5 Tips Ampuh Hindari Cyber Crime Penipuan OTP

penipuan otp

Pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah OTP. Di era digital ini, OTP digunakan untuk cukup banyak transaksi dan berfungsi sebagai keamanan tambahan. OTP atau One Time Password adalah tindakan keamanan tambahan yang melibatkan proses otentikasi dua langkah (two step authentication) untuk transaksi online Anda. OTP yang aktif dalam batas waktu tertentu ini telah menjadi pilihan yang sangat populer untuk banyak transaksi keuangan.

Karena popularitas yang semakin meningkat, OTP juga mengalami peningkatan ancaman dari para pelaku kejahatan siber yang mencoba mencuri OTP Anda untuk membahayakan akun Anda atau melakukan transaksi keuangan yang tidak sah.

penipuan otp

Ada beberapa skenario yang memungkinkan kejahatan dunia maya OTP terjadi:

1. Ponsel Anda terinfeksi oleh malware.

Malware kemudian dapat membaca pesan Anda yang berisi OTP dan membahayakan akun Anda.

2. Anda ditipu untuk mengungkapkan OTP kepada penipu melalui panggilan/sms/email.

Penipu akan mencoba memikat Anda dengan membuat janji palsu untuk membantu transaksi atau memberikan layanan yang lebih baik dan jika upaya mereka berhasil, menipu Anda untuk menyelesaikan transaksi yang tidak sah atau bahkan menyebabkan pencurian identitas.

3. SIM SWAP

Karena kode OTP berkaitan dengan nomor telepon, metode penipuan SIM Swap marak terjadi.

SIM Swap merupakan salah satu modus penipuan siber yang terjadi dengan cara pelaku mengambil alih nomor ponsel (kartu SIM) seseorang. Ketika nomor telah diambil alih, pelaku dapat dengan mudah mengganti SIM card aktif yang terdaftar di akun perbankan, sehingga mereka memiliki akses untuk melakukan berbagai hal kepada akun perbankan Anda.

Ketika berbagai modus penipuan semakin berkembang dan beragam, Anda harus mampu mencegah dan menghindari penipuan OTP. Berikut adalah tips ampuh hindari penipuan OTP:

1. Jangan Pernah Membagikan Kode/Pin OTP Kepada Siapapun

Jangan pernah membagikan kode OTP yang Anda terima di ponsel Anda kepada siapapun, baik orang yang dikenal, maupun yang tidak dikenal. Perusahaan tidak akan pernah meminta kode OTP Anda. Jadi, jika ada yang mengaku sebagai perwakilan dari perusahaan, maka itu adalah modus penipuan.

2. Menggunakan Fitur Two Factor Authentication (2FA)

Mengaktifkan autentikasi dua faktor atau keamanan dua langkah dalam aplikasi, terutama yang melakukan transaksi keuangan. Pengguna diharapkan menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun.

3. Jangan Memberikan Data Pribadi

Pengguna diharapkan tidak mudah mempercayai permintaan data yang mengatasnamakan bank atau penyedia layanan. Jika Anda menerima email dengan nama perusahaan, pastikan alamat email tersebut tidak menggunakan kode-kode yang aneh.

4. Waspada pesan yang berisi link/tautan

Berhati-hatilah saat menggunakan tautan yang disematkan dalam SMS atau tautan pendek (bitly) jika Anda tidak yakin tentang sumber pesan atau pengirimnya. Mengklik tautan ini dapat merusak dan membahayakan ponsel dan OTP Anda tanpa Anda sadari.

5. Waspada Call Forwarding/Penerusan Panggilan

Penerusan panggilan/SMS biasanya menggunakan kode *21* untuk mengalihkan semua pesan atau panggilan ke nomor tujuan. Jangan cepat percaya jika seseorang meminta pengguna untuk melakukan hal seperti ini

Solusi Lain

Melihat betapa rentannya pesan teks sebagai platform otentikasi OTP, pemilik bisnis sudah mulai mempertimbangkan untuk beralih dari SMS OTP ke WhatsApp OTP  yang lebih terjangkau dan aman. Banyak ahli mengakui bahwa pengiriman kode OTP melalui WhatsApp lebih aman daripada menggunakan OTP berbasis SMS karena adanya tambahan lapisan keamanan terenkripsi. 

SendTalk by TapTalk.io merupakan penyedia OTP WhatsApp dari Indonesia yang menawarkan pengiriman pesan yang lebih konsisten dan aman. Anda bisa mendapatkan durasi pengiriman obrolan yang lebih cepat melalui WhatsApp karena tidak akan ada lagi kendala karena layanan dari penyedia.

Ingin tahu lebih banyak tentang SendTalk? Anda bisa klik di sini.