pt tap talk teknologi blog

In this digital era, the evolution of the communication industry has urged people to change their ways of connecting. Especially with support for after-sales service, businesses are evolving for better communication platform or channels and deliver more effective service. Even for customers, they are changing the way they choose service providers.

Because of the receptiveness of communication in this era, businesses need to change their dynamics and be more vigilant of customer preferences to stay on top of their business.

Why You Should Invest On Communication Platform

So, why should you consider investing in a communication platform?

1. Effective

A study in 2014 found that senior executives waste about two days a week attending useless meetings. It costs millions of dollars each year, but the company still chooses to ignore the impact on its annual revenue.

Retailers who use SMS campaigns to reach customers may not be as effective as the process they want. SMS marketing is cost-effective but can be time-consuming if done manually. Investing in a communication platform that uses automated scripts can cut your time in half. The manual labor and effort required for traditional text marketing is gone.

2. Internal Communication Tools

With an effective communication platform, your team has all the resources it needs to exchange information between colleagues. The built-in communication platform makes it easier to send emails or provide status updates. The Internet will continue to grow and expand in scope. It is the ultimate platform for disseminating information, and a communication platform that harnesses this power can help your business achieve the success it desires.

3. Attractive

Although budgets for marketing efforts have increased over the years, the results they get are not as good as what businesses expect. Retail sales are declining worldwide, and the biggest sign is that traditional communication channels are not working.

To attract customers, businesses need to come up with creative marketing ideas, which can only be achieved by investing in an effective communication platform. By offering services like discount coupons and loyalty rewards, you can attract potential customers and retain existing ones. Maintaining customer interest gives you a competitive edge in your industry.

4. Precise Targeting

Traditional marketing media are a great way to reach a wide audience, but their effectiveness is limited. Traditional media is useless to target audiences. A variety of digital tools are available so you can focus on your target audience and easily see the results generated by this targeted approach. You can benefit from a communication platform by analyzing various factors such as geographic location, demographics, interests, and more.

5. Creative

Do you have the most ambitious marketing ideas? You don’t need to worry about anything! With the help of a competent communication platform, you can make your business dream into a reality. There are no established rules to follow, so you can now develop your creative ideas and see them implemented. Strengthen your brand identity, make it more memorable for your audience, and benefit from it for years to come.

6. Result-oriented

With today's advanced technology and effective communication platforms, it's not difficult at all to track your marketing efforts. Now that the process is automated, monitoring your strategy is actually very easy. You can track messages in real-time and know their status. All of this information is at your fingertips so you can make better decisions and accurately predict the future.

7. Interesting

In this modern age, customers prefer two-way business. This freedom is provided by a capable communication platform that enables businesses to build stronger relationships with their customers. The advent of platforms like social media has given customers a voice. Now they can express their likes and dislikes and give honest opinions about their business.

Why is customer feedback important?

Because customers are the most objective critics a business can have, it's important to listen to them. Now they have a voice that businesses can use to their advantage. This voice that we’re talking about can make your businesses go up, or go down. When you use these voices right, your business can thrive more than you expected it would be.

But how?

You can start with an omnichannel messaging platform, or you can also consider investing in in-app messaging for your business. This principle of reaching customers wherever they are will definitely be a turning point for your business. OneTalk by TapTalk.io has proven that an omnichannel messaging platform is a great way to connect with your customers. Furthermore, by advancing in-app messaging such as PowerTalk, you can be proactive in reaching your customer. Having an effective communication platform connected to your business website is always best.

Need some help with that? Speak to our agent about the communication services that we offer. Click here to chat with us.

Also read: 6 Live Chat Metrics for Efficient Business Growth

Perusahaan asuransi membantu nasabahnya mengurangi risiko dan memberikan rasa aman. Tidak seperti di e-commerce dan real estate, asuransi bukanlah jenis industri yang mengedepankan visual atau tampilan terbaik untuk memenangkan hati pelanggan.

Anda belum tentu memenangkan pelanggan dengan memiliki situs web tercantik. Atau bahkan brand ambassador paling terkenal. Meskipun kedua faktor tersebut mungkin juga memiliki peran.

Dalam asuransi, Anda akan unggul dengan memberikan pengalaman pelanggan yang sangat baik, memberikan layanan yang cepat, juga dengan memberikan premi murah. 

Pentingnya Pakai WhatsApp Business API dalam Industri Asuransi

Itu sebabnya, komunikasi merupakan hal yang penting bagi industri ini. Penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi untuk industri asuransi dengan cepat menjadi pilihan yang paling efektif. 

Dalam blog ini, kita akan membahas tantangan utama yang dihadapi industri asuransi, manfaat menggunakan solusi WhatsApp Business, dan menyediakan template pesan untuk membantu meningkatkan komunikasi.

Tantangan Terbesar Industri Asuransi 

Pertama-tama, mari kita lihat beberapa tantangan yang dihadapi industri saat ini.

  1. Ada ekspektasi yang tinggi dari pemegang polis. Dari komunikasi hingga metode pembayaran, konsumen saat ini lebih menekankan pada kebutuhan akan fleksibilitas dan kemudahan.
  2. Pemegang polis tidak memiliki penjelasan yang jelas tentang prosedur klaim. Rasanya sudah sangat umum bagi pemegang polis merasa bingung dan kewalahan saat ingin mengajukan klaim asuransi. Sebagian besar bingung dengan prosedurnya, termasuk dokumen apa saja yang diperlukan. Setelah pengajuan, jarang ada komunikasi dari pihak asuransi untuk memberi tahu apakah klaim  mereka telah diterima. 
  3. Pekerja asuransi tidak memiliki keterampilan pemasaran dan komunikasi digital. Menurut sebuah laporan oleh PwC, praktik perekrutan perusahaan asuransi tidak berubah dalam 20 tahun. Fokus pada agent dengan keterampilan tatap muka yang baik tidak lagi cukup. Untuk beradaptasi dengan era digital, agent juga harus mampu bekerja dengan perangkat teknologi dan komunikasi terkini.

Semua tantangan ini adalah mengapa sudah saatnya bagi perusahaan asuransi untuk mempertimbangkan merampingkan dan meningkatkan layanan mereka – dimulai dengan komunikasi.

Manfaat Menggunakan WhatsApp API untuk Industri Asuransi

Mau itu penggunaan fitur chat bot atau hanya opsi komunikasi lewat WhatsApp, hal ini sudah membantu meningkatkan pengalaman pelanggan.

Karena chatbot WhatsApp menawarkan layanan 24 jam, mereka membantu memulai proses bahkan di luar jam kantor.

Fitur ini berguna ketika pemegang polis perlu mengajukan klaim. Dari perspektif perusahaan, hal ini juga mempercepat pemrosesan dan layanan informasi karena pengguna tidak perlu menunggu sampai agent online untuk mendapatkan bantuan.

Ada 3 cara populer yang dapat dilakukan oleh perusahaan asuransi dengan menggunakan WhatsApp Business API.

1. Mengajukan Klaim (On-the-Move) dengan Aman 

Kemungkinan untuk mengirim file multimedia melalui WhatsApp Business mungkin adalah salah satu fitur terbaik dari alat ini. Saat mengajukan klaim, pemegang polis dapat mengirim semuanya mulai dari foto dan video hingga file, pesan audio, dan bahkan lokasi mereka – semuanya melalui WhatsApp.

Mereka juga tidak perlu khawatir tentang peretas atau informasi mereka dicuri berkat enkripsi pesan WhatsApp.

Plus, WhatsApp juga baru-baru ini meluncurkan fitur pesan "disappearing messages" yang hanya dapat dilihat sekali.

2. Otomatiskan Pemrosesan Informasi

Perusahaan asuransi dapat menggunakan chatbot WhatsApp untuk mengotomatiskan pengumpulan informasi pengguna (nama, usia, jenis asuransi yang dibutuhkan, pendapatan, anggaran, info kontak, dll) untuk membantu mengevaluasi kebijakan apa yang tersedia.

Hal ini dapat dilakukan untuk memperlancar proses. Karena semua ini otomatis, waktu dan energi dapat digunakan dengan lebih efektif.  Jadi, ketika agent akhirnya mulai menyelesaikan case tersebut, mereka sudah memiliki gambaran umum tentang profil dan kebutuhan pelanggan.

3. Otomatisasi Kualifikasi Prospek

Bagian ini terkait dengan poin sebelumnya.

Informasi yang dikumpulkan dapat membantu agent Anda memfilter dan memisahkan prospek berkualitas dari prospek yang tidak mungkin menghasilkan penjualan.

Misalnya, jika klien potensial memiliki anggaran yang kurang dari premi terendah yang ditawarkan berbagai polis asuransi Anda, atau masalah lain apa pun yang segera meniadakan peluangnya untuk mendapatkan pertanggungan dari perusahaan Anda, Anda dapat segera menolaknya.

Hal ini juga dapat diatur di WhatsApp Business sehingga daftar kebijakan dapat disajikan kepada klien secara otomatis.

Di sini, Anda dapat mengirim tautan ke halaman tertentu di situs web Anda yang menjelaskan dengan lengkap kebijakan Anda. Atau, Anda juga dapat menawarkan opsi kepada klien untuk menerima file PDF dengan detail kebijakan.

Semua ini dapat diotomatisasi menggunakan solusi WhatsApp Business API, yang dapat memfokuskan agent Anda untuk proses penjualan yang lebih penting seperti closing penjualan.

Baca juga: WhatsApp Beta vs WhatsApp Business API: Mana Pilihan Terbaik untuk Bisnismu?

Cara Memberikan Pengalaman Pelanggan Asuransi yang Lebih Personal Menggunakan WhatsApp Business API

1. Buat penawaran dan pesan asuransi yang dipersonalisasi

Manfaatkan platform data untuk membawa semua data internal dan eksternal Anda di satu tempat untuk memprediksi kebutuhan pelanggan Anda dan memberikan penawaran dan pesan yang dipersonalisasi melalui saluran pilihan mereka.

Dengan ribuan pelanggan di seluruh penjuru negeri, sebuah perusahaan asuransi harus bisa mengintegrasikan WhatsApp Business API untuk melengkapi sistem yang ada. Dengan integrasi ini, penyedia asuransi dapat menangani beberapa alur kerja percakapan di lebih dari 1.000 topik, termasuk:

Perusahaan asuransi dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan dan menghemat uang dengan mengembangkan pendekatan omnichannel dan membangun saluran percakapan mereka sendiri seperti WhatsApp, Messenger, LINE, e-mail, dan banyak lagi.

2. Pesan proaktif otomatis

Perusahaan asuransi dapat memanfaatkan data pelanggan dengan menciptakan alur kerja yang cerdas melalui omnichannel sehingga pemegang polis dapat dikirimi pesan kontekstual pada waktu yang tepat, dan pada saluran yang tepat.

Mengintegrasikan LINE Notification Service dan saluran SMS dengan CRM membantu Asia Insurance 1950 mengotomatiskan tugas dan kampanye pengiriman pesan yang membosankan dan memakan waktu.

Asia Insurance 1950 mampu melakukan transformasi digital dengan mengotomatisasi proses pembaruan polis dari awal hingga akhir.

Hal ini menghasilkan proses pembaruan kebijakan 9x lebih cepat yang menghasilkan pengurangan biaya sebesar 83% dan pengurangan beban kerja sebesar 60%.

3. Manfaatkan AI untuk customer support yang selalu aktif

Dari chatbot hingga yang sistem yang mampu menganalisis sentimen, perusahaan asuransi tidak hanya dapat mengotomatiskan dukungan pelanggan mereka, mereka juga dapat menyediakannya 24 jam di channel pilihan pemegang polis mereka.

OneTalk by TapTalk.io memungkinkan sebuah perusahaan untuk dapat menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pelanggan mereka menggunakan chatbot, tanpa memerlukan kehadiran agent. Hal ini membuat customer support untuk selalu aktif 24 jam untuk pelanggan.

4. Mempercepat pengambilan keputusan dan membantu ketika ada masalah

Selain membangun platform chatbot, menambahkan pusat kontak digital membantu perusahaan asuransi mempersonalisasi dukungan layanan pelanggan mereka untuk memberikan pengalaman yang sangat dipersonalisasi, yang mengarah pada kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dan meningkatkan loyalitas.

Mengintegrasikan pendekatan yang berpusat pada pelanggan untuk menyediakan perjalanan pelanggan yang terhubung dapat membantu perusahaan asuransi membangun hubungan yang lebih kuat dengan pemegang polis. Dan solusi komunikasi omnichannel OneTalk  membantu terhubung dengan pelanggan sepanjang perjalanan pelanggan.

Template Pesan WhatsApp untuk Perusahaan Asuransi

1. Pengingat Check-Out

Teks pengingat check-out berfungsi sangat mirip dengan pengingat keranjang belanja untuk perusahaan e-commerce. Namun, pengingat ini biasanya lebih cenderung digunakan untuk industri travelling dan asuransi hewan peliharaan dibanding asuransi jiwa atau medis.

Pesan ini dapat dikirim ke pengguna yang memulai proses, mungkin berhasil sampai di tahap akhir, tetapi tidak menyelesaikannya dengan check-out.

Template pesan:

Halo [nama], terima kasih telah menggunakan fitur Get Quote [nama perusahaan asuransi].

Kami melihat bahwa Anda telah memeriksa kebijakan [nama kebijakan] kami. [Tuliskan beberapa manfaat/karakteristik dari kebijakan ini]

Jika Anda ingin melanjutkan pembelian polis ini dengan kami, cukup klik tautan ini: [tautan]

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kebijakan atau ingin menjelajahi opsi lain, Anda dapat menjawab di sini secara langsung.

Nama saya [nama agen] dan saya akan dengan senang hati membantu Anda.

2. Kirim Pengingat tentang Kebijakan yang Akan Kadaluarsa

Meskipun polis asuransi biasanya diperbarui secara otomatis, hal ini tidak selalu terjadi.

Dengan menggunakan WhatsApp Business API, Anda dapat memberitahu klien Anda saat polis akan kadaluarsa dan mengingatkan mereka untuk memperbarui tepat waktu untuk menghindari kadaluarsa.

Dalam kasus asuransi perjalanan, misalnya, Anda dapat menghubungi mereka untuk melihat apakah mereka memiliki rencana perjalanan yang akan datang dan mengingatkan mereka bahwa Anda (atau chatbot WhatsApp Anda) ada untuk proses pembelian asuransi yang cepat. Ini sangat relevan di masa COVID karena kebijakan untuk bepergian masih belum seperti dulu.

Template pesan:

Halo [nama], ini [nama agen] dari [nama perusahaan asuransi]. 

Polis [nama kebijakan] Anda akan kadaluarsa pada [tanggal kedaluwarsa]. Jika Anda ingin memperbaruinya, cukup klik tautan ini dan ikuti petunjuknya: [tautan]

Jika Anda ingin meningkatkan kebijakan Anda, ingin menjelajahi opsi kebijakan lainnya, atau memiliki pertanyaan sama sekali, jangan ragu untuk memberi tahu kami dengan menanggapi kami di sini langsung di WhatsApp.

3. Menginformasikan Pengguna tentang Perubahan Kebijakan

Selain kebijakan yang kadaluarsa, Anda juga dapat mengirim pesan untuk memberitahu pengguna tentang perubahan apapun pada kebijakan mereka.

Perhatikan bahwa berita semacam itu sering tidak disukai dan tidak disambut baik oleh pengguna, terutama jika mereka tidak mendukung mereka. Jadi ketika melakukannya, pastikan untuk menjelaskan mengapa perubahan ini dilakukan.

Template pesan:

Halo, [nama]. Ini [nama agen] dari [nama perusahaan asuransi].

[Berikan alasan singkat untuk perubahan kebijakan.]

Karena itu, akan ada perubahan yang dibuat pada kebijakan [nama kebijakan] Anda mulai dari [tanggal].

Jika Anda ingin membaca lebih lanjut tentang perubahan ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap Anda, klik tautan ini:

Jika Anda memiliki pertanyaan setelahnya dan ingin klarifikasi lebih lanjut, silahkan balas di sini dan saya akan dengan senang hati membantu Anda.

Baca juga: Hal yang Harus Dihindari dalam Menggunakan WhatsApp Business API

Dengan segala keuntungan yang dapat Anda tawarkan kepada klien Anda, sudah saatnya Anda ubah cara lama perusahaan asuransi. Gunakan WhatsApp Business API yang ditawarkan oleh OneTalk dan tingkatkan kualitas customer support Anda.

OneTalk akan membantu Anda mengintegrasikan pendekatan yang berpusat pada pelanggan dan menyediakan perjalanan pelanggan yang terhubung agar perusahaan asuransi membangun hubungan yang lebih kuat. Omnichannel messaging solution OneTalk by TapTalk.io dapat membantu Anda mendapatkan hal ini.

Lihat fitur-fitur yang kami tawarkan dan hubungi agent kami di sini.

In today's digital world, a company's brand, products, and business reputation are always at risk and can be viewed by anyone, anywhere, anytime. When people hear a brand name, they often form a lightning-quick association with what the organization has done in the past. The internet is the catalyst for high-speed connections for reputable companies. While giving companies new ways to communicate, it has also created a new place for criticism and negative feedback. The complex interconnections between people, brands, and messages are worth exploring.

A five-step approach to maintaining a good business reputation

Five-Step Approach To Maintain Your Business Reputation

No one wants to see an individual or group publicly decline to engage in business because of their reputation. It's rare, but smaller problems do happen quite often. It is important for leaders to learn common techniques and approaches to avoid these blemishes, such as the following concepts optimized for the internet age.

1. Be available to the general public.

A leader's actions are usually combined with the actions of the company. Being in the spotlight, committed to change, publicly available, and accountable is an important priority in today's highly transparent business era.

Many CEOs don't seem to realize the importance of social media to promote and protect their brand. According to Forbes' Ryan Erskine, a recent survey found that only 40% of Fortune 500 CEOs are active on social media and less than 12% use one or more social media accounts on a regular basis. Erskine explains this is a missed opportunity because CEOs are uniquely positioned to demonstrate the transparency consumers demand today by giving them a reason for making business decisions, giving a glimpse into a company's internal operations, or by sharing their thoughts on industry trends.

2. Project the image consistently.

The public face of modern organizations is based on multiple channels. Getting all the relevant information to form one harmonious picture instead of sending complex mixed messages is essential for any business looking to capitalize on its reputation. 

Leaders can ignore the need to create a target image instead of assuming that everyone agrees on the ideal public face of the business. This approach risks responding to crises with decentralized public statements where individuals or social media channels bring their messages to life.

3. Pay close attention to what works.

Every company is unique, but building a business reputation management strategy based on the efforts of others is a worthwhile exercise. This means using reputation tracking software to determine which companies are considered the most trusted brands in your field, and then using the concepts that work.

Onibalusi points to a suggestion made by YBus CEO Fernando Azevedo. He identified some of the most common characteristics shared by popular companies today. For example, the company really cares about its customers, demonstrates ethics, and cares about quality. Businesses can express these traits through a variety of channels, both traditional and modern, but social media is definitely one of the most direct options. Azevedo in particular shows how JetBlue is now expressing itself online, delighting customers and building a solid reputation. But JetBlue is a tough lesson to learn from having to endure a self-promotion nightmare during a winter storm that left many airlines stranded and the company's founder ousted as CEO.

4. Deeply commit to positive action.

It's relatively easy to say the right things. Businesses may claim to be committed for customer satisfaction, improving the environment, or many other goals, but convincing today's informed audience to believe that these motives require deeper and more consistent work. Environmental Leader Jennifer Hermes said 40% of those surveyed for the 2017 Harris Poll Reputation Index believe companies are committed to responsible policies because they make them look good, not because they really matter.

The culture of doubt among the shopping crowd presents a challenge for businesses that build reputations. Talking about the good and goodwill of the organization is not enough without action to support the effort. Business reputation management is not just a matter of communication. Talking is important, of course, but that's not the end in itself. Effective communication reflects something fundamental about the organization.

5. Be wherever your customer possibly be

Be there for them in every channel they possibly might be. Social media, messenger apps, emails, etc, you name it. Provide communication on all platforms. It seems like a hassle? No need to worry about such things. Use OneTalk by TapTalk.io as an omnichannel messaging solution. Integrate all your communication platforms so your customer can reach you everywhere without you having to switch between tabs. 

Doing this will boost your customer support, and in turn, your brand reputation. This strategy will appease your customer’s need and minimize efforts on your end. 

Also read: Social Media Marketing Predictions For 2022

Learning the way today's companies present themselves, with all of their public relations, marketing, and management practices tied to that knowledge is important to strive in the industry. Individuals who take the time to learn from the examples of today's corporate leaders can discover the conditions that animate the market now and in the future.

Learn more about what OneTalk could do for you to enhance your business, here

Pandemi selama 2 tahun terakhir adalah saat-saat terburuk bagi berbagai sektor ekonomi. Di era yang beralih ke sektor e-commerce dan digital, WhatsApp Business API telah menjadi saluran komunikasi paling populer untuk bisnis.

Selama masa-masa yang tidak terduga ini, komunikasi menjadi sangat krusial untuk bisnis. Di sinilah solusi seperti WhatsApp Business API (WABA) sangat berguna. WhatsApp Business API yang diperkenalkan sejak 2018 ini mengoptimalkan komunikasi secara signifikan. Terintegrasi hanya dengan sistem back-end dan sistem hubungan pelanggan, WABA juga menawarkan komunikasi yang aman dan pribadi, dengan enkripsi end-to-end. 

WhatsApp API untuk Travel, Penerbangan, dan Penginapan

Salah satu sektor yang mendapatkan potensi besar dari WhatsApp Business API ini adalah sektor travel, penerbangan, dan perhotelan. Sektor-sektor ini akan menggunakan WhatsApp Business API dalam dua cara utama: notifikasi pelanggan melalui pesan template dari bisnis ke pelanggan dan layanan pelanggan melalui pesan ketika mereka menghubungi Anda.

Sektor penerbangan dapat menggunakan WABA untuk bertukar media yang beragam, termasuk konfirmasi pemesanan dan boarding pass, sehingga memberikan nyaman bagi wisatawan dan tamu. Jika pelanggan meminta, Anda bahkan dapat mengirimkan brosur atau menu lewat WABA.

Perusahaan travel dan perhotelan beroperasi 24 jam. Otomatisasi WhatsApp Business API berarti Anda dapat menawarkan dukungan 24 jam dengan biaya yang lebih rendah, karena pesan template dan chatbot mengurangi pekerjaan manual oleh agent.

Baca juga: WhatsApp Beta vs WhatsApp Business API: Mana Pilihan Terbaik untuk Bisnismu?

Contoh Penggunaan WhatsApp Business API untuk Sektor Bisnis Travel, Penerbangan, dan Perhotelan

Tempat Pencarian Akomodasi/Aktivitas/Transportasi

WhatsApp Business API dapat berperan dari sebelum perjalanan berlangsung

Ketika internet memungkinkan orang untuk mencari informasi sendiri, merencanakan liburan juga bisa dilakukan secara mandiri tanpa memerlukan bantuan. Dalam hal ini, agen perjalanan yang konvensional kehilangan valuenya untuk pelanggan.

Namun, kemudahan mendapatkan informasi memberikan akses bagi pelanggan untuk memilih opsi terbaik dan paling tepat. Proses pengambilan keputusan menjadi suatu hal yang menegangkan dan meragukan.

Maksudnya, semakin banyak pilihan yang ada untuk pelanggan dan semakin mereka berpindah-pindah aplikasi atau perangkat untuk membuat keputusan, semakin mereka merasa bingung, ragu, dan sulit untuk berkomitmen pada satu keputusan. 

Jadi, di mana letak peran WhatsApp Business API dalam kekacauan ini?

Selama tahap pencarian utama, integrasi WhatsApp memungkinkan pencarian yang sangat cepat dan tepat. Alih-alih kehilangan waktu menavigasi melalui opsi menu atau filter, pelanggan dapat menyuarakan permintaan mereka dengan bot atau agent Anda menggunakan bahasa percakapan alami dan menerima hasil yang mereka cari secara instan.

Dengan cara ini, alih-alih menambah kerumitan, Anda fokus pada poin yang relevan untuk setiap pengguna individu. Selain itu, transisi dari desktop ke seluler atau sebaliknya menjadi lebih mulus secara signifikan.

Misalnya, dengan memungkinkan klien untuk memulai percakapan di web dan mentransfernya ke aplikasi perpesanan favorit mereka, agent dapat merespons saat mereka aktif tanpa kehilangan prospek karena waktu tunggu yang membuat frustasi.

Banyak perusahaan sudah memanfaatkan WhatsApp. Misalnya, SnapTravel, perusahaan rintisan yang berbasis di Toronto di sektor perhotelan adalah salah satu yang pertama di antara perusahaan yang menempatkan percakapan sebagai proposisi nilai inti mereka.

Pengguna dapat memilih penawaran hotel melalui SMS, Facebook Messenger atau WhatsApp setelah berbagi detail seperti kota, tanggal, dan preferensi anggaran dengan chatbot.

Mengirim Notifikasi dan Update

Selain pemberitahuan rutin, perusahaan travel, maskapai penerbangan, dan hotel dapat memberitahu pelanggan tentang perubahan mendesak yang tiba-tiba. Misalnya, maskapai penerbangan dapat memberi tahu semua penumpang tentang pembukaan gerbang keberangkatan, atau perubahan gerbang keberangkatan, atau penerbangan yang dibatalkan atau ditunda. 

Ini mungkin mengirimkan pemberitahuan kepada penumpang yang belum naik bahwa gerbang keberangkatan akan segera ditutup.

Demikian pula, pengelola hotel dapat menggunakan notifikasi WhatsApp untuk memberi tahu tamu tentang sarapan mereka di pagi hari.

Baik maskapai penerbangan, layanan transportasi seperti taksi yang dipesan melalui aplikasi, atau transportasi kota setempat telah memanfaatkan notifikasi WhatsApp untuk pembaruan dan peringatan instan di berbagai belahan dunia. Misalnya, layanan taksi dapat memperbarui penumpangnya tentang ETA perjalanan atau kedatangan perjalanan yang ditentukan. Demikian pula, transportasi dalam kota lokal dapat menginformasikan pelanggan mengenai perubahan jadwal.

Sektor perhotelan dapat meminta pelanggan untuk ikut serta setelah reservasi dibuat untuk memberi tahu tamu mereka dengan konfirmasi pemesanan, pemilihan rencana perjalanan, diskon dan penawaran, atau poin loyalitas.

Notifikasi WhatsApp menunjukkan tingkat pengiriman yang lebih tinggi daripada email. Orang-orang secara rutin lebih memperhatikan layanan perpesanan mereka daripada kotak masuk email mereka.

  1. Informasi/Konfirmasi Pembelian

Sektor tersebut dapat mengirimkan notifikasi pembelian kepada pelanggan. Hal ini dapat berupa informasi mengenai Boarding Pass, pemesanan hotel, informasi hotel, atau bahkan menyertakan lokasi/petunjuk hotel.

  1. Contoh Pesan Update

Update yang dapat membantu pelanggan secara signifikan misalnya adalah: pembatalan atau penundaan penerbangan, pembatalan atau penundaan penerbangan, penjadwalan ulang penerbangan, perubahan gerbang, notifikasi check-in, dan persyaratan paspor/visa.

Layanan Pelanggan/Customer Service

Layanan pelanggan yang baik sangat penting dalam sektor perjalanan dan perhotelan. Mulai dari penanganan komplain, refund, atau konsultasi mengenai transaksi, semua bisa jadi krusial terhadap brand Anda.

Pelanggan mungkin ingin menghubungi Anda untuk menjadwal ulang penerbangan atau perjalanan, menanyakan metode pembayaran atau masalah penagihan, untuk mengubah rencana perjalanan mereka, memeriksa poin hadiah mereka, atau untuk pertanyaan umum. Mereka mungkin ingin membatalkan atau menjadwal ulang perjalanan atau masa inap.

Anda dapat menggunakan WhatsApp Business API untuk menangani pertanyaan yang sering diajukan dengan chatbot – baik chatbot berbasis aturan yang dirancang untuk menawarkan opsi untuk permintaan Anda yang paling umum atau bot pintar AI. 

Sistem apa pun yang Anda pilih, penting untuk menawarkan kemampuan untuk mengobrol dengan agent sebagai opsi. Jadikan pertukaran chatbot dengan agent sebagai bagian dari proses dan pastikan pelanggan dapat beralih ke agent kapanpun mereka menginginkannya. Mereka mungkin tidak menemukan informasi yang mereka cari melalui chatbot, dan beberapa tidak suka mengobrol dengan bot AI karena tidak terasa personal. 

Opsi menu chatbots berbasis aturan bahkan menyarankan kemungkinan memesan layanan kamar atau makanan restoran dengan WhatsApp – kode QR dapat memberi pengunjung nomor WhatsApp, memeriksa nomor kamar atau meja mereka, dan menu fisik dapat menetapkan masing-masing item menu, atau pilihan paling populer dapat dicantumkan oleh chatbot Anda.

Saat pelanggan berinteraksi dengan Anda melalui WhatsApp, Anda dapat mengambil kesempatan untuk melakukan cross-sell dan upsell, dengan menunjukkan opsi yang mungkin tidak mereka pertimbangkan (atau perhatikan).

Contoh:

Pertanyaan:

Resolusi:

Pembuat Rencana Perjalanan

Selain memilih akomodasi, memesan penerbangan, dan mengatur persewaan, orang menghabiskan waktu berjam-jam mencari aktivitas dan pengalaman untuk membuat perjalanan mereka tak terlupakan.

Mulai dari mencari tempat wisata terbaik, aktivitas lokal yang ekstrim, hingga restoran, bar, klub, dan kafe terbaik. Tidak ada orang yang ingin liburan yang direncanakan sejak lama menjadi tidak berkesan.

Sektor travel atau bahkan perhotelan bisa memanfaatkan peluang ini. Misalnya, menanyakan preferensi dasar wisatawan, bot atau agent dapat merekomendasikan (dan bahkan melanjutkan untuk memesan) aktivitas yang disesuaikan, hal yang harus dilakukan, dan tempat makan di tujuan yang dipilih. 

Platform Berbagi Konten

Tidak perlu menjadi perusahaan besar untuk menawarkan nilai ekstra dari pesan, Anda bisa menemukan cara menggunakan WhatsApp untuk mengubah customer engagement dan pengalaman mereka.

Salah satu caranya adalah membagikan konten yang bermanfaat atau menginspirasi melalui WhatsApp, di saat konten tersebut relevan bagi pelanggan Anda.

Kirimkan tips kepada pengguna tentang hal-hal yang harus dilakukan, makanan untuk dicoba, atau bahkan aturan budaya yang harus diperhatikan sebelum dan selama perjalanan mereka. WhatsApp memungkinkan Anda berbagi gambar, gif, lokasi, tautan web, dan video yang memberikan kebebasan bagi kreativitas Anda.

Program Loyalitas Pelanggan

Last but not least, ada penggunaan saluran WhatsApp untuk mendorong program loyalitas Anda.

Hampir sepertiga anggota keluar dari program loyalitas tanpa pernah menukarkan poin atau keuntungan apapun yang mereka peroleh karena mereka tidak tahu berapa banyak yang mereka peroleh.

Integrasi WhatsApp Anda dapat membantu membentuk kembali CX di industri–industri tersebut dengan memberikan informasi yang baik kepada pelanggan yang kembali. Pesan yang merangkum hak istimewa yang diperoleh atau diskon yang diperoleh klien Anda tidak akan membuat mereka melupakan nilai yang dapat mereka peroleh dari bisnis Anda.

Ruang untuk Mengupdate Keluarga dan Kerabat

WhatsApp Business API tidak hanya dapat membuat obrolan grup untuk menghubungkan orang asing, tetapi juga untuk membuat grup WhatsApp pribadi untuk pelanggan Anda. 

Misalnya saja pada bisnis maskapai penerbangan. Setelah membeli tiket penerbangan, Anda dapat membuat grup pribadi untuk pelanggan. Setelah pelanggan mengklik tautan undangan, dia menjadi admin grup dan dapat mengundang keluarga dan teman untuk menerima pembaruan tentang penerbangannya.

Obrolan grup seperti itu adalah sesuatu yang sangat membantu bagi orang tua yang anaknya bepergian sendiri.

Namun, konsep ini hanya relevan dalam beberapa skenario. Bayangkan grup serupa untuk kapal pesiar, perjalanan darat yang diatur oleh agensi, atau perjalanan hiking. Atau liburan terorganisir apapun yang berlangsung dalam periode yang lebih lama dan mencakup lokasi yang berbeda.

Baca juga: Hal yang Harus Dihindari dalam Menggunakan WhatsApp Business API

Gunakan OneTalk untuk Mengaktifkan WhatsApp Business API Anda

Dari beberapa contoh penggunaan WABA di atas, sangat banyak potensi untuk kemajuan bisnis Anda. Anda dapat menawarkan value yang lebih kepada pelanggan dengan memanfaatkan channel komunikasi. Apalagi, jika Anda bisa mengintegrasikan beberapa saluran komunikasi sekaligus.

OneTalk dari TapTalk.io dapat membantu perusahaan travel, penerbangan, dan perhotelan Anda untuk menjadi yang terdepan. Menjadi terobosan di sektor bisnis Anda tentunya dapat menawarkan lebih banyak value kepada pelanggan.

Anda dapat memanfaatkan chatbot, mengirimkan pesan otomatis, menyetel pesan template, membuat pesan balasan di luar jam kerja, dan masih banyak lagi bersama OneTalk. Bahkan, di akhir itu semua, Anda juga bisa melihat performa bisnis dan agent Anda dengan data-data dari fitur Disposition dan Real-Time Agent Activity Tracker.

Hubungi kami di sini, Anda juga bisa meminta demo dan trialnya, lho. Kami akan selalu siap melayani permintaan Anda.

Dulu, hampir semua perusahaan hanya fokus ke pengalaman pelanggan atau customer experience (CX), seperti bagaimana memberikan pelayanan terbaik, cara memuaskan mereka, dan sebagainya. Namun, pengalaman karyawan atau employee experience (EX) juga sama pentingnya di masa ini. Kenapa employee experience juga penting?

Secara sederhana, employee experience adalah seluruh pengalaman seorang pegawai di sebuah perusahaan, seperti interaksi dengan rekan kerja, lingkungan, dan teknologi di tempat kerja.

Pentingnya Employee Experience (EX) dan Cara Meningkatkannya

Kenapa Employee Experience Penting?

Menurut McKinsey, pengalaman karyawan sangat penting bagi perusahaan untuk bisa bersaing secara efektif. Selain itu penelitian IBM-WorkHuman menunjukkan bahwa peningkatan kecil dalam EX dapat menyebabkan peningkatan jutaan dolar dalam pendapatan operasional.

1. Kolaborasi yang Lebih Baik Antar Karyawan

Karyawan yang terlibat bekerja sama dengan lebih baik. Melibatkan semua orang dalam komunikasi yang terbuka bisa mendorong kontribusi satu sama lain. 

Salah satu cara untuk menghubungkan semua pegawai adalah dengan mengirimkan pesan atau informasi penting melalui broadcast secara bersamaan. Ketika mereka semua sudah dalam satu paham yang sama, para pegawai Anda lebih bisa mengandalkan satu sama lain.

2. Peningkatan Kepuasan Pelanggan

IDC (International Data Corporation) mengatakan bahwa pengalaman karyawan yang lebih baik menghasilkan pengalaman pelanggan yang lebih baik, kepuasan pelanggan yang lebih tinggi, dan pendapatan yang lebih tinggi untuk perusahaan mereka.

Jadi, EX yang baik = CX yang baik, begitu juga sebaliknya.

Ketika CX dan EX selaras, perusahaan dapat mengembangkan karyawan yang:

Baca juga: Sikat Tuntas CRM untuk Kembangkan Bisnis Anda

3. Profitabilitas Perusahaan

Hubungan pengalaman karyawan dengan dampak bisnis sangatlah jelas. Berbagai studi dari konsultan, institusi, dan perusahaan terkemuka di industri juga mendukung pernyataan tersebut.

Statistik pengalaman karyawan (EX) dan profitabilitas

Cara Meningkatkan EX dan CX Secara Bersamaan

1. Dengarkan Karyawan Anda 

Pahami karyawan Anda dan dengarkan mereka di semua titik kontak yang memungkinkan. Bahkan survei kepuasan karyawan juga bisa membantu perusahaan Anda menjadi lebih baik.

Feedback yang Anda kumpulkan dan cara Anda ingin menanggapi pegawai Anda harus relevan dengan culture karyawan dan perusahaan. Hal ini juga akan membantu membangun kepercayaan, membawa transparansi, dan memberi Anda wawasan yang penting tentang mereka.

2. Bagikan Feedback Pelanggan dengan Karyawan 

Ada hubungan yang tak terbantahkan antara pengalaman karyawan dan pengalaman pelanggan. Dan, banyak karyawan juga merasa senang bisa membantu pelanggan. 

Namun, ketika pelanggan memberikan pujian, karyawan jarang mendengarnya. Dengan mengizinkan pelanggan memberikan feedback dan membagikannya langsung kepada karyawan, ini dapat meningkatkan kepercayaan diri agent Anda dan memberi mereka semangat dalam pekerjaan mereka. 

3. Menggunakan Customer Experience Management (CXM) yang Tepat

CXM adalah proses pengumpulan informasi yang lebih luas untuk melacak, memantau, dan mengelola semua interaksi antara pelanggan dan perusahaan di sepanjang proses transaksi customer

Dengan CXM yang tepat, Anda bisa mendengarkan pelanggan, menganalisis umpan balik, memahami perspektif pelanggan, dan mengoptimalkan pengalaman pelanggan. CXM menggunakan perangkat lunak untuk mengontrol pelanggan dan pegawai yang melayani mereka.

Jadi. selain bisa memantau pengalaman pelanggan, Anda juga bisa mengetahui pengalaman karyawan yang sedang melayani mereka.

Ada beberapa tools yang bisa meningkatkan CXM. Salah satunya menggunakan platform messaging omnichannel, seperti OneTalk by TapTalk.io. Dengan OneTalk, Anda dapat memiliki banyak fitur untuk membuat pengalaman pelanggan Anda menyenangkan dan memuaskan. 

Fitur omnichannel OneTalk memungkinkan agent Anda menangani beberapa kasus pelanggan sekaligus. Karena itu, pelanggan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menunggu respon Anda.

OneTalk juga memiliki fitur Case Details untuk memahami customer Anda lebih jauh. Fitur ini memungkinkan Anda untuk mengetahui berapa lama mereka telah menunggu, history case mereka, channel yang mereka gunakan, dan lainnya. Data-data ini dapat Anda gunakan untuk membentuk strategi bisnis baru dalam meningkatkan pelayanan pelanggan.

Selain itu, omnichannel ini juga memiliki fitur Real-time Agent Activity Tracker dan Customer Rating. Dengan ini, Anda bisa memantau aktivitas agent Anda, dan lihat penilaian pelanggan tentang cara agent melayani mereka. 

OneTalk sangat memudahkan Anda untuk mendapatkan data-data mengenai pelanggan dan karyawan Anda. Tools ini sangat cocok jika Anda ingin meningkatkan customer experience dan employee experience secara bersamaan.

Baca juga: Semua Tentang Sales Force Automation (SFA) yang Harus Kamu Ketahui

This year's holiday season will feel different than any other we’ve ever experienced. There will be fewer consumers looking for products in physical stores to escape the crowd. But that doesn't mean they're buying less. 

Globally, Gen X’s and Boomers’ mobile purchases increased by more than 50% year on year during the Christmas season, with more than 30% messaging businesses. Covid-19 also drives more than 80% of Boomers and Gen X shopping online at this time.

These data tell two things to you. First, there is a golden opportunity to increase sales this holiday season. Second, you need to be prepared. OneTalk by TapTalk.io offer chatbot experience in their omnichannel messaging platform. 

WhatsApp chatbot by OneTalk can help e-commerce gain better customer experience, engagement, and higher conversion rates. 

Chatbot: The Secret Key To Increase Sales in Holiday Season

Here are the secret key to increase sales in holiday season with chatbot.

How To Use Chatbot To Increase Sales

1. Use catchy and personal greetings

A persuasive greeting is an unobtrusive way to greet a visitor, but it can also do much more than that. It is also a way to increase website engagement. When your agent send proactive messages to your customer, they have the opportunity to join the chat and educate them about the offer.

Create a customized welcome message that stands out. Customers don't like reading scripts, so the shorter and creative the better. Data proves that 52% of customers expect offers to always be personalized When messaging through WhatsApp chatbot, you also need to pay attention to the Broadcast Messages Limit.

Example:

“Hi, beauties! I see your beauty shines through the screen. What can we help you?”

2. Give product recommendation

E-commerce sites can offer their customers a variety of choices that physical stores often cannot offer. Indecisive shoppers, on the other hand, often leave online stores, overwhelmed by the myriad of options displayed on their screens. Customized product recommendations sent by the chatbot can save customers time and nerves. They outperform mainstream marketing messages and help close the personalization gap that impacts e-commerce businesses. Research also shows that over 70% of customers expect brands to understand their needs. Customized product offerings enable businesses to meet these expectations.

If your chatbot succeeds in grabbing a customer's attention, it can ask you a set of clear questions to help you find offers that match their preferences. After finding a match, the e-commerce bot can use colorful product cards or carousels to bring products to customers. This will get your customers interested and help them make a purchase decision.

Example:

“Looking for Tweed Blazer? Here are some of our recommendation for you” 

(attached products)

3. Exclusive Product Discount

Discounts are a great way to encourage customers to explore your store and help them convert. 37% of consumers say that the opportunity to buy a product at a lower price makes them more likely to buy more of an item than they had planned. 

You can segment your audience for new users, returning customers, or users who were redirected from certain referral pages and offer coupons only to selected groups. This allows bots to better complete a customer's buying journey.

You can also use the discount as a reward for completing a feedback survey or providing an email address. You can send exclusive product discount to customers through various messaging platform. The sense of personalized message and exclusive discount will increase their buying intent.

4. Customize the look and feel of your business

Matching colors and beautiful graphics help grab your visitors' attention and better convey your message. You can apply your logo, brand colors and images to match your brand style.

You can even go a step further this season and activate a special Holiday theme. You can design a custom avatar and create a friendly Christmas name. Make your business more unique with vivid background images and colors.

Example : Decorate your logo or profile picture with Christmas things, such as Santa hat, Christmas tree, etc.

5. Package tracking ensures a positive shipping experience

Ensuring a positive shipping experience is just as important as the products you ship. 39% of consumers say they will never buy again from a store that provides a disappointing delivery experience. However, when a parcel delivery service is managed by an outside company, speed or quality is not always affected. But what you can do is let customers know when their order will show up at your door.

OneTalk allows customer to track their order. Customers only need to provide their order number so the bot can check the delivery status. Thanks to this, the customer will know when the package will arrive and will be calmer. 

6. Reduce cart abandonment

A study of over 18 million e-commerce sessions found that nearly 74% of U.S. online shopping carts were abandoned over the past holiday season. For example, on frictional pages, such as checkout pages, this can be minimized by proactively triggering targeted messages that offer help (or discounts) to customers. You can even provide a live chat option at this stage so the support team can complete the purchase. They may ask about shipping terms, return policies, and it may be the difference between a sold or abandoned train that gives you the option to get your questions answered.

Advantages of Chatbot

According to Forbes, the chatbot market is estimated to reach $1.25 billion by 2025.

AI-based chatbots increase operational efficiency and save business costs while offering customer convenience. Businesses can automate FAQs and reduce the need for human interaction.

There are several advantages to using a Chatbot for your business, namely:

1. Available for you 24/7

One of the advantages of a chatbot is that it is available 24/7. Even though it's not working hours, chatbots can still serve customers anytime.

2. Increase Customer Satisfaction

With a chatbot, customers who can contact you anywhere and anytime will get an immediate response. This will increase customer satisfaction because they will feel that your company is responsive.

3. Save Time and Cost

With immediate response speed, it will certainly reduce wasted time because the company can respond to customers quickly.

4. Build Customer Trust

Creating an environment of credibility between your business and your potential customers is a fundamental factor, and having a chatbot can help a company make that happen.

5. Increase Sales

Increased customer trust and customer satisfaction means you can increase sales. This automatically happens because customer trust and satisfaction are related to sales within the company.

6. Generate and Qualify Leads

Chatbots can be designed to collect important user information such as email, phone, etc., and then send that information to the sales team so they can follow up on the conversation. Also, chatbots can filter and qualify potential customers by asking questions and evaluating responses. The results of these filters can then be passed on to your sales team.

7. Can Handle Online Purchase and Payment Management

Chatbots help simplify the online shopping and payment process. They provide information and solve problems that users have during the buying decision process.

Chatbots can also perform searches, provide similar products or even allow payments from the chat conversation itself.

Chatbot does not require additional applications that are quite troublesome to install. 

Get the benefits of using a chatbot using OneTalk. Not only chatbots, you can also integrate various messenger apps in a Single Dashboard. What's more, now that the Instagram API is available on OneTalk, you can connect with your customers across multiple channels. Customer Satisfaction of your customers will increase and in turn, your sales will skyrocketed too. It's time to say goodbye to complicated customer service.

OneTalk is always ready to answer your questions, contact our agents here and get various other interesting features.

Selain memiliki aplikasi perpesanan yang biasa Anda kenal, WhatsApp juga memiliki dua produk khusus untuk bisnis, yaitu WhatsApp Business App dan WhatsApp Business API.

Secara singkat, perbedaan dua WhatsApp itu terletak pada skala bisnis. WhatsApp Business diperuntukan untuk bisnis skala kecil dan menengah melalui aplikasi di smartphone. Sedangkan, WhatsApp Business API memberikan solusi untuk bisnis skala besar. Berbeda dari WhatsApp Business, WhatsApp API memiliki aturan yang lebih ketat.

Hal yang Harus Dihindari dalam Menggunakan WhatsApp Business API

Berikut ini terdapat larangan-larangan yang perlu diperhatikan agar bisnis Anda tidak di-banned.

Bisnis yang Tidak Boleh Menggunakan WhatsApp Business API

Sebelum Anda mulai menggunakan WhatsApp Business API, penting bagi Anda untuk memahami kebijakan WhatsApp Business dan Commerce.

Berikut ini adalah kumpulan bisnis yang tidak diperbolehkan WhatsApp.

  1. Memfasilitasi kegiatan kriminal, termasuk teroris, mengeksploitasi atau menyebabkan kerugian fisik, keuangan, atau lainnya terhadap orang, bisnis, atau hewan.
  2. Bertransaksi dalam operasi atau pertukaran produk atau layanan ilegal.
  3. Menjual produk tembakau atau peralatan tembakau.
  4. Menjual alkohol.
  5. Menjual suplemen yang tidak aman untuk dikonsumsi, sebagaimana ditentukan oleh WhatsApp atas kebijakannya sendiri (seperti: Anabolic steroids, Chitosan, Comfrey, Dehydroepiandrosterone, Ephedra, dan Human growth hormone).
  6. Menjual senjata, amunisi, atau bahan peledak.
  7. Menjual hewan apa pun (jasa adopsi hewan masih diperbolehkan).
  8. Menjual produk atau layanan untuk orang dewasa.
  9. Menjual bagian tubuh atau cairan tubuh manusia.
  10. Mentransaksikan produk perawatan kesehatan tertentu, termasuk peralatan medis, dan produk yang mengandung nikotin untuk program berhenti merokok.
  11. Menyediakan produk atau layanan dengan cara yang menjurus ke arah seksual.
  12. Memperdagangkan atau memfasilitasi perjudian,seperti lotre, casino online, taruhan olahraga, bingo, atau poker jika uang adalah perjudian.
  13. Memfasilitasi layanan kencan.
  14. Bisnis yang memfasilitasi penjualan dan pembaruan layanan digital, seperti streaming dan subscription.
  15. Menawarkan atau menjual produk yang menipu, palsu, menyesatkan, atau mengganggu.
  16. Bertransaksi dalam penjualan mata uang nyata, virtual, atau palsu.
  17. Melakukan transaksi konten yang melanggar atau melanggar hak kekayaan intelektual pihak ketiga, termasuk hak cipta atau merek dagang. 

Selama Anda tidak menggunakan WhatsApp Business API untuk hal-hal tersebut, Anda tentunya tidak perlu khawatir.

Bisnis yang menjual produk dan layanan yang dilarang di atas masih bisa menggunakan WhatsApp Business untuk mengirim pesan. Namun, mereka hanya bisa menggunakannya untuk interaksi pra dan pasca penjualan tertentu.

Baca juga: Cara Menggunakan WhatsApp Business dengan Multi User

Larangan dalam WhatsApp Business API 

Selain mengatur bisnis apa saja yang tidak diperbolehkan, WhatsApp juga memiliki beberapa larangan dalam mengoperasikan API-nya.

1. Dilarang Spam

Sejak awal, WhatsApp telah berhati-hati untuk menghindari memfasilitasi atau terlibat dalam tindakan yang menghasilkan spam atau pesan mengganggu lainnya.

Pesan spam yang dimaksud adalah pesan template yang berisi penawaran atau promosi tentang layanan dan produk. Facebook telah menetapkan aturan tentang jenis pesan apa yang dapat digunakan sebagai template sehingga bisnis tidak dapat membuat pesan tanpa persetujuan dari WhatsApp.

Sebagai pengguna, Anda sendiri juga pasti tidak suka menerima pesan terus-menerus dari nomor telepon yang sama. Oleh karena itu, WhatsApp sangat melarang pengguna WhatsApp Business yang mengirim spam.

2. Menggunakan Penyedia Jasa WhatsApp Business API Ilegal

Untuk menggunakan WhatsApp Business API, Anda harus bekerja sama dengan pihak ketiga yang official, yaitu WhatsApp Business Solution Provider (BSP).

Menggunakan apa pun selain BSP resmi dapat mengakibatkan penghapusan akses Anda ke WhatsApp atau banned. Ini juga dapat mengakibatkan nomor Anda diblokir secara permanen dari WhatsApp.

WhatsApp sendiri secara aktif mengejar perusahaan tidak resmi ini dengan tindakan hukum. Algoritma mereka bisa mendeteksi perilaku yang dilarang. Jadi, hanya masalah waktu sebelum perusahaan nakal ditemukan.

Jika Anda bekerja dengan pihak ketiga yang ilegal, segera hentikan dan hubungi penyedia resmi seperti OneTalk by Taptalk. OneTalk adalah salah satu penyedia layanan omnichannel di Indonesia yang menyediakan WhatsApp Business API.

Sebenarnya, WhatsApp jenis ini tidak memiliki aplikasi, sehingga perusahaan besar harus mengakses data mentah melalui API yang memerlukan tindakan teknis. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena OneTalk mempermudah segala tindakan teknis.

Integrasi OneTalk dengan WhatsApp API hanya membutuhkan langkah-langkah sederhana. OneTalk memungkinkan WhatsApp API Anda dalam satu dasbor perpesanan omnichannel. 

Selain terhubung dengan channel lainnya dalam satu dasbor, akun WhatsApp Anda juga akan otomatis mempunyai Centang Hijau. Sangat menguntungkan bukan? Jadi tunggu apalagi? Dapatkan WhatsApp Business API dengan OneTalk dengan menghubungi agent kami di sini.

Baca juga: WhatsApp Beta vs WhatsApp Business API: Mana Pilihan Terbaik untuk Bisnismu?

Instagram API is the newly founded feature of Instagram to increase customer service quality for businesses. With Instagram API, you can track hashtags, see how your Instagram Business account is performing, collect mention data to measure audience behavior towards your brand, publish Instagram photos on your website, and much more.

Instagram messenger API allows other (third-party) apps to use the Instagram interface for your business. This API makes it easy for business entities to support services on this platform.

10 Easy Ways to Use Instagram API For Your Business

How Instagram Messenger API Could Benefit Your CRM

But what good will it be to your business? The flexibility of Instagram API and the popularity of Instagram itself means it will reach more customers or even potential customers. When you reach wider and better audience, your CRM will automatically improve as well. 

There are more benefits of Instagram Messenger API, such as:

  1. Businesses will be able to respond to customer 24/7 with Instagram chatbots. 
  2. Increase customer loyalty with personalized messages or responses, either through agents or Instagram bots.
  3. Save money compared to having to hire multiple teams to do sales reports and analysis on Instagram Shop and conversations.
  4. Make it easy for customers to shop directly from the Instagram Shop platform.
  5. Integration with the Omnichannel solution so you can answer customer messages from WhatsApp, Facebook Messenger, Instagram, Twitter, Line, Telegram, and Email in one dashboard or view.
  6. Integration with CRM applications to manage and monitor sales from your Instagram online store.
  7. Security is guaranteed with an end-to-end encryption system ensuring that all conversations can only be accessed by businesses and interacting customers.

With that being said, now it is time for you to branch out your customer service to Instagram. Now, we will discuss 10 ways to use Instagram API for your business.

How To Use Instagram API To Enhance Your Customer Service

1. Automate Support

Instagram API lets you automate customer support. You can reply to comments or reply to DMs without even logging in into the app. What's more, you can automate the entire process so you can respond to your customers quickly and accurately.

Integrating the Instagram Messaging API with the conversational AI platform allows you to respond to up to 80% of customer inquiries via the Instagram chatbot. If the question is complicated, the bot forwards the chat to the live agent. The agent sees the context and the user doesn't have to repeat the question. A win-win situation for everyone!

This allows businesses to respond quickly to customers around the clock. It also saves agents time, so brands can see increased agent productivity and reduced operating costs.

2. Schedule a post in your account

Instagram business account users can schedule posts, view posts they have tagged, and view other business profiles.

Content publishing API allows brands to schedule and publish single photo or video posts to their Instagram feed. This feature is limited to 25 posts per 24 hours per business account, but it's still probably one of the best.

3. Track Performance

Instagram API allows you to get information about how your post is performing, where it can be improved, and where it can be improved. And that's not just your performance, but the general market. The Instagram API allows you to retrieve information about your followers' demographics, hashtag data, and mentions.

You can use this data to get better ideas for marketing your products and services. If you see a negative pattern, you can use this information to educate users about the pattern and improve their experience.

4. Re-engage with customers

Instagram Messaging API allows you to send messages to users who have previously interacted with your business account. You can share updates on new product/service launches, event invitations, notifications of upcoming sales/offers, and more.

For a better customer experience, brands can use this feature to notify users in advance of upcoming downtime or to alert users to common bugs reported by multiple people.

5. Use of data for social proof

Hashtags occupy an important place in the Instagram community. Consumers and creators tag their posts with brands and add brand names or brand-specific hashtags.

Instagram API can track mentions, find the performance of specific hashtags, and pull images from specific hashtags. The information could be the engagement rate of a post or the number of followers. You can then share this information (or an image depending on the photo you took) and post it on your Instagram page (as a post or story) or website and use it as a social proof.

You can also use it to get similar data about your competitors (as long as you have a business account). You can then perform competitor analysis and improve your marketing plan.

6. Extend your reach with the Instagram API

Instagram influencers are all the rage these days. They have a lot of followers because they communicate with them in creative and innovative ways. These users can ultimately help you increase your follower count by revealing your business profile.

7. Identify trends to build campaigns

It's important to understand trends before starting a new campaign. For example, if you are targeting a new territory, you want to know what people in that area are talking about. 

The Graph API can retrieve the most popular content from a given region, age group, gender, and more. It lets you identify trends and create campaigns around them to increase engagement.

8. Connect with more people with live feed

Yes, Instagram API allows you to show your events live. This kind of activity will help you build awareness and connect with your audience.

It allows you to automatically and instantly repost guest images or videos in real time. You can create live feeds from this medium and encourage more people to get involved.

9. Improve your shopping experience

The launch of Instagram Messaging API enables brands to improve their customers' shopping experience. Features like Quick Reply, Ice Breakers, and Product Templates help you share more information with your customers and automate the process of answering questions. This increases your CSAT and significantly reduces train dropout.

10. Review comments

The Instagram Graphics API gives business accounts the ability to review comments on profiles. Brands can enable/disable comments on posts, hide or show comments, delete comments, seek replies to comments, and respond to comments. All this is possible without logging into the application.

Conclusion

All in all, with all the ways you can use Instagram API for your business, it will be such a shame if you don’t use it right now. Don’t miss the trend and get left behind. Collaborate with OneTalk to use Instagram DM API for your business.

P.S. You can also integrate much much more messaging platform with your Instagram API for your customer support, only in a Single Dashboard! Click here to find out more.

Also read: Social Media Marketing Predictions For 2022

Dalam beberapa waktu ini, WhatsApp terus menerus mengembangkan WhatsApp Beta dan fitur-fiturnya. Salah satunya adalah bisa beroperasi tanpa harus terhubung dengan handphone.

Namun, tidak semua orang bisa langsung menikmati fitur ini. Hanya mereka yang menggunakan program beta, yang bisa menikmati sejumlah fitur terbaru WhatsApp.

WhatsApp Beta vs WhatsApp Business API: Mana Pilihan Terbaik untuk Bisnismu?

Apa itu WhatsApp Beta?

WhatsApp Beta sendiri adalah suatu program yang memberikan akses lebih awal bagi penggunanya untuk mencoba versi baru dari WhatsApp Web, Desktop, dan Portal.

Sederhananya, WhatsApp Beta hanyalah beberapa versi trial dari versi WhatsApp yang sebenarnya. Melalui Beta, WhatsApp telah meluncurkan beberapa fitur baru yang tadinya tidak bisa digunakan di platform-platform tersebut. Berikut ini terdapat beberapa fitur menarik yang bisa bisnis Anda gunakan dengan WhatsApp Beta.

Fitur-Fitur Baru dari WhatsApp Beta

1. Multiple Device Tanpa Internet

Baru-baru ini, WhatsApp menambahkan fitur multi-device untuk semua pengguna beta. 

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengakses platform di beberapa perangkat meskipun tidak ada konektivitas di smartphone utama. Pengguna dapat menautkan satu akun WhatsApp dengan hingga empat perangkat lagi.

Selain itu, semua pesan, media, dan panggilan pribadi pengguna akan tetap terenkripsi end-to-end.  Fitur ini baru bisa digunakan untuk para pengikut program beta sebelum peluncuran resminya.

2. WhatsApp Sync dari Berbagai Platform

Sejalan dengan fitur multi-device, WhatsApp telah membangun sistem yang mempertahankan enkripsi end-to-end sambil membiarkan penggunanya menyinkronkan data seperti nama kontak, arsip, dan pesan berbintang di seluruh perangkat.

3. WhatsApp Communities

Untuk sekilas, mungkin fitur ini terlihat sama dengan fitur group chat. Namun, WhatsApp Communities lebih mirip dengan Discord.

Pasalnya, admin dapat membuat beberapa grup atau channel di dalam komunitas, seperti yang dapat Anda lakukan di Discord. Dan tentunya, semua obrolan di komunitas akan dienkripsi end-to-end

Fitur ini juga akan menguntungkan bagi bisnis Anda yang memiliki komunitas karena fitur ini memberikan memungkinkan jumlah anggota yang melebihi batas group WhatsApp pada umumnya.

Anda juga bisa membagikan segmen pelanggan Anda dengan fitur ini.

4. Foto HD WhatsApp

WhatsApp juga sedang mengerjakan fitur yang disebut Foto HD. Seperti namanya, ini akan memungkinkan pengguna berbagi foto berkualitas. 

Saat ini, fitur ini tersedia untuk penguji beta Android. WhatsApp memberikan tiga opsi berbeda, termasuk Kualitas terbaik, mode Penghemat Data, dan mode Otomatis. Fitur ini diharapkan bisa membantu banyak pengguna untuk bertukar foto.

Dengan fitur ini, Anda bisa membagikan foto produk yang lebih jelas kepada para pelanggan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa foto akan tetap terkompresi bahkan setelah menggunakan fitur ini, dan satu-satunya perbedaan adalah kompresinya akan lebih rendah.

WhatsApp Beta vs WhatsApp Business API

Dari beberapa fitur yang sudah disebutkan di atas, Anda mungkin berpikir bahwa WhatsApp beta sangatlah cocok untuk bisnis, contohnya fitur multiple log in.

Namun, sebenarnya fitur-fitur baru ini dirancang untuk pengguna biasa, bukan bisnis. Misalnya, jika handphone Anda mati karena suatu alasan dan masih perlu mengirim pesan ke teman dan keluarga, fitur log in tadi bisa menjadi penyelamat. 

Fitur WhatsApp Beta ini juga tidak memiliki fungsi penting untuk mengalokasikan pesan ke agent lain dan menunjukkan dengan tepat siapa yang berbicara dengan pelanggan mana.

Berikut ini terdapat beberapa perbedaan yang bisa Anda pertimbangkan untuk mengetahui versi WhatsApp terbaik untuk bisnis.

WhatsApp BetaWhatsApp Business API
Dirancang untuk pengguna biasaDirancang untuk bisnis menegah dan besar
Bisa terhubung ke 4 deviceBisa terhubung lebih dari 4 device
Tidak memiliki Green BadgeMemiliki Green Badge
Memiliki tampilan profil yang sama dengan pengguna biasa, tetapi Anda bisa menyembunyikan informasi Anda (seperti foto profile) dari kontak tertentu.Mempunyai profil bisnis seperti alamat, deskripsi bisnis, alamat email, dan situs web Anda.
Tidak bisa mengirim pesan otomatisBisa mengirim pesan otomatis, seperti Welcome dan Away Message

WhatsApp Business API dengan OneTalk by TapTalk.io

Namun, bisa log in di multi-device saja tidak cukup untuk menjalankan bisnis yang baik. Anda juga harus bisa memiliki fitur-fitur lain yang bisa mendukung operasional bisnis, seperti marketing dan sales.

Solusi yang merangkup log in multi-device dan banyak fitur lainnya adalah WhatsApp Business API yang disediakan OneTalk by TapTalk

Omnichannel yang satu ini memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa agent yang bisa log in di dalam waktu yang sama. Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir terlambat dalam menjawab pesan pelanggan.

Selain itu, Anda juga bisa mengirimkan broadcast untuk menginfokan produk baru, promo, dan sebagainya. Pesan broadcast ini juga bisa ditujukan kepada segmen customer tertentu, misalnya khusus untuk pelanggan setia.

Setelah mengirimkan pesan broadcast, Anda juga bisa mendapatkan laporan analisis untuk mengetahui apakah tujuan yang ingin disampaikan melalui broadcast tercapai atau tidak. Dari laporan ini, Anda juga bisa menentukan strategi bisnis selanjutnya atau strategi yang lebih tepat.

Bisa log in multi-device, bisa broadcast, bisa mendapatkan pesan dari banyak channel, dan masih bisa banyak lagi! Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi agent kami di sini.

Baca juga: Cara Menggunakan WhatsApp Business dengan Multi User

Marketing funnel atau corong marketing adalah sebuah konsep yang sudah diciptakan sejak lama. Teori ini masih terus relevan, karena lewat corong inilah ada seleksi pelanggan yang sesuai atau tidak dengan bisnis Anda. Semuanya dimulai dari bagaimana Anda melakukan marketing dengan tepat. 

Ada banyak diskusi dan perdebatan mengenai marketing funnel — mulai dari siapa sebenarnya pemilik funnel ini (sales funnel vs marketing funnel), hingga apakah marketing funnel itu masih relevan dengan proses pembelian konsumen saat ini atau tidak.

Tahapan Marketing Funnel, Strategi, dan Cara Menggunakannya

Pada blog ini, kita akan membahas semua yang perlu Anda ketahui mengenai marketing funnel, apa manfaatnya bagi bisnis, tahapan marketing funnel, dan strategi yang diperlukan untuk eksekusi yang baik.

Sebelum itu, mati kita pahami terlebih dahulu apa itu marketing funnel.

Pengertian Marketing Funnel

Marketing funnel menggambarkan perjalanan pelanggan atau customer journey dengan produk atau layanan Anda.

Dari tahap awal customer journey, hingga membeli produk atau layanan yang ditawarkan, marketing funnel akan memetakan rute menuju konversi dan seterusnya. Dapat dikatakan, marketing funnel adalah peta rute customer journey yang harus dimiliki oleh sebuah bisnis yang ingin berjalan dengan baik.

Dengan analisis yang cermat, marketing funnel memberitahu Anda apa yang harus dilakukan perusahaan Anda untuk mempengaruhi konsumen pada tahap tertentu. Dengan mengevaluasi funnel marketing, Anda dapat meningkatkan penjualan yang lebih besar, lebih banyak loyalitas pelanggan, dan brand awareness yang lebih kuat.

Tahapan Marketing Funnel (TOFU-MOFU-BOFU)

Kenapa disebut funnel atau, jika diterjemahkan secara harafiah, corong? Hal ini karena pada tahapan awal, banyak orang yang bergabung, sementara, semakin lanjut tahapannya, audiens atau khalayak yang berada pada tahapan tersebut semakin mengerucut atau semakin sedikit.

Dasar-dasar marketing funnel tetap sama sejak tahun 1900-an. Namun, tidak ada model tunggal yang digunakan secara universal oleh semua pemilik bisnis. Beberapa perusahaan menggunakan model yang cukup sederhana,  yaitu dengan menggunakan strategi “TOFU-MOFU-BOFU” yang mengacu pada bagian atas funnel (top of funnel atau TOFU), tengah funnel (middle of funnel atau MOFU), dan bagian bawah funnel (bottom of funnel atau BOFU) sebagai elemen yang berbeda.

Salah satu model tahapan yang cukup umum digunakan adalah tahapan: awareness, consideration, conversion, activation, loyalty, dan advocacy

Tahapan Marketing Funnel (TOFU-MOFU-BOFU)

1. Awareness

Di tahapan ini, pelanggan baru saja melihat dan tahu akan kehadiran produk atau layanan Anda. Di sini lah kampanye bergerak dan menuntun pelanggan ke tahapan selanjutnya. Awareness masuk dalam kategori TOFU atau Top of Funnel karena merupakan tahapan paling awal dari marketing funnel. Tahap ini membantu calon pembeli untuk masuk ke tahapan consideration atau pertimbangan. Strategi ini harus menarik untuk calon pembeli agar mereka menerima interaksi di masa mendatang.

Strategi tahapan awareness: kampanye di social media, digital marketing, TV, PR, laporan industri, iklan, dll.

2. Consideration

Consideration adalah ketika pelanggan telah mendengar tentang brand atau produk Anda dan/atau mempertimbangkan untuk membeli barang atau jasa Anda. Mereka mungkin telah mendengar tentang brand Anda dan bertanya-tanya apakah mereka akan mencobanya. Atau mereka mungkin tidak secara sadar mengingat produk Anda, tetapi secara aktif mencari penawaran Anda dan menemukan iklan Anda.

Tim marketing yang melakukan kampanye brand awareness kemudian akan membantu pelanggan atau calon pembeli ketika mereka akan membandingkan produk Anda dengan kompetitor. Mereka membantu calon pembeli untuk mempertimbangkan produk Anda lebih dari produk yang lain, yang pada akhirnya dapat masuk ke tahapan konversi. Tahapan ini masuk ke dalam kategori MOFU atau Middle of Funnel.

Contoh consideration: pencarian organik, blog, review online, performance marketing, dll.

3. Conversion

Proses pembelian yang dibuat sederhana akan meningkatkan potensi konversi. Di sinilah agent atau sales Anda mengurus transaksi pembelian. Pengalaman positif dari calon pembeli dapat mengarah pada referensi yang mendorong TOFU funnel marketing.

Tahapan ini bukan berarti pelanggan sudah berhasil melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan. Tahapan ini memastikan bahwa pelanggan benar melanjutkan perjalanannya hingga sampai pada pembelian. Conversion masuk ke kategori MOFU atau Middle of Funnel.

Contoh tahap conversion: targeted campaign atau kampanye yang ditargetkan ke demografis spesifik, free trials, re-marketing, dll.

Baca juga: Tingkatkan Pembelian Impulsif Hingga 49%, Personalized Experience Kuncinya

4. Activation

Activation adalah tahapan di mana hal yang Anda nanti-nantikan terjadi setelah melalui customer journey. Selamat! Calon pembeli telah memutuskan untuk membeli produk Anda! Kabar baiknya adalah, ya, Anda mendapatkan keuntungan dari pembelian. Kabar buruknya? Tidak ada jaminan bahwa pelanggan Anda akan kembali melakukan pembelian kembali. Jika Anda tidak menggerakan mereka ke tahapan selanjutnya di funnel yaitu loyalty dan advocacy, Anda mungkin akan tetap berada di posisi yang sama. Activation berada pada kategory BOFU atau Bottom of Funnel.

Contoh tahapan activation pada funnel marketing adalah: pembelian, subscription, atau booking.

5. Loyalty

Loyalty adalah retensi yang sebenarnya, ia masuk ke tahapan BOFU.

Berhasil menghasilkan konversi belum tentu akan menghasilkan loyalitas pelanggan, dan tentu saja, retensi. Sebuah perusahaan harus bisa mendapatkan retensi pelanggan. Strategi marketing masih terus berjalan untuk memastikan produk yang ditawarkan di kesempatan berikutnya dapat menarik pelanggan setia. 

Pada tahapan ini, Anda dapat membuat program loyalitas dengan memberikan “sesuatu” yang dapat pelanggan merasa diuntungkan jika terus menerus menggunakan produk atau jasa Anda. 

Usaha marketing Anda tidak boleh berakhir pada tahap activation/pembelian. Email marketing dan penawaran baru yang sering dilakukan hanyalah sebagian kecil dari apa yang dapat Anda lakukan di sini. Pelanggan saat ini juga akan melihat nilai dan etos kerja Anda (ya, meskipun Anda adalah startup), suara brand secara keseluruhan, konten yang menarik dan menyentuh, layanan pelanggan yang mengesankan, dan umumnya brand Anda adalah sesuatu yang ingin mereka gunakan.

Contoh tahapan loyalty adalah semua kampanye retensi, seperti: diskon pelanggan setia, voucher diskon setiap pembelian, kode promo untuk pembelian pertama (yang akan digunakan pada pembelian selanjutnya), dll.

6. Advocacy

Advocacy adalah ketika pelanggan Anda membawa pelanggan baru. Referensi favorit semua orang, "dari mulut ke mulut" adalah hal yang harus bisa Anda capai sebagai bentuk digital marketing yang paling baik. Memberikan ulasan online dan program Refer a Friend adalah awal yang baik, tetapi Anda juga dapat melangkah lebih jauh dan memikirkan program Brand Ambassador, memperlakukan pelanggan VIP Anda dengan promo khusus dan berinvestasi dalam konten berkualitas yang akan beresonansi baik dengan audiens Anda yang kemudian ingin membaginya dengan teman-teman mereka.

Contoh advocacy: Refer A Friend (Rekomendasikan teman), review, dll.

Manfaat Marketing Funnel

Marketing funnel menyederhanakan perjalanan pelanggan dan memudahkan perusahaan untuk mengikutinya. Solusi ini memetakan setiap tahap proses keputusan pelanggan atau calon pembeli dan merencanakan langkah-langkah yang ingin mereka ambil di setiap tahap.

Marketing funnel berlaku untuk hampir semua interaksi pelanggan. Baik mencari penjualan online, menghasilkan traffic untuk toko perkakas Anda, atau mengumpulkan klik sebagai standar kesuksesan website. Marketing funnel adalah cara yang ampuh untuk menghadirkan visibilitas ke setiap tahap hubungan dengan pelanggan Anda.

Manfaat terbesar dari marketing funnel adalah elemen yang terukur. Marketing funnel menyediakan akses ke data, yang disebut laporan marketing funnel, yang memungkinkan Anda melihat di mana Anda kehilangan pelanggan. Ini kadang-kadang disebut corong "bocor" atau “leaky” funnel karena membuat pelanggan yang ingin Anda pertahankan malah keluar dari corong.

Misalnya, jika Anda kehilangan banyak konversi setelah tahap uji coba, Anda mungkin perlu memperbarui proses orientasi agar orang memahami cara menggunakan alat atau bahkan menyesuaikan bagian atas corong sehingga Anda tidak menarik orang di luar audiens sasaran.

Perkembangan Marketing Funnel (Model AIDA)

Pada akhir abad ke-20, Elias St. Elmo Lewis menciptakan model yang menyoroti tahapan hubungan pelanggan dengan bisnis. Model “AIDA” menunjukkan bahwa setiap pembelian melibatkan:

Penggunaan model AIDA dapat dilihat dari model marketing funnel Amazon yang dilansir dari Neilpatel.com:

Kedua model tahapan marketing funnel ini tentu memiliki konsep yang sama. Memilih model mana yang paling cocok untuk bisnis Anda adalah keputusan yang dipertimbangkan berdasarkan citra brand.

Baca juga: 5 Cara Manfaatkan Instagram DM untuk Bisnis

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Dengan Marketing Funnel?

Anda tidak dibatasi hanya menggunakan marketing funnel untuk proses sign up dan/atau membeli saja. Marketing funnel dapat digunakan di sangat banyak aspek dalam bisnis Anda. Anda dapat menempatkan funnel di seluruh situs web Anda untuk melihat bagaimana pengunjung bergerak melalui situs web tertentu.

Anda mungkin ingin melacak pendaftaran newsletter (melihat formulir pendaftaran newsletter > mengirim formulir > mengonfirmasi email) atau konversi halaman sederhana (melihat halaman pendaftaran > mengirimkan pendaftaran).

Cari tahu apa tujuan dan apa yang Anda ingin pengunjung lakukan di situs/bisnis Anda, dan buat marketing funnel untuk itu.

Setelah Anda memiliki data, Anda akan dapat melihat di mana penghalang berada dan mengoptimalkan marketing funnel Anda. 

Strategi Membuat Marketing Funnel Untuk Bisnis Anda

Jika tahapan dan strategi yang dijelaskan sebelumnya dirasa masih belum spesifik, ada beberapa tahapan yang dapat Anda ikuti untuk membuat marketing funnel. Singlegrain.com merangkum 4 tahapan cara membuat marketing funnel untuk bisnis:

Tahap 1 – Pengenalan Masalah/Kebutuhan (TOFU)

Pelanggan Anda mungkin menyadari bahwa mereka memiliki masalah, meskipun mereka mungkin tidak secara aktif mencari solusi.

Misalnya, katakanlah Anda menjual sebuah aplikasi yang dapat mereka gunakan untuk mencatat pengeluaran Anda secara otomatis dengan mengintegrasi berbagai platform e-wallet. Target audiens Anda mungkin merasa bahwa menjaga pengeluaran adalah hal yang rumit dan sulit untuk dicatat setiap saat, sehingga mereka mungkin bahkan tidak akan berpikir untuk mencari solusi.

Namun, jika mereka melihat atau mendengar iklan untuk aplikasi Anda, mereka mungkin tersadar dan melakukan pencarian lebih lanjut pada produk, mereka sadar bahwa mereka sebenarnya “butuh” produk Anda.

Oleh karena itu, mendapatkan orang pada tahap ini umumnya akan terdiri dari pemasaran atau iklan keluar. Berikut adalah beberapa saluran yang biasanya menarik orang pada tahap proses ini:

Seperti yang Anda lihat, sebagian besar saluran ini juga berfungsi ganda sebagai saluran "brand awareness". Beberapa dari mereka cenderung mendorong konversi langsung (seperti iklan berbayar), meskipun sebagian besar tidak juga.

Hal ini juga merupakan pemasaran interupsi karena khalayak tidak secara aktif mencari solusi – sebaliknya, Anda berharap mereka memiliki masalah yang dapat membuat pesan Anda beresonansi.

Contoh Marketing Funnel di Tahap Ini

Tahap 2 Pencarian Informasi (MOFU)

Sekarang pelanggan Anda tertarik untuk menemukan solusi untuk masalah mereka, langkah selanjutnya adalah membuat informasi yang ingin mereka ketahui.

Di akhir kampanye yang Anda jalankan di Tahap 1, Anda harus menyertakan CTA yang mengarahkan orang ke tahap ini, atau tahap lebih jauh ke bawah corong.

Untuk produk sederhana yang membutuhkan sedikit informasi untuk dijual, Anda dapat mengirimkannya langsung ke halaman penjualan. Namun, demi menunjukkan kepada Anda setiap langkah yang dapat disertakan dalam funnel, anggap saja produk tersebut memiliki beberapa kerumitan dan memerlukan beberapa informasi lebih lanjut. Dalam posting blog Anda, ada baiknya Anda mempermudah customer journey untuk mendapatkan informasi ini.

Dalam hal ini, ini adalah saluran yang mungkin akan Anda manfaatkan:

Namun, kata kunci pada tahap ini akan menarik audiens yang sangat mendasar.

Misalnya, jika Anda adalah agensi SEO, kata kunci yang mungkin dicari orang saat ini adalah:

“Apa itu SEO?”

“Cara Mengoptimalkan Situs Web Saya untuk Google”

“Apa Itu Riset Kata Kunci?”

“Apa Itu Membangun Tautan?”

Contoh Konten pada Tahap Ini

Tahap 3 Evaluasi Alternatif (MOFU)

Pada tahap marketing funnel di kategori ini, pelanggan Anda tahu bahwa ada solusi untuk masalah mereka. Oleh karena itu, tahap selanjutnya adalah mengevaluasi solusi yang berbeda.

Purchase intent meningkat secara dramatis dari tahap yang sebelumnya orang hanya mencari informasi semata.

Oleh karena itu, berikut beberapa marketing funnel yang bisa Anda coba:

Misalnya, pamerkan fitur unik atau model penetapan harga yang membuat solusi Anda lebih disukai daripada kompetitor

Contoh Konten pada Tahap Ini

Misalnya, Anda memiliki produk aplikasi pembukuan.

Tahap 4 Keputusan Pembelian (BOFU)

Pada tahap ini, Anda telah menyelesaikan sekitar 99% pekerjaan. Sekarang, yang harus Anda lakukan adalah menciptakan sistem pembelian dengan mudah untuk mengubah calon pembeli menjadi pelanggan atau pelanggan setia. Tahap ini dapat mencakup Activation-Loyalty-Advocacy.

Untuk mencapai ini, Anda dapat menggunakan berbagai strategi.

Berikut adalah beberapa taktik pengoptimalan tingkat konversi yang dapat Anda manfaatkan:

Metrik Marketing Funnel Mana yang Harus Anda Lacak?

Jadi sekarang Anda telah berhasil membuat funnel dan menentukan dengan tepat bagaimana perusahaan Anda akan berinteraksi pelanggan.

Langkah terakhir dalam proses ini adalah mencari tahu metrik mana yang akan Anda lacak untuk menentukan seberapa baik funnel Anda berfungsi. Sangat penting untuk bekerja dengan data SQL (Sales Qualifying Leads) dan MQL (Marketing Qualifying Leads) di sini untuk melacak pola antara siapa yang menutup dan bagaimana mereka berinteraksi dengan situs Anda, konten, saluran, iklan, dll. Setelah Anda memiliki lebih banyak informasi, Anda dapat terus mengoptimalkan funnel Anda.

Ada sebuah catatan yang harus Anda perhatikan. Dengan setiap bagian konten yang Anda buat untuk setiap tahap funnel Anda, Anda menghasilkan data. Meskipun semuanya berguna untuk proses penjualan Anda dalam beberapa hal, mudah untuk terjebak dalam pelacakan data dan metrik alih-alih berfokus pada beberapa indikator kinerja utama (KPI) yang benar-benar akan memberi Anda informasi yang dibutuhkan untuk melakukan peningkatan yang berarti.

Oleh karena itu, meskipun Anda mungkin ingin bereksperimen dengan melacak semua metrik yang berbeda di bawah ini (atau metrik lainnya yang menurut Anda berharga), sebaiknya pilih 2-5 untuk menjadi fokus perhatian Anda.

Anda selalu dapat menambahkan lebih banyak nanti, tetapi pastikan Anda benar-benar membuat perubahan berdasarkan data yang Anda hasilkan dari beberapa metrik ini sebelum memperluas operasi data Anda:

Ada sejumlah alat berbeda saat ini untuk membantu Anda melacak metrik ini dan metrik lainnya, meskipun untuk sebagian besar bisnis, Google Analytics mewakili solusi yang paling komprehensif dan mudah diterapkan.

Baca juga: Semua Tentang Sales Force Automation (SFA) yang Harus Kamu Ketahui

Kesimpulan

Marketing funnel adalah pemahaman customer journey untuk melakukan aksi atau tindakan kepada produk Anda. Marketing funnel penting karena dapat membantu penjualan dan  dapat menyediakan data yang nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan usaha marketing dan penjualan. Terdapat 2 jenis model tahapan marketing funnel: TOFU-MOFU-BOFU dan AIDA. Keduanya memiliki fungsi yang sama dan dapat digunakan berdasarkan kebutuhan bisnis Anda.

Tahapan BOFU penting, karena jika dilakukan dengan benar, dapat menjamin keberlangsungan keuntungan. Salah satu cara efektif meningkatkan loyalitas pelanggan adalah dengan meningkatkan layanan dan kredibilitas perusahaan. OneTalk by TapTalk.io memungkinkan bisnis untuk meningkatkan layanan pelanggan. Integrasi berbagai saluran messenger dan ditambah fitur WhatsApp Business API nya dapat menambah kualitas pelayanan serta kredibilitas bisnis. 

Keunggulannya dalam meningkatkan customer service dan penyimpanan data membuat OneTalk berguna untuk menjadi salah satu strategi marketing funnel Anda.

Telusuri berbagai fitur yang dapat dilakukan OneTalk untuk bisnis Anda di sini

TapTalk
PowerTalk
OneTalk
SendTalk
whatsappfacebooktwitterinstagramlinkedin

Reach us by phone at (021) 27939266

Jl. Kyai Maja No.25c, RT.12/RW.2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

© 2020 - 2021 TapTalk.io (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer