pt tap talk teknologi blog

Seberapa sering Anda membuat keputusan dalam satu hari? Apa yang harus Anda pakai hari ini? Parfum apa yang harus Anda pakai? Apa yang akan Anda makan untuk makan siang?

Jika Anda memikirkannya, kita telah membuat banyak keputusan setiap hari tanpa banyak memikirkannya.

Keputusan-keputusan ini, meskipun kelihatannya sepele, membuat para pemasar terjaga di malam hari. Karena menguraikan proses dibalik keputusan pelanggan berarti Anda dapat menggunakan informasi ini untuk meningkatkan pendapatan.

Pahami Keuntungan, Tipe, dan Model Perilaku Konsumen

Apa yang dimaksud dengan perilaku konsumen?

Perilaku konsumen mengacu pada studi tentang pelanggan dan bagaimana mereka berperilaku saat membuat keputusan untuk membeli produk yang memenuhi kebutuhan mereka. Ini adalah studi tentang tindakan konsumen yang memotivasi mereka untuk membeli dan menggunakan produk tertentu.

Studi tentang perilaku pembelian konsumen lebih penting bagi pemasar karena mereka dapat memahami harapan konsumen. Ini membantu untuk memahami apa yang membuat konsumen membeli suatu produk. Penting untuk menilai jenis produk yang disukai konsumen sehingga mereka dapat menempatkannya di pasar. Pemasar dapat memahami suka dan tidak suka konsumen dan merancang upaya pemasaran mereka berdasarkan hasil.

Perilaku pembelian konsumen mempelajari berbagai situasi seperti apa yang dibeli konsumen, mengapa mereka membeli, kapan mereka membeli, seberapa sering konsumen membeli, mengapa mereka membeli, dan banyak lagi.

Mengapa perilaku konsumen itu penting?

Studi tentang perilaku konsumen penting karena membantu pemasar memahami apa yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

1. Mengetahui kelompok konsumen 

Dalam pemasaran, diferensiasi konsumen adalah cara membedakan seorang konsumen dari banyak konsumen lainnya. Ini membantu membentuk kelompok sasaran konsumen dengan perilaku yang sama atau serupa.

Diferensiasi konsumen akan membantu menyesuaikan strategi Anda dengan kebutuhan kelompok pelanggan yang berbeda. Ketika konsumen dibedakan, Anda dapat memperluas luas dan luasnya layanan Anda. Anda akan dapat melayani sekelompok orang yang lebih besar secara efektif.

2. Retensi Konsumen

Perilaku konsumen tidak hanya penting untuk menarik pelanggan baru, tetapi juga sangat penting untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Ketika pelanggan senang dengan produk tertentu, mereka mengulangi pembelian. Oleh karena itu, pemasaran produk harus dilakukan sedemikian rupa untuk meyakinkan pelanggan agar membeli produk tersebut berulang kali.

Dengan demikian, sangat jelas bahwa penciptaan dan retensi pelanggan sangat penting. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan memahami dan memperhatikan perilaku pembelian konsumen.

Baca juga: 7 Tips Meningkatkan Retensi Pelanggan yang Wajib Dicoba

3. Merancang Program Pemasaran yang Relevan

Memahami perilaku konsumen memungkinkan Anda membuat kampanye pemasaran yang efektif. Setiap kampanye dapat berbicara secara pribadi kepada kelompok konsumen yang terpisah berdasarkan perilaku mereka.

Misalnya, saat menargetkan pasar anak-anak, Anda mungkin harus mencari tempat seperti iklan TV, program sekolah, dan blog yang menargetkan ibu muda. Anda harus mengikuti metode pengiriman pesan yang berbeda untuk kelompok konsumen yang berbeda.

4. Memprediksi Arah Pasar

Analisis perilaku konsumen akan menjadi analisis pertama yang menunjukkan pergeseran tren pasar. Misalnya, tren konsumen akhir-akhir ini adalah ke arah pelestarian lingkungan dan makanan sehat. Tren perubahan di pasar ini diamati oleh banyak merek termasuk McDonald's. Berdasarkan perilaku konsumen, McDonald's menyediakan pilihan makanan sehat.

Dengan melakukan studi perilaku konsumen, perusahaan menghemat banyak sumber daya yang mungkin dialokasikan untuk memproduksi produk yang tidak akan dijual di pasar. Misalnya, di musim panas, merek tidak akan menyia-nyiakan sumber dayanya dalam produksi produk yang tidak akan dijual di musim panas. Berdasarkan perilaku konsumen, perusahaan memutuskan strategi produksi mana yang akan menghemat biaya gudang dan pemasaran.

5. Menginovasi Produk Baru

Perusahaan terus berusaha untuk meningkatkan tingkat keberhasilan produk baru atau ide-ide baru mereka. Salah satu metode yang paling penting adalah melakukan studi yang baik dan bijaksana tentang perilaku konsumen.

Dengan bantuan analisis perilaku konsumen, Nike menyadari bahwa sebagian besar audiens targetnya bukanlah atlet profesional, tetapi banyak yang berusaha menjadi seperti mereka. Maka pada Olimpiade 2012 di London, Nike meluncurkan kampanye untuk mendorong atletik yang disebut "Temukan Kehebatan Anda". Mereka bertujuan untuk mempromosikan aspirasi untuk menjadi seorang atlet, tidak hanya dengan atlet berprestasi tetapi ingin mencakup semua orang terlepas dari kemampuan fisik mereka. Kampanye itu direncanakan dengan baik dan didorong oleh data, tentu saja, dianalisis dengan cermat sebelum tindakan apa pun diambil. Pesan ini menginspirasi banyak konsumen dan memiliki daya tarik yang besar bagi konsumen sasaran.

6. Tetap relevan di pasar

Ketika dunia berubah secepat sekarang, tantangan terbesar yang kita semua hadapi adalah tetap relevan dengan target pasar kita. Dan tahukah Anda apa alasan utama dibalik perubahan yang cepat itu? Ini adalah perubahan perilaku pelanggan kami.

Konsumen saat ini memiliki lebih banyak pilihan dan peluang, yang berarti mereka dapat dengan mudah beralih ke perusahaan yang menawarkan produk dan layanan yang lebih baik.

Baca juga: Simak Cara Sederhana Membangun Loyalitas Pelanggan

Tipe perilaku konsumen

Ada empat jenis utama perilaku konsumen:

Tipe perilaku konsumen

1. Perilaku pembelian yang kompleks (Complex buying behavior)

Jenis perilaku ini ditemui ketika konsumen membeli produk yang mahal dan jarang dibeli. Mereka sangat terlibat dalam proses pembelian dan penelitian konsumen sebelum melakukan investasi bernilai tinggi. Bayangkan membeli rumah atau mobil; ini adalah contoh dari perilaku pembelian yang kompleks.

2. Perilaku pembelian yang mengurangi perbedaan (Dissonance-reducing buying behavior)

Konsumen sangat terlibat dalam proses pembelian tetapi mengalami kesulitan dalam menentukan perbedaan antar merek. 'Dissonansi' dapat terjadi ketika konsumen khawatir bahwa mereka akan menyesali pilihan mereka.

Bayangkan Anda membeli mesin pemotong rumput. Anda akan memilih satu berdasarkan harga dan kenyamanan, tetapi setelah pembelian, Anda akan meminta konfirmasi bahwa Anda telah membuat pilihan yang tepat.

3. Perilaku pembelian berdasarkan kebiasaan (Habitual buying behavior)

Pembelian kebiasaan dicirikan oleh fakta bahwa konsumen memiliki keterlibatan yang sangat sedikit dalam kategori produk atau merek. Bayangkan berbelanja bahan makanan: Anda pergi ke toko dan membeli jenis roti pilihan Anda. Anda menunjukkan pola kebiasaan, bukan loyalitas merek yang kuat.

4. Perilaku membeli yang mencari variasi (Variety seeking behavior)

Dalam situasi ini, konsumen membeli produk yang berbeda bukan karena mereka tidak puas dengan yang sebelumnya, tetapi karena mereka mencari variasi. Seperti ketika Anda mencoba aroma shower gel baru.

Mengetahui jenis pelanggan apa yang menarik bisnis Anda akan memberi Anda ide yang lebih baik tentang cara mengelompokkan jenis pelanggan.

Model Perilaku Konsumen

Terdapat 10 perilaku konsumen, beberapa diantaranya yang sering kita temui adalah

1. Learning Model

Jenis perilaku konsumen learning model mengasumsikan bahwa perilaku konsumen menanggapi keinginan untuk memenuhi kebutuhan dasar bertahan hidup, seperti makanan, dan kebutuhan yang diperoleh yang muncul dari pengalaman hidup, seperti ketakutan atau rasa bersalah. Model ini mengambil pengaruh dari Hirarki Kebutuhan psikolog Abraham Maslow.

source: Hubspot

2. Psychoanalytical Model

Model psikoanalitik dibangun di atas teori Sigmund Freud dan mengatakan bahwa konsumen individu memiliki motif yang mengakar, baik sadar atau tidak sadar, yang mendorong mereka untuk membeli. Motif ini bisa berupa ketakutan yang tersembunyi, keinginan yang terpendam, atau kerinduan pribadi. 

Dari sana, pelanggan melakukan pembelian tergantung pada bagaimana reaksi mereka dari bisnis Anda, seperti iklan di Instagram, menarik keinginan mereka. Penting untuk dicatat bahwa, karena keinginan ini bisa tidak disadari, pelanggan tidak selalu tahu mengapa itu menarik bagi mereka; mereka hanya tahu rasanya benar memilikinya.

3. Sociological Model

Perilaku konsumen sociological model mengatakan bahwa pembelian dipengaruhi oleh tempat individu dalam kelompok masyarakat yang berbeda: keluarga, teman, dan kelompok kerja. Seseorang pada dasarnya akan membeli barang berdasarkan apa yang sesuai atau khas dari kelompok tempat mereka berada.

4. Economic Model

Perilaku konsumen model economic adalah yang paling sederhana dari model tradisional. Model ini berpendapat bahwa konsumen mencoba untuk memenuhi kebutuhan mereka sambil menghabiskan sumber daya (misalnya uang) sesedikit mungkin.

5. Black Box Model

Model Black box, kadang-kadang disebut model Stimulus-Respons, mengatakan bahwa pelanggan adalah pemikir individu yang memproses rangsangan internal dan eksternal untuk membuat keputusan pembelian.

Singkatnya, model ini mengatakan bahwa konsumen adalah pemecah masalah yang membuat keputusan setelah menilai bagaimana produk Anda akan memuaskan keyakinan dan kebutuhan mereka yang ada. Karena konsumen hanya menindaklanjuti dengan pembelian setelah memahami bagaimana suatu produk berhubungan dengan pengalaman mereka, model ini dapat menguntungkan bisnis yang menjual produk yang sesuai dengan gaya hidup.

Baca juga: Segmen Pasar: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Hadapi Semua Perilaku Konsumen dengan OneTalk by TapTalk.io

Buat strategi untuk menghadapi perilaku konsumen dengan OneTalk by TapTalk.io. Dengan menggunakan Omnichannel Messaging Channel seperti OneTalk, Anda bisa lebih mengenal konsumen dan dapat menghadapi mereka dengan baik. Fitur seperti Disposition dan Case Detail dapat membantu brand dalam menyediakan data analisis mengenai perilaku konsumen Anda. Catat kebiasaan dan histori interaksi Anda dengan pelanggan lebih mudah dan susun strategi perusahaan Anda.

Pelajari fitur kami dengan lebih baik di sini.

Pernahkah Anda mendengar tentang analisis SWOT? Analisis ini biasanya digunakan untuk memperluas perusahaan Anda. Tujuan utama analisis SWOT adalah untuk membantu perusahaan dalam memahami sepenuhnya semua variabel yang digunakan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) untuk memilih tindakan yang akan dilakukan.

Sebelum Anda memutuskan untuk mengambil tindakan perusahaan apapun, entah Anda sedang menyelidiki proyek baru, memperbarui kebijakan internal, menilai kemungkinan untuk beralih strategi, atau mengubah rencana di tengah pelaksanaannya, lakukan analisis SWOT.

Dengan fokus pada pemanfaatan kekuatan dan peluang untuk mengatasi kelemahan dan ancaman, gunakan analisis SWOT Anda untuk menemukan rekomendasi dan metode.

Baca artikel di bawah ini untuk memahami analisis ini lebih dalam.

Pengertian Analisis SWOT dan Contoh Penggunaannya

Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah kerangka kerja yang digunakan untuk menilai posisi kompetitif perusahaan, membuat perencanaan strategis, dan mengembangkan bisnis. SWOT adalah singkatan dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threat (ancaman). Analisis ini mengevaluasi faktor internal dan eksternal serta situasi masa kini dan masa depan yang diantisipasi.

Analisis SWOT dimaksudkan untuk membantu Anda melihat secara praktis, berdasarkan fakta, dan berdasarkan data pada keuntungan dan kerugian perusahaan, upayanya, atau sektornya. Organisasi harus menghindari prasangka atau wilayah abu-abu dan berkonsentrasi pada fakta nyata untuk menjaga akurasi analisis. 

Dengan menggunakan data internal dan eksternal, teknik ini dapat memandu bisnis menuju strategi yang lebih mungkin berhasil, dan jauh dari strategi yang pernah, atau mungkin, kurang berhasil. Analis, investor, atau pesaing SWOT independen juga dapat memandu mereka tentang apakah suatu perusahaan, lini produk, atau industri mungkin kuat atau lemah dan mengapa.

Komponen SWOT

Setiap analisis SWOT akan mencakup empat kategori berikut. Meskipun elemen dan penemuan dalam kategori ini akan bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain, analisis tidak lengkap tanpa masing-masing elemen ini:

Strength (Kekuatan)

Kekuatan menggambarkan keunggulan organisasi dan apa yang membedakannya dari kompetisi: merek yang kuat, basis pelanggan yang loyal, neraca yang kuat, teknologi yang unik, dan sebagainya. Misalnya, dana lindung nilai mungkin telah mengembangkan strategi perdagangan eksklusif yang mengembalikan hasil pemukulan pasar. Kemudian harus memutuskan bagaimana menggunakan hasil tersebut untuk menarik investor baru.

Weakness (Kelemahan)

Kelemahan menghentikan organisasi dari kinerja pada tingkat optimalnya. Mereka adalah area di mana bisnis perlu ditingkatkan agar tetap kompetitif: merek yang lemah, omset yang lebih tinggi dari rata-rata, tingkat utang yang tinggi, rantai pasokan yang tidak memadai, atau kekurangan modal.

Opportunities (Peluang)

Peluang mengacu pada faktor eksternal yang menguntungkan yang dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi. Misalnya, jika suatu negara memotong tarif, produsen mobil dapat mengekspor mobilnya ke pasar yang baru, meningkatkan penjualan dan pangsa pasar.

Threat (Ancaman)

Ancaman mengacu pada faktor-faktor yang berpotensi merugikan organisasi. Misalnya, kekeringan merupakan ancaman bagi perusahaan penghasil gandum, karena dapat merusak atau mengurangi hasil panen. Ancaman umum lainnya termasuk hal-hal seperti kenaikan biaya bahan, meningkatnya persaingan, pasokan tenaga kerja yang ketat, dan seterusnya.

Baca juga: Sikat Tuntas CRM untuk Kembangkan Bisnis Anda

Kapan sebaiknya analisis SWOT dilakukan?

Anda dapat menggunakan strategi SWOT sebelum melakukan tindakan perusahaan apapun, entah Anda sedang menjajaki inisiatif baru, memperbarui kebijakan internal, mempertimbangkan peluang untuk melakukan pivot strategi atau mengubah rencana di tengah implementasinya. Terkadang akan lebih baik untuk melakukan analisis SWOT umum hanya untuk memeriksa lanskap bisnis Anda saat ini sehingga Anda dapat meningkatkan operasi bisnis sesuai kebutuhan. Analisis dapat menunjukkan kepada Anda area utama dimana organisasi Anda beroperasi secara optimal, serta proses yang perlu dimodifikasi.

Tabel SWOT

Berikut contoh tabel SWOT yang bisa Anda gunakan.

Tabel SWOT

Bagaimana Melakukan Analisis SWOT

Analisis SWOT dapat dipecah menjadi beberapa langkah menggunakan elemen yang dapat ditindaklanjuti sebelum dan sesudah analisis empat komponen. Secara umum, analisis akan mencakup langkah-langkah berikut.

Langkah 1: Tentukan tujuan Anda

Analisis SWOT dapat bersifat luas, meskipun kemungkinan besar akan tercipta nilai lebih jika analisis diarahkan langsung pada sasaran. Misalnya, tujuan analisis SWOT mungkin hanya berfokus pada apakah akan melakukan peluncuran produk baru atau tidak. Dengan mengingat tujuan, perusahaan akan memiliki panduan tentang apa yang ingin mereka capai di akhir proses. Dalam contoh ini, analisis SWOT harus membantu menentukan apakah produk harus ditawarkan atau tidak.

Langkah 2: Kumpulkan Sumber Daya

Setiap analisis SWOT akan berbeda, dan perusahaan mungkin memerlukan kumpulan data yang berbeda untuk mendukung penyusunan tabel analisis SWOT yang berbeda. Perusahaan harus mulai dengan memahami informasi yang dapat diaksesnya, keterbatasan data yang dihadapinya, dan keandalan sumber data eksternalnya.

Selain data, perusahaan harus memahami komposisi karyawan yang benar yang berpartisipasi dalam analisis. Beberapa karyawan mungkin lebih terhubung dengan kekuatan eksternal, sementara banyak karyawan di dalam departemen manufaktur atau penjualan mungkin memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa yang terjadi secara internal. Memiliki berbagai sudut pandang juga cenderung menghasilkan kontribusi nilai tambah yang beragam.

Langkah 3: Mengumpulkan Ide

Untuk masing-masing dari empat komponen analisis SWOT, kelompok orang yang ditugaskan untuk melakukan analisis harus mulai membuat daftar ide-ide dalam setiap kategori. Contoh pertanyaan berdasarkan faktor internal dan eksternal untuk diajukan atau dipertimbangkan untuk setiap kelompok ada pada tabel di bawah ini.

Faktor Internal

Apa yang terjadi di dalam perusahaan merupakan sumber informasi yang bagus untuk kategori kekuatan dan kelemahan dalam analisis SWOT. Contoh faktor internal termasuk sumber daya keuangan dan manusia, aset berwujud dan tidak berwujud (nama merek), dan efisiensi operasional.

Kemungkinan pertanyaan untuk mengetahui faktor internal adalah:

Faktor eksternal

Apa yang terjadi di luar perusahaan sama pentingnya dengan variabel internal bagi keberhasilan perusahaan. Pengaruh eksternal, seperti kebijakan moneter, perubahan pasar, dan akses pemasok, adalah kategori yang dapat diambil untuk membuat daftar peluang dan kelemahan.

Kemungkinan pertanyaan untuk mengetahui faktor eksternal adalah:

Perusahaan mungkin berpikir untuk melakukan tahap ini sebagai sesi "white-boarding" atau "sticky notes". Tidak ada jawaban yang benar atau salah, menurut teori tersebut, maka setiap orang yang ambil bagian harus didorong untuk mengungkapkan ide yang mereka miliki. Tujuannya harus menghasilkan ide sebanyak mungkin untuk menginspirasi kreativitas dan inovasi orang lain.

Langkah 4: Perbaiki hasilnya

Dengan daftar ide dalam setiap kategori, sekarang saatnya untuk memfilter ide-ide tersebut. Dengan meningkatkan ide-ide yang dimiliki setiap orang, perusahaan hanya dapat fokus pada ide-ide terbaik atau risiko terbesar bagi perusahaan. Tahap ini mungkin memerlukan perdebatan substansial di antara mereka yang terlibat dalam analisis, termasuk membawa manajemen senior untuk membantu menetapkan prioritas.

Langkah 5: Kembangkan Strategi

Berbekal daftar peringkat SWOT, inilah saatnya untuk mengubah analisis SWOT Anda menjadi rencana strategis. Anggota tim analisis mengambil daftar butir-butir dalam setiap kategori dan mengembangkan rencana gabungan yang memberikan panduan tentang tujuan awal.

Misalnya, sebuah perusahaan yang memperdebatkan untuk merilis produk baru mungkin telah menentukan bahwa mereka adalah pemimpin pasar untuk produk yang ada dan ada peluang untuk berekspansi ke pasar baru. Namun, peningkatan biaya material, jalur distribusi, kebutuhan akan karyawan tambahan, dan permintaan produk yang tidak terduga mungkin lebih besar daripada kekuatan dan peluang. Tim analisis mengembangkan strategi untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut dalam waktu enam bulan dengan harapan biaya yang lebih rendah dan transparansi permintaan pasar yang lebih besar.

Baca juga: Segmen Pasar: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Contoh Analisis SWOT

Ada sebuah contoh aplikasi SWOT yang digunakan Bryan Weaver, partner di Scholefield Construction Law. Ia sangat terlibat dalam pembuatan analisis SWOT untuk perusahaannya. Matriks SWOT-nya adalah sebagai berikut:

Strengths (kekuatan)
Firma hukum konstruksi dengan anggota staf yang terlatih baik di bidang hukum maupun teknik profesional/kontrak umum. Pengalaman mereka memberikan keuntungan yang unik.
Kecil (tiga karyawan) – dapat berubah dan beradaptasi dengan cepat.
Weaknesses (kelemahan)
Tidak ada seorang pun yang pernah menjadi mediator sebelumnya atau pernah mengikuti program pelatihan mediasi formal.Salah satu staf telah menjadi bagian dari mediasi tetapi bukan sebagai pihak yang netral.
Opportunities  (peluang)
Sebagian besar kontrak konstruksi komersial memerlukan mediasi. Meskipun ada ratusan mediator di pasar, hanya sedikit yang memiliki pengalaman konstruksi yang sebenarnya.
Untuk perselisihan yang lebih kecil, mediator tidak bekerja sebagai tim, hanya sebagai individu; Staf Scholefield dapat menawarkan kepada siapa pun keuntungan dari sekelompok orang netral untuk mengevaluasi perselisihan
Threats  (ancaman)
Siapa pun dapat menjadi mediator, sehingga firma hukum konstruksi lainnya juga dapat membuka layanan mediasi mereka sendiri.
Sebagian besar calon klien memiliki kesan negatif tentang mediasi, karena mereka merasa mediator tidak mengerti atau peduli untuk memahami masalah, dan terburu-buru untuk menyelesaikannya.

Manfaat Analisis SWOT

Analisis SWOT tidak akan menyelesaikan setiap pertanyaan besar yang dimiliki perusahaan. Namun, ada sejumlah manfaat dari analisis SWOT yang membuat pengambilan keputusan strategis menjadi lebih mudah.

Baca juga: Semua Tentang Sales Funnel untuk Bisnis Anda

Akhir Kata

Analisis SWOT adalah cara yang bagus untuk memandu menyusun strategi bisnis. Sangat penting bagi semua orang di ruangan untuk mendiskusikan kekuatan dan kelemahan inti perusahaan, mengidentifikasi peluang dan ancaman, dan bertukar pikiran. Meskipun merupakan alat perencanaan yang berguna, SWOT memiliki keterbatasan. Ini adalah salah satu dari banyak teknik perencanaan bisnis yang perlu dipertimbangkan dan tidak boleh digunakan sendiri. Juga, setiap poin yang terdaftar dalam kategori tidak diberikan prioritas yang sama. SWOT tidak memperhitungkan perbedaan bobot. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang lebih mendalam dengan menggunakan teknik perencanaan lain.

Untuk mengembangkan bisnis, Anda harus menyesuaikannya dengan kebutuhan target audience Anda. 

Sebuah bisnis mungkin tidak bisa memuaskan semua konsumennya. Kebutuhan semua orang tentunya tidak sama.

Satu produk mungkin hanya bisa memuaskan kelompok tertentu. Oleh karena itu, banyak bisnis biasanya mengadopsi metode yang disebut segmentasi pasar. 

Metode ini melibatkan pembagian pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil, yang akan membantu bisnis untuk memenuhi kebutuhan konsumennya yang beragam.

Apa itu segmen pasar dan apa saja manfaat menerapkan segmen pasar? Temukan jawabannya di blog ini.

Segmen Pasar: Definisi, Jenis, dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Apa itu Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar mengacu pada kategorisasi populasi target konsumen ke dalam kelompok atau segmen berdasarkan karakteristik yang sama. Ini membantu Anda menentukan dengan tepat pesan apa yang akan mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian.

Segmentasi pasar juga memungkinkan bisnis untuk mengelola waktu dan sumber daya mereka dengan cara yang lebih baik. 

Saat Anda mengelompokkan konsumen, Anda dapat mengidentifikasi konsumen mana yang paling mungkin melakukan pembelian dan mana yang tidak. 

Ini memungkinkan Anda untuk memfokuskan upaya pemasaran pada pelanggan yang paling berharga.

Jenis-Jenis Segmentasi Pasar

Ada empat jenis strategi segmentasi pasar yang paling sering digunakan. Inilah yang akan membantu dalam pemasaran yang efektif dan meningkatkan penjualan.

Jenis-Jenis Segmentasi Pasar

1. Segmentasi Geografis

Segmentasi ini melibatkan pembagian pasar berdasarkan lokasi konsumen atau batas geografis.

Kebutuhan dan minat calon pelanggan bisa berbeda-beda sesuai dengan lokasi geografis, iklim, dan wilayah mereka. Dapat memahami perbedaan ini memungkinkan Anda menentukan tempat untuk menjual dan mengiklankan brand, serta tempat untuk mengembangkan bisnis.

2. Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis terdiri dari membagi pasar melalui variabel yang berbeda seperti usia, jenis kelamin, kebangsaan, tingkat pendidikan, ukuran keluarga, pekerjaan, pendapatan, dan lainnya.

Karena variabel-variabel ini lebih mudah diukur, segmentasi pasar ini lebih populer dibandingkan yang lain.

Melacak variabel demografis juga jauh lebih mudah dibandingkan dengan strategi segmen pasar lainnya.

Baca juga: 5 Cara Pikat Gen Z sebagai Pelanggan Anda

3. Segmentasi Psikografis

Segmentasi psikografis terdiri dari pengelompokan target audience berdasarkan perilaku, gaya hidup, sikap, dan minat mereka.

Pelanggan yang beragam akan membutuhkan strategi pemasaran yang berbeda. Cara menanggapi orang biasa dan millionaire tentunya tidak sama.

Untuk memahami target audience, metode riset pasar seperti focus group, survei, wawancara, dan studi kasus dapat berhasil menyusun segmentasi ini.

4. Segmentasi Perilaku

Segmentasi perilaku adalah proses membagi segmen pasar berdasarkan perilaku pembelian pelanggan. Segmentasi ini bisa tergantung pada beberapa faktor, seperti perilaku pembelian tertentu, frekuensi belanja, sikap konsumen terhadap brand, dan cara mereka menggunakan produk.

Proses mengumpulkan data segmentasi perilaku cukup mirip dengan cara Anda mendapatkan data psikografis. Hal ini memungkinkan pemasar untuk mengembangkan pendekatan yang lebih bertarget.

Pentingnya Segmentasi Pasar

Data yang dikumpulkan menggunakan segmentasi pasar dapat membantu proses penyusunan kampanye marketing. 

Ini juga membantu Anda memanfaatkan waktu dan sumber daya secara efisien. Anda dapat menghindari menawarkan produk dan layanan yang tidak akan pernah menarik minat pelanggan. 

Segmentasi pasar menawarkan serangkaian keuntungan, seperti:

1. Buat kampanye pemasaran yang menarik

Menyegmentasikan target pasar dapat membantu Anda menemukan peluang untuk membuat kampanye yang dipersonalisasi.

Data memungkinkan Anda untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan alasan perilaku pelanggan. Dengan cara ini, Anda dapat membangun strategi yang memasarkan produk sesuai dengan kebutuhan segmen tertentu.

Baca juga: 10 Tips Menciptakan Kampanye Marketing Ramadan yang Tepat

2. Melayani pelanggan dengan lebih baik

Studi dari Cintell menemukan bahwa segmentasi membuat perusahaan 130% lebih mungkin untuk mengetahui motivasi pelanggan mereka dan 60% lebih mungkin untuk memahami kekhawatiran dan tantangan mereka.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan, Anda bisa fokus untuk memuaskan segmen pelanggan tertentu. 

Contohnya Anda bisa memberikan produk yang tepat kepada pelanggan sehingga proses transaksi mereka bisa berjalan lancar dan memberikan kepuasan konsumen.

3. Penggunaan waktu dan sumber daya yang efektif

Menjalankan 1 atau 2 kampanye bertarget lebih baik daripada membidik populasi luas dengan kampanye satu ukuran untuk semua. 

Ini membantu Anda membuat strategi efektif yang menargetkan segmen yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Dengan demikian, Anda bisa menghemat waktu dan sumber daya dari menawarkan produk dan layanan yang tidak diinginkan pelanggan Anda.

4. Merancang produk

Memiliki pengetahuan tentang setiap segmen dapat membantu Anda merancang produk yang lebih baik.

Brand dapat mendesain produk yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan setiap segmen. Produk dengan potensi pasar yang tinggi dapat dipersonalisasi dan ditargetkan untuk memenuhi target pasar tertentu.

Baca juga: 7 Tips Meningkatkan Retensi Pelanggan yang Wajib Dicoba

Bagaimana Cara Menerapkan Strategi Segmentasi Pasar?

Segmentasi pasar adalah strategi yang sangat efektif bagi bisnis karena memungkinkan mereka mengetahui pelanggan mana yang tepat dan bisa memahami kebutuhan mereka lebih baik.

Sekarang setelah Anda mengetahui apa itu segmentasi pasar, Anda bisa mulai menerapkannya ke strategi marketing.

Untuk mengendalikan data audiens yang tersegmentasi, Anda memerlukan tools yang tepat, seperti OneTalk by Taptalk.io.

Omnichannel ini memiliki fitur Disposition yang memungkinkan Anda untuk mengumpulkan berbagai data pelanggan, contohnya riwayat belanja, channel yang mereka sering gunakan, dan lainnya.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa membagi pelanggan menjadi kelompok segmen tertentu dengan fitur Contact Segment. Sebagai contoh, Anda bisa mengirim pesan untuk kelompok domisili tertentu saja.

Dengan Onetalk, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang pelanggan, menyesuaikan pesan, konten, dan strategi Anda dengan kebutuhan mereka. Nantinya, ini juga akan meningkatkan engagement, penjualan, dan kepuasan pelanggan.

Yuk, mulai tingkatkan kampanye marketing Anda dengan segmentasi pasar bersama OneTalk dari aplikasi pesan instan Taptalk.io sekarang!

Pernahkah Anda membuat Email Marketing? Baik itu Newsletter, email sponsor, email digest, atau email follow-up, email promosional seperti ini terbukti sangat efektif, lho.

Lalu, bagaimana membuat email marketing yang baik? Di artikel ini, kita akan melihat jenis-jenis dan contoh template email marketing yang bisa Anda gunakan untuk membuat email marketing bisnis Anda.

Template Email Marketing yang Efektif untuk Bisnis Anda

Jenis-Jenis Email Marketing Untuk Bisnis Anda

1. Newsletter

Email Newsletter adalah email yang dikirim secara rutin kepada subscriber. Konten dari Newsletter dapat berupa artikel berita, tips, hingga promosi item. Tujuannya adalah untuk memberikan value yang terus menerus kepada penerima email.

Kenapa Newsletter dapat menarik pelanggan?

  1. Memiliki tampilan interaktif/responsif
  2. Visual yang menarik
  3. Memiliki CTA (call-to-action) button yang spesifik
  4. Menyampaikan pesan dengan kata yang minim

Langkah-langkah membuat Newsletter:

Subjek email newsletter tentu juga berperan penting dalam menarik perhatian customer. Berikut beberapa ide subjek email newsletter:

Template email newsletter:

Template email newsletter:

Baca juga: Email Promosional Vs Email Transaksional, Apa Bedanya?

2. Email Digest

Email digest pada dasarnya adalah satu email yang merangkum semua email Anda yang diterbitkan selama periode waktu tertentu atau ketika batas volume tercapai (misalnya setiap 10 atau 100 pesan) menjadi satu pesan tunggal dan dikirim ke pelanggan email Anda pada setiap interval yang dipilih.

Susunan email digest atau penyesuaian frekuensinya mungkin berbeda dari satu alat ke alat lainnya, tetapi umumnya, semuanya memiliki tujuan yang sama: untuk merangkum kegiatan pelanggan

Kenapa Anda membutuhkan email digest?

1. Meningkatkan Tingkat Baca Pelanggan

Mengumpulkan beberapa poin sekaligus akan lebih mudah dibaca oleh pelanggan dan secara otomatis meningkatkan tingkat baca mereka.

2. Pelanggan Dapat Melihat Kemajuan Bulanan Produk Anda Dengan Mudah

Email digest memungkinkan pelanggan melihat apa yang Anda miliki untuk bulan itu dan mereka mengetahui kemajuan bisnis Anda dengan mudah.

3. Membuat Pelanggan Anda Membaca Kembali Email Menarik Yang Mungkin Terlewatkan

Email digest memungkinkan Anda memastikan bahwa pelanggan Anda melihat update produk yang Anda buat dalam jangka waktu tertentu.

4. Menotifikasi Pelanggan Anda Tentang Update atau Bug Fix yang Tidak Dapat Diberitahukan dalam Satu Email

Email digest adalah saluran untuk memberi tahu pelanggan Anda tentang hal terkecil yang tidak dapat diberitahukan dalam satu email.

5. Meminimalisir Waktu yang Dihabiskan Pelanggan Membaca Email dan Lebih Jarang Menginterupsi Saat Mereka Bekerja

Berikut contoh template Email Digest yang bisa Anda gunakan

Contoh template Email Digest
source: pinterest.com - Really Good Email

3. Email follow-up

Email follow-up adalah email yang dikirim ke penerima yang sudah pernah Anda hubungi sebelumnya. Ada banyak alasan mengapa Anda mungkin ingin mengirim email follow-up, termasuk: 

Tujuan email follow-up adalah sebagai pengingat email sebelumnya yang telah Anda kirim. Bukan untuk memulai percakapan, tetapi untuk menghidupkannya kembali dan menghasilkan respons.

Struktur yang ideal untuk email follow-up adalah:

  1. Subjek email
  2. Salam pembuka
  3. Isi/body
  4. Penutup
  5. Sign-off/tanda tangan/signature

Berikut beberapa template yang bisa Anda gunakan untuk mengirim email follow-up:

Subject line: Senang mendengar kabar dari Anda…

Hai Ryan,

Senang mengobrol dengan Anda sebelumnya. Saya baru saja menghubungi Anda untuk memeriksa apakah Anda dapat meninjau email yang saya kirimkan kepada Anda.

Jika saya tidak mendengar kabar dari Anda dalam beberapa hari kedepan, saya akan menghubungi Anda.

Dengan hormat,

Sarah

Subject line: Terima Kasih Telah Memilih June and Co.

Hai Bella,

Terima kasih telah memilih kami sebagai pilihan terpercaya Anda. Kami telah mengirimkan beberapa data sebelumnya untuk ditinjau menindaklanjuti percakapan sebelumnya. 

Bisakah Anda melihatnya dan memberikan respon Anda? Kami akan sangat menghargainya.

Best Regards,

June and Co.

Baca juga: 6 Template Email Transaksional untuk Meningkatkan Penjualan

4. Email sponsorship

Email sponsorship biasanya digunakan untuk melakukan permintaan kerjasama/sponsorship. Untuk itu, email sponsorship harus bisa menarik perhatian pembacanya sejak awal.

Email harus fokus pada nilai bisnis Anda, dan tujuan apa yang Anda dapat bagikan.

Bagaimana cara membuat email sponsorship yang memikat?

Jangan gunakan bahasa yang memaksa, jangan juga gunakan kata-kata yang terlalu lemah.

Contoh template email sponsorship:

Subject line: Proposal Sponsor untuk Travel Blogger

Chris & Tom yang terhormat,

Kami adalah penggemar berat Vlog Anda dan menganggapnya sangat menarik. Pengalaman perjalanan Anda sangat berharga bagi kami. Kami terinspirasi oleh jiwa petualang Anda dan ingin mendukung mereka melalui kemitraan yang dapat membantu Anda bepergian ke tempat-tempat baru.

Perusahaan kami ingin mengajukan proposal di mana Anda dapat bepergian secara gratis saat menggunakan produk Wanderlust. Kami akan menanggung semua biaya perjalanan Anda termasuk tiket pesawat dan menginap di hotel. 

Kami berharap untuk mendengar kabar dari Anda.

Salam hangat,

Tim Wanderlust

***

Email marketing terdiri dari lebih dari satu paragraf, terutama jika dibuat untuk menyampaikan tujuan atau gagasan. Mulai dari newsletter, email digest, follow-up, dan sponsorship, semua dapat Anda manfaatkan untuk mendapatkan leads. Gunakan template dan kata-kata yang tepat untuk membuat email agar customer engagement bisnis Anda tetap baik. 

Jangan ragu menggunakan OneTalk by Taptalk untuk meningkatkan engagement Anda dengan customer. Klik di sini untuk mengobrol dengan agent kami.

Pernahkah Anda menerima email yang mengingatkan keranjang belanjaan atau konfirmasi pesanan? Jika iya, artinya Anda sudah terbiasa dengan email transaksional. Ini adalah email otomatis yang dipicu saat pelanggan melakukan tindakan tertentu, seperti memulai langganan, melakukan pembelian, atau menyetel ulang sandi.

Meskipun tampaknya biasa saja, email transaksional sebenarnya adalah bagian penting dalam strategi marketing Anda! 

Tahukah Anda kalau email transaksional menghasilkan open rate delapan kali lebih tinggi daripada email pemasaran lainnya?

Jadi, jika Anda dapat memanfaatkan email transaksional Anda dengan efek yang tepat, Anda akan memiliki keunggulan instan atas pesaing Anda. 

Untuk menunjukkan kekuatan dan variasi email transaksional, simak contoh template email transaksional berikut.

Baca juga: Email Promosional Vs Email Transaksional, Apa Bedanya?

6 Template Email Transaksional untuk Meningkatkan Penjualan

6 Jenis Email Transaksional dan Contohnya

Membuat email transaksional yang efisien harus memiliki keseimbangan konten, informasi, dan hiburan. Anda ingin memberi pengguna informasi yang mereka cari sambil memikat mereka.

Dalam membuat email transaksional, Anda harus memperhatikan berikut ini.

Mengetahui pesan apa yang perlu disampaikan adalah kunci untuk dalam membuat strategi email yang kuat. Untuk mewujudkannya, mari kita lihat jenis dan beberapa contoh umum email transaksional yang perlu dikirim oleh setiap bisnis.

1. Konfirmasi Alamat Email

Email konfirmasi adalah hal pertama yang harus Anda siapkan. Meskipun pelanggan Anda dapat bergabung tanpa harus memverifikasi alamat email mereka (single opt-in), memiliki double opt-in di tempat akan membantu Anda dalam:

Email seperti ini dapat membantu untuk melacak siapa yang bergabung dengan mailing list Anda dan meningkatkan keseluruhan rasio buka, click-through, dan konversi.

Berikut adalah template sederhana dan efektif yang dapat Anda gunakan untuk memverifikasi email pelanggan.

6 Jenis Email Transaksional dan Contohnya

2. Email Atur Ulang Kata Sandi

Jujur saja, kita semua pasti lupa kata sandi kita setidaknya sekali. Ketika ini terjadi, pengguna akan mengklik opsi "Lupa kata sandi" dan menunggu pesan perubahan kata sandi. Permintaan pengaturan ulang kata sandi yang efektif harus:

Email pengaturan ulang kata sandi adalah salah satu email transaksional paling penting yang perlu disiapkan oleh bisnis Anda. 

Jika Anda ingin menyusun email pengaturan ulang kata sandi Anda sendiri, Anda dapat menggunakan template di bawah ini.

6 Jenis Email Transaksional dan Contohnya

3. Email Konfirmasi Pesanan

Jika Anda berhasil meyakinkan audience Anda bahwa produk/layanan Anda adalah yang terbaik, mereka pada akhirnya akan melakukan pembelian.

Jadi apa hal berikutnya yang mereka harapkan untuk dilihat di inbox mereka? Betul sekali! Email konfirmasi pesanan untuk memberitahu mereka bahwa transaksi telah berhasil dijalankan. 

Konfirmasi pesanan adalah suatu keharusan bagi semua bisnis yang ingin membuat pelanggan mereka tidak perlu mempertanyakan  tentang apakah pembayaran mereka telah masuk atau belum.

Untuk membuat email konfirmasi pesanan,  Anda dapat menggunakan template berikut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda.

6 Jenis Email Transaksional dan Contohnya

Baca juga: Template Email Marketing yang Efektif untuk Bisnis Anda

4. Email Notifikasi Pengiriman

Saat pelanggan Anda melakukan pembelian, mereka ingin menerima satu email yang akan memberi mereka lebih banyak detail tentang pengiriman. Pelanggan akan memeriksanya ketika mereka membuka inbox. Dan, seperti yang bisa Anda tebak, email ini cenderung memiliki tingkat engagement yang tinggi dan lebih sering dibuka oleh pelanggan.

Pengiriman email transaksional harus memiliki semua informasi yang benar agar pelanggan Anda tetap ter-update

Link pelacakan yang rusak atau detail yang tidak memadai akan menyebabkan mereka menghubungi tim customer support Anda dan berdampak negatif pada pengalaman mereka dengan brand.

Dengan template email pemberitahuan pengiriman yang mudah disesuaikan ini, Anda akan dapat memastikan bahwa pelanggan akan mendapatkan informasi yang benar tentang pengiriman pembelian mereka.

6 Jenis Email Transaksional dan Contohnya

5. Email Konfirmasi Pengiriman

Jenis email ini memberitahu pelanggan bahwa produk mereka telah sampai tujuannya. 

Ini sangat berguna jika pembeli menginginkan produk dikirim ke pihak ketiga (misalnya, kepada teman yang berulang tahun). Ini akan membantu menenangkan pikiran pelanggan ketika mereka mengetahui bahwa produk telah dikirimkan kepada penerimanya.

Anda dapat menggunakan template ini untuk membuat email konfirmasi pengiriman.

6 Jenis Email Transaksional dan Contohnya

6. Email Pembatalan Pesanan 

Dalam proses transaksi, pelanggan Anda mungkin membatalkan pesanan mereka, atau mungkin Anda harus membatalkannya karena sesuatu yang tidak terduga. 

Apa pun alasannya, email pembatalan pesanan diperlukan untuk memberitahu pelanggan dan menjelaskan langkah selanjutnya.

Saat menyiapkan email, ingatlah untuk menyertakan:

Jika Anda perlu mengirim email pembatalan Anda sendiri, berikut adalah contoh email transaksional yang praktis.

6 Jenis Email Transaksional dan Contohnya

Baca juga: 7 Rekomendasi Tren Digital Marketing di Tahun 2022

Siapkan Email Transaksional Sekarang

Email transaksional selalu memberikan pelanggan akses langsung ke informasi penting. Mereka juga merupakan bagian terpenting dari strategi marketing email yang sukses.

Ikuti template di atas untuk membuat template email transaksional profesional yang menarik. Selain itu, email transaksional akan membantu meningkatkan kepercayaan dan meningkatkan kredibilitas brand, serta memberikan pengalaman pelanggan yang luar biasa.

Anda juga dapat menggunakan layanan TapTalk.io, aplikasi pesan instan, untuk memudahkan Anda berkomunikasi dengan para customer.

Jika bisnis ingin berkomunikasi dengan pelanggan, salah cara terbaik untuk melakukannya adalah melalui email.

Berdasarkan riset yang dilakukan Optinmonster, 99% pengguna email memeriksa inbox-nya setiap hari, dan beberapa di antaranya memeriksa 20 kali sehari. Oleh karena itu, email menjadi salah satu cara tercepat untuk mengumumkan berbagai informasi mengenai bisnis Anda.

Email Promosional Vs Email Transaksional, Apa Bedanya?

Apa Fungsi Email dalam Strategi Marketing?

Dalam pemasaran, email dapat digunakan untuk menghasilkan penjualan, meningkatkan customer engagement, memperoleh pelanggan, menciptakan brand awareness, dan menghargai loyalitas pelanggan.

Namun, ketika ingin mengirim email ke pelanggan, Anda harus memperhatikan frekuensi pengiriman, waktu, segmentasi, konten, dan jenis email apa yang ingin dikirim.

Kita mungkin sudah familiar dengan email yang mengirimkan promosi. Tetapi, apakah Anda pernah mendengar email transaksional?

Apa Perbedaan Email Promosional Vs Email Transaksional?

Sebelum membahas lebih dalam mengenai perbedaan dua tipe email tersebut, berikut tabel yang membahas secara singkat perbedaannya.

KriteriaEmail PromosionalEmail Transaksional 
Pesan yang disampaikanEmail promosi digunakan untuk mempromosikan penawaran, hadiah, dan pengumuman kepada pelanggan Email transaksional adalah informasi yang diperlukan untuk memperbarui pelanggan seperti laporan mutasi bank, detail pengiriman, dll.
KegunaanEmail promosi berguna ketika ada kampanye, penawaran eksklusif, penjualan, dan lainnya untuk menginformasikan pelanggan dan pengguna. Email transaksional digunakan untuk memberitahu pengguna tentang detail akun seperti tanda terima, pengaturan ulang kata sandi, dll.
Interaksi atau Call To Action (CTA)Email promosi berisi opsi klik-on, geser, dan ketahui lebih banyak, menjadikannya lebih interaktif bagi pengguna. Email transaksional umumnya tidak mengandung iklan, tetapi mereka dapat memiliki tautan untuk feedback dan download.
PemicuEmail promosi terpicu ketika ada penawaran yang akan menarik perhatian konsumen. Email transaksional dipicu dan diprogram sebelumnya untuk dikirim ketika ada keterlibatan pelanggan dengan brand atau situs web Anda (contohnya: sign up)

Apa itu Email Promosional?

Email promosional adalah email yang berisi iklan untuk memberitahu klien potensial dan klien yang sudah ada tentang penawaran, pengumuman, kampanye baru, dan lainnya. 

Email promosi juga bisa disebut email broadcast. Artinya, email ini dikirim ke banyak orang, berisi konten yang sama persis, dan tidak dipicu oleh suatu peristiwa. 

Apa itu Email Transaksional?

Email transaksional adalah email formal yang dikirim untuk memberikan informasi penting kepada pelanggan tentang kebutuhan mereka. 

Email ini berfungsi untuk berbagi pembaruan aktivitas yang sedang berlangsung antara pelanggan dan brand Anda. Biasanya, email transaksional dibuat secara otomatis sebagai tanggapan terhadap tindakan klien.

Baca juga: 7 Rekomendasi Tren Digital Marketing di Tahun 2022

Variasi Email Promosional Vs Email Transaksional

Berikut jenis-jenis email promosional dan transaksional yang umum digunakan.

Variasi Email Promosional Vs Email Transaksional

Macam-Macam Email Promosional

Email ini umumnya mengirimkan promosi, baik yang terikat waktu atau pun tidak. Berikut beberapa email yang mungkin sering Anda dapatkan.

Macam-Macam Email Promosional

1. Penawaran Seasonal

Email promosi dapat berisi detail untuk kampanye yang bergantung pada waktu seperti Natal, Ramadan, Imlek, dan lainnya. Email ini juga dapat menyertakan kampanye yang akan ditayangkan pada waktu tertentu dan untuk jumlah hari tertentu. Misalnya saat tanggal kembar, ulang tahun brand, dan semacamnya.

2. Penawaran dan Promo yang Menarik

Pelanggan akan selalu tertarik dengan promo dan diskon. Sebab itu, Anda dapat mengirimkan email tentang promo yang sedang berlangsung, durasinya, dan benefit apa saja yang akan didapatkan pelanggan.

3. Penawaran Khusus Anggota

Biasanya, perusahaan akan memberikan benefit tambahan kepada anggota terdaftar seperti pengiriman gratis, pengiriman lebih awal, dll. Oleh karena itu, email promosi ini hanya akan dikirim kepada mereka yang memiliki keanggotaan atau bagian dari komunitas brand Anda.

4. Peluncuran Produk Baru

Ketika pelanggan sudah loyal kepada brand, biasanya mereka sangat ingin tahu tentang produk baru dari merek tersebut. Email promosi dapat dikirim untuk memberikan informasi singkat tentang produk yang baru saja diluncurkan brand.

5. Restock Produk

Selain informasi produk baru, pelanggan juga akan menantikan produk untuk restock. Email promosi yang mengingatkan mereka bahwa produk telah kembali ada akan membantu meningkatkan penjualan. 

Macam-Macam Email Transaksional

Email transaksional datang dalam berbagai bentuk. Berikut beberapa email yang mungkin sering Anda dapatkan.

1. Pendaftaran Baru

Email konfirmasi yang dikirim untuk memverifikasi pendaftaran baru, subscribe atau lainnya. Email transaksi ini berguna sebagai untuk klarifikasi dan menyambut pelanggan baru ke dalam brand Anda.

2. Konfirmasi Pesanan

Setelah pelanggan mengonfirmasi pembelian, Anda dapat mengirimkan email terperinci dengan detail produk, tanggal dan waktu pembelian, serta informasi relevan lainnya harus diberikan. Ini berfungsi sebagai bukti plus email tindak lanjut apabila pelanggan menemukan ketidaksesuaian produk.

3. Pembaruan Transaksi

Ini adalah jenis email transaksional penting yang berisi rincian pembayaran. Termasuk tanda terima yang dibayarkan untuk pembelian atau detail tentang proses pembayaran.

4. Rincian Pengiriman

Pelanggan ingin mengetahui rincian pengiriman dan tanggal tentatif untuk menerima paket. Banyak perusahaan besar sudah mulai menyediakan link di email itu sendiri untuk melacak pesanan mereka secara real-time.

5. Email Feedback

Salah satu cara untuk menjalin hubungan yang baik dengan audiens adalah dengan menerima feedback mereka tentang layanan, produk, dan masalah lainnya. Nantinya ini akan meningkatkan kredibilitas brand ke pelanggan baru, ketika Anda membagikan review-review dari customer.

Baca juga: 6 Template Email Transaksional untuk Meningkatkan Penjualan

Best Practice dalam Membuat Email Promosional dan Transaksional

Untuk email promosi dan transaksional, mengikuti praktik terbaik tertentu dapat membantu merek meningkatkan peluang mereka untuk menjangkau inbox penerima.

Best Practice untuk Email Promosi:

Best Practice untuk Email Transaksional:

Pengiriman Email promosional dan Transaksional

Gmail secara resmi menyarankan untuk memisahkan email promosional dan transaksional yang berkaitan dengan organisasi Anda.

Memisahkan jenis email berarti Anda memastikan email siaran Anda berasal dari satu sumber dan transaksional Anda dari yang lain. Sederhananya, Anda bisa mengirim kedua email tersebut dari alamat email yang berbeda.

Mengapa Harus Memisahkan Pengiriman Email Promosi & Transaksional

Mengubah workflow dan penyiapan pengiriman dapat terasa merepotkan, tetapi inilah yang akan Anda peroleh setelah Anda memisahkan email promosi dari transaksional.

1. Pengiriman yang Lebih Baik

Deliverability sangatlah penting terutama ketika Anda berurusan dengan email sensitif waktu, seperti pengaturan ulang kata sandi. Namun, email yang berisi pesan broadcast juga harus sampai ke kotak masuk pelanggan Anda.

Tidak selalu mudah bagi penyedia email untuk mengkategorikan pesan. Dengan memisahkan email transaksional dan promosi, Anda menghapus kemungkinan yang tidak diinginkan dan memudahkan penyedia inbox untuk menyortir email. 

Jika Anda menggunakan server dan alamat email yang sama untuk mengirim email broadcast dan transaksional, sistem yang memfilter email seperti Gmail dapat mengklasifikasikan semuanya sebagai email yang sama atau bahkan spam.

2. Meningkatkan Kepercayaan Brand dan Mengurangi Request Support 

Email transaksional yang hilang atau tertunda akan menyebabkan lebih banyak pesan request support, seperti "Saya mencoba mengatur ulang kata sandi saya, tetapi tidak pernah menerima email". Ketika ini terus berulang, beban pekerjaan tim Anda akan bertambah dan hubungan pelanggan akan berpotensi memburuk.

Dengan memisahkan email promosi dan transaksional, Anda dapat mengurangi request support, memberikan lebih banyak waktu kepada tim Anda, dan meningkatkan kepercayaan brand. Ini adalah win-win solution.

3. Membantu Anda untuk Berkembang

Dengan memisahkan email transaksional dari promosi, peluang pelanggan untuk membuka email request feedback akan meningkat. Dengan begitu, Anda berkemungkinan untuk mengumpulkan feedback pelanggan dan mencoba untuk meningkatkan layanan dan kualitas bisnis.

Bagaimana Cara Memisahkan Email Promosi dan Transaksional?

Seperti yang sudah dijelaskan, bisnis perlu memisahkan email promosional dan transaksional. Namun, bagaimana cara melakukannya?

Tujuan dari email transaksional adalah pengiriman yang cepat setiap saat. Untuk memastikan hal ini, email customer harus bisa membedakannya dengan mudah. Berikut ini terdapat beberapa cara untuk memisahkan email promosional dan transaksional.

  1. Alamat email “Dari/From” yang berbeda untuk email transaksional dan pemasaran. Misalnya, email transaksional dikirim dari info@domainanda.com dan email pemasaran dari email@domainanda.com.
  1. Alamat IP khusus untuk email transaksional sehingga aliran pesan dapat membangun reputasinya sendiri.
  1. Subdomain yang berbeda. Misalnya, email transaksional dikirim dari info@account.yourdomain.com dan email pemasaran dari email@newsletter.yourdomain.com.

Baca juga: Template Email Marketing yang Efektif untuk Bisnis Anda

Konklusi

Setelah mengetahui perbedaan antara email transaksional dan promosional, Anda dapat dengan mudah mengatur email yang sesuai dengan target audiens Anda. 

Setiap aktivitas yang dilakukan oleh pelanggan mulai dari mendaftar hingga membeli, memerlukan email transaksional yang tepat sehingga pelanggan Anda dapat memiliki informasi yang diperlukan dan transparansi. Hal demikian juga berlaku untuk email promosional.

Meski kedua email memiliki tujuan yang berbeda, perlu diingat bahwa mereka tetap harus memiliki nada branding yang sama.

Jangan ragu menggunakan OneTalk by Taptalk untuk meningkatkan engagement Anda dengan customer. Klik di sini untuk mengobrol dengan agent kami.

Grup Facebook adalah alat pemasaran yang hebat, membantu Anda menarik pelanggan baru dan melibatkan pelanggan saat ini dengan konten, komunitas, dan penawaran eksklusif. Dengan lebih dari 1,8 milyar pengguna yang menggunakan Grup Facebook, saatnya Anda memanfaatkan alat ini untuk bisnis Anda.

Pentingnya Memiliki Grup Facebook Untuk Bisnis Anda

Di artikel ini kita akan membahas keuntungan memiliki Grup Facebook untuk bisnis, jenis-jenis, cara membuat, dan tips menggunakan Grup Facebook untuk marketing bisnis Anda.

Keuntungan Memiliki Grup Facebook Untuk Bisnis

Keuntungan Memiliki Grup Facebook Untuk Bisnis

1. Mempermudah penawaran promo

Salah satu tujuan dibuatnya grup Facebook adalah untuk membangun komunitas agar brand menjadi lebih populer. Selain bisa berdiskusi secara private, Anda juga bisa menggunakan Grup Facebook untuk mempresentasikan produk.

Bahkan, Anda dapat menawarkan produk dengan promosi khusus untuk anggota grup.

2. Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan

Grup itu sangat efektif karena orang ingin berada di sana. Bayangkan saja, mana mungkin seorang pelanggan bergabung dalam grup dari perusahaan yang tidak terlalu mereka sukai?

Mereka adalah penggemar no #1 di grup ini, dan mereka siap menjadi tim penyemangat pribadi Anda. Perkuat dan tingkatkan hubungan itu dengan akses eksklusif ke perusahaan Anda yang disediakan oleh Grup Facebook, bersama dengan konten atau hak istimewa khusus. 

3. Meningkatkan “organic reach” Anda

Organic reach Facebook Page Anda mungkin hanya berkisar sekitar 5%, tetapi reach dari grup Anda akan jauh lebih tinggi.

Facebook memprioritaskan posting dari grup di news feed pengguna, sehingga Anda memiliki peluang tinggi untuk muncul, terutama dibandingkan dengan posting Halaman Anda.

4. Mendapatkan feedback dan riset pasar yang berharga

Selain dari riset biasa, di mana lagi Anda dapat memiliki akses langsung ke audiens Anda dan mendapatkan feedback secara langsung?

Grup Facebook memudahkan Anda untuk menguji strategi dan ide baru dalam kelompok kecil ini. Sebagai bonus, penggemar super dari bisnis Anda akan senang karena "mengetahui" informasi dari Anda.

Sebuah win-win, apalagi riset seperti ini.. tanpa biaya!

5. Menciptakan interaksi optimal dengan pelanggan

Interaksi dengan pelanggan adalah hal yang sangat penting bagi sebuah brand. Selain membangun citra, hal ini dapat meningkatkan brand awareness untuk sebuah brand baru.

Interaksi akan lebih optimal karena mendapat feedback dan juga terbentuk secara organik. 

Baca juga: Tutorial Lengkap Facebook Business Manager untuk Bisnis Sukses

Jenis - Jenis Grup Facebook (dan mana yang tepat untuk Anda)

Penting untuk memikirkan hal ini sebelumnya. Anda dapat mengubah jenis privasi grup hanya dalam beberapa situasi, jadi pastikan untuk menyesuaikannya sesuai keinginan Anda.

Berikut ini rangkuman singkat Grup Facebook Publik versus Grup Facebook Private. Jangan sampai terlewat juga pengaturan hidden (tersembunyi) atau visible (terlihat) - yang akan dijelaskan di bawah ini.

1. Publik

Grup publik dapat ditemukan di hasil pencarian untuk semua orang. Yang terpenting, konten grup juga bersifat publik, termasuk apa yang diposting dan dikomentari oleh anggota. Siapa pun di Internet juga dapat melihat daftar lengkap anggota grup.

Post dan komentar grup juga diindeks oleh Google.

Pengguna dapat bergabung dengan grup Anda tanpa persetujuan admin. 

TIdak disarankan untuk membuat grup publik. Karena siapapun dapat bergabung, termasuk spammer, Anda harus sangat berhati-hati dan menghapus konten yang tidak pantas atau tidak menyenangkan yang mungkin berdampak negatif pada citra brand Anda. Ini benar-benar hanya masalah waktu sebelum itu terjadi, jadi mengapa harus mengekspos brand Anda di sebuah grup publik?

Jika Anda memulai grup publik, Anda dapat mengkonversinya menjadi grup pribadi nanti. Perubahan hanya dapat terjadi sekali karena Anda tidak dapat kembali dari pribadi ke publik.

2. Private

Ada dua jenis grup private: visible dan hidden. Mari kita bahas keduanya.

Private - Visible

Grup Private - Visible hanya memungkinkan anggota untuk melihat posting dan komentar dalam grup, serta daftar anggota. Tetapi semua pengguna Facebook dapat menemukan grup ini di hasil pencarian Facebook.

Pengaturan ini tidak mengekspos konten apa pun di grup Anda. Judul dan deskripsi grup Anda hanya ditampilkan di hasil pencarian jika cocok dengan kata kunci yang diketik pengguna di bagian pencarian.

Pengguna dapat meminta untuk bergabung dengan grup Anda, dan Anda atau admin lain harus menyetujui permintaan mereka. Hanya dengan demikian mereka dapat melihat dan mempublikasikan konten.

Pengaturan ini adalah rekomendasi kombinasi terbaik untuk 99% perusahaan. Hal ini karena pengaturan Grup Private - Visible memungkinkan Anda untuk mengontrol keanggotaan dan menyaring pesan spam sambil tetap dapat ditemukan secara publik di pasar target Anda.

Private - Hidden

Grup Private - Hidden,  juga dikenal sebagai "grup rahasia" - memiliki fitur yang sama dengan grup di atas, kecuali grup tersebut tidak muncul di hasil penelusuran apa pun.

Tidak seorang pun di dalam atau di luar Facebook yang dapat melihat kiriman, komentar, atau anggota grup, atau menemukan grup tersebut di hasil pencarian. Untuk melihat grup dan meminta untuk bergabung, pengguna harus memiliki URL langsung yang ditetapkan untuk mereka.

Jenis grup ini sangat berguna untuk komunitas VIP dan undangan khusus di mana Anda tidak ingin banyak orang bergabung. Contoh umum dari jenis grup ini adalah sesuatu yang terkait dengan grup proyek atau grup proyek berbayar tertentu.

Jika Anda menyediakan grup pendukung untuk berlangganan produk atau layanan berbayar tertentu, masuk akal untuk merahasiakan grup tersebut sehingga non-pembeli tidak dapat menemukan dan menyelinap ke grup Anda. Sebagai gantinya, Anda hanya akan mengirim tautan untuk bergabung dengan pembeli resmi setelah penjualan.

Secara keseluruhan, pengaturan Private - Visible adalah yang paling disarankan untuk sebuah bisnis.

Baca juga: 3 Cara Mudah Mengaktifkan Facebook Messenger

Cara membuat grup di Facebook

Cara membuat grup di Facebook

Ada beberapa cara untuk membuat grup Facebook:

  1. Dari komputer 
  2. Dari ponsel Anda di aplikasi Facebook
  3. Dari akun Facebook pribadi Anda
  4. Dari Facebook Page/Halaman Facebook perusahaan Anda (hal ini menjadikan Halaman Anda sebagai administrator grup, bersama dengan semua administrator Halaman Anda)

Opsi nomor 4 adalah ide yang bagus karena dua alasan:

Dilansir dari Facebook, berikut adalah cara untuk membuat grup Facebook Anda:

  1. Klik tanda + di kanan atas Facebook dan pilih Grup.
  2. Masukkan nama grup yang ingin Anda buat.
  3. Pilih opsi pengaturan privasi untuk grup. Jika Anda memilih Private, tentukan apakah akan menjadikan grup visible atau hidden.
  4. Tambahkan orang/anggota ke grup Anda.
  5. Klik Buat.

Tips Menggunakan Grup Facebook Untuk Marketing Bisnis Anda

1. Buat kode etik yang jelas

Anda membutuhkan kode etik untuk Grup Facebook Anda. Hal ini untuk mencegah spam atau kata-kata tidak senonoh yang akan tersebar di grup Anda. Anda juga dapat menyertakan hal-hal khusus, seperti meminta anggota untuk tidak menyebut kompetitor atau produk mereka.

2. Posting pesan selamat datang dan pengumuman

Buat anggota baru betah dengan pesan selamat datang mingguan. Jadwalkan pengumuman penting sebelumnya untuk peluncuran produk atau acara khusus untuk anggota grup Anda.

3. Terlibat dengan anggota, tetapi biarkan mereka tetap memimpin

Adalah tugas Anda untuk menjaga grup tetap produktif, sesuai topik, dan saling menghormati. Tapi jangan mencoba untuk mengontrol terlalu banyak. Imbau anggota untuk memulai percakapan dan merasa cukup nyaman untuk mengatakan kebenaran.

4. Ajukan pertanyaan saat anggota masuk untuk mencegah adanya bot

Yang ini penting untuk mencegah spammer. Anda dapat mengajukan hingga tiga pertanyaan yang harus dijawab orang saat mereka bergabung. Pertanyaan ini memungkinkan Anda untuk sedikit memeriksa anggota yang masuk.

Beberapa hal umum yang bisa diminta oleh grup adalah:

Misalnya, jika grup Anda hanya untuk pelanggan saat ini, meminta alamat email kantor mereka memungkinkan Anda untuk memeriksa apakah mereka pelanggan atau bukan.

5. Tawarkan konten unik dan berbobot di grup Anda

Mengapa salah satu pelanggan atau penggemar setia Anda harus bergabung dengan grup Anda? Apakah ada sesuatu yang istimewa yang mereka dapatkan? Jika Anda tidak bisa menjawabnya, maka Anda tidak memiliki konten unik dan berbobot di grup Anda. Hal ini berarti tidak ada gunanya anggota bergabung dengan grup Anda, bukan?

Baca juga: Mau Jualan Laris di Facebook? Baca 7 Tips Jitu Ini!

- - -

Itu dia pentingnya Grup Facebook untuk Bisnis Anda. Gunakan strategi customer service yang baik untuk mendukung Grup Facebook. OneTalk by TapTalk.io sebagai solusi omnichannel messaging dapat memastikan pelanggan selalu mendapatkan respon tepat waktu dari Anda. Chat dengan kami di sini.

WhatsApp biasa, WhatsApp Business dan WhatsApp Official
WhatsApp biasa, WhatsApp Business dan WhatsApp Official

Pada zaman sekarang, siapa yang tidak tahu WhatsApp? WhatsApp adalah aplikasi pesan  yang memungkinkan Anda bertukar pesan tanpa harus membayar seperti SMS. Aplikasi ini gratis untuk diunduh di android dan iphone, dan bisa digunakan melalui desktop komputer. Anda dapat mengirim pesan, melakukan panggilan suara, dan mengadakan video call hanya dengan menggunakan Wi-Fi atau data seluler.

Sejarah WhatsApp

Didirikan oleh mantan pegawai Yahoo!, Brian Acton dan Jan Koum. Pada tahun 2009, Koum melihat bahwa seluruh industri akan terbentuk berdasarkan aplikasi seluler. Ingin memanfaatkan industri yang sedang naik daun ini, Koum mulai mencoba membuat aplikasi yang akan memungkinkan pengguna seluler berinteraksi dan terlibat dengan lebih baik dengan teman, keluarga, dan kontak bisnis mereka. Bekerja sama dengan Acton, Koum berhasil membujuk lima rekanan dari Yahoo! untuk mendanai aplikasi dengan $250.000. Pada tahun 2009, aplikasi ini berhasil diluncurkan.

Namun, itu awalan yang sulit untuk WhatsApp. Setelah banyak error dan kegagalan, Koum menjadi frustrasi dengan pengembangan aplikasi dan mempertimbangkan untuk menyerah sepenuhnya. Acton-lah yang mendorong Koum untuk bertahan "beberapa bulan lagi" setiap kali keduanya mengalami kemunduran.

Untungnya, mereka berdua benar-benar bertahan dan bisa melihat kesuksesan yang dicapai aplikasi tersebut.  Sekarang, WhatsApp merupakan salah satu aplikasi paling populer untuk mengirim pesan atau suara. Berdasarkan data yang disajikan We Are Social dan Hootsuite pada 2020, WhatsApp merupakan platform sosial peringkat tiga yang paling banyak digunakan dengan dengan 2 miliar pengguna Whatsapp aktif per bulannya.

WhatsApp Feature

Dikutip dari website-nya WhatsApp biasa memiliki banyak fitur, seperti:

  1. Mengirim Pesan

Anda dapat mengirim pesan kepada teman dan keluarga Anda secara gratis. Aplikasi ini menggunakan koneksi Internet handphone Anda untuk mengirim pesan sehingga Anda dapat menghindari membayar menggunakan pulsa.

  1. Grup Chat

Dengan adanya grup chat, Anda dapat berbagi pesan, foto, dan video dengan kapasitas anggota grup hingga 256 orang. Anda juga dapat menamai grup Anda, menyesuaikan pemberitahuan grup, dan banyak lagi.

  1. Voice and Video Call

Dengan panggilan suara dan Video Call, Anda dapat berbicara dengan teman dan keluarga secara gratis, meskipun mereka berada di negara lain. Dan dengan panggilan video gratis, Sama seperti mengirim pesan, panggilan suara dan video  menggunakan koneksi Internet ponsel Anda.

  1. Mengirim Foto dan Video

Dengan aplikasi  messenger ini , Anda dapat mengirim foto dan video dengan cepat meskipun koneksi Anda lambat.

  1. Mengirim Dokumen/File

Anda dapat mengirim PDF, dokumen, spreadsheet, slideshow, dan lainnya, tanpa harus repot menggunakan email atau aplikasi berbagi file lainnya. Dokumen yang anda kirimkan dapat berukuran hingga 100 MB 

  1. Pesan Suara

Terkadang, suara Anda dapat lebih mengungkapkan semuanya. Dengan menekan suatu tombol, Anda bisa merekam Pesan Suara, cocok untuk sapaan singkat atau cerita yang lebih panjang. Misalnya pesan Anda terlalu panjang dan Anda sedang terburu-buru, Anda dapat merekam pesan suara.

  1. Keamanan

Pesan Anda dapat dijamin keamanannya. Dengan menggunakan end-to-end encryption, pesan dan panggilan Anda diamankan sehingga hanya Anda dan orang yang berkomunikasi dengan Anda yang dapat membaca atau mendengarkannya, dan tidak ada orang lain yang bisa, bahkan WhatsApp.

  1. WhatsApp Web dan Desktop

Anda dapat menyinkronkan semua obrolan Anda dari handphone ke komputer dengan menggunakan WhatsApp di web dan desktop sehingga Anda dapat mengobrol di perangkat apa pun yang paling nyaman bagi Anda. 

Baca lebih lengkap: Fitur Berguna yang dimiliki oleh Aplikasi Whatsapp

Keunggulan WhatsApp messenger

  1. Banyak digunakan oleh orang

Berdasarkan statistiknya, sejak Oktober 2020, dua miliar pengguna telah mengakses messenger ini  setiap bulan. Artinya, hampir semua orang yang Anda kenal pasti menggunakan WhatsApp sehingga lebih efektif untuk menggunakan WhatsApp saat menghubungi mereka.

  1. Tersinkron dengan nomor kontak yang ada di handphone Anda

Semua nomor keluarga atau teman yang Anda miliki di daftar kontak dapat langsung terhubung dan tersinkron sehingga Anda tidak perlu repot mencari contact id-nya.

  1. Mudah digunakan

Interface atau tampilan yang simpel dan mudah dipahami.

  1. Keamanan informasi atau data terjamin 

Pesan WhatsApp enkripsi end-to-end yang artinya pesan tersebut hanya disimpan di perangkat Anda dan tidak ada di server mereka setelah dikirimkan.

Tidak hanya untuk penggunaan pribadi, WhatsApp juga bisa digunakan untuk keperluan bisnis Anda. Hampir semua sektor bisnis telah menggunakan aplikasi ini secara luas. Kegunaan WhatsApp dalam aktivitasnya juga telah dipahami oleh banyak perusahaan jasa keuangan.

Karena kesuksesannya, banyak pengguna menggunakan berbagai variasi program untuk tujuan yang berbeda. Untuk penggunaan pribadi, WhatsApp standar banyak digunakan, lalu untuk keperluan bisnis, Anda bisa menggunakan WhatsApp Business dan WhatsApp Business API. Meski memiliki nama yang mirip, WhatsApp Business dan WhatsApp Busines API tidak lah sama. Berikut kita akan membahas kedua sistem operasi WhatsApp ini.

WhatsApp Business

WhatsApp Business diperkenalkan pada tahun 2018 dan dikembangkan khususnya untuk bisnis kecil. Dengan ini , Anda tidak perlu menggunakan akun WhatsApp biasa lainnya untuk memungkinkan individu bisa memakai dua akun di handphone yang sama. Karena WhatsApp Business memiliki logo berbeda, Anda dapat dengan cepat membedakan aplikasi mana yang untuk penggunaan pribadi dan mana yang untuk tujuan bisnis.

Dikutip dari website-nya, WhatsApp Business memiliki beberapa fitur yang berbeda dari yang biasa, yaitu

  1. Business Profile

Dengan menggunakan WhatsApp Business, akun Anda akan terlihat sebagai akun bisnis karena Anda dapat membuat profil bisnis dengan informasi bermanfaat untuk pelanggan Anda seperti alamat, deskripsi bisnis, alamat email, dan situs web Anda.

  1. Memberikan Label

Anda dapat mengatur kontak atau obrolan dengan label, sehingga Anda dapat menemukannya lagi dengan mudah.

  1. Pesan Otomatis

Anda dapat mengatur pesan saat Anda tidak dapat menjawab sehingga pelanggan Anda tahu kapan harus menunggu tanggapan. Anda juga dapat membuat pesan ucapan untuk memperkenalkan bisnis Anda kepada pelanggan. Pesan ini dapat dikirimkan secara otomatis.

  1. Quick Replies

FItur ini memungkinkan Anda menyimpan dan menggunakan kembali pesan yang sering Anda kirim sehingga Anda dapat dengan mudah menjawab pertanyaan umum dalam waktu singkat.

Keunggulan Versi Business

  1. Dapat diunduh secara gratis
  2. Anda dapat menggunakan aplikasi yang berbeda untuk kepentingan bisnis (Tetapi anda membutuhkan nomor handphone yang berbeda untuk bisa menggunakan aplikasi ini)
  3. Membangun kepercayaan pelanggan melalui Profil Bisnis.
  4. Menganggapi pelanggan dengan mudah menggunakan balasan otomatis.
  5. Anda dapat mengatur daftar kontak pelanggan Anda dengan menggunakan fitur label
  6. Mempromosikan produk atau layanan Anda secara personal dan langsung.

WhatsApp Official Business 

WhatsApp Official Business Account adalah akun yang telah diverifikasi dan mendapat tanda centang hijau. 

Berinteraksi dengan pelanggan melalui Official Business Account tentunya akan semakin dipercaya mereka. 

Konsumen juga tidak perlu lagi takut jika akan mengalami penipuan. Semua Official Business Account WhatsApp selalu dilengkapi dengan label “Business Account”.

Akun bisnis di WhatsApp dapat dicantumkan sebagai "Akun bisnis resmi" atau "Akun bisnis" biasa. Anda tidak bisa dengan mudah meminta atau membayar untuk mengubah "Akun bisnis" menjadi "Akun bisnis resmi".

Saat ini, hanya akun tertentu yang terdaftar sebagai "Akun bisnis resmi". Mencantumkan bisnis sebagai "Akun bisnis resmi" didasarkan pada berbagai faktor, seperti apakah merek tersebut terkenal.

Jika Anda ingin mengajukan Akun Bisnis Resmi WhatsApp di Indonesia, ada banyak peraturan perundang-undangan yang perlu Anda atur. Namun, akun Anda dapat diblokir jika mengabaikan aturan yang ditetapkan oleh WhatsApp. Larangan penjualan barang ilegal merupakan salah satu ketentuannya yang wajib Anda patuhi. 

WhatsApp Business API

WhatsApp Business disesuaikan untuk bisnis kecil, tetapi WhatsApp Business API dikembangkan secara khusus untuk bisnis yang lebih besar. WhatsApp Business API ini memungkinkan perusahaan untuk berkolaborasi dengan klien di seluruh dunia, memungkinkannya untuk terlibat dengan pelanggannya di seluruh dunia.

Versi Business API ditujukan untuk perusahaan besar yang menerima pesan dalam jumlah besar dan tidak lagi bisa dikelola oleh WhatsApp Business. Aplikasi ini hanya dapat diakses oleh satu orang di satu perangkat, dan hal ini sangat membatasi bisnis yang lebih besar. Dalam hal otomatisasi, aplikasi bisnis biasa juga terbatas.

Tapi apakah Anda tahu apa itu API? API adalah singkatan dari Application Programming Interface, sebuah program yang memungkinkan dua aplikasi untuk berinteraksi dan bertukar informasi meskipun kedua aplikasi tersebut tidak dirancang untuk bisa bekerja sama.

Menggunakan WhatsApp Business API membantu perusahaan untuk menghubungkan API dengan Solusi Bisnis atau CRM (Customer Relationship Management) mereka. Tidak seperti aplikasi WhatsApp biasa, rentang pengguna dan perangkat yang ingin digunakan menjadi tidak terbatas dengan bantuan Business API. 

Keunggulan versi Official Business API

  1. Lebih dipercaya/kredibel

Tampilan akun Anda akan memiliki badge hijau/verified badge. Tentunya hal ini akan meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap akun Anda. Mereka tidak perlu takut akan penipuan

  1. Akun dapat diakses oleh beberapa device secara bersamaan
  2. Mempunyai chatbot untuk memungkinkan pelanggan Anda mendapatkan respon yang lebih cepat, terutama untuk pertanyaan umum
  3. Memiliki dashboard terpusat dan inbox tim bersama untuk memudahkan pengaturan manajemen pelanggan. Anda dapat dengan mudah mengatur pelanggan dan disesuaikan dengan tugas agent Anda

Perbedaan dari WhatsApp Biasa, Business, dan Official Business API

whatsapp BiasaWhatsapp businesswhatsapp official business api
Digunakan untuk keperluan pribadi oleh seorang individu untuk mengirim pesan pribadi atau grupDigunakan untuk bisnis lokal untuk pesan template atau pesan yang mengindikasikan bahwa ini adalah obrolan bisnisDIgunakan untuk bisnis besar. Dapat diakses dari berbagai device milik perusahaan tersebut
Gratis untuk digunakanGratis untuk digunakanLayanan berbayar
Bisa melakukan panggilan suara dan videoBisa melakukan panggilan suara dan videoTidak bisa digunakan untuk melakukan panggilan apapun
Dapat menyiarkan konten apapun hingga maksimal 256 kontakDapat menyiarkan konten apapun hingga maksimal 256 kontakTidak ada batasan dalam menyiarkan konten apa pun
Tidak dapat mengirim pesan otomatis atau balasan cepatDapat mengirimkan pesan otomatis seperti, pesan salam, pesan pergi, dan balasan cepatPesan otomatis bisa dilakukan melalui API
Kontak diperoleh dari kontak telepon yang ada di deviceKontak diperoleh dari kontak telepon yang ada di device dan dapat diberi labelDapat memperoleh kontak dari API

Setelah mengetahui perbedaannya, Anda dapat memilih versi apa yang cocok untuk Anda. Jika Anda ingin menggunakan versi Business API, tentunya membutuhkan serangkaian proses pendaftaran yang bisa memakan waktu lama. 

Namun, solusi lain yang dapat Anda gunakan adalah menggunakan platform perpesanan omnichannel untuk mendapatkan akun tersebut. Anda bisa memanfaatkan omnichannel dari OneTalk by TapTalk.io. OneTalk menyediakan WhatsApp Business API dan memungkinkan Anda untuk mengelola data dalam percakapan Anda. Anda dapat dengan mudah mengekspor data Anda dan mengelompokkan obrolan masuk berdasarkan topiknya masing-masing.

goal setting
Goal Setting: Panduan Untuk Mencapai Goal Bisnis Anda

Sekarang sudah 2021, sudah saatnya Anda mulai merencanakan goals atau rencana bisnis yang jelas untuk 12 bulan ke depan. Anda mungkin berencana menggunakan goals tahun 2020 atau berkemungkinan untuk mengubahnya sedikit. Namun, akan lebih baik jika Anda memiliki goals lain mengingat banyaknya perubahan yang terjadi pada tahun 2020.

Goal-setting adalah proses mengambil langkah aktif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Goal-setting dapat membantu Anda memahami kinerja Anda saat ini dan kemudian menilai langkah apa yang perlu Anda ambil untuk mencapai tingkat kinerja yang Anda inginkan. 

Menurut Oracle, para pemimpin bisnis menghabiskan banyak waktu untuk mengembangkan strategi, tetapi jika goals tidak diidentifikasi dan dipantau secara berkelanjutan, rencana yang paling baik pun akan gagal. Goals adalah jembatan yang menghubungkan strategi bisnis dengan hasil yang sukses. 

Selain itu, PwC juga berpendapat bahwa penting sekali bagi para pemimpin bisnis untuk menentukan goal yang tepat untuk mendapatkan nilai maksimum dari manajemen kinerja. Mereka juga menawarkan fleksibilitas untuk menyesuaikan goal sepanjang tahun untuk mengakomodasi perubahan apa pun yang mungkin saja terjadi pada tahun tersebut.

Jenis Goal Setting

Dalam melakukan goal-setting, terdapat tiga jenis goal yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Process Goal

Process goals adalah target yang dapat Anda kendalikan sepenuhnya, seperti hasil yang didasarkan pada tindakan atau tugas tertentu yang Anda selesaikan. Menetapkan process goals berarti Anda harus mengidentifikasi apa yang sebenarnya harus Anda lakukan untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Sebagai contoh, Anda dapat menetapkan process goal seperti melaksanakan pelatihan pegawai dua kali selama setahun. Hal ini adalah goals yang mudah diukur. Anda bisa memilih untuk melaksanakannya atau tidak.

2. Performance Goal

Performance goals adalah standar kinerja (performance) yang ingin Anda capai. Biasanya, performance goals adalah tujuan berjangka pendek yang ditetapkan untuk tugas tertentu. Seiring berjalannya waktu, performance goals akan terus berkembang mengikuti tujuan bisnis Anda. 

Performance goals dapat berupa kesepakatan antara pemberi kerja dan karyawan, atau dapat berupa inisiatif pribadi karyawan untuk memenuhi atau melampaui target kerja mereka sendiri dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan promosi.

Contoh nya adalah meningkatkan customer service bisnis Anda, menciptakan produk baru atau membuka cabang baru, dan lainnya.

3. Outcome Goal

Outcome goal adalah tujuan tunggal yang sedang Anda upayakan. Goal ini sering kali bersifat biner dan melibatkan kemenangan, misalnya, ingin menjadi perusahaan terbesar di sektor Anda. Meskipun outcome goal sangat memotivasi, goal ini tidak berada di bawah kendali Anda karena dipengaruhi oleh kinerja orang lain (pegawai).

Process, performance, dan outcome goals memiliki hubungan linier. Goals ini saling berhubungan karena jika Anda mencapai outcome goal, Anda perlu mencapai performance goal. Dan jika Anda ingin mencapai performance goal, Anda perlu mencapai process goal.

Ketiga goals ini dikategorikan berdasarkan seberapa besar kendali yang Anda miliki atasnya, Anda memiliki kendali paling besar atas process goals dan paling sedikit kendali atas outcome goals.

Saat menetapkan goals, Anda perlu memvisualisasikan dan menetapkan hasil yang diinginkan (outcome goals), tetapi yang lebih penting, Anda harus fokus pada proses dan kinerja Anda (process and performance goals).

Bisnis goals biasanya ditetapkan setiap tahun dan harus selaras dengan tujuan jangka panjang Anda. Sepanjang tahun, Anda mungkin memiliki sesi mingguan atau bulanan di mana Anda meninjau kemajuan Anda menuju goal tahunan. Memeriksa update sangat penting untuk tetap berada di jalur yang Anda inginkan.

SMART Goal

Salah satu cara mudah untuk memastikan Anda mencapai goal Anda adalah dengan mengikuti SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time-bound).

1. Specific

Agar berhasil, tujuan harus konkret (tidak se-abstrak tujuan jangka panjang Anda) dan sangat rinci. Contohnya daripada berpikir "Saya ingin meningkatkan pendapatan saya tahun ini", berpikirlah "Saya ingin meningkatkan pendapatan bisnis saya sebesar 30% tahun ini."

2. Measureable

Letakkan angka atau nilai, seperti jumlah rupiah atau persentase, ke goals Anda. Misalnya, "Meningkatkan penjualan" atau "mengurangi utang" adalah tujuan yang dapat diukur, sedangkan "bekerja lebih keras" atau "meningkatkan kepuasan” sulit untuk diukur. Menempatkan tujuan yang dapat diukur secara tertulis membantu Anda tetap fokus dan melihat seberapa banyak kemajuan yang Anda buat di akhir periode waktu yang ditentukan.

3. Achievable

Sebuah tujuan harus menantang, tetapi dapat dicapai. Jika bisnis Anda adalah toko furniture, menjadi toko paling terkenal mungkin bukanlah tujuan yang masuk akal. Namun, peningkatan penjualan 5% di pangsa pasar mungkin sudah cukup.

4. Relevant

Tujuan harus sejalan dengan rencana jangka panjang Anda. Jika rencana jangka panjang Anda adalah agar bisnis Anda mencapai Rp 100 juta setahun dalam penjualan, tujuan jangka pendek Anda harus berhubungan langsung dengan hal tersebut.

5. Time-bound

Tanpa kerangka waktu tertentu, tujuan Anda tidak dapat diukur dengan benar. Goal Anda harus memiliki batas waktu. Misalnya, "Pada akhir tahun saya ingin meningkatkan penjualan sebesar 20%".

Jika goal bisnis Anda adalah margin keuntungan, salah satu faktor yang harus dipikirkan adalah customer retention. Untuk mengetahui strategi yang tepat dalam meningkatkan customer retention, Anda dapat membaca artikel ini

Dalam mencapai goal tersebut, Anda bisa menggunakan CXM (Customer Experience Management). CXM membantu Anda memantau aktivitas pelanggan dari waktu ke waktu. Ini akan memperingatkan Anda tentang kebiasaan berbelanja mereka, penggunaan barang, dan kapan mereka menghindari memesan dari Anda. Anda bahkan dapat memantau pengalaman layanan pelanggan. 

Salah satu CXM yang dapat Anda gunakan adalah OneTalk by TapTalk.io. OneTalk menyediakan berbagai fitur yang dapat Anda gunakan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan, seperti Disposition. Melalui fitur ini, Anda dapat merangkum setiap case yang masuk untuk dianalisis dan mendapatkan insight business

Insight ini tentunya akan berguna untuk  mengukur  goals Anda, seperti sejauh mana pencapaian Anda dan apa saja yang perlu Anda lakukan untuk mendekati goal-nya.

Public Vs. Private Social Network. People waving and smiling. twitter, facebook, instagram, whatsapp, facebook messenger, telegram.

Public vs. Private Social Networks: Why One-on-One 'Pace for Social Efficiency' is Needed?

Social media has gone through a few generations so far. Before people were “on” with Instagram, Snapchat, and even Vine, there had been the first generation of social media, which is Facebook and Twitter, that of course still going strong to this day. Strategies have been upgraded from one to another, from a temporary content (e.g. Snapchat) or even short visual content (e.g. Vine and Instagram).

After decades of social media development, the focus of each new social network has shifted, which now is user privacy. Businesses start to use two types of approaches to their customers through various channels. Now, we have what we call Private and Social Channel. Each approach has its advantages.

Public Social Networks

Public Social Networks are defined as social media platforms where people can access and share a lot of personal information. Social channels have the advantage of sharing items in a public environment. They have bigger reach and opportunities for engagement rather than private channels.

Some organizations prefer public platforms like Facebook for social networking, while others prefer private online communities. Most businesses start their communities on public social media sites. This platform is free and easy to get started.

According to Harvard Business Review, 60% of hiring managers use social media and industry expert references for initial screening when hiring. In these and other cases, sharing ideas, photos, contacts, networking opportunities, and achievements can damage your reputation rather than damage it. If you're proud of what's going on in your work life, choosing to share your work with personal followers can help you identify the quality of your work. It also adds value from a branding perspective that takes the work seriously enough for employees to increase their self-esteem and leadership.

However, if your organization puts a higher priority on customer engagement and loyalty is very important to your business performance, it's worth building a private online community. Private social networking offers more value on its platform. And this is just one of the many differences between these two types of social networking sites.

Private Social Network

Private channels, traditionally defined as intended for a single person or a group of immediate people. Private channels range in a few private messaging platforms, such as WhatsApp, LINE, and even telegram. Private channels resulted in a more direct communication. There is no feed or timeline. 

Using a private channel for your customer approach will be more curated and personal. All of your shares are definitely untraceable. Private messaging channels are becoming more relevant to ordinary social media users, and perhaps more important than traditional social media means.

Millennials and Generation Z prefer instant messaging platforms over public social media. Growing up in the reality defined by social media and fully aware of the pitfalls and dangers, this generation is more aware of privacy issues and thus makes good use of and understands the Private Message channel. They will present the future of social media marketing and social media customer service. It is wise to get involved in channels today to keep innovative brands at the forefront.

Another great benefit of private networking is the more intimate approach one-on-one communication offers. Because many customers feel most comfortable in social media settings, both in their personal lives and in the customer experience, brands need to adapt and adapt to where they are. Socially mature brands adopt a personal and original tone, rather than auto and cool brands with ready-made answers. Customers want to experience relationships that solve problems instantly with the push of a button. Building relationships makes a lot more sense with personal communication channels.

You can achieve this goal by using an omnichannel messaging platform. Choose a trusted one, such as OneTalk by Taptalk.io, and your private network will result in a quality relationship and social efficiency for your business.

Omnichannel worked to integrate various private messaging platforms such as WhatsApp, LINE, Telegram, etc into a Single Dashboard so you can manage to establish a more intimate relationship with your customer without being overworked.

You don’t have to worry about organizing your messages because OneTalk got it all handled! You can send Broadcast Messages for your customer to send messages to multiple recipients at the same time. You can even provide your message with photos, videos, or even PDF files to support your interaction.

Private social networks that are supported by OneTalk will handle all aspects of your business such as sales, marketing, and support. Releasing half the burden of marketing on private channels will result in a remarkable intimate relationship and achieve a one-on-one time with your customers.

TapTalk
PowerTalk
OneTalk
SendTalk
whatsappfacebooktwitterinstagramlinkedin

Reach us by phone at (021) 27939266

Jl. Kyai Maja No.25c, RT.12/RW.2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

© 2020 - 2021 TapTalk.io (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer