yang mendengarkan dan berinteraksi dengan mereka. Pemasaran yang memungkinkan partisipasi, feedback, dan interaksi sosial cenderung lebih resonan.

8. Pentingnya Ulasan dan Rekomendasi

Generasi Z sering mengandalkan ulasan online dan rekomendasi dari teman atau influencer dalam pengambilan keputusan pembelian mereka. Merek yang memiliki reputasi baik di kalangan peer dan influencer memiliki keuntungan.

9. Penghindaran Terhadap Iklan Tradisional

Mereka cenderung menghindari iklan tradisional dan lebih suka konten yang terasa otentik dan kurang seperti iklan langsung.

10. Kecepatan dan Kemudahan

Generasi Z menghargai kecepatan, kemudahan, dan efisiensi dalam segala hal, termasuk dalam berbelanja. Merek yang dapat menyediakan pengalaman yang lancar dan efisien seringkali lebih dihargai.

Baca juga: Pahami Keuntungan, Tipe, dan Model Perilaku Konsumen

Strategi Pemasaran bagi Gen Z yang Tepat

Untuk merancang strategi pemasaran yang efektif untuk Generasi Z, penting untuk memahami karakteristik unik dan preferensi mereka.

Berikut adalah beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Fokus pada Pemasaran Digital dan Media Sosial

Mengingat Generasi Z adalah digital natives, penting untuk memfokuskan upaya pemasaran di platform digital, terutama media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat. Konten harus menarik, relevan, dan mudah dibagikan.

2. Mengutamakan Autentisitas dan Transparansi

Merek harus menunjukkan keaslian dan transparansi dalam komunikasi mereka. Generasi Z menghargai merek yang jujur, tidak dibuat-buat, dan bertanggung jawab sosial.

3. Mendukung Isu Sosial dan Lingkungan

Terlibat dalam isu-isu sosial dan lingkungan yang penting bagi GenZ. Merek yang menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial seringkali lebih disukai.

4. Menggunakan Influencer dan Kreator Konten

Kerjasama dengan influencer dan kreator konten yang memiliki pengaruh kuat di kalangan Generasi Z bisa sangat efektif. Pemilihan influencer harus selaras dengan nilai merek dan resonan dengan audiens target.

5. Konten yang Menarik dan Berkualitas Tinggi

Fokus pada pembuatan konten yang visual, kreatif, dan berkualitas tinggi. Video, terutama format pendek seperti yang populer di TikTok, seringkali lebih menarik perhatian Generasi Z.

6. Personalisasi dan Pengalaman yang Disesuaikan

Gunakan data untuk menciptakan pengalaman belanja yang dipersonalisasi dan relevan. Generasi Z cenderung menghargai pengalaman yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat mereka.

7. Interaksi dan Partisipasi

Ciptakan kampanye yang memungkinkan interaksi dan partisipasi dari Gen Z. Ini bisa berupa tantangan media sosial, polling, atau konten user generated.

8. Pendekatan Mobile First

Karena Generasi Z banyak menggunakan smartphone, penting untuk memiliki pendekatan mobile first, baik dalam desain situs web, konten, maupun iklan.

9. Kepatuhan terhadap Kecepatan dan Kemudahan

Tawarkan proses pembelian yang cepat dan mudah. Ini termasuk navigasi situs web yang intuitif, proses checkout yang sederhana, dan respons cepat terhadap pertanyaan atau masalah pelanggan.

10. Pemanfaatan Teknologi Terbaru

Terapkan teknologi terbaru seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), atau chatbots untuk menciptakan pengalaman yang menarik dan interaktif.

Contoh-contoh Kampanye Marketing yang Efektif dengan Target Generasi Z

Beberapa perusahaan di Indonesia telah merancang kampanye pemasaran yang efektif dengan menargetkan Generasi Z, memanfaatkan keunikan dan kebiasaan generasi ini.

Berikut adalah beberapa contoh kampanye tersebut:

1. Gojek: "GojekinAja"

Gojek meluncurkan kampanye #GojekinAja, yang menargetkan pengguna muda dengan menonjolkan berbagai layanan mereka, seperti GoRide, GoCar, GoFood, dan lainnya, sebagai solusi praktis untuk kegiatan sehari-hari.

Mengapa Efektif? Kampanye ini menarik bagi Generasi Z karena menekankan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi, nilai-nilai yang sangat dihargai oleh generasi ini. Selain itu, penggunaan media sosial dan influencer dalam kampanye ini meningkatkan daya tariknya bagi Gen Z.

2. Tokopedia: "Tokopedia #MulaiAjaDulu"

Tokopedia menggunakan tagar #MulaiAjaDulu untuk mendorong para pemuda Indonesia, khususnya Generasi Z, untuk memulai berwirausaha dengan memanfaatkan platform mereka.

Mengapa Efektif? Kampanye ini menginspirasi Gen Z untuk mengambil tindakan dan mengejar impian mereka. Ini beresonansi dengan semangat kewirausahaan dan kemandirian yang dimiliki oleh banyak anggota Gen Z.

3. Shopee: Kampanye dengan Brand Ambassador Muda

Shopee Indonesia sering menggunakan brand ambassador muda yang populer di kalangan Gen Z, seperti grup idol K-Pop BLACKPINK, untuk menarik audiens muda.

Mengapa Efektif? Penggunaan tokoh populer yang memiliki pengaruh kuat di kalangan remaja dan pemuda menunjukkan pemahaman Shopee akan kekuatan influencer marketing dalam menarik Generasi Z.

4. Wardah: "Beauty is You"

Wardah Cosmetics mengusung kampanye "Beauty is You" yang menekankan pada keindahan alami dan keberagaman.

Mengapa Efektif? Kampanye ini menarik bagi Gen Z yang menghargai keaslian, inklusivitas, dan pemberdayaan perempuan, serta menunjukkan kesadaran merek terhadap isu-isu sosial yang penting bagi generasi ini.

5. Bukalapak: "Karena Kita Indonesia"

Bukalapak menggunakan kampanye "Karena Kita Indonesia" yang menekankan pada dukungan terhadap UMKM lokal.

Mengapa Efektif? Kampanye ini beresonansi dengan keinginan Gen Z untuk mendukung bisnis lokal dan keberlanjutan, serta menunjukkan dukungan terhadap ekonomi lokal.

6. DANA: "Dompet Digital Indonesia"

DANA menghadirkan dirinya sebagai dompet digital yang modern dan mudah digunakan, menargetkan pengguna muda yang mengutamakan kemudahan transaksi digital.

Mengapa Efektif? Dengan fokus pada inovasi dan kemudahan penggunaan, DANA menarik Gen Z yang nyaman dengan teknologi dan menghargai pengalaman pengguna yang mulus.

Baca juga: 5 Cara Pikat Gen Z sebagai Pelanggan Anda

TapTalk.io: Tarik Target Pasar Generasi Z Anda dengan Solusi Chat Terdepan di Era Digital

TapTalk.io: Tarik Target Pasar Generasi Z Anda dengan Solusi Chat Terdepan di Era Digital

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi telah mengantarkan kita pada teknologi yang dinamakan omnichannel chat yang merupakan suatu sistem yang mengkolaborasikan berbagai jenis saluran komunikasi dalam satu platform. Hingga saat ini, solusi chat omnichannel menjadi pilihan yang paling dicari dan sering digunakan oleh berbagai perusahaan, mulai dari startup hingga perusahaan besar.

Karena itu, Anda sebagai pengusaha yang memiliki visi yang maju, tentunya tidak boleh asal memilih penyedia layanan omnichannel chat, Anda harus memiliki standar dan preferensi yang tinggi. Untuk itu, TapTalk.io hadir bersama salah satu produknya, OneTalk yang berkomitmen untuk menyediakan layanan solusi chat terbaik. Sebagai buktinya, OneTalk by TapTalk.io telah menjadi langganan dari berbagai perusahaan besar BUMN maupun swasta, seperti JNE, KOMINFO, HM Sampoerna, Pertamina, dan masih banyak lagi.

OneTalk by TapTalk.io berhasil mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan perusahaan-perusahaan besar tersebut karena telah terintegrasi dengan banyak platform media sosial mainstream seperti WhatsApp, Facebook, Telegram, Google, dll. Juga dalam layanannya,  OneTalk telah menggunakan teknologi AI ChatGPT dan chatbot yang berfungsi untuk otomatisasi dan peningkatan efektifitas chat.

Tak berhenti disitu, OneTalk by TapTalk.io telah bermitra dengan WhatsApp Business API. Dengan kata lain, ketika Anda menggunakan OneTalk, Anda juga bisa mendapatkan verifikasi centang hijau di profil WhatsApp Bisnis Anda yang bisa meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata para customer.

Tidak ada lagi yang perlu diragukan! Segera Gunakan OneTalk by TapTalk.io sebagai alat dan mitra bisnis untuk menarik target pasar dari seluruh generasi! Klik di sini!

Trial Akun Demo TapTalk
Jessica Jacob
Jessica Jacob memiliki lebih dari empat tahun pengalaman dalam pengembangan strategis di sektor teknologi, dengan latar belakang kuat dalam penjualan korporat dan manajemen proyek. Di TapTalk.io, dia berfokus pada inovasi dan pertumbuhan bisnis, membangun kemitraan strategis lintas industri. Sebelumnya, Jessica berperan aktif dalam mengembangkan kemitraan kanal baru dan memimpin tim lintas fungsi yang berhasil meningkatkan penjualan tahunan sebesar 45%.
linkedin penulisemail penulis

Related Posts

By Jessica Jacob

11 / 11 / 2022

Entah itu merumuskan strategi pasar atau mengevaluasi kembali bisnis yang sudah ada, melakukan analisis pasar atau market analysis adalah inti dari kesuksesan bisnis di masa depan.  Dalam blog, ini kita akan membahas apa itu market analysis, perbedaannya dengan market research, seberapa penting market analysis, dan metode market analysis.  Pada akhirnya, Anda akan dapat menilai ukuran […]

Read More

By Jessica Jacob

20 / 10 / 2022

Sebelum membahas mengenai pesan Auto Text WhatsApp, tahukah Anda, 90% konsumen global mengatakan bahwa mereka akan belanja lebih banyak dengan perusahaan yang mempersonalisasi layanan yang mereka tawarkan.  Ditambah lagi dengan efek samping pasca pandemi, banyak brand kini beralih ke WhatsApp dan platform perpesanan serupa untuk berinteraksi dengan pelanggan dengan cara yang efektif. Brand menggunakan WhatsApp […]

Read More

By Jessica Jacob

03 / 08 / 2023

Dalam dunia bisnis, mengelola persediaan yang efisien adalah salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Terlalu banyak persediaan dapat menyebabkan biaya penyimpanan yang tinggi, sementara terlalu sedikit persediaan dapat menyebabkan kekurangan stok dan potensi kehilangan pelanggan.  Manajemen persediaan merupakan salah satu aspek penting dalam operasional bisnis. Persediaan yang tidak tepat dapat menyebabkan biaya yang tidak perlu, […]

Read More
1 2 3 99
TapTalk
PowerTalk
OneTalk
SendTalk
whatsappfacebooktwitterinstagramlinkedin

Reach us by phone at (021) 27939266

Business Park Kebon Jeruk blok C2-3, Jl. Meruya Ilir Raya no.88, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 11620

© 2020 - 2023 TapTalk.io (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer