pt tap talk teknologi blog

Anda pemilik bisnis yang menggunakan WhatsApp sebagai alat komunikasi dengan pelanggan? Itu tandanya, Anda sudah berada di jalan yang tepat! Bagaimana tidak, aplikasi messenger itu begitu potensial untuk mencetak profit bagi bisnis Anda.

Masa digital yang terus berkembang memunculkan berbagai jenis strategi marketing berbeda untuk tiap bisnis. Tapi, salah satu yang semakin pesat kemajuannya karena optimasi AI yang efektif di masa kini adalah personalized marketing.

Personalized marketing, juga dikenal sebagai pemasaran one-on-one, memanfaatkan pengumpulan data, analisis, dan teknologi otomatisasi bagi perusahaan untuk mengirimkan konten individual kepada penerima.

Personalized marketing memiliki beberapa manfaat, baik untuk bisnis maupun konsumen. Strategi ini meningkatkan pengalaman pelanggan dengan mempertahankan konsistensi dan kohesi di semua saluran, yang mengarah pada loyalitas merek yang lebih kuat dan, pada akhirnya, peningkatan pendapatan.

Saat ini, personalisasi menjadi sangat penting, karena konsumen memiliki akses ke konten dari beberapa saluran. Konten yang dipersonalisasi efektif karena berbicara langsung kepada konsumen Anda. Itulah mengapa pesan dan campaign yang dipersonalisasi untuk individu memiliki dampak yang besar. Terlebih, jika Anda melakukannya di saluran yang tepat, seperti WhatsApp.

80% orang menganggap WhatsApp sebagai saluran percakapan terbaik mereka. Tidak hanya untuk berhubungan dengan keluarga dan teman, WhatsApp juga digunakan untuk menjangkau bisnis pilihan pengguna. 

Menurut statistik WhatsApp, lebih dari 5 miliar bisnis menggunakan WhatsApp untuk terhubung dengan pelanggan mereka. 

Dengan beragamnya strategi marketing, digital marketing menggunakan WhatsApp merupakan hal yang sangat efektif untuk meningkatkan konversi bisnis. 80% dari bisnis yang menggunakan WhatsApp mengkonfirmasi bahwa WhatsApp membantu bisnis mereka tumbuh.

Melakukan strategi marketing melalui WhatsApp memiliki beberapa keuntungan, yaitu: 

  1. Mengoptimasi sistem pengiriman.
    Berbagai fitur yang dimiliki WhatsApp dapat melengkapi bisnis Anda. Misalnya saja fitur berbagi lokasi. Pelanggan dapat didorong untuk membagikan lokasi mereka melalui WhatsApp. Dengan memiliki koordinat lokasi pengiriman yang tepat, perusahaan Anda melakukan pengiriman lebih cepat dengan memilih jalur terpendek untuk mengoptimalkan biaya operasional.
  2. Lebih dekat dengan pelanggan.
    Dengan obrolan WhatsApp yang mudah digunakan, bisnis dapat menjangkau pelanggan lebih cepat dengan cara yang efisien.
  3. Pemasaran yang lebih mudah dengan grup.
    WhatsApp memungkinkan penggunanya untuk membentuk grup hingga 100 orang. Anda dapat memanfaatkan ini untuk tetap berhubungan dengan basis pelanggan Anda, yang dapat mengarah pada pemasaran.

Lalu, bagaimana Anda bisa menggunakan WhatsApp sebagai alat marketing dengan benar? Simak tips dan trik menggunakan WhatsApp sebagai alat marketing di webinar series di IFRA 2022.

Whatsapp Marketing IFRA akan hadir dalam acara The 20th IFRA Hybrid Business Expo 2022: Pameran lisensi, waralaba, dan peluang bisnis terbesar dan terlengkap di Indonesia yang diadakan via online pada tanggal 5 - 31 Agustus 2022 dan offline pada tanggal 5 - 7 Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC).

Jangan lewatkan webinar yang diadakan secara langsung di JCC pada 6 Agustus 2022 mulai dari pukul 19.00 - 19.45 WIB. Anda bisa mengulik semua tentang WhatsApp marketing bersama Jessica Jacob, Business Development Principal di “WhatsApp Marketing: Mesin Pencetak Profit untuk Bisnis Anda”.

IFRA Expo Webinar

Waktunya tingkatkan WhatsApp Marketing Anda bersama, ayo daftar webinarnya sekarang. 

Nantikan juga booth online di sini dan dapatkan promo spesialnya!

Nowadays, customers don’t answer phone calls as much as they do. And, the time it waits for an email response is excessive. Self-service alternatives are impersonal and insufficient to address all potential circumstances.

So, how does your business solve it all? Well, the answer is an all-in-one chat solution app.

They help to address all customers’ needs. First, they are convenient and easy to use. Second, online communication happens in real-time. And lastly, it can solve problems quickly and personally.

Is This The Best All in One Chat Solution Ever?

Don’t look too far, cause is the perfect all-in-one chat. provides solutions that will support the customer's business and prioritize solving the problems that customers face to the end.

Not only offers a solution for Business users, also delivers a better solution for Users/Customers in communication. is definitely an expert in its products.

The Most Valuable Chat Solutions for Your Company

The Most Valuable Chat Solutions for Your Company

1. PowerTalk

PowerTalk is Indonesia's most excellent chat SDK and white-label. Despite the fact that the chat platform was designed by us, you may customize it as if it were your own.

The PowerTalk framework is different from other messaging APIs. We are dedicated to giving all of our users the greatest possible engagement and experience.

It's a safe and secure chat solution for businesses of all sizes. Its entire material is likewise constantly encrypted. You may use PowerTalk on the web, on a tablet, or on your phone.

2. SendTalk

Have you ever received an OTP message? One of’s products does that. 

SendTalk was developed as a WhatsApp-based one-time password (OTP) code service provider for websites and business applications. By using WhatsApp to send OTP codes, customer account security will be more protected.

The advantages of SendTalk OTP are more consistent WhatsApp-based OTP delivery, verification, real-time verification, and account activity notifications.

With this product, we can help you to save costs. Because sending OTP with WhatsApp is cheaper than SMS.

3. OneTalk

Lastly, one of best products is OneTalk.

OneTalk is an omnichannel communication solution for your company. You may respond to consumers using the messenger that they choose.

To improve your sales, marketing, and support experience, use a single dashboard to handle WhatsApp, Instagram DM, Twitter DM, Facebook Messenger, Telegram, LINE, and email.

What other features does OneTalk have?

1. One management dashboard and inbox

OneTalk brings all of your channels together in a single mailbox. You can meet your clients' demands and communicate with them through numerous methods.

This omnichannel can handle online orders with a quick response chat from anywhere at any time. It will completely satisfy your customer.

You can also manage your WhatsApp account from a single dashboard, making it easier to manage chats and keep track of your team members.

2. FAQ Chatbot for Bot 

Workflows and chatbots that are simple to set up reduce duplicate messages. You can compile what is the most frequent query asked by your customers and create an automatic answer for all those questions.

You're also able to send out greetings and away messages to let your customer know how you appreciate their presence.

3. Agent Allocation

Agents can focus on high-value inquiries if work is offloaded. You may establish assignment rules in OneTalk, such as unassigned, round-robin, and balanced. Set up case assignments in three different methods and choose the one that best suits your organization and process.

Aside from that, you may allocate agents to cases based on their expertise. As a result, they will be able to resolve client issues more quickly.

4. Broadcasting is more advanced and personalized

With our broadcast feature, you can send information automatically. You may send your customers alerts on a regular basis to keep them informed about the information, promos, and others.

You are also allowed to create a specific segment of your database, personalized, and send multiple broadcast messages.

5. Personalized Proactive Notifications and Send Message API

Keep consumers updated throughout their journey by sending timely notifications, reminders, incentives, and alerts.

If you use OneTalk for the health business, for example, you may send a message to your patient if there is a schedule change or a reminder. As a result, your patient hasn't missed a single visit. 

Alternatively, you can send out messages on a regular basis to remind your clients of their forthcoming payment due date.

6. Case Detail and history

Case Details can be used to identify client behavior. You may learn more about your consumers by looking at how long they've waited, their case history, the channels they use, where they're from, and others.

WOW! How amazing is that? With, you can have so many features to connect with your customer.

Well, if you're still not convinced this is the reason why you should choose us.

Lastly, our agent is always there and ready to help solve all of your problems and questions. All you need to do is click here.

Also read: Why You Should Invest On Communication Platform

lifepal perkuat digital marketing meeting

Di masa pandemi seperti saat ini, kegiatan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) semakin bertambah.

Agar para pelaku usaha lebih sadar pada literasi dan perencanaan keuangan serta kiat-kiat pemasaran di era digital, Lifepal mengajak 10 UKM serta UMKM binaan berkolaborasi dalam kegiatan webinar “Digital Marketing dan Financial Planning untuk UKM di Masa Pandemi”.

Webinar ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sebagai sarana sharing bagi para pelaku usaha dalam mengelola bisnisnya di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

Dalam webinar kali ini, materi disampaikan oleh Head of SEO, Dudung Rahmanto serta Perencana Keuangan Lifepal, Aulia Akbar, CFP®, AEPP®.

Kehadiran pembicara terkait dengan digital marketing dan financial planning, para pelaku usaha dapat mengetahui seputar  bagaimana memaksimalkan SEO dan membangun perencanaan keuangan yang baik. Dengan begitu, usaha yang dijalani dapat bertahan atau bahkan menghasilkan revenue yang lebih besar.

Dudung Rahmanto mengatakan, penggunaan layanan digital di Indonesia meningkat dua kali lipat di masa Pandemi. Karena itu, perlu strategi bagi para pelaku UKM/UMKM meningkatkan digital marketing mereka.

“Mengingat sebagian besar pemakai internet menghabiskan sebagian besar waktu di rumah. Bekerja dari rumah, seperti karyawan, guru, ASN, akademisi, dan lain-lain. Hal ini merupakan kesempatan bagus untuk pelaku usaha menerapkan strategi digital marketing, melalui media sosial, organic melalui SEO maupun paid channel,” kata Dudung.

Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan para pelaku usaha UKM dan UMKM untuk merencanakan keuangan.

Kenali bahwa bisnis adalah investasi

Sejatinya, bisnis adalah investasi. Tidak dipungkiri, bahwa tujuan utama dari bisnis adalah mendapatkan penghasilan tetap, sementara gak sedikit juga yang bercita-cita untuk menggapai merdeka finansial dari bisnisnya.

Patut diketahui bahwa ada baiknya untuk menjaga keamanan finansial terlebih dulu sebelum berinvestasi.

Perbaiki cash flow

Sudah sangat wajib Anda memiliki rekening yang terpisah antara rekening pribadi dan bisnis. Hal ini untuk mempermudah proses pencatatan arus kas bisnis dan keuangan Anda.

Tidak ada salahnya pula untuk menggaji diri sendiri demi kesehatan keuangan usaha. Pengeluaran atas gaji akan masuk ke bagian beban operasional usaha Anda.

Sementara itu, laba bersih yang didapat tentu bisa digunakan untuk kebutuhan ekspansi usaha.

Tetapkan pengeluaran bulanan

Lakukan perhitungan atas pengeluaran bulanan Anda dengan seksama. Mulai dari kebutuhan yang bersifat wajib, butuh, dan ingin.

Akan ada masa di mana pemasukan Anda menjadi lebih kecil dari seperti biasanya lantaran siklus bisnis yang tak terprediksi. Bahkan, ada pula masa-masa di mana Anda tidak mendapatkan pemasukan sama sekali lantaran risiko usaha.

Karena itu, usahakan agar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari Anda bersifat tetap. Sehingga Anda bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan asuransi yang dibutuhkan.

Siapkan dana darurat

Sebelum memulai usaha, hal yang wajib Anda miliki adalah dana darurat yang memadai. Ketahui bahwa penghasilan Anda sebagai wirausahawan tidaklah tetap.

Risiko berkurang atau hilangnya penghasilan karena usaha berpotensi terjadi kapan saja. Bagi pengusaha baru, tidak ada salahnya menyiapkan dana darurat setara 2 tahun pengeluaran Anda.

Dana darurat ini berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda tidak bisa mencetak penghasilan bersih dari usaha.

Miliki proteksi

Bila saat ini Anda mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor untuk diri sendiri maupun anggota keluarga, maka fasilitas itu tidak akan Anda peroleh lagi secara gratis jika banting setir menjadi pengusaha.

Selain memiliki dana darurat, miliki pula asuransi untuk menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan Anda karena sejumlah risiko atau musibah yang muncul menimpa diri Anda.

Bila Anda sama sekali belum memiliki asuransi dan hanya punya bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, pertimbangkanlah untuk membeli asuransi rawat inap terlebih dahulu. Sementara itu, bila Anda harus menjalani proses rawat jalan, manfaatkan BPJS Kesehatan.

Selain itu, jika Anda adalah pencari nafkah, Anda wajib melindungi keluarga dengan memiliki asuransi jiwa.

Ketahui pula bahwa semakin tua usia Anda ketika membeli asuransi, makin mahal pula premi yang harus Anda bayarkan.

Kenali bisnis yang dijalani dan kesehatan keuangan usaha Anda

Sangat bahaya bila Anda sendiri tidak memahami bisnis yang dijalani dengan baik.

Sebuah rencana bisnis akan bisa menjawab pertanyaan penting tentang apa yang Anda jual? Siapa pangsa pasar Anda? Seperti apa proyeksi bisnis Anda? Dan, bagaimana Anda menjaga kesehatan keuangan di usaha Anda.

Lakukan pencatatan keuangan usaha Anda agar bisa mengenali kesehatan keuangan Anda dengan baik. Dan yang tidak kalah penting adalah, pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis Anda.

Investasi ke diri sendiri

Perkembangan dunia bisnis akan berlangsung dengan sangat cepat dan tak terprediksi. Sebagai pengusaha, Anda akan dituntut untuk belajar terus.

Maka jangan sungkan untuk mengalokasikan dana demi pengembangan diri, sebut saja dengan sering mengikuti webinar-webinar bisnis, memilih mentor, dan lain sebagainya.

Sementara itu, untuk mengoptimalkan digital marketing bagi UKM, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, di antaranya:

Plan digital marketing di kondisi sekarang

Issue 1 - Berhubungan kondisi pasar

  1. Kesulitan transportasi travel
  2. Sakit ringan -berat
  3. Laptop lemot
  4. Obesitas, dan sebagainya.

Solusi 1:

Menawarkan solusi melalui produk Anda

  1. Jualan tiket pesawat seperti Traveloka dan lain-lain
  2. Jualan asuransi kesehatan, seperti yang dilakukan Lifepal
  3. Upgrade hardware; Tokopedia
  4. Health tech; Alodokter, Halodocs, dan sebagainya.

Issue 2 - Berhubungan kondisi trending sekarang

  1. Covid-19
  2. PHK
  3. Passive income.

Solusi 2 - Membuka opportunity bisnis baru

  1. Menghubungkan kategori kesehatan dengan produk kita
  2. Membuka Affiliate System, Reseller, Dropship untuk mereka yang kena PHK
  3. Blogger, YouTuber, dan sebagainya.

To do list pelaku usaha ada 3:

  1. Cari potential keyword yang berhubungan dengan produk Anda
  2. Cari potential keywords yang berhubungan dengan issue trend sekarang:

3. Jadilah yang pertama tahu, dan action: Create your unique value

- Tidak sama seperti di pasaran.

Strategi jualan lebih mahal, tapi laris bak kacang goreng!

Digital Marketing tips dari lifepal

Target penjualan online per hari 100 buah, bisakah?

Berat! Karena banyak pesaing, kebutuhan barang yang cepat, dan bisa dibeli di pasar atau supermarket/minimarket dan sebagainya.

Untuk itu, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, yaitu:

Syarat laku keras:

  1. Packaging menarik
  2. Kualitas, fresh, aman, enak, terjamin
  3. Direkomendasikan orang lain
  4. Free shipping
  5. Buy 3 free 1 small
  6. Dapatkan kontaknya untuk share promotion
  7. Konsumen testimonials: Status WA, page testimoni di web, testi di MP.

3 hal yang harus mulai dilakukan

Ada 3 hal yang dilakukan untuk mewujudkan penjualan bak kacang goreng, yaitu:

1. Create website

- Konten (keywords), optimasi (offpage dan onpage), serta index.

Bagaimana membuat artikel atau konten yang benar?

- Kepo keywords yang digunakan competitor dengan mengeceknya lewat Google atau Ahrefs.

Adapun Tools lain yang harus dimiliki content creator: Streaming Frog (audit onpage), Ahrefs keywords explorer, dan GSC.

2. Create social media

Langkah pertama adalah mengetahui social media yang tren di Indonesia. Lalu, mengetahui bagaimana riset keywords yang viral untuk social media?

  1. Google Trends
  2. Media Trends
  3. Google News; local; specific category.

Untuk mengetahui riset keywords yang viral di social media dilihat dari domisili yaitu Indonesia, past hour, all categories dan web search. Lalu, melihat trending articles dari media.

3. Optimasi

Yang bisa dilakukan dengan onpage analysis, keywords analysis, content optimization dan competitor insight.

To do list!

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan digital marketing, adalah:

  1. Content: Memproduksi konten yang berkualitas dan dengan kuantitas yang baik, serta mencakup semua kebutuhan secara organik.
  2. Optimasi: Meningkatkan keywords yang drop di setiap harinya.
  3. Audit situs website Anda: Perbaiki masalah website terkait desktop atau seluler.
  4. Sejajarkan tren pasar: Temukan dan periksa kata kunci yang sedang tren terkait niche Anda.

Itulah tips-tips perencanaan keuangan dan digital marketing bagi pemilik UKM dan UMKM. Semoga bermanfaat!

Sumber artikel

Artikel ini ditulis oleh Aulia Akbar, CFP®, Financial Educator Lifepal dan Head of SEO, Dudung Rahmanto sebagai bagian dari kolaborasi dengan

Langkah untuk Menjadi Product Designer

Pada artikel sebelumnya, kami pernah membahas tentang apa itu product design. Kali ini kita akan membahas seseorang yang melakukan product design, yaitu product designer. Seorang product designer bertanggung jawab atas pengalaman pengguna yang menggunakan produk, biasanya menerima arahan berdasarkan tujuan dan sasaran bisnis dari manajemen produk. Meskipun sering dikaitkan dengan aspek visual suatu produk, product designer terkadang juga berperan lebih dibandingkan itu.

Sederhananya, seorang product designer bertanggung jawab atas fungsi produk serta pengalaman pengguna. Mereka harus mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan konsumen. Tujuan product designer adalah menjawab pertanyaan berikut ini:

Menurut Hubspot, product designer berpengalaman dalam berbagai bidang desain dan harus mengawasi seluruh produk. Mereka harus memahami tujuan bisnis, mengetahui (dan mematuhi) anggaran, dan berusaha mengidentifikasi dan mengatasi masalah dengan produk. Mereka fokus pada pengalaman pengguna, desain teknis, pemasaran, dan banyak lagi. Dan tentu saja, mereka harus berpegang pada kerangka waktu yang ketat (deadline).

Tanggung Jawab Utama dari Product Designer 

Tanggung jawab utama product designer adalah memperhatikan pengalaman pengguna. Namun, menurut Workable, product designer juga memiliki tanggung jawab lain seperti, menggunakan produk termasuk menentukan spesifikasi produk, membuat gambar digital atau cetak, dan merancang produk yang berfungsi penuh. Berikut adalah sebuah daftar tanggung jawab product designer yang Workable berikan yang biasa sering dijadikan acuan.

Kualifikasi dan Skill yang diperlukan Product Designer

Hal Penting yang Perlu Diingat Tentang Desain Produk

Sebuah produk bukan hanya sesuatu yang bermaterial atau bisa dipegang, tetapi suatu produk bisa berupa software, aplikasi, atau web. Menurut Thinkful, product designer harus memiliki keterampilan seperti berikut ini terutama ketika ingin mendesain suatu produk yang digital.

1.Pengumpulan Informasi

Saat membuat produk digital, Anda harus memahami cara mengatur dan menyimpan semua data dan informasi yang Anda miliki, dari desain mockup dan riset minat atau keinginan pengguna. 

2.Pembuatan Prototipe & Pengujian Pengguna

Untuk memastikan produk digital yang Anda buat benar-benar sebanding dengan biaya anggarannya, dalam waktu dan uang, product designer  perlu mengetahui cara membuat prototipe dan melakukan pengujian pengguna untuk mengukur kinerja sebelum produk dirilis. Uji coba ini memungkinkan lebih banyak insight dan memberi Anda kesempatan untuk menggunakan keterampilan Anda dalam memecahkan masalah. Setelah Anda melakukan uji coba, Anda bisa mengulang kembali produk Anda

3.Desain Visual

Product designer membutuhkan sejumlah besar keterampilan desain visual untuk mengekspresikan secara visual seperti apa produk itu nantinya. Keterampilan termasuk memahami tipografi, teori warna, dan lainnya. Tidak hanya memikirkan fungsi produk, product designer juga harus memikirkan tampilan produk, seperti apakah produk itu menarik dilihat atau tidak.

4.Desain Front-end

Akan sangat bagus jika product designer mengetahui bahasa pemrograman front-end seperti HTML, CSS, dan JavaScript jika ingin membuat web. Anda tidak perlu menjadi ahli pengkodean, tetapi keterampilan ini penting jika Anda ingin maju dalam karir Anda.

Jenjang Karir Product Designer

Product Design Tools Terbaik 2021 (dan Cara Menggunakan nya!)

Jika Anda tertarik dengan karier ini, Anda harus inovatif, berpikir kritis, komunikator yang kuat, dan pemain tim. Menggunakan kreativitas dan kemampuan analitis, Anda dapat merancang produk baru yang membangun brand suatu bisnis. Anda juga dapat meningkatkan desain produk sehingga lebih ramah pengguna, menarik, aman, dan efisien.

Menurut Hired, sebagian besar perusahaan mencari product designer dengan pendidikan formal di bidang desain produk atau bidang teknis seperti teknik, interaksi manusia-komputer, ilmu komputer, atau desain industri. Anda juga harus berpengalaman dalam teknologi informasi dan perangkat lunak desain produk seperti AutoCAD, Adobe Illustrator, Autodesk Alias dan 123D Design.

Jika Anda memiliki pengalaman sebagai Asisten Desain atau pernah kursus untuk memperdalam ilmu, Anda bisa mendapatkan pekerjaan sebagai Junior Product Designer. Dalam pekerjaan ini, Anda akan membantu tim untuk mengembangkan produk baru yang kompetitif, membangun model atau prototipe, dan mengelola langkah selanjutnya untuk menyerahkannya kepada pengembang. Anda juga dapat membantu desainer tingkat senior dalam melakukan penilaian kebutuhan, menyusun dokumen untuk presentasi dan berpartisipasi dalam tinjauan desain.

Product designer sering berganti posisi untuk maju di lapangan dan mempelajari lebih lanjut tentang profesinya. Untuk tumbuh dan mendapatkan lebih banyak tanggung jawab, Anda harus menjadi ahli dalam jenis produk tertentu. Setelah itu, Anda bisa menjadi Senior Product Designer.

Desainer di tingkat senior akan memimpin proyek desain, mengelola dokumentasi, dan berpartisipasi dalam peluncuran produk. Namun, Anda harus mempunyai pengalaman minimal 3 tahun di bidang tersebut. Anda juga harus memahami pemasaran produk, pencitraan merek, praktik pengemasan, dan standar industri.

Bekerja sebagai Senior Product Designer, Anda akan memperoleh keterampilan manajerial yang berharga yang akan berguna sepanjang karier Anda. Langkah selanjutnya mungkin untuk mengamankan posisi sebagai Manajer Desain Produk dan berpotensi menjadi Wakil Kepala Tim Produk & Desain. Dalam level ini, Anda akan merekrut, mempekerjakan, dan mengawasi upaya tim desain yang mencakup insinyur, manajer produk, peneliti, dan pemangku kepentingan. Anda juga harus mau dan bersemangat dalam mendampingi dan mengembangkan bakat product designer baru.

Peran Product Designer di Perusahaan

Product designer tidak boleh menjadi orang luar, dari suatu perusahaan. Inilah sebabnya, daripada mengerjakan proyek terbaru dalam fase desain, product designer secara aktif terlibat dalam semua fase produk: mulai dari penemuan, ide, pengiriman, hingga pengulangan.

Product designer memainkan peran penting di seluruh proses, ia memainkan peran yang mewakili pengguna dan mengadvokasi kebutuhan mereka. Tim product designer tidak akan tahu apa yang harus dibangun tanpa memahami kebutuhan penggunanya. Akan sulit bagi tim untuk menganalisis kinerja produk dalam produksi tanpa memiliki pemahaman yang baik tentang mengapa, tanpa mengetahui konteksnya. Inilah sebabnya mengapa product designer harus disertakan dalam semua percakapan terkait produk.

Product designer adalah mitra pemikiran strategis bagi rekan tim produk mereka. Desain hanya dapat berdampak jika bekerja dalam kemitraan erat dengan tim product management and engineering. Ini membantu product designer menciptakan solusi yang berharga, dapat digunakan, dan layak.

Artinya tim product designer akan:

Menjadi Product Designer yang Handal

Product designer

Product designer  harus mengawasi produk dari awal mula produk itu dirilis hingga masa depannya. Memahami tujuan bisnis, anggaran, dan hal-hal manajemen lainnya. Mereka juga harus mencari masalah pada produk dan mencari jawaban seperti mengapa terjadi masalah ini? Bagaimana mengatasi masalah tersebut? Bagaimana bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin?

Hal-hal yang perlu Anda ketahui jika ingin menjadi product designer yang handal adalah

1.Pahamilah Pelanggan Anda dan Seimbangkan dengan Bisnis Anda

Tentunya sebagai product designer Anda ingin mengenal pelanggan Anda sebaik-baiknya. Untuk itu, Anda perlu melakukan survey, wawancara, dan menganalisis ribuan jawaban. Hal ini dilakukan agar produk Anda sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.

Namun di sisi lain, ada bisnis yang Anda geluti. Dan bisnis itu mengharapkan Anda untuk meningkatkan produk dengan cara yang bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Maka dari itu, Anda perlu mencari keseimbangan yang sempurna antara sumber daya, waktu, dan anggaran Anda untuk menghasilkan produk terbaik dari sudut pandang pengguna.

2.Selalu berusaha untuk berkembang

Product designer yang baik adalah seseorang yang terdorong untuk meningkatkan produk, seperti memperhatikan detail, memperhatikan, dan melakukan revisi. Mereka akan selalu memperhatikan feedback pelanggan dan menggunakannya sebagai motivasi untuk mengembangkan produk.

Product designer yang handal akan menggunakan sumber daya apa pun yang tersedia untuk mengumpulkan feedback sebanyak mungkin untuk membuat produk lebih efektif. Setelah itu, mereka akan membuat produk yang berikutnya lebih baik. Tidak ada desainer yang pernah puas dengan kondisi yang sama.

3.Jangan terlalu terobsesi dengan kesempurnaan

Anda mungkin memiliki banyak ide, banyak tes untuk dijalankan dan konsep untuk divalidasi, tetapi ini adalah putaran tak terbatas yang perlu Anda tinggalkan. Selesaikan tugas Anda dan kirimkan ke divisi selanjutnya. Lebih baik 90% keluar dibandingkan 100% terjebak dalam putaran itu.

Tugas Anda sebagai product designer adalah menyampaikan, mengumpulkan feedback, dan mengulang. Tugas Anda bukanlah untuk menyempurnakan "sesuatu yang luar biasa".

Tidak peduli apa yang telah Anda kerjakan hari itu, berapa banyak pertemuan yang Anda lakukan, wawancara pengguna yang dilakukan. Pada akhirnya, Anda harus menyampaikan sesuatu yang berguna di saat deadline. Jika Anda tidak dapat mengirimkan apapun, Anda akan menghambat alur kerja bisnis Anda.

4.Selalu mengikuti perkembangan teknologi

Mengerjakan proyek yang melibatkan teknologi baru tentunya akan menghadirkan tantangan bagi desainer. Bahkan ketika Anda memahami apa yang ingin dicapai pengguna, ada kendala yang disebabkan oleh kecanggihan teknologi.

Meskipun teknologi terus berkembang, untungnya banyak prinsip desain yang selalu berlaku. Mengerjakan sesuai keinginan pelanggan dan menyelesaikan masalah di garis depan pekerjaan tetap benar terlepas dari media atau teknologi yang Anda gunakan.

Untuk desainer yang mencoba mencari cara untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi, penting untuk bekerja dan belajar dari para ahli. Membaca artikel tentang teknologi baru juga merupakan cara terbaik untuk tetap mendapatkan informasi. Meskipun tidak ada yang dapat memprediksi teknologi baru apa yang akan muncul untuk membentuk kehidupan dan pengalaman kita sehari-hari, peran utama desainer kemungkinan akan terus berlanjut dalam hal ini.

Setelah mengetahui informasi ini, Anda tentunya sudah mempunyai bayangan jika ingin menjadi product designer. Salah satu hasil product designer yang bisa kalian amati adalah OneTalk. Hasil desain yang dimiliki OneTalk dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan, melalui proses desain yang matang, dan unik. Hal ini bisa dicapai karena tim product design OneTalk selalu mendengarkan feedback dari pelanggannya dan selalu mengikuti perkembangan teknologi.

Hal Penting yang Perlu Diingat Tentang Desain Produk

Sebuah bisnis hanya ada jika mereka memiliki produk atau memberikan layanan jasa. Dengan demikian, keberhasilan bisnis apa pun bergantung pada pentingnya produk (atau layanan) dan bagaimana bisinis tersebut dapat terhubung ke pelanggan potensial.

Namun, tidak semua produk merupakan sesuatu yang bisa kita sentuh atau bahkan bisa dilihat di toko offline. Istilah produk juga berlaku untuk sesuatu yang digital, contohnya aplikasi, situs web, dan lainnya

Desain produk merupakan bagian integral dari pembentukan bisnis. Hal ini membentuk masa depan bisnis Anda sejak awal dan dapat menjadi penentu untuk keberlanjutannya. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Paper and Packaging Board dan IPSOS untuk National Packaging Design Day, 7 dari 10 (72%) konsumen setuju bahwa desain kemasan dapat mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

Desain produk juga menentukan value brand dan persepsi pelanggan. Desain produk juga penting untuk bisnis atau brand karena produk mereka membedakan brand miliknya dengan brand yang lain.

Jadi, desain produk adalah sebuah proses yang digunakan oleh desainer untuk memadukan kebutuhan pelanggan dengan tujuan bisnis yang membantu brand membuat produk yang sukses secara konsisten. Intinya, desainer produk bekerja untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan dalam dan membantu brand mereka dengan membuat produk berkelanjutan.

Contoh kasus pentingnya desain produk, misalnya saat Anda ingin membeli handphone. Bentuk, berat, fungsionalitas, dan tampilan handphone A berbeda dari handphone B. Pasti, nilai dan kepuasan yang dihasilkan pelanggan saat ingin membeli berbeda. 

Ketika memikirkan produk atau fitur, desainer harus memahami tujuan bisnis dan mampu menjawab pertanyaan berikut terlebih dahulu:

  1. Masalah apa yang kita pecahkan?
  2. Siapa yang punya masalah ini?
  3. Apa yang ingin kita capai?

Dalam melakukan desain produk, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Desain produk harus sesuai dengan tujuan utama yang ditentukan bisnis Anda.

Ketika mendesain sebuah produk, tidak ada yang namanya satu solusi yang cocok untuk semua permasalahan. Produk yang didesain harus disesuaikan dengan kebutuhan khusus proyek, baik bisnis maupun fungsional. Misalnya, Anda ingin membuat produk yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan mudah dibawa (handphone). Pastikan selama proses desain ide itu tidak terlupakan. Jangan sampai ketika Anda mendesain, Anda tiba-tiba terpikir untuk mendesain produk yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan bisa mempermudah segalanya (komputer). Kedua benda tersebut memang memiliki fungsi yang mirip, tetapi anggaran dan proses yang diperlukan tentunya berbeda dari tujuan utama bisnis Anda.

Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi proses desain produk, seperti

Orang yang akan menggunakan produk tersebut adalah pelanggan Anda. Jadi, penting untuk mengetahui apakah produk Anda memenuhi keinginan atau kebutuhan mereka.

Seorang desainer produk harus merancang produk berkualitas tinggi dengan memperhatikan anggaran yang sudah diberikan.

Biasanya orang ingin membeli barang yang baru daripada yang lama. Desainer dapat memanfaatkan tren terbaru dalam merancang produk sehingga sesuai dengan pasar tertentu yang telah diidentifikasi oleh riset pasar. Karena kebutuhan dan keinginan orang-orang cenderung berubah dengan cepat, desainer produk dapat memanfaatkan perubahan ini dengan meningkatkan produk sesuai dengan tren terkini.

Daya tahan produk sepenuhnya tergantung pada bagaimana penggunaan produk oleh pelanggan. Daya tahan suatu produk bergantung langsung pada bahan yang Anda dipilih, proses pembuatan dan kebijakan mutu. Setelah memutuskan masa pakai produk yang diinginkan, tim desain produk harus menentukan pasar yang ditargetkan dan penggunaan produk.

Produk sering kali dirancang untuk memiliki tampilan yang keren. Produk yang unggul secara fungsional dan visual akan membedakan Anda dari para pesaing. 

  1. Desain Produk bukanlah proses yang linear

Banyak orang mengira desain adalah proses linier yang dimulai dengan mendefinisikan produk dan diakhiri dengan pengujian. Namun, anggapan itu salah. Dalam proses desain, terdapat fase yang sering kali bertumpang tindih, dan biasanya ada banyak proses bolak-balik. Saat tim produk mempelajari lebih lanjut tentang masalah yang dipecahkan, pengguna dan detail proyek (terutama kendala), mungkin perlu untuk meninjau kembali beberapa penelitian yang dilakukan atau mencoba ide desain baru.

Umumnya, proses desain terdiri atas langkah-langkah berikut:

Ini adalah salah satu fase terpenting dari desain produk yang bahkan dilakukan sebelum proses desain dimulai. Sebelum Anda mulai membangun sebuah produk, Anda perlu memahami konteks keberadaannya. Pada fase ini, tim produk harus menentukan visi produk dan strategi produk. Terdapat suatu peribahasa yang menggambarkan hal ini, “Visi tanpa tindakan adalah angan-angan. Aksi tanpa visi adalah mimpi buruk”

Setiap proyek desain membutuhkan visi yang menentukan arah dan memandu tim pengembangan produk. Visi terdiri atas informasi penting yang harus diketahui oleh tim produk untuk mengembangkan dan meluncurkan produk yang sukses. Visi membantu membangun pemahaman bersama tentang apa yang bisa Anda bangun dan apa yang tidak bisa dibangun. 

Namun, visi hanyalah setengah dari gambaran. Separuhnya lagi adalah strategi. Strategi produk menentukan perjalanan produk. Dengan adanya strategi, Anda dapat menyesuaikan arah desain produk Anda.

Setelah visi ditentukan, riset produk akan memberikan separuh lainnya dari fondasi untuk desain yang hebat. Untuk memaksimalkan peluang sukses Anda, lakukan penelitian yang mendalam sebelum membuat keputusan produk apa pun.

Riset yang baik menginformasikan keputusan desain produk Anda. Jika Anda mendapatkan fakta atau sesuatu yang diketahui lebih awal, Anda akan menghemat banyak sumber daya (waktu dan uang) di masa mendatang (karena lebih sedikit penyesuaian yang perlu dilakukan). Dengan riset desain yang solid, menjual ide Anda kepada pemangku kepentingan juga akan jauh lebih mudah.

Jika Anda tidak mengenal pelanggan Anda, bagaimana Anda bisa menciptakan produk yang hebat untuk mereka?

Riset pengguna yang baik adalah kunci untuk merancang pengalaman pengguna yang baik. Melakukan riset pengguna memungkinkan Anda memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pengguna Anda. Dalam hal penelitian produk, Anda bisa melakukan wawancara, survei (baik secara online maupun offline), riset kompetitor.

Pada fase ini anggota tim desain akan bertukar pikiran tentang berbagai ide kreatif yang membahas tujuan proyek. Selama fase ini, sangat penting untuk tidak hanya menghasilkan ide, tetapi juga memastikan bahwa asumsi penting suatu desain itu valid.

Tim desain memiliki banyak teknik untuk membuat ide, mulai dari membuat sketsa (yang membantu untuk memvisualisasikan seperti apa tampilan beberapa aspek desain), hingga storyboard (yang digunakan untuk memvisualisasikan keseluruhan interaksi dengan suatu produk).

Setelah fase membuat ide, tim desain harus memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin mereka bangun. Selama fase merancang, tim desain akan mulai membuat solusi untuk memecahkan masalah yang dimiliki pelanggan dan menerapkan konsep.

Pembuatan prototipe menjadi bagian dari fase ini. Prototipe adalah model eksperimental dari sebuah ide yang memungkinkan Anda mengujinya sebelum membuat produk yang lengkap. Salah satu proses pembuatan prototipe yang paling efisien adalah pembuatan prototipe cepat. Proses pembuatan prototipe dapat digambarkan melalui tiga tahapan, yaitu:

Fase pengujian dan validasi membantu tim produk memastikan konsep desain berfungsi sebagaimana mestinya. Biasanya, fase validasi dimulai saat desain telah disempurnakan. Mirip dengan fase penelitian produk, fase ini juga bervariasi antar proyek atau saling bertumpang tindih.

Anda dapat melakukan pengujian produk menggunakan tim Anda sendiri. Namun, akan lebih baik jika Anda melakukan pengujian langsung pada calon pengguna Anda. Menurut Nielsen Norman Group, ide dasar di balik uji kegunaan adalah untuk memeriksa apakah desain produk bekerja dengan baik sesuai dengan target pengguna produk Anda. Mengumpulkan dan menganalisis feedback dari pengguna akan membantu tim desain menyempurnakan produknya dan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Hanya karena sebuah produk telah diluncurkan secara resmi bukan berarti proses desain produk telah selesai. Faktanya, desain produk adalah proses berkelanjutan yang terus berlangsung selama produk digunakan. Tim akan mempelajari dan meningkatkan produk, setelah banyak menerima feedback dan review dari penggunanya.

  1. Desain produk adalah proses yang tidak pernah berakhir

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, proses desain bukanlah hal yang hanya dilakukan satu kali selesai, dan desainer tidak boleh berasumsi bahwa mereka akan mendapatkan segalanya dengan sempurna sejak awal. Untuk merancang produk yang sukses, tim perlu mengadopsi proses perbaikan yang berkelanjutan. Misalnya, selalu mencoba untuk menyempurnakan produk berdasarkan feedback pelanggan. Dengan begitu, bisnis Anda bisa meraih lebih banyak pelanggan dari produk yang sudah disempurnakan.

  1. Desain produk didasarkan pada komunikasi

Dalam mendesain sebuah produk, perlu dilakukan komunikasi baik antara tim Anda atau dengan pelanggan Anda. Ide terbaik akan gagal jika tidak mendapat persetujuan dari tim dan pemangku kepentingan. Itulah mengapa desainer produk terbaik adalah komunikator yang hebat. Komunikasi dari pelanggan berupa feedback juga perlu dilakukan agar produk Anda sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.

Product Design Tools Terbaik 2021 (dan Cara Menggunakan nya!)

Intinya, hal terpenting yang harus diingat saat mendesain produk adalah desain itu untuk pengguna. Untuk mendesain produk hebat, Anda harus memberikan fitur yang tepat, dengan memberikan pengalaman pengguna yang tepat sesuai dengan target Anda. Jadi, tentukan audiens target Anda, kemudian teliti masalah mereka, dan, terakhir, fokuslah dalam membangun produk yang memecahkan masalah tersebut. 

Ingat! suatu produk bukanlah hanya suatu benda yang bisa disentuh, tetapi juga bisa suatu software, aplikasi, atau website. Produk ini juga perlu memperhatikan hal-hal yang telah kami sampaikan. 
Semua produk di OneTalk selalu memperhatikan empat hal penting tersebut. Hal ini OneTalk agar pelanggan selalu mendapatkan yang terbaik dan selalu mendapatkan produk yang mengikuti tren yang ada. Desain yang dimiliki OneTalk dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan, authentic, dan melalui proses desain yang matang. OneTalk juga selalu mendengarkan feedback dari pelanggannya untuk selalu bisa menyempurnakan produknya.

Product Design Tools Terbaik 2021
Product Design Tools Terbaik 2020 (dan Cara Menggunakan nya!)

Di dunia desain produk yang kompetitif ini, terdapat banyak sekali tools atau alat yang dapat membantu Anda untuk membuat desain produk yang baik. Tetapi, tentu kita butuh yang terbaik untuk mengoptimalkan produk kita. Setelah berdiskusi dengan team design, kami ada beberapa rekomendasi design tools untuk Anda. Nah, ini dia beberapa alat desain produk yang telah kami pilih, sebagai desain produk tools terbaik pada tahun 2021!

Yuk simak!

1. Figma

Figma merupakan alat desain yang menempati urutan pertama pada survei UX Tools 2020. Ketika Figma pertama kali mengumumkan fitur "multiplayer" mereka, para desainer mencemooh gagasan untuk mengizinkan orang lain masuk ke dalam file mereka. Ide kolaborasi langsung pada dokumen desain membangkitkan pemikiran direktur seni dan pemangku kepentingan pengendali. 

Penggunaan tools ini menghindari hal-hal yang paling membuat UI Designer merinding, yaitu redesign karena miskomunikasi. Tim desainer dapat berkolaborasi bersama untuk memantapkan rancangan aplikasi dan menghindari potensi desain ulang.

Kelebihan alat ini adalah aksesnya yang gratis dan user-friendly karena dijalankan berbasis web. Sehingga, semua pengguna perangkat dengan berbagai sistem operasi dapat menjalankan aplikasi ini dengan mudah. Berbeda dengan aplikasi lain yang membutuhkan penginstalan terlebih dahulu.  

Ini dia beberapa kelebihan figma:

Fitur-fitur figma yang membuatnya unggul adalah:

  1. Prototyping

Fitur ini memudahkan kita untuk menguji desain layar yang telah kita buat dimana kita dapat menjalankannya layaknya sebuah aplikasi. 

  1. Smart Animate

Fitur ini masih tergolong baru karena baru dirilis beberapa bulan lalu. Fungsinya, fitur ini bisa kita gunakan untuk menambahkan animasi saat berpindah tampilan. Secara default ada animasi yang bisa kita gunakan untuk mengubah posisi. Namun, Smart Animate dikhususkan untuk setiap komponen dalam sebuah tampilan.

  1. Plugin

Anda dapat menggunakan plugin untuk mempercepat proses pembuatan desain desain aplikasi. Figma menyediakan beberapa plugin yaitu, Google Sheet Sync. 

  1. Auto Layout

Fitur ini memudahkan dalam menyusun komponen-komponen yang ada dalam suatu desain. Auto Layout ini mempermudah dalam menyusun komponen terutama yang berkaitan dengan ukuran dan posisi. 

  1. Collaboration

Fitur kolaborasi merupakan salah satu keunggulan terbaik figma, dibandingkan alat desain kompetitor lainnya. Kemudahan yang ditawarkan dengan alat ini membuat figma berhasil menjadi alat UI design terbaik 2020, baik untuk pengguna Mac maupun Windows.

Kelemahan dari alat ini adalah pengguna harus online karena alat ini berbasis web, buth Intel HD Graphics 4000 atau lebih tinggi, cache lokal dapat menyulitkan perancang untuk melihat perubahan atau pembaruan desain, dan anggota tim hanya dapat mengakses file ketika desain telah diserahkan ke library sehingga delay dapat terjadi.

2. Sketch

Sketch adalah editor grafik vektor untuk mac OS yang dikembangkan oleh perusahaan Belanda Sketch B.V. (sebelumnya bernama Bohemian Coding). Pertama kali dirilis pada 7 September 2010 dan memenangkan Apple Design Award pada tahun 2012.

Sketch baru-baru ini menambahkan fitur untuk pembuatan prototipe dan kolaborasi. Karena hanya tersedia untuk mac OS, perangkat lunak pihak ketiga dan alat handoff dapat digunakan untuk melihat desain Sketsa di platform lain. 

Fitur-fitur Sketch yang membuatnya unggul:

  1. Symbols Plug In untuk Smart Objects

Disebut Symbol, ini memberi kita kemampuan untuk meniru Smart Objects; fitur yang sebelumnya tidak didukung Sketch. Smart Objects memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa contoh dari satu objek dalam dokumen Anda. 

  1. Easy Grid

Fitur ini memungkinkan Anda untuk menentukan berapa banyak baris dan berapa banyak kolom yang Anda inginkan untuk menyusun objek yang dipilih.

  1. Smart Guides

Mengetahui jarak atau rasio objek di dalam artboard Sketch.

  1. Artboard Presets

Preset memungkinkan Anda untuk mengatur pekerjaan Anda menggunakan dimensi yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Pixel Perfection

Ini membantu Anda mendapatkan piksel yang diposisikan dengan sempurna dalam desain Anda.

Kelebihan Sketch dibanding kompetitor lainnya adalah:

  1. 100% berbasis vektor
  2. Dapat diekspor ke berbagai resolusi dengan satu gambar.
  3. Pengaturan piksel yang lebih serbaguna.
  4. Dalam satu dokumen utama, beberapa halaman desain dapat diproduksi.
  5. Lebih mudah mengekspor metode ke SVG.
  6. Melalui fitur plugin, Anda dapat membangun CSS dengan mudah.

Kekurangan alat ini adalah seringnya terjadi bug dan glitch yang dialami pengguna. Bug dan glitch ini cukup sering terjadi hingga mengganggu jalannya alat desain ini.

3. Adobe XD

Adobe membuat software baru mereka yang bernama Adobe XD, pada tahun 2016. Adobe XD merupakan software yang dapat digunakan oleh para desainer perangkat mobile. Adobe XD dibuat untuk memudahkan desainer aplikasi mobile dalam mengembangkan UX / UI.

Fitur yang membantu pengguna dari Adobe XD adalah:

  1. Responsive Resize

Dengan Responsive Resize, sekarang banyak waktu yang dapat dihemat saat menyiapkan antarmuka versi desain 'responsif'

  1. Plug Ins

Menyediakan plug ins yang sangat bervariasi seperti RenameIt, Pixel Perfect, Data Generator, dll. Dan integrasi dengan Trello, Dribbble, Google Sheets, dll.

  1. Auto Animate

Membuat working prototypes menggunakan Auto Animate. Menggabungkan ini dengan pembuatan prototipe menawarkan desainer, alat yang diperlukan untuk menghilangkan kesalahan, yang mungkin dibuat setelah produk atau situs web dikirimkan, dari tahap wireframing

  1. Voice Prototyping

Prototipe suara ke perangkat Adobe XD. Ini bukan fitur paling jelas yang Anda harapkan dari alat desain UI layar, tetapi UI perintah suara menjadi semakin umum.

Berikut kelebihan dan manfaat dari software Adobe XD ini:

  1. Alat untuk Pembuatan Prototipe menggunakan Auto Animate
  2. Focused design tools
  3. Dapat menggunakan properti desain dari Photoshop, Sketch, Illustrator
  4. Kerangka kerja ini akan mengintegrasikan aset desain perangkat lunak ke dalam proyek Anda, membuat pekerjaan lebih mudah.
  5. Performa yang cepat tanpa lag

Kekurangan dari software ini adalah 

Dari tiga alat yang sudah disebutkan diatas, Figma menempati urutan pertama dalam kategori UI design baik pada Mac maupun Windows. Figma juga merupakan yang teratas dalam hal UI Prototyping. Tidak hanya itu, Figma juga unggul dalam hal developer handoff. Dapat disimpulkan, alat yang paling banyak digunakan tentunya adalah alat yang paling mudah digunakan di berbagai jenis perangkat oleh beragam konsumen. 

privacy policy
5 Alasan Pentingnya Privacy Policy (Kebijakan Privasi)

Dengan kebijakan privasi WhatsApp yang berubah, banyak pihak yang memiliki kekhawatiran akan data dan privasi yang mereka miliki di aplikasi messenger tersebut. Namun, terdapat juga pihak yang merasa acuh tak acuh dengan kebijakan baru tersebut karena merasa tidak ada masalah yang mengganggu aktivitasnya. Anda keliru! Kebijakan privasi adalah hal yang penting yang harus dijaga oleh setiap platform yang dibuat untuk pengguna. Jika Anda merupakan salah seorang pelopor platform yang mengolah data pribadi pengguna, Anda harus memperhatikan betapa pentingnya kebijakan privasi atau privacy policy.

Pada artikel ini akan dijelaskan 5 alasan mengapa kebijakan privasi atau privacy policy itu penting.

1. Membangun kepercayaan. 

Pengguna lebih mempercayai sebuah aplikasi pesan ketika Anda memiliki Kebijakan Privasi / privacy policy. Menjadi transparan bagi pengguna mungkin merupakan alasan moral yang paling penting. Memberi klien dan pengguna gambaran yang jelas tentang mengapa dan bagaimana Anda memproses data pribadi mereka membuat klien merasa aman.

Selain memiliki Kebijakan Privasi / privacy policy yang jelas, ringkas, transparan, dan dapat diakses, membangun kepercayaan dapat diperkuat dengan "segel kepercayaan keamanan privasi". Representasi visual semacam itu, selain menekankan fakta bahwa sebuah aplikasi memiliki Kebijakan Privasi / privacy policy terkini, cepat meningkatkan tingkat kepercayaan antara aplikasi tersebut, pemilik bisnis, dan pengunjung serta pengguna.

Terakhir, mereka yang membaca dengan teliti dokumen hukum utama akan merasa lebih aman, lebih nyaman, akan menggunakan situs web atau aplikasi seluler Anda lebih lama dan lebih cenderung merujuk teman atau merekomendasikan produk Anda. Karenanya, berikan ketenangan pikiran kepada pengguna Anda!

2. Itu diatur dalam hukum! 

Hampir semua negara di dunia memiliki undang-undang privasi data. Mereka mengharuskan sebuah perusahaan atau dalam hal ini aplikasi pesan, melindungi dan memproses informasi pribadi dengan hati-hati. 

Contoh dari hukum kebijakan privasi misalnya di negara bagian AS. Undang-Undang Perlindungan Privasi Online California (CalOPPA) mengharuskan Anda untuk "secara jelas mengeposkan kebijakan privasi di situs web Anda".

Hukum perlindungan data Uni Eropa mengaturnya dalam Pedoman Perlindungan Data (DPD), Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR), dan Pedoman e-Privasi mengharuskan Anda untuk menempatkan "pemberitahuan privasi", yang berisi sejumlah elemen di situs web atau aplikasi seluler Anda. Dan jika Anda tidak mematuhi hukum - dendanya sangat besar, dapat berjumlah hingga  € 20.000.000,00 atau lebih dari Rp 340 Miliar. 

Di Indonesia, kebijakan privasi mengenai data pribadi diatur dalam Pasal 28G ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.” Selain itu, lebih jelas juga dijelaskan dalam Pasal 28G ayat (1) UUD 1945, Pasal 2 UU Adminduk yang salah poinnya mengatur mengenai setiap penduduk mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas data pribadi.

3. Karena banyak pihak ketiga membutuhkannya. 

Yep, Anda membacanya dengan tepat. Pihak ketiga, dalam hal ini semua platform yang mengolah data pribadi penggunanya diharuskan memiliki Kebijakan Privasi tidak hanya oleh hukum, tetapi juga oleh perusahaan seperti Google dan Apple. Ini berlaku untuk aplikasi seluler untuk dikirim ke Google Play atau App Store, tetapi juga jika menggunakan layanan pihak ketiga seperti Google Adsense atau Google Analytics untuk menampilkan iklan atau mengumpulkan data situs web.

Bagian 7 dari Persyaratan Layanan Google Analytics menyatakan:

… Anda akan memiliki dan mematuhi Kebijakan Privasi yang sesuai dan… harus memposting Kebijakan Privasi…

Selain itu, meskipun aplikasi tersebut mungkin diminta untuk menambahkan Kebijakan Privasi selama proses pengiriman aplikasi seluler (atau menerima daftar penolakan), jika pengguna tidak dapat dengan mudah menemukan Kebijakan Privasi, aplikasi seluler dapat ditangguhkan atau bahkan lebih buruk - dilarang untuk beredar.

4. Untuk menghindari pertempuran hukum memakan waktu dan biaya

Tidak memiliki Kebijakan Privasi dapat mengakibatkan denda besar dan tindakan hukum terhadap Anda. Ada beberapa contoh tuntutan hukum yang diajukan terhadap Kebijakan Privasi yang dipertanyakan. SnapChat, Delta Airlines, dan Google hanyalah beberapa di antara banyak aplikasi yang memiliki masalah karena mereka memiliki beberapa kesalahan dalam Kebijakan Privasi mereka. Baik aplikasi memiliki situs web, blog, atau aplikasi seluler online, mereka harus melindungi diri dari kemungkinan tuntutan hukum dan denda.

5. Dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan

Dengan tetap berada di sisi yang aman dan memberikan pengguna apa yang akan membuat mereka merasa aman dan terlindungi, sebuah aplikasi secara otomatis meningkatkan aset. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa jika Anda jujur ​​dan terbuka dengan pengguna atau pelanggan, lebih banyak dari mereka akan melakukan apa yang Anda ingin mereka lakukan. Ini berarti kemungkinan besar Anda akan menghasilkan lebih banyak uang dengan, daripada tanpa, Kebijakan Privasi. 

Dengan perseteruan mengenai kebijakan privasi WhatsApp Terbaru, mungkin sudah waktunya Anda mencari alternatif lain sebagai aplikasi messenger yang menyediakan keamanan. adalah aplikasi messenger yang sedang naik daun yang dirilis oleh anak bangsa. merupakan aplikasi karya anak bangsa yang menjamin keamanan data pribadi Anda. Aplikasi ini menyediakan platform berbagi media dan pesan dengan orang-orang terdekat Anda hanya dengan menggunakan nomor telepon dan email. Dengan desain minimalis dan sederhana, Anda akan dapat menggunakan aplikasi ini dengan nyaman tanpa mengkhawatirkan data pribadi Anda yang akan tersebar luas.

Yep, benar, aplikasi buatan Indonesia ini dapat mempermudah kegiatan messenger kita sehari-hari. Tersedia di Play Store maupun App Store, aplikasi ini cukup ringan dan dapat digunakan pada Android maupun iOs!

customer feedback
Golden Rule of Customer Feedback Strategy. thumbs up. person smiling.

After all the effort, time, and money you have spent developing and marketing your product, your customer feedback strategy will help guide you through the next steps. As you know, product development is like playing chess. You have to be one step ahead of the game to give your customers the features they want. Sometimes before they even know what they want.

Let's take a look at how to create a successful customer feedback strategy for your business.

What is a customer feedback strategy?

A customer feedback strategy is the process of collecting feedback from people who use your product and then acting on that feedback. There are several ways to collect feedback. You can ask questions or monitor your behavior through surveys. Keep reading for our detailed guide on how to create your own customer feedback strategy.

Why do you need a customer feedback strategy?

A customer feedback strategy provides data and confidence to move your company in the right direction. Without it, users have to make assumptions about the desired function. It's also a great way to gather ideas for product improvement. Here you can figure out the best features to add depending on how long it took to build, whether your competitors have these features or what you need next.

Qualitative vs. Quantitative

There are two types of valuable data that are important to your customer feedback strategy: qualitative and quantitative.

Qualitative methods record customer comments and responses from focus groups, open survey questions, and social media comments. After collecting the data, look for response patterns and determine the most common topics. Analyzing qualitative data can be complex, but it provides a deeper understanding of the customer's needs and motivations.

Quantitative data records the number of clicks on an ad, the number of people who purchased an item from the ad, or the number of people who opened the latest newsletter. Quantitative data is useful for predicting what many customers will do based on the behavior of a small group.

Create customer feedback surveys

Customers are more likely to respond to surveys when they are very satisfied or very dissatisfied, so their responses are likely to be low and distorted. Customer satisfaction scores and Net Promoter Score are provided here. This is a quick way to gather customer feedback and increase the likelihood of customer engagement.

CSAT score (customer satisfaction)

The Customer Satisfaction Score (CSAT) measures customer satisfaction for one interaction (usually a customer service interaction). For example, customers can rate their satisfaction with customer service before they hang up or disconnect from online chat. Companies can also follow up with text messages asking for an assessment of their experience.

CSAT score is an important metric to keep track of, but it's not perfect. For example, customers may report less than perfect scores in their customer service experience because they are usually reluctant to offer perfect scores. Knowing your CSAT score will help you get an overall picture of your customer satisfaction, but it's up to you to dig deep.

NPS (Net Promoter Score)

The Net Promoter Score (NPS) is another quantitative approach that provides general satisfaction data for a company or product. The NPS is tabulated by asking the customer, "How much would you recommend our company to a friend or colleague?" Then, subtract the percentage you don't want to recommend your company from the percentage you can recommend the company (promoter).

This question is useful because customers are more likely to answer one question and generate computable data. However, customer responses can vary depending on how they felt at any given time, how they felt about their last interaction with the company, and how their cultural background influenced their responses.

Implementing Customer Feedback Result

After all those effort of making customer feedback strategy, it’s time to implement it through the Feature Priority Matrix. We don't have an infinite supply of time, money and resources to make all of the changes that we indicate require feedback from our customers. It also complicates the decision by competing opinions from the product development team and management.

Creating a functional priority matrix allows you to make the best decisions for your company and reach consensus among all decision makers. Place user demand on the x-axis and complexity on the y-axis. You will have the next four quadrants listed in the order you need to apply your ideas in that quadrant.

user demand - complexity to build

Then you can create the same matrix, but you can change the X axis to "compete".

user demand - competition

Regardless of the approach you choose, developing a customer feedback strategy creates clarity and consensus in product development. Choose your method based on the data you want to collect and use the best tools to collect your data more easily. Then implement the change depending on which change has the greatest impact and which is the fastest in development. Finally, rest assured that we will prove that your process is responding to your needs!

Every business's goal is to sell something to somebody. Whether it is a product, service, or data, for a price, the company has something it offers to its customers. It seems like the point of sales strategies and marketing strategies is the same for that reason, that is to sell the products of services.  But by definition, the purposes and methods of sales and marketing strategies are different.

What's the difference between marketing and sales? The difference lies in how close you are to turning a prospective customer into an actual customer. 

Marketing includes the methods you use to obtain new leads or prospects into your business. It includes everything that helps increase interest in the goods and services being sold. In order for you to judge which marketing options are cost-effective and deliver results, it should have observable metrics. On the other hand, sales are the process of actually persuading someone to buy your products. It also requires some degree of human contact that convinces a client to become a client. Sales refer to all activities selling goods and services. The person in charge of the sales division has the responsibility of maintaining relationships with prospective clients which ultimately lead to sales. These prospective customers have been guided to you most of the time through marketing efforts.

Main Differences

Here are the main differences between the marketing strategy and the sales strategy:

  1. Goals

The marketing strategy's purpose is not to make sales. Instead, it's about meeting prospective consumers and raising their awareness of the goods, services, and company, and the opportunities for them all. Marketing practices are structured to help, but not inherently make sales. This is because not every visitor to your website or company is a good match for your product/service in your target market.

The goal of any sales strategy is fairly simple: to make sales. Although it is a goal, it is so much more complex than that.  Sales teams are tasked with maintaining partnerships and leading them to a buying choice with future buyers. A sales strategy can also discuss techniques to transform one-time consumers into return buyers or sources of recommendation.

For example, a marketing strategy is something that applies behind the curtain. Their team does not meet with a customer face to face. You wouldn’t meet with a marketing officer when you visit a store. But, a sales strategy is something that a customer can see. When you go to a store, you will meet some sales promotion girls (SPG) or others. Those SPG are the implementation of a sales strategy.

  1. The Strategies

The marketing strategy generally involves:

The sales strategy generally involves:

  1. The Person in Charge

Generally, the marketing strategy is set by the CMO (Chief Marketing Officer) or VP of marketing, but it is guided by multiple marketing team members. This is because the marketing team interacts directly with groups, such as product, product marketing, service, and sales, that influence customer.

On the other hand, the sales strategy is set by the VP of sales or the chief revenue officer. Sales executives and new company owners then introduce it. Salespeople typically work on a segment instead of engaging with the whole group that marketing targets. So the sales staff will talk directly to customers or communicate at a time with a few qualified leads.

Both strategies equally have a different person in charge. It's just a different position’s name.

  1. How long will it take?

Marketing strategy is a long-term, forward-looking vision and an overarching game plan of any company or business with the underlying aim of recognizing the desires and wishes of consumers to achieve a sustainable strategic edge.

Usually, a sales strategy is short-term. A sales strategy is usually designed later and it draws on the marketing strategy. Depending on if the sales staff is meeting or exceeding sales expectations, you may need to make occasional improvements to this technique.

  1. Scope of work

The scope of work and its duration can also illustrate the difference in sales and marketing. Sales team jobs tend to be short term while marketing teams tend to be more long term.

This is because the marketing team must maintain harmonious relationships with business partners and vendors related to product marketing. Constant contact is required for an effective marketing strategy. Everyone on the team wants to realize how the brand campaign will better meet broader business goals. As well as using instruments such as market models, demographic studies, and competition analysis, the emphasis should also be on promoting brand promise to consumers.

The scope of marketing work also includes market research, public relations, and customer satisfaction. Meanwhile, the scope of the sales team's job is to convince (potential) customers to continue to feel the need for the products you sell.

A good sales strategy draws on the marketing team's efforts by securing individual customers who are most likely to purchase. This is typically so unless a large portion of their prospects is guided by the sales staff. Direct sales departments are busy pursuing prospects, making calls for exploration, qualifying candidates, product or service pitching, developing partnerships, and turning prospects to clients.

  1. Priorities and Functions

The difference in sales and marketing can also be seen from the priorities and work functions of these two divisions.

In terms of work priorities, the difference between these two positions lies in the activity targets. The marketing team's priority is to reach customers and build good relationships with customers so that they can become loyal customers. You can imagine a clear advantage if several large companies become regular customers of the products that your company has.

The more regular customers, the bigger the profit, of course.

Apart from that, these regular customers will be there if the service and response from the sales team also support the quality of the products and customers that have been reached.

The function of the sales team is to accommodate and target customers while helping them meet their needs with the products offered. The difference in sales and marketing in their functions and priorities is precisely what makes them synergize with each other.

The Pros and Cons of Marketing Strategy

Promotes Your Business to a Target Audience (You have a better chance of receiving the perfect customer because you know your target)Hard to Generate a Momentum(For a small business creating momentum may be hard because your brand is still small and not many people know about you yet)
Helps You Understand Your Customers(After knowing your targeted customers, you can understand them better)Cost(Big companies can afford to waste time and money focusing on a marketing strategy that struggles because they can regroup and move on. As a small business owner, though the return on spending on a marketing campaign might be poor, and that means you have spent months to cover that)
Helps Brand Your Business(Your marketing strategy isn’t just about boosting leads and converting them into buyers, it’s also about expressing the culture, values, and purpose of your business. By doing a marketing strategy you also help introducing your brand to others)

The Pros and Cons of Sales Strategy

Strengthens Customer Engagement and Commitment(Salesperson usually interact with their customers and they can ultimately build a stronger connection with customers)May Lower Brand Awareness(The overuse of some discount discounts can lead consumers to assume that the cheaper price is the normal price, which may cause them not to believe that the quality of the goods correlates with goods from comparable rivals offering less frequent or no price reductions)
Quick to Develop(Compared to other types of strategy, some sales strategies can be quickly created and made available within a market)Distributors Won’t Be Prepared(Some consumer sales strategy require the assistance of distributors (e.g. retailers), but not all distributors can support the sales strategy, particularly if the promotion requires the distributor to do additional work)
Help Sells More of Your Product(In cases where stock replacement is needed (e.g. items approaching expiration date; clearing inventory to make way for new models), sales strategy may be used to easily decrease supply.)

From recognition to purchase, both marketing and sales are integral aspects of the consumer journey. Your business teams need to align with these two strategies, and that means recognizing all points of convergence and divergence. According to Aberdeen Group, sales and marketing alignment can lead to a 32% increase in year-over-year revenue growth.

Communication between your sales and marketing departments is vital to aligning your sales and marketing activities. This means that sales have feedback on the types of marketing material that would be effective, that shared priorities are defined, and that everybody uses the same language and knows the vocabulary of each other.


Sales and marketing roles intersect, even though they are often grouped independently. Enterprises that recognize critical overlap areas may gain more value from their teams by pooling efforts. After all, both sales and marketing share the same objective: to increase sales.

Marketing Responsibilities

Awareness. An initiative to raise awareness about a product or service is the first step in the sales process. Efficient awareness-building efforts may help a prospect to remember a brand or product name or may guarantee that an organization makes a shortlist for purchase consideration.

Engagement. Engagement efforts draw on an initial marketing strategy to strengthen the relationship of the customer to a brand or product. Marketing resources for interaction can be longer (e.g. whitepaper or video) relative to a more simplistic awareness item (e.g. direct mailer or radio advertisement).

Conversion. Conversion is the vital transformation of a new client from an unknown figure to a recognised leader. In the case of marketing departments, a conversion may be the completion of an online form, the instigation of a webchat, or a phone call to a customer service line.

Retention. And after a buy, a marketing team may help a company develop its repeat customers. Maintaining a marketing role tends to sustain visibility and commitment during sales. This can include email newsletters or webinar invites that help consumers get more value from a product. In particular, the retention role of marketing is important for subscription services.

Sales Responsibilities

Follow up. The main sales feature is to follow up on the lead created by the marketing department. Successful enterprises typically create a formal hand-off mechanism such that each marketing-qualified leader receives accurate and prompt follow-up from a sales team member.

Relationship building. The "hard sell" era begins to disappear. Modern sales rely on developing relationships to help establish loyalty between the customer and the seller. Effective salesmen should consider the interests of the purchaser to create a persuasive—but not a persuasive—message to better distinguish the commodity of the business.

Closing. Often salespeople are judged by their willingness to transform leads into buyers. While some may envisage a face-to-face meeting and a handshake as the end of a sale, many companies are now closing deals online or over the phone. This could increase the responsibility for closing the sale to more workers.

Retention. Sales and marketing are responsible for improving customer satisfaction. When checking in with a current customer, a sales staff member may further show an engagement in the future of a long-term customer, not just a one-time deal. Continued efforts to develop good partnerships will help boost satisfaction and contribute to "upselling"—additional purchases outside initial purchasing.


How do the sales and marketing departments accomplish their objectives? Tactics differ depending on the culture of the market and the business. They've improved over time, too.

These are some of the traditional sales and marketing strategies that are at the heart of each practice.

Marketing Techniques

Outbound marketing. Marketing Outbound. Outbound marketing stands for conventional "push" marketing. This covers tv ads, direct mail posters, and cold calls. Outbound marketing strategies are also successful in creating strong demographic recognition. However, some new marketing tactics challenge the capacity of outbound marketing to create compelling, personal marketing messages that establish long-lasting business-customer relationships.

Inbound marketing. Inbound marketing is shifting marketing efforts from "drive" to "pull." The key concept behind inbound marketing is to attract new buyers by designing marketing materials that support users. For example, an investment company can deliver a free retirement planning webinar.  Inbound marketing aims to rely first on offering something useful to the customer, rather than having an inward focus on presenting a business message.

Sales Techniques

Limiting the opportunity. The notion of a "limited-time bid" is popular in retail, but generating a feeling of scarcity is a strategy used in many industries. A limited opportunity can be limited by time (e.g. a decent deal for this month only) or availability (e.g. the last pickup on the lot).

Focusing on pain points. A successful salesperson can determine the benefits of a product or service concerning the needs of a customer. This involves recognizing the day-to-day problems that the customer faces and reflecting on how the product can address these issues. Focus on pain points may often help to develop a friendship by expressing a salesperson's concern about the customer's issue.

Making the assumptive close. The assumptive close is a sales tactic that transforms the "yes" order into a "no." For example, instead of saying, "Do you want to try this service?" a salesperson might ask, "When would you want us to arrange the installation?"


While having the same end goal, marketing and sales strategy are two different things. Marketing advises and draws leads and prospects to your brand, product or service. Sales, on the other hand, deals exclusively with prospects to enhance the appeal of the company's solution to turn prospects into consumers.

There is a lot of pro and cons of both strategies which should take your attention because they will affect the revenue of your businesses.

If your small business is having trouble balancing the marketing and sales strategy, you could always use tools and other solutions. You don’t even need to differentiate between them, you can simply use an omnichannel messaging platform. Using a trusted omnichannel messaging platform will helps you balance it. OneTalk by as an omnichannel messaging solution can increase your sales, marketing, and support.

OneTalk can help you execute the constant contact that you require to balance marketing and sales strategy. With our ability to integrate multiple messaging platforms, OneTalk has all the features to enhance your business. One of them is Broadcast Message and Start New Conversation. The Broadcast Message feature allows you to send messages to multiple recipients all at once. Your marketing/sales strategy will be more interactive with this feature, sending them multimedia content such as photos, videos, and even pdf files. Meanwhile, Start New Conversation features allow you to do proactive chat and start a new case so your business can reach your customers first. With these and a lot of other features provided by OneTalk, you can easily balance your marketing and sales strategy.

In this pandemic situation, OneTalk, which integrates messenger platforms in one dashboard, can maintain your communication with your employees because you will be able to continuously monitor their work through the Real-Time Agent Activity Tracker feature. This feature will allow you to see in real-time the cases that are being handled by your employees.

Also, OneTalk creates an effective work system in the aspect of corporate communication with customers. With Assignment Rules which have assignment systems for different customers, you can easily share cases with your agents. The Topics feature also allows you or your employees to sort out the topics discussed by the customer so that they can easily categorize them.

Oh wow! Just how much are the features on OneTalk? Well, it seems like a lot, but there are more to be found. You can even utilize the right platform! Other than giving you privileges of integrating multiple messaging platforms, OneTalk also provides you with WhatsApp Business API services to support your line of communication with one of the biggest messaging platforms in the world. Use this to apply your Marketing Strategy and Sales Strategy and increase your sales like never before.

Want to know more, contact our agent to explore all the features we provide for you.

Design is not easy to expand. Design is a system that requires driving elements. It will be just an “empty entity” that must be filled by “something” so its existence is recognized. It has become a huge part of companies to make them stronger and successful in this competitive digital market.

Improving design through work, without setting standards, is a myth. With each new promise, new ideas for color palettes, typography, and patterns emerge in the product, increasing diversity and increasing maintenance costs. Each new employee increases design entropy. There is only one way to stop the growth of this chaos. A commitment to run a design system

A design system can help by scaling. Design can scale, but it can only scale with design system.

The design system is now very popular. Why? Because it is effective like everyone says it will be. Applying a design system to your business will bring a lot of benefits:

10 Steps to build design system

1. Evaluates current UI inventory and note differences

To start a good design system, it is best if you evaluate what you already have. In this aspect, consider which element will be the best, and which part do you want to replace? Try to find differences and inconsistencies between your products or pages.

A few elements that you need to pay attention are color schemes, how every color is used, Stylistic text choices, photo libraries, icon libraries, UI patterns, page templates, and other graphics.

2. Prepare your team to be onboard

You need a team to implement and manage a design system throughout the product design cycle. For most design systems, teams need front-end designers and developers. Start by identifying the skills you need and then identifying the people who have them.

3. Establish principles and rules for the design system

The design system is a system of values shared throughout the design system. This includes the techniques - CSS in Javascript or something else - that you will use to write your design scheme; How will you distribute the design system; And if you're going to use one of your digital products as a starting point for the system.

4. Color palletes

Color is an important aspect because it can impact all of your work. Decide on the hue and color for each of the colors you use most often, and write down final instructions on how to use them. Of course, this includes your primary brand colors, but also pay attention to your secondary colors. For example, what color is your text? Your link? Special keys? Background?

Be as detailed as possible when writing your code. Check out your own design style to fix any problems you might encounter while testing the color palette in the product UI.

5. Typographic elements

Now, you would want to review and finalize your typographic choices. Design systems can be more technical than static pattern guides, so take advantage of that. Note your preferred text size, spacing, font, etc., as well as any rules about where and when to use it. For example, how big is the section title in your blog post? What fonts do you use for an on-site call-to-action?

Don't ignore subtle details, like line height, font weight, or custom kerning rules.

6. Graphic design assets

The well-designed design system allows you to directly drag and drop visual components into your new prototype. The more graphic design assets you collect in your design system, the faster you can progress your work for future projects.

Don't forget to include any appropriate code snippets or documentation that the developer might need. These small aspects will be useful during the development stage.

Within all your graphic design assets, you will need libraries to implement: icons libraries, photography libraries, illustrations, and branding images.

7. Standardize Other Style Properties

Design decisions also include complementing grid patterns and other characteristics not covered in the previous section, such as spacing. As with the other components of your design system, here, standardization also aims to remove inconsistencies.

8. Build the First Design System Pattern

Don’t focus on building all the patterns in one go, because building design system pattern can be an iterative process. Build it one by one by identifying the best architecture for your pattern library.

9. Run a Sprint Retrospective

Sprints can be a great way to ensure fast learning across teams. All product teams should set up regular retrospective sprints to analyze progress and make necessary improvements. 

10. Conclusion

All of the steps mentioned here will provide you with a set of design guidelines that promote a consistent design language. Don't think of a design system as a project. Instead, treat it as an ongoing process that requires rapid iteration.


Reach us by phone at (021) 27939266

Jl. Kyai Maja No.25c, RT.12/RW.2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

© 2020 - 2021 (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer