pt tap talk teknologi blog

WhatsApp dapat digunakan dengan dua akun berbeda di ponsel yang sama. WhatsApp sebagai aplikasi perpesanan populer di dunia memungkinkan Anda untuk mengirim pesan atau menelepon pengguna lain dimanapun mereka berada, selama mereka memiliki koneksi internet. Aplikasi milik Meta ini dapat diunduh gratis untuk pengguna Android dan Apple dan dapat digunakan di ponsel atau desktop

Kepopuleran inilah yang mendorong banyak orang menggunakan WA sebagai kontak bisnis sekaligus pribadi. Namun, apa yang terjadi jika Anda ingin memisahkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi? Alasan inilah yang menjelaskan mengapa orang-orang mulai menggunakan dua WA dalam satu HP.

Benarkah Bisa Dua WA Dalam Satu HP? Ini Dia Caranya!

Salah satu cara yang dinilai paling menguntungkan untuk menggunakan dua WA dalam satu HP adalah dengan menggunakan WhatsApp Business API. Tidak hanya dua akun WA dalam satu perangkat, WhatsApp Business API jug memungkinkan pengguna memiliki lebih dari dua akun dalam satu HP. 

Kenapa Bisnis Perlu Satu HP Dua WhatsApp?

Kebutuhan untuk memisahkan keperluan bisnis dengan pribadi tanpa harus menggunakan perangkat berbeda seringkali mendorong kebutuhan akan hal ini. Satu HP dua WhatsApp adalah ketika terdapat dua akun WhatsApp pada satu HP. Selain memisahkan kebutuhan pribadi dengan bisnis, cara ini juga efektif ketika ingin memisahkan dua divisi berbeda, seperti marketing dengan sales, atau divisi customer service dengan divisi marketing. Meskipun ada cara lain yang tidak resmi selain WhatsApp Business API untuk menggunakan 1 HP untuk berbagai akun WA, penggunaan WhatsApp Business API memiliki keuntungan lebih dibanding jika harus menggunakan aplikasi tidak resmi.

Kenapa Bisnis Perlu Satu HP Dua WhatsApp?

Berikut kekurangan dari aplikasi tidak resmi untuk membuat dua WA dalam satu HP:

1. Pemblokiran akun

Karena penggunaan WA ganda tidak resmi, WhatsApp berhak memblokir akun Anda. Akun dapat diblokir sementara atau bahkan permanen. Bayangkan jika akun bisnis Anda harus terblokir, tentu akan merugikan bisnis dan pelanggan Anda.

2. Pencurian Data

Data yang Anda berikan pada aplikasi tidak resmi dapat disalahgunakan oleh pihak lain. Karena aplikasi tidak resmi dapat digunakan di beberapa perangkat sekaligus, terdapat ancaman pencurian data pribadi yang mungkin tidak Anda sadari. 

3. Kerusakan Handphone/Perangkat

Ada kemungkinan masuknya virus yang berada di aplikasi tidak resmi ini. Mulai dari malware hingga spyware, hal ini tentu membuat perangkat Anda berisiko karena menjadi rentan.

4. Fitur yang terbatas

Fitur yang didapatkan sama seperti fitur dengan akun WA pada umumnya.

5. Kurang kredibel di mata pelanggan

Karena fitur yang terbatas, pelanggan tidak dapat melihat nama bisnis sekaligus fitur centang hijau akun bisnis yang bisa didapatkan ketika Anda menggunakan WhatsApp Business API. Hal ini menyebabkan pelanggan harus mengecek lagi akun apa yang menghubungi mereka.

Baca juga: Cara Menggunakan WhatsApp Business dengan Multi User

Apa keuntungan menggunakan dua WA dalam satu HP menggunakan WhatsApp Business API?

Menggunakan satu ponsel dengan dua akun WhatsApp membantu bisnis merespons banyak pelanggan secara bersamaan. Berikut keuntungan satu HP dengan dua WhatsApp dengan menggunakan WhatsApp Business API:

  1. Tidak ada batasan jumlah nomor bisnis yang ditambahkan. Hal ini berarti bahwa bisnis dapat menggunakan lebih dari dua agent (banyak pengguna) untuk menangani klien.
  2. Memisahkan kepentingan bisnis dengan nomor berbeda. Misalnya, satu nomor untuk layanan pelanggan di area tertentu, sedangkan nomor lainnya untuk menerima keluhan, menanggapi permintaan, dan menanggapi permintaan.
  3. Dual WhatsApp dapat secara otomatis menyimpan kontak calon pelanggan dan klien. Hal ini memudahkan agen yang bertugas.
  4. ​​Ada fitur centang hijau dan tampilan nama bisnis saat mengirim pesan kepada pelanggan meskipun dikirim dengan nomor agent yang berbeda. 
  5. Menawarkan berbagai fitur yang lebih mendukung bisnis seperti Broadcast Message, chatbot, dll.

Baca juga: Hal yang Harus Dihindari dalam Menggunakan WhatsApp Business API

Keuntungan Menggunakan Whatsapp Business API Bersama OneTalk

Karena menggunakan API WhatsApp Business adalah satu-satunya cara resmi untuk memiliki dua akun WA dalam satu HP, tentu ada nilai lebih yang ditawarkan. Berikut keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika menggunakan Dual WA pada WhatsApp Business API dengan OneTalk dari Taptalk, aplikasi pesan instan.

Keuntungan Menggunakan Whatsapp Business API Bersama OneTalk

Baca juga: Bagaimana Cara Menggunakan Dual WhatsApp? Cek Cara-Cara Ini!

Saatnya memaksimalkan akun Anda dengan menggunakan dua WhatsApp dalam satu HP. WhatsApp Business API yang ditawarkan OneTalk bisa menjadi pilihan yang tepat jika Anda ingin menggunakan banyak agent dalam menangani pelanggan. Dengan segala keuntungan yang diberikan oleh OneTalk, yakin masih belum menetapkan pilihan?

Hubungi agent kami dan gunakan WhatsApp Business API tanpa ribet! Buat banyak akun WA dalam satu perangkat jadi lebih mudah!

Customer loyalty dan customer retention adalah bagian penting dari strategi bisnis. Mampu mengukur dan mengelola keduanya adalah bagian penting untuk berhasil di pasar mana pun. 

Apa Bedanya Program Customer Loyalty dan Customer Retention?

Hari ini kita akan membahas perbedaan antara customer loyalty dan customer retention– menggali lebih dalam tentang cara mengukur keduanya dan bagaimana keduanya memainkan peran kunci dalam pertumbuhan sebuah bisnis.

Mari simak artikel di bawah ini untuk mulai membedakan kedua hal ini.

Coba Temukan Perbedaannya: Customer Loyalty vs Customer Retention

Sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita bahas definisi retensi pelanggan dan loyalitas pelanggan dengan cepat.

Coba Temukan Perbedaannya: Customer Loyalty vs Customer Retention

Customer retention adalah cara untuk mengukur apakah pelanggan yang ada terus menggunakan produk atau layanan Anda.

Customer loyalty adalah cara mengukur kecenderungan pelanggan untuk terlibat dengan produk atau layanan bisnis Anda.

Sekilas definisi ini menunjukkan kepada kita bahwa retensi adalah konsep yang berpasangan. Sebaliknya, loyalitas bersifat terukur – artinya pelanggan bisa lebih atau kurang setia satu sama lain. Selain itu, pelanggan yang Anda pertahankan (retensi) belum tentu pelanggan setia (loyal).

Customer Retention (Retensi Pelanggan)

Setiap tindakan bisnis yang dirancang untuk menghasilkan bisnis yang berulang dapat dianggap sebagai bagian dari strategi retensi pelanggan.

Tingkat retensi pelanggan yang tinggi memberikan bisnis Anda lebih banyak peluang untuk tumbuh dan melakukannya secara stabil. Ini karena pada dasarnya ada kumpulan potensi pendapatan yang dapat Anda manfaatkan – berulang kali. Retensi pelanggan yang lebih tinggi berarti Anda meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan (Lifetime Value), dan meningkatkan penghasilan Anda dari mereka dengan melakukannya.

Retensi pelanggan memiliki metrik potensial – tetapi beberapa metrik yang paling populer mencakup perubahan pelanggan dan pendapatan; serta waktu antara setiap pembelian pelanggan

Jika retensi pelanggan adalah tujuan Anda, maka ada beberapa langkah yang harus diikuti sebelum melakukan tindakan khusus untuk mencapainya. Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki sarana untuk mengidentifikasi metrik retensi yang Anda pilih. Ini bisa menjadi sesuatu yang sederhana seperti mengumpulkan data yang cukup dalam sistem CRM Anda.

Selanjutnya, Anda perlu memastikan bahwa Anda menerima umpan balik pelanggan sedapat mungkin. Ini akan membantu Anda mengungkap bagaimana berbagai aspek bisnis, produk, atau layanan Anda dapat ditingkatkan. Ini juga berfungsi sebagai cara untuk mengetahui dari pelanggan apakah upaya Anda untuk mempertahankannya efektif dan jika demikian, mengapa.

Di sektor teknologi, retensi pelanggan telah menjadi strategi pertumbuhan terdepan bagi banyak bisnis – yang menyebabkan pasar menjadi didominasi oleh SaaS dan platform modular. Gagasan untuk menagih pelanggan hanya untuk apa yang mereka gunakan, dan sedikit demi sedikit namun teratur, meningkatkan peluang mempertahankan bisnis mereka karena beberapa alasan utama.

Baca juga: 7 Tips Meningkatkan Retensi Pelanggan yang Wajib Dicoba

Customer Loyalty

Sekarang setelah kita membahas retensi, mari beralih ke hal kedua: customer loyalty. Pikirkan perbedaan antara seseorang yang membeli telepon baru dari merek yang sama setiap beberapa tahun dibandingkan dengan orang yang mengantri di tengah malam untuk model terbaru setiap tahun. Brand telah secara efektif mempertahankan kedua pelanggan – tetapi yang satu jauh lebih setia daripada yang lain.

Pelanggan setia melakukan lebih dari sekadar memberi Anda bisnis yang berulang. Sementara retensi mengukur keadaan pelanggan, loyalitas melihat lebih dekat pada tindakan individu selama hubungan Anda. Metrik utama untuk loyalitas pelanggan mencakup penolakan pelanggan terhadap persaingan serta kesediaan mereka untuk merekomendasikan Anda kepada rekan-rekan mereka.

Sama seperti retensi, loyalitas pelanggan menawarkan cara yang bagus bagi bisnis untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Jika pelanggan Anda menolak kemajuan pesaing Anda, sambil memberitahu rekan-rekan mereka tentang betapa hebatnya Anda, Anda dapat membuat mereka tetap dekat – sambil mengarahkan prospek melalui rekomendasi pribadi.

Karena loyalitas brand adalah representasi dari sentimen pelanggan terhadap Anda, meningkatkannya dapat dicapai dengan cara yang mirip dengan retensi. Tetapi Anda perlu memastikan bahwa Anda mengumpulkan data pelanggan yang tepat dan bahwa Anda terus-menerus mencari umpan balik tentang seberapa efektif upaya Anda.

Tidak seperti retensi, yang menyangkut loyalitas, Anda harus fokus pada hal-hal seperti pengalaman pengguna dan customer service serta penawaran produk atau layanan itu sendiri. Ini karena sebagian besar loyalitas yang akan dirasakan pelanggan didasarkan pada interaksi mereka di luar penggunaan produk. Ketika mereka berbicara dengan tim penjualan Anda, apakah ada interaksi langsung? Jika mereka memiliki masalah, apakah menyelesaikannya merupakan proses langsung yang dianggap serius oleh bisnis Anda?

Hal-hal ini harus dilakukan dengan baik secara konsisten jika Anda ingin membangun loyalitas brand. Mampu memahami kebutuhan khusus pelanggan dan mengubah pendekatan Anda untuk mengakomodasi mereka juga merupakan kunci, dan bisnis yang lebih kecil dan lebih gesit sering kali lebih mudah ditemukan daripada perusahaan besar dengan struktur yang lebih kaku.

Baca juga: 7 Program Loyalitas Untuk Meningkatkan Kesetiaan Pelanggan

Bangun Customer Loyalty Bersama OneTalk

Metrik yang digunakan untuk memastikan customer loyalty berjalan dengan sistem yang baik adalah berdasarkan: (1) pengalaman pengguna, (2) customer service, dan (3) penawaran produk atau layanan itu sendiri. Memastikan ketiga hal ini berjalan baik adalah tepat apa yang ditawarkan OneTalk by TapTalk.io (aplikasi pesan instan) kepada Anda.

Dengan mengintegrasikan berbagai channel messenger, Anda bisa memastikan ketiga hal di atas dapat berjalan dengan mulus dan didukung fitur-fitur terdepan. OneTalk membantu Anda mengirim lebih dari 1000 pesan hanya dalam 5 menit menggunakan fitur Broadcast Message. Anda bisa memuaskan pelanggan Anda dengan respons cepat kapan saja dan di mana saja dengan menyetel jam kerja yang akan otomatis mengirim Welcome Messages atau Away Messages.

Menggunakan Single Dashboard, akses akun perpesanan menjadi lebih mudah menangani obrolan dan memantau anggota tim Anda. 

Jadikan kami bagian dari perjalanan customer loyalty brand Anda, hubungi agent kami di sini untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Customer reward telah menjadi rahasia umum sebagai alat promosi yang rendah biaya. Namun, sistem ini sudah beredar lebih dari 1 dekade, membuat banyak perusahaan mulai menerapkan hal yang sama satu sama lain. Dari maskapai penerbangan yang menawarkan penawaran frequent flier hingga perusahaan telekomunikasi yang menurunkan biaya mereka untuk mendapatkan lebih banyak volume, organisasi menghabiskan jutaan untuk mengembangkan dan menerapkan program reward.

7 Program Loyalitas Untuk Meningkatkan Kesetiaan Pelanggan

Program reward dapat menghasilkan siklus loyalty. Misalnya saja dengan program loyalitas atau loyalty program. Dengan perencanaan dan implementasi sebagai bagian dari strategi manajemen loyalitas yang lebih besar, hal ini dapat menghasilkan customer loyalty dan kepuasan pelanggan.

Ada banyak jenis program loyalitas yang dapat Anda pilih. Di bawah ini adalah yang paling umum dari program loyalty yang berhasil diimplementasikan beberapa bisnis.

1. Loyalty Points

Loyalty Points

Program Loyalty Points memungkinkan pelanggan mengumpulkan poin yang dapat mereka tukarkan dengan hadiah dan produk atau layanan gratis.

Ini adalah salah satu jenis program loyalitas yang paling umum dan sering menggunakan sistem kartu.

Starbucks telah menggunakan strategi ini dan membuat program mereka lebih menarik dan menonjol dari para kompetitor dengan menjadikannya digital dan dengan memberikan lebih banyak hadiah unik.

Anggota Starbucks tidak hanya mendapatkan poin, tetapi mereka juga dapat menggunakan aplikasi untuk memesan, membayar pesanan, dan bahkan mendengarkan musik.

Strategi ini bekerja dengan baik dengan value brand Starbucks dan audiens target, yang akan mencari kafein di pagi hari dalam perjalanan mereka untuk bekerja atau ketika waktu kritis di siang hari ketika mulai mengantuk.

Semua ini membantu memperkuat citra Starbucks sebagai peningkatan lifestyle, yang mencerminkan tujuan dan nilai perusahaan.

2. Loyalty Tier Program/Tingkatan

Loyalty Tier Program mirip dengan program poin karena biasanya memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan poin dengan pembelian mereka.

Namun, perbedaannya di sini adalah status pelanggan sebagai advokat untuk merek Anda akan meningkat karena mereka mengumpulkan lebih banyak poin, misalnya saja brand Gojek dengan GoClub.

Loyalty Tier Program/Tingkatan
source: gojek.com/goclub/

Bergantung pada tingkatan pelanggan, mereka memenuhi syarat untuk berbagai hadiah termasuk kupon promo cashback, diskon, prioritas pemesanan, tiket nonton bioskop gratis, hingga potongan harga pada program subscription.

Menggunakan tingkatan dalam program reward memastikan ada nilai nyata bagi pelanggan, terlepas dari apakah mereka memilih untuk membeli setahun sekali, sebulan sekali, atau setiap hari.

3. Partnership

Dalam program ini, setiap pelanggan akan mendapatkan keuntungan berupa kesempatan untuk menjadi partner atau partner bisnis di dalam perusahaan. Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan keuntungan dari penawaran harga khusus.

Kemitraan yang ditawarkan kepada klien dan sering diterapkan oleh banyak brand adalah dalam bentuk software. Pelanggan yang memiliki pengaruh penting dan terkenal di dunia maya dapat berpartisipasi dalam promosi produk perusahaan.

Karena pelanggan telah membantu brand dalam mempromosikan produk, pelanggan juga berhak mendapatkan produk secara gratis dan beberapa hadiah diberikan sesuai kesepakatan yang disepakati bersama.

Contoh yang paling sederhana dari program ini adalah sistem endorsement. Pelanggan yang mempromosikan produk bisa mendapat imbalan dengan produk gratis atau dengan perjanjian tertentu.

4. Membership

Dalam metode ini, sebuah bisnis dapat menawarkan rasa berada dalam komunitas kepada pelanggan dengan meminta mereka untuk bergabung sebagai anggota. Jika pelanggan tertarik dan mendaftar untuk program ini, mereka dapat bergabung dan mempersiapkan diri untuk menjadi anggota keanggotaan klub yang dibuat.

Mereka nantinya akan merasa puas karena mereka akan menerima beberapa fasilitas sebagai hasil dari keanggotaan mereka. Diskon, promosi anggota eksklusif, atau layanan anggota eksklusif adalah beberapa keuntungan yang dapat Anda berikan kepada mereka.

5. Limited Event/Event Terbatas

Contoh lain adalah program limited events atau event terbatas. Program limited events ini akan ditawarkan baik secara pribadi atau publik oleh bisnis.

Namun, program acara terbatas ini dapat diberikan kemudian untuk acara lain atau khusus, atau pada akhir tahun acara, untuk kategori umum.

Dalam hal ini, bisnis dapat memberikan manfaat besar bagi klien setianya, seperti diskon besar.

6. Program berbasis value

Jika Anda tahu bahwa pelanggan Anda memiliki keyakinan dan nilai yang kuat seputar masalah tanggung jawab sosial perusahaan, maka Anda mungkin menemukan bahwa program berbasis value adalah yang terbaik untuk Anda dan mereka.

Program ini menawarkan imbalan non-moneter kepada pelanggan seperti sumbangan amal, sehingga Anda dapat terhubung dengan mereka lebih dalam dan membangun hubungan etis yang kuat dengan mereka.

Program berbasis value
source: toms.com/us/impact.html

Merek sepatu populer TOMS telah menyempurnakan program ini dengan kampanye ‘Wear Good’, yang menjanjikan untuk membantu mendanai akses ke sumber daya kesehatan mental bagi jutaan orang yang membutuhkannya.

7. Program Loyalitas Berbayar

Program Loyalitas Berbayar
source: amazon.com/amazonprime

Program loyalitas berbayar mengharuskan anggota untuk membayar akses ke layanan khusus, diskon, atau peluang unik – baik bulanan atau tahunan.

Program-program ini membuat pelanggan Anda merasa eksklusif tetapi imbalannya harus sebanding dengan biaya keanggotaan mereka agar berhasil.

Dengan lebih dari 1,5 juta pelanggan (di Amerika Serikat), Amazon Prime Membership menjadi salah satu program loyalitas e-commerce yang paling sukses.

Sebagai imbalan atas biaya keanggotaan tahunan, pelanggan ditawari beberapa opsi pengiriman gratis (termasuk pengiriman di hari yang sama), layanan streaming musik dan video, serta akses awal ke produk yang termasuk dalam penjualan kilat waktu terbatas, seperti penawaran kilat dan penawaran berjalan pada Amazon Prime Day.

Baca juga: 7 Tips Meningkatkan Retensi Pelanggan yang Wajib Dicoba

Sudah siap menerapkan loyalty program di atas untuk brand Anda? Jangan lupa untuk mendukung program Anda dengan komunikasi yang baik bersama pelanggan. Menggunakan strategi omnichannel dalam customer support bisa menjadi hal yang vital di balik customer loyalty program. OneTalk by TapTalk.io, sebuah omnichannel messaging platform yang mengintegrasi berbagai channel sekaligus adalah jawaban bagi Anda yang mencari cara terhubung dengan pelanggan secara mulus.

Pesan dan bentuk komunikasi lainnya dengan pelanggan adalah cara terbaik untuk menggunakan program loyalitas pelanggan ini. Kirim pesan diskon khusus, promo, dan hak istimewa terbatas lainnya untuk program loyalitas pelanggan Anda.

Bagaimana OneTalk dapat membantu Anda? Dengan OneTalk, Anda dapat melakukan ini dengan mudah ke banyak pelanggan di beberapa saluran. Broadcast Messages adalah fitur dengan berbagai keunggulan. Anda tidak hanya dapat mengirim beberapa pesan sekaligus. 

Fitur Broadcast Messages Onetalk

Dengan fitur ini, Anda juga dapat mengirimnya ke penerima yang tersegmentasi dengan Contact Segment. Saat melakukannya, Anda dapat menjadwalkan pesan dan mengirim banyak pesan dalam berbagai jenis–seperti mengirim teks dengan gambar atau video.

Selain itu, Anda bisa mengirimkan pesan API dan menerima Personalized Proactive Notification dengan OneTalk. Kirim notifikasi, reminder, promosi, dan alert tepat waktu untuk memberi informasi kepada pelanggan di seluruh perjalanan mereka.

Hubungi agent kami sekarang dan jadikan kami bagian dari perjalanan loyalty program Anda.

Is customer loyalty program truly a key for a successful marketing strategy? 

If you've tried various ways to retain customers, and yet are still faced with a “meh” result time and time again, maybe you need to pay attention to a known method made special for loyal customers, a customer loyalty program.

Studies have found that acquiring a new customer is at least six times more expensive than maintaining an existing customer. As we all know, the level of satisfaction and customer loyalty is one of the keys to success in developing a company. Without customers, the company automatically does not receive income. This, of course, can result in the company not being able to survive in the long term.

What Is a Customer Loyalty Program? Definition and Examples

For this reason, the loyalty program is a growing priority for businesses. 

Marketers' usage of customer loyalty program platforms is expected to rise by 80% in the next two years, according to the fifth annual "State of Marketing" study report. 63% of high-performing marketers are currently using loyalty program platforms, according to the survey.

Discounts aren't the only benefit of customer loyalty programs. They give clients timely and appropriate offers based on their purchase history and data provided by the customer, and they improve the overall customer experience. By developing unique alliances with similar firms, companies may expand their consumer base and provide even more enticing benefits.

So, what is a loyalty program? How to apply it to customers? Get the full answer by reading the article about the loyalty program below.

What is a customer loyalty program?

A customer loyalty program, by definition, is a marketing strategy that acknowledges and compensates consumers who buy or transact with a company on a regular basis. Companies can provide points or benefits to consumers who spend a certain amount of money, promoting them to a higher degree of loyalty. Customers who get these extra incentives and privileges are more likely to become regular customers or perfectionists - brand evangelists. Free stuff, presents, discounts, or internal benefits like early access to new products are all possible rewards.

Companies may be hesitant to give free add-ons, but it's a technique that doesn't have to be expensive. However, according to psychologist Norbert Schwarz, paying as little as ten cents might establish a reciprocal bond between two individuals.

What is a customer loyalty program?

According to studies, clients that participate in customer loyalty programs spend up to 18% more than other customers.

Delivering a modest product or service with a purchase is a terrific approach to reinforce your consumers' recent purchasing decisions. Everybody enjoys getting something for nothing. And for every dollar spent on customer loyalty programs, a corporation is sure to gain a slew of rewards. On the other hand, when customers quit your firm, their revenue stream will be lost forever.

Research also says that 95% of customers feel that trusting a firm boosts their loyalty. Furthermore, according to studies, 91% of customers think that their confidence in a firm encourages them to buy more regularly.

Also read: What is Customer Retention? Try These 7 Tips To Boost Yours!

How Loyalty Programs Benefit Your Business

You should start paying serious priority to customers loyalty programs if you haven't applied them yet. It can provide you with a lot of benefits that you can hardly get from another marketing strategy.

Here are some of the benefits of implementing a loyalty program for business:

1. Build Relationships with Customers

One of the biggest benefits of the loyalty program it implements is building close relationships with customers. By implementing a loyalty program, you can provide more satisfaction to your customers. This indirectly provokes positive emotions in customers for the products or services you provide.

2. Differs you from Competitors

In this day and age, every company seems to have to be smarter in making its business look different from its competitors.

Why? Because business competition will be getting tighter as time goes by. You automatically won't be able to win it if you can't make a big difference.

For this reason, it is very important to create a loyalty program for your customers so that they can differentiate you from your other business competitors

If the program you design looks more attractive, then your customers are more likely to want to buy your product again than any other product.

3. Creating Customer Advocacy

If you are able to offer an attractive loyalty program, it is likely that your customers will be happy to recommend your business brand to people around them, such as family, friends, relatives, and business partners.

This will automatically build what we call customer advocacy. This activity is commonly known as a marketing advocacy strategy.

Your customers will be happy to introduce your company brand. Surely this will provide many benefits for you. Why? Because you no longer need to spend money to build brand awareness.

4. Better Customer Retention

Today, customers make purchasing decisions not just on price, but on shared value, interaction, and overall experience with your brand.

5. Cost Efficient

It is more cost effective for your company to maintain customer satisfaction than to constantly have to acquire new customers.

6. User Generated Content

Programs that encourage happy customers to post reviews and ratings on websites and social media creates true brand ambassadors for your brand.

Examples of Customer Loyalty Program

Examples of Customer Loyalty Program

1. Membership

In this method, a business can offer customers a sense of community by asking them to join as members. If customers are interested and register for this program, they can join and prepare to become members of the created club membership.

They will later be pleased since they will receive several perks as a result of their membership. Discounts, exclusive member promotions, or exclusive member services are some of the perks you may provide them.

2. Limited events

Another example is a limited event program. This limited event program will be offered either privately or publicly by the business.

This restricted event program can, however, be provided subsequently to other or particular events, or at the conclusion of the event year, for the general category.

In this instance, the business may provide huge benefits to its loyal clients, such as large discounts.

3. Partnership

The next method you can apply in conducting a loyalty program is to create a partnership.

In this program, each client will benefit in the form of an opportunity to become a partner or business partner within the company. In addition, customers will also benefit from special pricing offers.

The partnerships that are offered to clients and often implemented by many brands are in the form of software. Customers who have an important and famous influence in cyberspace can participate in the promotion of the company's products.

Since the customer has helped the brand in promoting the product, the customer will also have the right to get the product for free and some gifts are given according to the agreement that is agreed together.

Also read: Five-Step Approach To Maintain Your Business Reputation

How To Build Loyalty At Every Stage Of The Customer Journey

So, how should your business build a better customer loyalty strategy?

Customer loyalty is a valuable commodity. If a competitor makes a better offer, your customers will accept it—even if they have a positive history with your brand. According to the second annual State of the Connected Customer Report, 57% of customers stopped buying from the company because competitors provided a better experience.

Companies must build credibility through personal customer interactions that remember what happened before between the customer and the organization. It is also a good idea to offer added value to customers, by inviting them to participate in product-related online forums.

However, having a well-designed customer loyalty program enhances the customer's relationship with their brand. Of course, bringing up a feature or two at the point of sale can be what drives a customer to buy.

Gradually, however, businesses hope to build momentum as customers join—with the goal of strengthening relationships that will last a lifetime. Typically, this means you'll be giving your customers an ongoing opportunity to maximize their loyalty rewards. You can also offer them intelligent, targeted communications that celebrate their “milestones” with the brand, as well as their individual needs and preferences.

A New Focus On Customer Experience

The role of the marketing department changes as the loyalty program becomes the network that drives the customer experience. Marketers used to be responsible for placing products, crafting messages, creating ads, and posting on social media. But many are now turning to customer journey management and retention already with the brand.

If the future of marketing lies in a drastic change where marketing is the bridge builder across multiple experiences - from first touch, to sales support and customer service - it is important to create a common vision for the customer across an organization's business units. Marketers are increasingly tracking customer data, backed by rapidly developing capabilities like artificial intelligence that help them extract and understand ideas.

Today, for example, about six out of 10 marketing teams track customer satisfaction and retention. According to the State of Marketing report, the average marketing organization currently uses 14 data sources, a number that is growing by about 20% each year.

Additionally, a dedicated customer loyalty platform provides a way for businesses to manage the customer experience beyond the point of purchase. This software can help companies track important metrics such as response rate and retention rates. This allows them to evaluate the performance of loyalty programs, and see how customers feel about the company as a whole.

Also read: Customer Experience, Key for Successful Business

Make Your Customer Loyalty Program Easier With OneTalk by TapTalk.io

After reading the customer loyalty program, how it benefits your business, and all about the customer loyalty program, it’s time to put your knowledge to use. There is no better time than now to make your own customer loyalty program.

Messages and other forms of communication with customers is the best way to put this customer loyalty program to use. Send special discount messages, promos, and other limited privileges for your customer loyalty program. 

How can OneTalk help you? With OneTalk by TapTalk.io, a trusted omnichannel messaging solution, you can do this easily to multiple customers in multiple channels. Broadcast Messages is a feature with various advantages. Not only can you send multiple messages at once with this feature, you can also send them to a segmented receiver with Contact Segments. While at it, you can schedule your messages and send multiple messages in various types–such as sending texts with images or videos.

Contact OneTalk by TapTalk.io now and prove how loyalty programs can change your business for the better.

Knowing the difference between a lead and a prospective leader is one of the most difficult tasks for salespeople. Not everyone you speak with will be a good match for your product or service, and successful salespeople should be able to identify these folks early on.

When making the exploratory call, you must choose between two options: continue the relationship or break it off completely. You may be spending time with someone who will never buy from you if you don't qualify your potential consumers before moving on.

67% of lost sales are due to salespeople not properly qualifying their prospects before interacting with them. The consequences of not having a lead orientation plan have a direct impact on the sales pipeline, which means you can't skip this step.

Here's The Best Questions To Qualify Leads!

How do you know if a prospect is eligible or not?

Usually, you can't judge this from the first interaction with a potential client. To qualify a lead, you must first know how to qualify leads and key questions to qualify leads.

Knowing how to qualify leads

Because lead qualification is at the heart of the sales process and affects its performance, it's vital to grasp the practice's essence and remember its advantages.

What is the definition of lead qualification?

Lead qualification is a method of assessing the possibility that a lead will become a paying client in the future.

What measures should a follow-up approach contain to sound more convincing to this particular individual? After you've properly qualified your leads, you may answer this and additional questions.

Also read: Why You Should Invest On Communication Platform

Key Questions To Qualify Leads

Key Questions To Qualify Leads

Regardless of which main qualification framework you choose, you will see that there are similar factors involved in all of them, namely:

A qualified leader must have a nagging pain point that prevents them from achieving his goals. Therefore, you need to ask the leader to describe the challenge he is facing first.

Next, it is important to determine what is preventing them from solving the problem. Is this a budget? Or maybe they are frustrated with the solutions they implemented earlier?

In large companies and organizations, the decision-making process can take months or even years. To prioritize opportunities, ask about the timeline for the procurement process in their organization.

NEED: Is there a need for my service?

When you initially contact a prospect, you need to figure out how interested they are in your services: are they in denial about the problems they're having, have they already devised a strategy to tackle their problems, or are they actively looking for someone like you?

Here are some examples of the first eleven qualifying questions that may be useful at this point.

  1. It looks like you're trying to implement [company’s need]. Is that correct?
  2. I want to know what you think [company’s need]. Does this seem related?
  3. Have you ever thought about doing [your offer]?
  4. I have an idea for [company’s need].
  5. In terms of [company needs], do you have the bandwidth to try out [your offer]?
  6. Do you have an in-house team or work with other suppliers to fulfill [company’s need]?
  7. You say you're not currently looking for a solution to [company’s need], so why not?
  8. What does your current sale look like?
  9. What industries are you targeting: is it narrow or can we expand?
  10. What are your top priorities now?
  11. What is your main challenge now?

Also read: 6 Signs That Your Business Need Omnichannel

OPPORTUNITY: What advantages would my solution provide you with?

By asking the right qualifying questions to prospects, you can guide them to find answers to their needs and realize the window of opportunity that it presents. Here are the best sales qualifying questions to help you achieve them:

  1. With the current [company’s needs] solution you mentioned, are you fully satisfied?
  2. What business problem do you want to solve with [your offer]?
  3. How do you plan to fulfill [company’s needs]? What about the [solution] that was achieved through [your offer]?
  4. Interested in discussing how you can [company needs] through [your offer] help?
  5. Would you like to briefly explore an extremely affordable supplement for your team to assist you with [company’s needs] through your [offer]?
  6. How urgent is your need in [company’s needs]?
  7. What are the outcomes of [solutions provided to enterprise needs]? What happens if you decide to pursue [your offer]?
  8. What value will [your offer] bring to your company?

TEAM: Who will be affected by the implementation of my solution?

Before pushing prospects down the sales funnel, you need to make sure you're talking to the right people who will ultimately make decisions about your offer. To find out if the lead is the decision maker, ask the following lead qualification question:

  1.  What is your role in the company's decision-making process?
  2.  What is your job title?
  3.  Are you a team member who has the final say on [company’s needs]?
  4.  Since you're not a decision maker, can we add someone from your team to see a complete picture of your current situation concerning [company’s needs]?

IMPACT: What is the impact of our collaboration?

If this is your first time collaborating with your company, potential customers may have wrong expectations about their results. Be sure to discuss all the details, leaving no room for misunderstanding between you and your potential client.

  1. Here's what your lead's current qualifying questions look like:
  2. What are your expectations from this collaboration?
  3. When do you expect to see the first results of our collaboration?
  4. What will happen if [your offer] is successful?
  5. Why did you decide to go to [your offer]?
  6. What results will satisfy you in a month/quarter/year of our cooperation?
  7. Which result is necessary and which is better?
  8. What will happen if [company's needs] are not resolved?

Also read: Five-Step Approach To Maintain Your Business Reputation

- - -

Make The Best Out Of Lead Qualifying Questions With TapTalk.io

If you have mastered all these questions for your customer, it’s time to implement this onto your leads. Using integrated messaging solutions like OneTalk by TapTalk.io can make all the processes seamless. With a Single Dashboard and Broadcast Message, qualifying leads is now easier than ever! Contact us to know more about our services. We can’t wait to be a part of your journey.

Apa sih resep di balik bisnis FinTech yang baik? Keamanan? Efektivitas? Minimnya resiko? Ketika kita berbicara tentang sistem kompleks yang mengelola, menyimpan, meminjamkan, dan mendapatkan keuntungan dari uang, sedikit saja ada kekurangan pada keamanan atau efektivitasnya pasti akan mengurangi kepercayaan publik terhadapnya secara signifikan. 

Lalu bagaimana Danakini, sebuah perusahaan FinTech anak usaha dari Kawan Lama yang menangani lebih dari Rp 1 Triliun dana pinjaman sejak mereka berdiri, menjalankan keseharian operasional mereka hingga berjalan mulus? Kupas tuntas kunci suksesnya di bawah ini.

DanaKini Buat Bisnis Fintech Lebih Efisien dengan OneTalk

Pertumbuhan pesat financial technology membuka ruang untuk peluang dan Indonesia adalah salah satu negara yang mengadopsi teknologi tersebut. Selain itu, besarnya populasi di Indonesia telah memacu inovasi. Adopsi mobile banking dan FinTech mengubah lanskap keuangan di Indonesia.

Menurut survei tahun 2017 yang dilakukan oleh Hootsuite, dari 4,153 miliar total populasi di kawasan Asia-Pasifik, terdapat 1,909 miliar pengguna internet, 1,541 miliar pengguna media sosial aktif, 3,999 miliar langganan seluler, dan 1,441 miliar pengguna seluler aktif. pengguna sosial. 

Sejak 2016 di Asia-Pasifik, pengguna Internet tumbuh 15%, pengguna media sosial aktif 25%, pengguna seluler unik 4%, dan pengguna sosial seluler aktif 35%. Setidaknya dua atau lebih layanan FinTech digunakan oleh setiap konsumen.

Dana Kini merupakan perusahaan layanan finansial berbasis teknologi Informasi (Fintech Lending) yang mempertemukan Pemilik Dana dan Peminjam Dana untuk keperluan pembiayaan konsumer.

Menjawab peluang FinTech di Indonesia, Dana Kini menawarkan berbagai produk yang dapat dinikmati para penggunanya. Terdapat beberapa produk untuk para pengguna yang membutuhkan pembiayaan:

Sementara untuk pengguna yang ingin melakukan pendanaan, terdapat produk kiniDanaku yang merupakan produk pendanaan pembelian barang di Indonesia dengan Imbal Hasil. Cek lebih lanjut tentang DanaKini di sini!

Semua produk ini pada akhirnya akan diarahkan kepada agents yang membantu pengguna mendapatkan produk yang diinginkan. Maka itu, customer service yang mendukung produk-produk Danakini harus bekerja secara efisien.

Baca juga: Rahasia Yuna & Co. Tingkatkan Performa Customer Support

Danakini memanfaatkan OneTalk agar agents mereka bekerja dengan lebih cermat dan efisien. Bagaimana OneTalk membantu Dana Kini? 

Bagaimana OneTalk Membantu Danakini Memberikan Layanan Terbaik

Sebagai sebuah bisnis financial technology yang fokus pada lending, performa customer service Danakini harus cepat dan efisien. 

Broadcast Messages menjadi salah satu fitur yang digunakan oleh Danakini. Jika sebelumnya Danakini melakukan broadcast manual untuk customer dengan personal WhatsApp dan email, kini mereka bisa melakukannya dengan lebih mudah menggunakan Single Dashboard OneTalk dan mencapai 3000 customer.

Fitur Broadcast Messages dari OneTalk memberikan keuntungan lebih daripada broadcast message biasa. OneTalk mendukung Advanced Broadcast yang terdiri dari:

1. Contact Segment

Contact Segment

Pesan yang dikirim kepada segmen tertentu pada kontak Anda. Misal: pesan yang Anda kirim ditujukan kepada pelanggan dengan domisili Jakarta saja.

2. Schedule Broadcast

Schedule Broadcast

Menjadwalkan pesan broadcast.

3. Multiple Message Broadcast

Multiple Message Broadcast

Mengirim beberapa pesan sekaligus saat membuat pesan broadcast kepada pelanggan

4. Personalized Broadcast.

Membuat pesan dengan isi yang dipersonalisasi dengan penerimanya.

Personalized Broadcast

Selain itu, Case Label juga menjadi fitur yang berperan penting dibalik customer service Danakini.

Case Label

Dengan fitur Case Label, Anda bisa menambahkan label atau keterangan yang sesuai dengan case klien. Misal, Anda membuat case label dengan Continue in Meeting untuk case yang diteruskan dengan meeting, Existing Customer untuk pelanggan Anda, Spam untuk pesan yang mengganggu, atau Custom Order untuk pelanggan yang meminta permintaan khusus.

Case Label

Fitur ini berguna untuk Anda yang ingin mengorganisasi pesan agar lebih terkoordinasi. Label ini juga bisa digunakan untuk memisahkan pesan spam/junk agar tidak tercampur dengan pesan penting yang bisa memberikan Anda pelanggan potensial.

Baca juga: Ini Contoh Template Pesan Broadcast WhatsApp yang Kreatif!

Itu dia kunci dari sistem customer service Danakini. Menangani 41.595 peminjam individu aktif dan 24 peminjam institusi aktif, tentu support yang dimiliki harus baik.

Jadilah seperti Danakini dan tingkatkan efektivitas dan efisiensi agent Anda! Buat sistem customer service yang semakin baik dan buat bisnis Anda semakin sukses.

Percayakan bisnis Anda dengan OneTalk by TapTalk.io sekarang. Saatnya miliki sistem customer service yang efisien dan tingkatkan produktivitas agent! 

Hubungi agent kami di sini atau mulai percakapan live chat dengan kami.

Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Sebagai salah satu universitas tertua di Indonesia, UGM berperan sebagai pilar kebangkitan pendidikan di Indonesia.

Di Universitas Gadjah Mada, mahasiswa diberikan kesempatan yang luas untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidangnya melalui dukungan infrastruktur modern dan teknologi informasi. 

Sebagai universitas yang menghasilkan banyak lulusan unggul, tentunya UGM diminati berbagai siswa dari seluruh Indonesia. Ini akan membuat UGM sering dihubungi calon mahasiswa kapan pun dan melalui berbagai channel.

Tidak hanya itu, universitas ini juga tercatat memiliki 50.000 mahasiswa aktif. Mereka tentunya juga akan sering berkomunikasi dengan kampusnya. Lantas, bagaimana cara Layanan Kemahasiswaan UGM bisa menangani semua pesan yang banyak ini?

Layanan Kemahasiswaan UGM Jadi Lebih Efisien dengan TapTalk.io

Omnichannel: Solusi Universitas Menjangkau Pelajar

Berbicara kepada siswa melalui omnichannel adalah strategi penting untuk meningkatkan jumlah pendaftaran calon mahasiswa dan membantu mempertahankan keterlibatan dengan mereka.

Omnichannel mengacu pada beberapa saluran komunikasi, seperti Facebook, WhatsApp, Twitter, Instagram, dan sebagainya.

Setiap channel ini menawarkan manfaat dan daya tarik tersendiri bagi audience yang berbeda-beda. Dalam beberapa kasus, memanfaatkan omnichannel dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan yang Anda lakukan.

Selain itu, jika institusi menyediakan berbagai channel, ini akan membuatnya menonjol di mata calon mahasiswa. Hal ini dikarenakan mereka bisa menghubungi universitas sesuai dengan channel yang mereka inginkan.

Baca juga: Omnichannel Solusi Notifikasi Pelanggan Lebih Mudah & Murah

Bagaimana UGM Menjalankan Layanan Kemahasiswaan Sebelum Omnichannel

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Universitas Gadjah Mada memiliki jumlah mahasiswa yang banyak. Dan, administrasi UGM pastinya akan menerima berbagai pertanyaan dari mahasiswa untuk urusan administrasi, seperti pembayaran, jadwal kuliah, sepanjang tahun. 

Umumnya, pertanyaan ini dijawab dengan menggunakan beberapa channel yang sesuai dengan aplikasi yang digunakan mahasiswa untuk menghubungi kampus. Artinya, admin UGM perlu menyediakan WhatsApp, Facebook, Instagram dan lainnya dalam satu mobile atau desktop.

Tidak hanya itu, pihak kampus juga perlu mengirimkan pesan broadcast penting kepada setiap pelajarnya. 

Proses ini kurang efisien dan memakan waktu yang lama. Contohnya, jika UGM menggunakan layanan WhatsApp reguler, fitur yang mereka dapatkan sangat terbatas. Hanya ada satu admin saja yang bisa membalas satu per satu semua pesan yang masuk. Hal ini dikarenakan WhatsApp tidak dapat diakses secara bersamaan oleh banyak perangkat atau agent sekaligus.

Baca juga: Cara Menggunakan WhatsApp Business dengan Multi User

Selain itu, WhatsApp reguler tidak bisa mengirim pesan broadcast dengan bebas. Di sinilah omnichannel seperti OneTalk bisa membantu UGM.

Cara OneTalk Membantu UGM Menjangkau Mahasiswanya

Untuk meningkatkan proses layanan mahasiswa, Universitas Gadjah Mada menggunakan solusi omnichannel OneTalk dari TapTalk.io. 

Dengan OneTalk, UGM kini dapat mengakses WhatsApp, Facebook, Twitter, Telegram, dan Instagram di dashboard yang sama. Ini berarti semua pesan, termasuk pesan langsung dan komentar, yang diterimanya di akun channel-channel tersebut ditempatkan secara terpusat. Fitur ini juga akan mencegah adanya pesan yang terabaikan.

Sebelum menggunakan OneTalk, layanan kemahasiswaan UGM hanya ditangani oleh 1 agent dengan waktu respon rata-rata 2 hingga 3 hari. Sekarang, layanan tersebut bisa ditangani oleh 3 hingga 4 agent  dengan waktu respon rata-rata 24 jam.

Cara OneTalk Membantu UGM Menjangkau Mahasiswanya

Saat ini, Universitas Gadjah Mada sangat terbantu dengan fitur WhatsApp for SME. WhatsApp yang ditawarkan OneTalk ini dapat diakses melalui Desktop/Web. Keamanannya juga tidak perlu dikhawatirkan lagi karena semua pesan yang masuk melalui OneTalk dan WhatsApp akan dienkripsi secara otomatis.

Dengan OneTalk, UGM juga dapat membuat pesan broadcast apapun, serta mengirimkan pesan otomatis seperti, welcome and away messages, dan quick replies.

Selain mengirim pesan otomatis dan broadcast, OneTalk juga menyediakan fitur Handover Case dan Assign Case. Fitur ini memiliki tiga Assignment Rules yang sangat bermanfaat, seperti:

Cara OneTalk Membantu UGM Menjangkau Mahasiswanya

Assignment Rules ini juga dapat memantau cara kerja agent dari waktu penugasan yang tercatat, dan tentu saja, Anda dapat memenuhi permintaan mahasiswa dengan melayaninya secara sistematis.

Agar proses pelayanan menjadi lebih efisien, UGM juga menggunakan fitur Take Over Case.

Berkat fitur ini, Anda dapat dengan mudah menugaskan suatu case kepada agent yang lebih ahli. Agent akan menerima case detail yang lengkap sehingga proses komunikasinya menjadi lebih cepat.

Baca juga: Ini Dia Cara Membalas Pesan Otomatis di WhatsApp

Dapatkan Layanan Omnichannel dengan OneTalk 

Sebagai lembaga pendidikan dengan jumlah pelajar yang banyak, Universitas Gadjah Mada membuktikan bahwa OneTalk telah membantunya melayani ribuan mahasiswa dari berbagai channel. Mulai dari pendaftaran hingga kemahasiswaan di kampus.

OneTalk juga dapat membantu bisnis Anda memberikan pengalaman layanan pelanggan terbaik dan meningkatkan efisiensi tim Anda. Selain fitur-fitur yang dimanfaatkan UGM di atas, Anda juga bisa mendapatkan berbagai fitur lainnya yang ditawarkan OneTalk.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, maksimalkan layanan bisnis Anda dan berikan pengalaman pelanggan yang berkesan dengan OneTalk by TapTalk.io sekarang!

Anda dapat menghubungi agent kami di sini untuk mengobrol lebih lanjut.

Yuna & Co adalah sebuah perusahaan fashion yang membantu wanita tampil maksimal melalui berbagai jenis styling yang mereka sediakan. Menjadi sebuah perusahaan yang menjangkau kebutuhan personal setiap pelanggannya, tentu Yuna & Co. membutuhkan layanan customer service yang kuat di balik performa digitalnya.

Sebagai bisnis yang yang mengutamakan kepuasan pelanggannya, relasi yang erat dengan customer tentu menjadi hal yang penting. Yuna & Co. bersama OneTalk by TapTalk.io berhasil memudahkan kinerja customer service dan membuat sales menjadi lebih efisien dan efektif. Mari simak cerita Yuna & Co. dan bagaimana OneTalk membantunya. 

Rahasia Yuna & Co. Tingkatkan Performa Customer Support

Bagaimana Yuna & Co Membantu Wanita Menemukan Gaya Terbaiknya

Yuna & Co. didirikan dengan tujuan sederhana, “to help women look and feel great through a seamless and empowering experience.” Perusahaan ini adalah styling platform pertama di Indonesia yang berbasis teknologi dan human stylist. Tidak hanya menjual “gaya”, perusahaan ini juga membantu customer dengan menyediakan layanan konsultasi bersama stylist pribadi. 

Menyediakan solusi styling yang lebih mudah, wanita mana yang bisa menolak kemudahan ini? Yuna & Co. membantu wanita yang memiliki sedikit waktu untuk dihabiskan mencari gaya yang diinginkan secara online, dengan memberikan solusi styling yang hemat waktu, lebih irit, dan anti ribet.

Apa saja yang ditawarkan Yuna & Co.?

1. Memilih Style Sendiri

Untuk yang suka belanja dengan memilih style sendiri, Yuna & Co. menyediakan berbagai item yang dikurasi dengan cermat. Pelanggan dapat menjelajah website Yuna & Co. untuk mencari item yang dipilih, atau bisa juga memilih item berdasarkan Curated style-ideas yang disediakan.

Curated style-ideas

2. With Stylist

With Stylist

Personal Styling

Ragu dengan style apa yang harus digunakan? Ada personal styling yang bisa membantu pelanggan mendapatkan saran busana. Apa yang bisa didapatkan dalam personal styling?

Matchbox

Ragu dengan style dan ingin “surprise”? Ada matchbox untuk pelanggan yang ingin gayanya dipilihkan oleh stylist. Matchbox yang disediakan Yuna & Co terdiri dari 3 jenis, Mini, Basic, dan Deluxe. Apa bedanya matchbox dengan personal styling?

3. Journal

Journal

Tidak hanya menjual pakaian yang dikurasi dan menyediakan platform styling, Yuna & Co. juga menyediakan insight mengenai tren dan tips lainnya dalam dunia fashion melalui Journal nya.

Mulai dari ide OOTD, tren fashion red carpet, hingga tips styling berbagai item pakaian, Yuna & Co. menyediakan platform terbaik untuk berbagi ilmu dan menciptakan interaksi berkualitas dengan pelanggannya.

Untuk itu, customer support harus bisa mendukung mobilitas interaksi Yuna & Co. bersama setiap pelanggan. Menyediakan ruang interaksi dengan customer menjadi hal rutin yang dijalani Yuna & Co setiap harinya. 

Yuna & Co. memilih OneTalk by TapTalk.io untuk meningkatkan relasi dengan customer. Hasilnya? Peningkatan produktivitas agents, kemudahan handover setiap case, dan jumlah broadcast chats yang meningkat dan lebih mudah. 

Baca juga: Pebisnis Wajib Tahu! 9 Tren Customer Experience Tahun 2022

Handover Case Hingga Broadcast Messages: Bagaimana OneTalk Membantu Yuna & Co. 

Yuna & Co. menangani ratusan pesan yang masuk di berbagai platformnya. Mulai dari  membalas chat dari customer hingga mengirim broadcast tanpa harus menyimpan nomor, semua aktivitas customer service ini tentu membutuhkan dukungan optimal agar kepuasan pelanggan tetap terjaga.

Sebelum menggunakan OneTalk by Taptalk.io, setiap agent customer service Yuna & Co. menangani sekitar 150 chat setiap bulannya. Jumlah ini kemudian meningkat sebanyak 53% setelah menggunakan OneTalk menjadi sekitar 230 chat per bulannya. 

Peningkatan produktivitas agent ini terjadi berkat adanya fitur Handover Case dan Assign Case yang dimiliki OneTalk. Fitur Assign Case memiliki 3 jenis Assignment Rules, yaitu:

Selain pengaturan assign case ini, Anda juga dapat menyetel jumlah maksimal case yang ditangani setiap agent.

Tidak hanya fitur Handover dan Assign Case, fitur Broadcast Messages juga meningkatkan performa Yuna & Co. Jika sebelumnya Yuna & Co. melakukan broadcast manual untuk customer yang menyimpan kontaknya kepada kurang lebih 3000 customer per minggu, setelah OneTalk angka ini naik 30% menjadi 4000 customer per minggu.

Baca juga: Ini Contoh Template Pesan Broadcast WhatsApp yang Kreatif!

Kenapa bisa naik signifikan? Hal ini karena Fitur Broadcast Messages dari OneTalk mendukung Advanced Broadcast yang terdiri dari:

1. Contact Segment

Pesan yang dikirim kepada segmen tertentu pada kontak Anda. Misal: pesan yang Anda kirim ditujukan kepada pelanggan dengan domisili Jakarta saja.

Contact Segment

2. Schedule Broadcast

Schedule Broadcast

Menjadwalkan pesan broadcast.

3. Multiple Message Broadcast

Multiple Message Broadcast

Mengirim beberapa pesan sekaligus saat membuat pesan broadcast kepada pelanggan

4. Personalized Broadcast.

Membuat pesan dengan isi yang dipersonalisasi dengan penerimanya.

Personalized Broadcast

Jadi, apakah OneTalk membantu Yuna & Co.? Mereka berpendapat bahwa OneTalk by TapTak.io membantu mereka dan dapat digunakan dengan simple. Yang terpenting? Yuna & Co. merekomendasikan OneTalk untuk bisnis lainnya yang ingin meningkatkan performa customer support.

Baca juga: Pentingnya Omnichannel untuk Sosial Media Customer Service

Percayakan bisnis Anda dengan OneTalk by TapTalk.io sekarang. Katakan bye untuk customer service tidak efisien, hi produktivitas agent berkualitas! 

Hubungi agent kami di sini atau mulai percakapan live chat dengan kami.

Pernahkah Anda membuat Email Marketing? Baik itu Newsletter, email sponsor, email digest, atau email follow-up, email promosional seperti ini terbukti sangat efektif, lho.

Lalu, bagaimana membuat email marketing yang baik? Di artikel ini, kita akan melihat jenis-jenis dan contoh template email marketing yang bisa Anda gunakan untuk membuat email marketing bisnis Anda.

Template Email Marketing yang Efektif untuk Bisnis Anda

Jenis-Jenis Email Marketing Untuk Bisnis Anda

1. Newsletter

Email Newsletter adalah email yang dikirim secara rutin kepada subscriber. Konten dari Newsletter dapat berupa artikel berita, tips, hingga promosi item. Tujuannya adalah untuk memberikan value yang terus menerus kepada penerima email.

Kenapa Newsletter dapat menarik pelanggan?

  1. Memiliki tampilan interaktif/responsif
  2. Visual yang menarik
  3. Memiliki CTA (call-to-action) button yang spesifik
  4. Menyampaikan pesan dengan kata yang minim

Langkah-langkah membuat Newsletter:

Subjek email newsletter tentu juga berperan penting dalam menarik perhatian customer. Berikut beberapa ide subjek email newsletter:

Template email newsletter:

Template email newsletter:

Baca juga: Email Promosional Vs Email Transaksional, Apa Bedanya?

2. Email Digest

Email digest pada dasarnya adalah satu email yang merangkum semua email Anda yang diterbitkan selama periode waktu tertentu atau ketika batas volume tercapai (misalnya setiap 10 atau 100 pesan) menjadi satu pesan tunggal dan dikirim ke pelanggan email Anda pada setiap interval yang dipilih.

Susunan email digest atau penyesuaian frekuensinya mungkin berbeda dari satu alat ke alat lainnya, tetapi umumnya, semuanya memiliki tujuan yang sama: untuk merangkum kegiatan pelanggan

Kenapa Anda membutuhkan email digest?

1. Meningkatkan Tingkat Baca Pelanggan

Mengumpulkan beberapa poin sekaligus akan lebih mudah dibaca oleh pelanggan dan secara otomatis meningkatkan tingkat baca mereka.

2. Pelanggan Dapat Melihat Kemajuan Bulanan Produk Anda Dengan Mudah

Email digest memungkinkan pelanggan melihat apa yang Anda miliki untuk bulan itu dan mereka mengetahui kemajuan bisnis Anda dengan mudah.

3. Membuat Pelanggan Anda Membaca Kembali Email Menarik Yang Mungkin Terlewatkan

Email digest memungkinkan Anda memastikan bahwa pelanggan Anda melihat update produk yang Anda buat dalam jangka waktu tertentu.

4. Menotifikasi Pelanggan Anda Tentang Update atau Bug Fix yang Tidak Dapat Diberitahukan dalam Satu Email

Email digest adalah saluran untuk memberi tahu pelanggan Anda tentang hal terkecil yang tidak dapat diberitahukan dalam satu email.

5. Meminimalisir Waktu yang Dihabiskan Pelanggan Membaca Email dan Lebih Jarang Menginterupsi Saat Mereka Bekerja

Berikut contoh template Email Digest yang bisa Anda gunakan

Contoh template Email Digest
source: pinterest.com - Really Good Email

3. Email follow-up

Email follow-up adalah email yang dikirim ke penerima yang sudah pernah Anda hubungi sebelumnya. Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin ingin mengirim email follow-up, termasuk: 

Tujuan email follow-up adalah sebagai pengingat email sebelumnya yang telah Anda kirim. Bukan untuk memulai percakapan, tetapi untuk menghidupkannya kembali dan menghasilkan respons.

Struktur yang ideal untuk email follow-up adalah:

  1. Subjek email
  2. Salam pembuka
  3. Isi/body
  4. Penutup
  5. Sign-off/tanda tangan/signature

Berikut beberapa template yang bisa Anda gunakan untuk mengirim email follow-up:

Subject line: Senang mendengar kabar dari Anda…

Hai Ryan,

Senang mengobrol dengan Anda sebelumnya. Saya baru saja menghubungi Anda untuk memeriksa apakah Anda dapat meninjau email yang saya kirimkan kepada Anda.

Jika saya tidak mendengar kabar dari Anda dalam beberapa hari kedepan, saya akan menghubungi Anda.

Dengan hormat,

Sarah

Subject line: Terima Kasih Telah Memilih June and Co.

Hai Bella,

Terima kasih telah memilih kami sebagai pilihan terpercaya Anda. Kami telah mengirimkan beberapa data sebelumnya untuk ditinjau menindaklanjuti percakapan sebelumnya. 

Bisakah Anda melihatnya dan memberikan respon Anda? Kami akan sangat menghargainya.

Best Regards,

June and Co.

Baca juga: 6 Template Email Transaksional untuk Meningkatkan Penjualan

4. Email sponsorship

Email sponsorship biasanya digunakan untuk melakukan permintaan kerjasama/sponsorship. Untuk itu, email sponsorship harus bisa menarik perhatian pembacanya sejak awal.

Email harus fokus pada nilai bisnis Anda, dan tujuan apa yang Anda dapat bagikan.

Bagaimana cara membuat email sponsorship yang memikat?

Jangan gunakan bahasa yang memaksa, jangan juga gunakan kata-kata yang terlalu lemah.

Contoh template email sponsorship:

Subject line: Proposal Sponsor untuk Travel Blogger

Chris & Tom yang terhormat,

Kami adalah penggemar berat Vlog Anda dan menganggapnya sangat menarik. Pengalaman perjalanan Anda sangat berharga bagi kami. Kami terinspirasi oleh jiwa petualang Anda dan ingin mendukung mereka melalui kemitraan yang dapat membantu Anda bepergian ke tempat-tempat baru.

Perusahaan kami ingin mengajukan proposal di mana Anda dapat bepergian secara gratis saat menggunakan produk Wanderlust. Kami akan menanggung semua biaya perjalanan Anda termasuk tiket pesawat dan menginap di hotel. 

Kami berharap untuk mendengar kabar dari Anda.

Salam hangat,

Tim Wanderlust

***

Email marketing terdiri dari lebih dari satu paragraf, terutama jika dibuat untuk menyampaikan tujuan atau gagasan. Mulai dari newsletter, email digest, follow-up, dan sponsorship, semua dapat Anda manfaatkan untuk mendapatkan leads. Gunakan template dan kata-kata yang tepat untuk membuat email agar customer engagement bisnis Anda tetap baik. 

Jangan ragu menggunakan OneTalk by Taptalk untuk meningkatkan engagement Anda dengan customer. Klik di sini untuk mengobrol dengan agent kami.

Grup Facebook adalah alat pemasaran yang hebat, membantu Anda menarik pelanggan baru dan melibatkan pelanggan saat ini dengan konten, komunitas, dan penawaran eksklusif. Dengan lebih dari 1,8 milyar pengguna yang menggunakan Grup Facebook, saatnya Anda memanfaatkan alat ini untuk bisnis Anda.

Pentingnya Memiliki Grup Facebook Untuk Bisnis Anda

Di artikel ini kita akan membahas keuntungan memiliki Grup Facebook untuk bisnis, jenis-jenis, cara membuat, dan tips menggunakan Grup Facebook untuk marketing bisnis Anda.

Keuntungan Memiliki Grup Facebook Untuk Bisnis

Keuntungan Memiliki Grup Facebook Untuk Bisnis

1. Mempermudah penawaran promo

Salah satu tujuan dibuatnya grup Facebook adalah untuk membangun komunitas agar brand menjadi lebih populer. Selain bisa berdiskusi secara private, Anda juga bisa menggunakan Grup Facebook untuk mempresentasikan produk.

Bahkan, Anda dapat menawarkan produk dengan promosi khusus untuk anggota grup.

2. Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan

Grup itu sangat efektif karena orang ingin berada di sana. Bayangkan saja, mana mungkin seorang pelanggan bergabung dalam grup dari perusahaan yang tidak terlalu mereka sukai?

Mereka adalah penggemar no #1 di grup ini, dan mereka siap menjadi tim penyemangat pribadi Anda. Perkuat dan tingkatkan hubungan itu dengan akses eksklusif ke perusahaan Anda yang disediakan oleh Grup Facebook, bersama dengan konten atau hak istimewa khusus. 

3. Meningkatkan “organic reach” Anda

Organic reach Facebook Page Anda mungkin hanya berkisar sekitar 5%, tetapi reach dari grup Anda akan jauh lebih tinggi.

Facebook memprioritaskan posting dari grup di news feed pengguna, sehingga Anda memiliki peluang tinggi untuk muncul, terutama dibandingkan dengan posting Halaman Anda.

4. Mendapatkan feedback dan riset pasar yang berharga

Selain dari riset biasa, di mana lagi Anda dapat memiliki akses langsung ke audiens Anda dan mendapatkan feedback secara langsung?

Grup Facebook memudahkan Anda untuk menguji strategi dan ide baru dalam kelompok kecil ini. Sebagai bonus, penggemar super dari bisnis Anda akan senang karena "mengetahui" informasi dari Anda.

Sebuah win-win, apalagi riset seperti ini.. tanpa biaya!

5. Menciptakan interaksi optimal dengan pelanggan

Interaksi dengan pelanggan adalah hal yang sangat penting bagi sebuah brand. Selain membangun citra, hal ini dapat meningkatkan brand awareness untuk sebuah brand baru.

Interaksi akan lebih optimal karena mendapat feedback dan juga terbentuk secara organik. 

Baca juga: Tutorial Lengkap Facebook Business Manager untuk Bisnis Sukses

Jenis - Jenis Grup Facebook (dan mana yang tepat untuk Anda)

Penting untuk memikirkan hal ini sebelumnya. Anda dapat mengubah jenis privasi grup hanya dalam beberapa situasi, jadi pastikan untuk menyesuaikannya sesuai keinginan Anda.

Berikut ini rangkuman singkat Grup Facebook Publik versus Grup Facebook Private. Jangan sampai terlewat juga pengaturan hidden (tersembunyi) atau visible (terlihat) - yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Publik

Grup publik dapat ditemukan di hasil pencarian untuk semua orang. Yang terpenting, konten grup juga bersifat publik, termasuk apa yang diposting dan dikomentari oleh anggota. Siapa pun di Internet juga dapat melihat daftar lengkap anggota grup.

Post dan komentar grup juga diindeks oleh Google.

Pengguna dapat bergabung dengan grup Anda tanpa persetujuan admin. 

TIdak disarankan untuk membuat grup publik. Karena siapapun dapat bergabung, termasuk spammer, Anda harus sangat berhati-hati dan menghapus konten yang tidak pantas atau tidak menyenangkan yang mungkin berdampak negatif pada citra brand Anda. Ini benar-benar hanya masalah waktu sebelum itu terjadi, jadi mengapa harus mengekspos brand Anda di sebuah grup publik?

Jika Anda memulai grup publik, Anda dapat mengkonversinya menjadi grup pribadi nanti. Perubahan hanya dapat terjadi sekali karena Anda tidak dapat kembali dari pribadi ke publik.

2. Private

Ada dua jenis grup private: visible dan hidden. Mari kita bahas keduanya.

Private - Visible

Grup Private - Visible hanya memungkinkan anggota untuk melihat posting dan komentar dalam grup, serta daftar anggota. Tetapi semua pengguna Facebook dapat menemukan grup ini di hasil pencarian Facebook.

Pengaturan ini tidak mengekspos konten apa pun di grup Anda. Judul dan deskripsi grup Anda hanya ditampilkan di hasil pencarian jika cocok dengan kata kunci yang diketik pengguna di bagian pencarian.

Pengguna dapat meminta untuk bergabung dengan grup Anda, dan Anda atau admin lain harus menyetujui permintaan mereka. Hanya dengan demikian mereka dapat melihat dan mempublikasikan konten.

Pengaturan ini adalah rekomendasi kombinasi terbaik untuk 99% perusahaan. Hal ini karena pengaturan Grup Private - Visible memungkinkan Anda untuk mengontrol keanggotaan dan menyaring pesan spam sambil tetap dapat ditemukan secara publik di pasar target Anda.

Private - Hidden

Grup Private - Hidden,  juga dikenal sebagai "grup rahasia" - memiliki fitur yang sama dengan grup di atas, kecuali grup tersebut tidak muncul di hasil penelusuran apa pun.

Tidak seorang pun di dalam atau di luar Facebook yang dapat melihat kiriman, komentar, atau anggota grup, atau menemukan grup tersebut di hasil pencarian. Untuk melihat grup dan meminta untuk bergabung, pengguna harus memiliki URL langsung yang ditetapkan untuk mereka.

Jenis grup ini sangat berguna untuk komunitas VIP dan undangan khusus di mana Anda tidak ingin banyak orang bergabung. Contoh umum dari jenis grup ini adalah sesuatu yang terkait dengan grup proyek atau grup proyek berbayar tertentu.

Jika Anda menyediakan grup pendukung untuk berlangganan produk atau layanan berbayar tertentu, masuk akal untuk merahasiakan grup tersebut sehingga non-pembeli tidak dapat menemukan dan menyelinap ke grup Anda. Sebagai gantinya, Anda hanya akan mengirim tautan untuk bergabung dengan pembeli resmi setelah penjualan.

Secara keseluruhan, pengaturan Private - Visible adalah yang paling disarankan untuk sebuah bisnis.

Baca juga: 3 Cara Mudah Mengaktifkan Facebook Messenger

Cara membuat grup di Facebook

Cara membuat grup di Facebook

Ada beberapa cara untuk membuat grup Facebook:

  1. Dari komputer 
  2. Dari ponsel Anda di aplikasi Facebook
  3. Dari akun Facebook pribadi Anda
  4. Dari Facebook Page/Halaman Facebook perusahaan Anda (hal ini menjadikan Halaman Anda sebagai administrator grup, bersama dengan semua administrator Halaman Anda)

Opsi nomor 4 adalah ide yang bagus karena dua alasan:

Dilansir dari Facebook, berikut adalah cara untuk membuat grup Facebook Anda:

  1. Klik tanda + di kanan atas Facebook dan pilih Grup.
  2. Masukkan nama grup yang ingin Anda buat.
  3. Pilih opsi pengaturan privasi untuk grup. Jika Anda memilih Private, tentukan apakah akan menjadikan grup visible atau hidden.
  4. Tambahkan orang/anggota ke grup Anda.
  5. Klik Buat.

Tips Menggunakan Grup Facebook Untuk Marketing Bisnis Anda

1. Buat kode etik yang jelas

Anda membutuhkan kode etik untuk Grup Facebook Anda. Hal ini untuk mencegah spam atau kata-kata tidak senonoh yang akan tersebar di grup Anda. Anda juga dapat menyertakan hal-hal khusus, seperti meminta anggota untuk tidak menyebut kompetitor atau produk mereka.

2. Posting pesan selamat datang dan pengumuman

Buat anggota baru betah dengan pesan selamat datang mingguan. Jadwalkan pengumuman penting sebelumnya untuk peluncuran produk atau acara khusus untuk anggota grup Anda.

3. Terlibat dengan anggota, tetapi biarkan mereka tetap memimpin

Adalah tugas Anda untuk menjaga grup tetap produktif, sesuai topik, dan saling menghormati. Tapi jangan mencoba untuk mengontrol terlalu banyak. Imbau anggota untuk memulai percakapan dan merasa cukup nyaman untuk mengatakan kebenaran.

4. Ajukan pertanyaan saat anggota masuk untuk mencegah adanya bot

Yang ini penting untuk mencegah spammer. Anda dapat mengajukan hingga tiga pertanyaan yang harus dijawab orang saat mereka bergabung. Pertanyaan ini memungkinkan Anda untuk sedikit memeriksa anggota yang masuk.

Beberapa hal umum yang bisa diminta oleh grup adalah:

Misalnya, jika grup Anda hanya untuk pelanggan saat ini, meminta alamat email kantor mereka memungkinkan Anda untuk memeriksa apakah mereka pelanggan atau bukan.

5. Tawarkan konten unik dan berbobot di grup Anda

Mengapa salah satu pelanggan atau penggemar setia Anda harus bergabung dengan grup Anda? Apakah ada sesuatu yang istimewa yang mereka dapatkan? Jika Anda tidak bisa menjawabnya, maka Anda tidak memiliki konten unik dan berbobot di grup Anda. Hal ini berarti tidak ada gunanya anggota bergabung dengan grup Anda, bukan?

Baca juga: Mau Jualan Laris di Facebook? Baca 7 Tips Jitu Ini!

- - -

Itu dia pentingnya Grup Facebook untuk Bisnis Anda. Gunakan strategi customer service yang baik untuk mendukung Grup Facebook. OneTalk by TapTalk.io sebagai solusi omnichannel messaging dapat memastikan pelanggan selalu mendapatkan respon tepat waktu dari Anda. Chat dengan kami di sini.

TapTalk
PowerTalk
OneTalk
SendTalk
whatsappfacebooktwitterinstagramlinkedin

Reach us by phone at (021) 27939266

Jl. Kyai Maja No.25c, RT.12/RW.2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

© 2020 - 2021 TapTalk.io (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer