pt tap talk teknologi blog

Apakah bisnis Anda mempunyai website? Sekarang ini, hampir semua orang menghabiskan waktunya di internet, misalnya untuk kegiatan jual beli, menggunakan layanan/service, membaca blog atau mencari informasi tentang produk, dan lainnya.

Maka dari itu, kehadiran online suatu bisnis dapat berdampak besar pada kesuksesannya. Memiliki kehadiran online yang kuat, seperti website, dapat meningkatkan kredibilitas bisnis Anda. Namun, kualitas website Anda dapat mempengaruhi segalanya.

Terkadang terdapat beberapa website yang terlihat sangat berbeda ketika diakses melalui device yang berbeda-beda. Misalnya, ketika mengakses suatu website di laptop, gambar yang muncul ukurannya pas  dan tulisannya terbaca jelas, tetapi ketika diakses melalui handphone, semuanya terlihat terlalu besar.

Nah, hal seperti itu bisa terjadi kalau website-nya tidak responsif. Jika Anda mau website Anda terlihat sama bagusnya di berbagai device pengguna, pastikan kalau Anda memiliki design web yang responsif.

website desain yang responsif

Apa itu Desain Web yang Responsif?

Web dengan desain yang responsif artinya adalah suatu web yang telah dirancang sehingga semua konten, gambar, dan struktur situs web tetap sama di perangkat apa pun. Misalnya, saat pengguna mengakses website di desktop, mereka mendapatkan tampilan yang penuh. 

Namun, ketika pengguna yang sama mengunjungi website dari handphone atau tablet mereka, website tersebut akan ditarik kembali agar muat di layar yang lebih kecil. Dengan begitu, ketika pengguna menggunakan handphone, mereka tidak perlu atau mengetuk dua kali untuk memperbesar halaman. 

Dengan desain situs web yang responsif, Anda tidak perlu khawatir memiliki situs web yang berbeda untuk berbagai perangkat atau memastikan bahwa situs Anda berjalan dengan baik di perangkat seluler.

Mengapa Desain Web Responsif Penting?

Banyak organisasi menghabiskan banyak uang setiap tahun untuk beriklan di Google atau mesin pencari lainnya, karena peningkatan jumlah traffic situs web mereka sering kali mengarah pada peningkatan penjualan dan pendapatan. Anda dapat menjangkau orang-orang dan mereka menggunakan berbagai jenis perangkat, seperti handphone, tablet, laptop, dan komputer.

Sayangnya, banyak situs masih hanya dirancang untuk dilihat di komputer desktop. Padahal dari  penelitian yang dilakukan oleh Statista Business Data Platform, sekitar setengah dari orang-orang di dunia justru mendapatkan informasi menggunakan perangkat seluler. 

Pada tahun 2016, Google memberitahu para pemilik website bahwa mereka akan terus mengurangi visibilitas hasil pencarian untuk situs web yang tidak dioptimalkan untuk seluler. Hal ini dilakukan Google karena orang yang mengklik situs web tersebut memiliki user experience yang buruk. Maka dari itu, organisasi saat ini harus memprioritaskan desain web responsif untuk memiliki kehadiran Internet yang substansial.

Keuntungan Memiliki Web yang Responsif

1. Peningkatan User Experience

Desain situs web yang responsif membuat pengunjung Anda memiliki pengalaman yang baik terlepas dari perangkat apa yang mereka gunakan. Ketika pengunjung situs Anda menemukan bahwa website Anda dapat disesuaikan berdasarkan device yang mereka gunakan, serta mudah mengakses semua menu dan tombol, mereka mungkin akan menghabiskan banyak mereka di website Anda. 

Namun, jika mereka merasa sulit untuk menavigasi dan dipaksa untuk terus-menerus memperbesar atau memperkecil konten, mereka pasti tidak akan bertahan lebih lama.

2. Peningkatan Traffic pada Website

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika website Anda mudah untuk dinavigasi, tentunya pengunjung akan menghabiskan waktu yang lebih lama dibandingkan website dengan desain yang tidak responsif.

Dengan menerapkan desain responsif, secara otomatis Anda akan melihat peningkatan jumlah pengunjung situs web Anda dan juga durasi yang mereka habiskan di situs web Anda.

Menurut statistik dari SaleCycle 2021 Ecommerce Stats & Trends Report, dari semua traffic situs web di seluruh dunia, sebanyak 68% dihasilkan melalui mobile dan 32% untuk desktop. Bahkan traffic mobile sedikit meningkat dari 57% pada 2019.

3. Lebih Banyak Pengunjung dan Penjualan

Memiliki website yang responsif dan memberikan user experience yang memuaskan akan membuat pengunjung tetap datang dan memberi mereka lebih banyak alasan untuk bertahan.

Selain itu, tren belanja online terus berkembang, dan saat ini, 55% populasi online di seluruh dunia melakukan belanja online melalui mobile device. Jika situs web Anda dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan memberikan pengalaman seluler yang bebas repot, kemungkinan besar mereka akan melakukan pembelian dan kembali lagi.

4. Peningkatan Brand Awareness

Sekarang ini, banyak pengguna mengharapkan website suatu perusahaan terlihat bagus di perangkat apa pun. Jika Anda tidak memenuhi harapan mereka, Anda dapat saja merusak reputasi perusahaan di mata prospek Anda.

Berikanlah pengalaman yang lancar kepada pelanggan Anda dan jadilah yang terdepan dari harapan mereka. Ini adalah cara untuk mendapatkan kepuasan mereka dan mendorong kata-kata baik mereka tentang brand Anda.

5. Pengurangan Biaya

Manfaat lain dari memiliki situs web yang responsif adalah menawarkan biaya maintenance yang lebih rendah dibandingkan dengan menjalankan dua versi (mobile dan desktop) dari satu situs web.

Pada awalnya mungkin Anda perlu mengeluarkan biaya lebih. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini akan mengurangi biaya lainnya yang diperlukan jika memiliki dua versi dari satu website kedepannya.

Selain itu, Anda hanya perlu waktu yang lebih sedikit untuk mempersiapkan website-nya. Pastinya akan lebih mudah untuk memelihara satu website responsif.

Dengan demikian, Anda akan mempunyai lebih banyak waktu untuk mendedikasikan ke area penting lainnya dari bisnis Anda, seperti pemasaran dan pengembangan produk atau konten.

6. SEO Campaign yang Lebih Sederhana

SEO akan lebih mudah diterapkan dan dijaga dengan website yang responsif, karena Anda hanya perlu membuat dan memantau satu kampanye. Jika Anda memiliki situs seluler yang berdiri sendiri, Anda harus mengatur dua kampanye terpisah dan menginvestasikan dua kali lipat upaya.

Situs web responsif akan memungkinkan Anda menginvestasikan lebih banyak waktu dalam penelitian kata kunci dan kompetitor, dan memungkinkan Anda memfokuskan upaya Anda untuk meningkatkan peringkat.

7. Lebih Banyak Share di Media Sosial

Desain web yang responsif juga dapat meningkatkan jumlah share di media sosial dari konten website Anda. Ketika situs web Anda responsif dan memiliki beberapa tombol share ke media sosial, hal itu sangat memudahkan pengunjung situs Anda untuk membagikan tautan ke media sosial mereka.

Lebih banyak share di media sosial berarti paparan audience baru yang nantinya dapat mengarah pada peningkatan traffic situs web dan lebih banyak tingkat konversi. Selain itu, search engine akan melihat peningkatan pencarian dan keterlibatan situs web Anda, serta meningkatkan peringkat Anda di search engine.

8. Lebih Unggul dari Kompetitor

Dalam dunia bisnis, Anda harus tetap terdepan dalam persaingan. Jadi, jika semakin banyak pengguna menggunakan perangkat seluler mereka untuk mencari dan melakukan pembelian secara online, Anda harus melayani audience tersebut dengan memiliki website yang mobile friendly

Beberapa dari kompetitor Anda mungkin tidak menggunakan desain responsif, yang berarti mereka kehilangan pelanggan potensial. Di situlah Anda dapat tetap terdepan dan membawa pelanggan tersebut pergi atau setidaknya bersaing dengan mereka yang telah menerapkan situs web responsif.

Kesimpulan

Desain web yang responsif memungkinkan konten Anda tampil dengan bebas di semua resolusi dan ukuran layar, dan membuatnya tampak bagus di semua perangkat. Hal ini juga membuatnya tidak perlu mempertahankan versi situs web Anda yang berbeda untuk mobile atau desktop, serta menghemat waktu dan sumber daya Anda.

Website yang tampak modern, mobile friendly, dan cepat adalah salah satu syarat untuk mengembangkan bisnis Anda dan menarik pelanggan baru. Itu membuat kehadiran online Anda lebih solid dan menunjukkan Anda lebih dapat dipercaya oleh pelanggan Anda.

Tentu saja, memiliki situs web yang tampak hebat dan dioptimalkan dengan baik hanyalah permulaan. Anda masih harus mengisinya dengan konten yang berharga dan menyediakan produk dan layanan terbaik. Website adalah wajah digital bisnis Anda dan membuatnya ramah, dapat diakses, dan fleksibel adalah dasar yang tidak boleh Anda lewatkan.

Memiliki komunikasi internal yang baik dan efektif adalah aspek penting pada kinerja sebuah organisasi. Bila kebanyakan kita sudah merencanakan komunikasi dengan pihak eksternal atau pelanggan, sebagai sebuah perusahaan juga harus bisa menjalin komunikasi dengan sesama karyawan. Tingkat kepedulian pada karyawan dapat membantu membangun keterlibatan dan kedekatan. Ingatlah untuk menempatkan komunikasi internal dengan karyawan Anda sebagai prioritas utama. 

Program komunikasi internal dapat menjadi hal yang menakutkan dan rumit bagi beberapa organisasi, terutama ketika ingin mengubah atau meningkatkan strategi mereka. Komunikasi yang baik adalah tentang perubahan dan kemampuan beradaptasi. 

Pada artikel ini, kita akan membahas apa itu komunikasi internal dan mengapa hal itu penting untuk ditingkatkan pada organisasi Anda.

komunikasi internal

Apa Itu Komunikasi Internal?

Komunikasi internal adalah tempat di mana Anda berbagi informasi tentang perusahaan sehingga karyawan dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Tujuan komunikasi internal adalah untuk memberikan aliran informasi yang efektif antara departemen dan divisi dalam organisasi. Hal ini berlaku baik ke bagian atas maupun ke bawah rantai manajemen. Tentu, komunikasi ini juga berlaku bagi sesama karyawan dalam perusahaan.

Komunikasi internal yang solid menumbuhkan budaya perusahaan dan membangun keterlibatan karyawan.

Jenis dan Saluran Komunikasi Internal

Demografi tenaga kerja terus berubah. Hal ini menunjukkan kebutuhan akan saluran komunikasi yang berbeda. Terlebih di masa pandemi yang memaksa perusahaan melakukan Work from Home (WFH). Sistem WFH secara drastis mengubah struktur manajemen perusahaan, juga mengubah bagaimana setiap anggota organisasi berinteraksi.

Hal ini membuat pembagian informasi dilakukan secara jauh, atau secara elektronik melalui sistem seperti intranet perusahaan. Keuntungan dari intranet adalah tersedia 24/7 dan karyawan memiliki akses ke sana dari lokasi mana pun dengan koneksi internet.

Ada lima sumber utama komunikasi internal:

Masing-masing jenis ini menggunakan saluran tertentu untuk mencapai tujuan komunikasi internalnya:

Mengapa Komunikasi Internal dalam Perusahaan Itu Penting?

1. Meningkatkan Keterlibatan dan Produktivitas Karyawan

Mulailah percakapan yang tepat di seluruh organisasi Anda dan satukan para pemimpin, mitra, dan karyawan untuk fokus pada strategi internal yang meningkatkan keterlibatan dan produktivitas. 

Karyawan harus didorong untuk menyampaikan ide dan pendapat mereka. Melakukan hal ini akan membuat mereka merasa dihargai dan didengarkan𑁋yang nantinya akan mengarah pada keterlibatan karyawan Anda. Ketika karyawan terlibat secara aktif, mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras dan melakukan pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik.

Jenis percakapan ini dapat diatur dengan mudah melalui platform komunikasi internal. Tidak perlu mengadakan rapat yang menghabiskan banyak waktu.

2. Meningkatkan Persediaan Informasi

Manfaat lain dari komunikasi internal adalah menyampaikan pesan yang tepat kepada orang-orang yang relevan.  Komunikasi internal yang efektif juga memastikan karyawan tidak mengalami kelebihan informasi. Hal ini menghindari kebutuhan untuk menghabiskan berjam-jam mengirim dan membaca email, pesan, dan komentar.

3. Meningkatkan Pengalaman Karyawan

Organisasi dapat menggunakan komunikasi internal untuk meningkatkan pengalaman karyawan. Ini membantu mempertahankan retensi karyawan, karena bekerja untuk perusahaan yang peduli dengan orang-orang yang mengirimkan pesan positif. 

4. Berbagi Tujuan dan Target

Salah satu cara terbaik untuk mengkomunikasikan peta jalan bisnis Anda adalah dengan memanfaatkan platform komunikasi internal Anda. Memberikan gambaran umum dan menjelaskan tujuan Anda melalui aliran informasi yang konsisten membantu karyawan merasa terinformasi dengan baik dan mampu mengambil tindakan.

Peta jalan yang jelas juga menekankan strategi perusahaan sehingga setiap orang dalam tim atau departemen memiliki pandangan yang pasti tentang kemana arah organisasi. Ini memberikan satu titik referensi yang jelas yang merangkum tujuan keseluruhan. Kejelasan ini dapat meningkatkan kepercayaan dalam membuat keputusan dan menjalankan peran.

5. Memberikan Titik Fokus

Komunikasi internal dapat digunakan untuk menyelaraskan dan memandu tim tentang cara memprioritaskan dan mendistribusikan strategi. Komunikasi internal yang jelas di lingkungan kerja memastikan karyawan mengetahui deadline dan dapat mengatur jadwal waktu untuk mencapainya. Fokus ini juga menekankan bagaimana proyek yang lebih kecil cocok dengan gambaran keseluruhan dan mengapa deadline  tertentu itu penting. 

6. Mendorong Tindakan

Komunikasi internal mendorong tindakan internal dan eksternal. Misalnya, dapat memberi wewenang kepada orang untuk melanjutkan tugas, meminta mereka untuk berkomunikasi dengan supplier atau mengumpulkan pendapat melalui jumlah likes untuk produk baru di halaman intranet. Diperlukan beberapa detik untuk mengomunikasikan sepotong informasi dengan jelas dan efektif.

Orang lebih cenderung menanggapi jika mereka hanya perlu menekan tombol, daripada menulis balasan yang panjang. Hal ini terutama berlaku bagi generasi muda yang tumbuh di era digital.

 7. Menyatukan Orang dalam Situasi Sulit

Di saat krisis, komunikasi internal adalah alat yang berharga. Mampu berkomunikasi dengan cepat dan mudah dengan orang yang tepat dalam organisasi dapat mengurangi stres dan menyelesaikan berbagai hal.

Keuntungan lain dari komunikasi internal dalam suatu krisis adalah dapat meredakan rumor. Tidak ada yang menyebar lebih cepat daripada gosip kantor, dan komunikasi yang akurat dari manajemen dapat mencegah situasi negatif. Ini juga dapat masuk ke komunikasi eksternal, karena reputasi organisasi dapat dengan mudah dirusak oleh rumor yang tidak benar.

Setelah membahas pentingnya komunikasi internal pada bisnis Anda, menggunakan intranet saja terlihat tidak cukup, bukan? Hal ini karena kini, banyak organisasi yang butuh lebih dari sekedar jaringan di kantor untuk melakukan komunikasi, terlebih dari keadaan pandemi yang membuat banyak orang bekerja dari jarak jauh.

PowerTalk by TapTalk.io merupakan salah satu penyedia jasa In-App Chat Framework yang menyediakan pengalaman pengguna terbaik. PowerTalk dapat menjadi salah satu pendukung komunikasi internal perusahaan Anda karena menyediakan custom messaging solution untuk perusahaan Anda. Jadi, Anda tidak perlu menggunakan platform komunikasi pihak ketiga, karena perusahaan Anda akan memiliki tempat komunikasi sendiri.

Dengan menggunakan PowerTalk sebagai tempat komunikasi Anda dan karyawan Anda, Anda dapat menghubungi karyawan Anda dengan mudah dan efektif.

PowerTalk menyediakan komponen-komponen chat yang bisa dipersonalisasi sesuai dengan perusahaan Anda. Terdapat fitur Personal dan Group Chat yang bisa Anda pisahkan sesuai dengan departemen atau divisi dalam perusahaan Anda. 

Fitur Cross Platform Support memungkinkan Anda untuk melakukan sinkronisasi di berbagai platform messenger berbeda. Selain itu, terdapat Chat Analytics yang menyediakan analisis data MAU, DAU, dan data lainnya.

Untuk mengetahui fitur lainnya atau jika Anda tertarik dengan PowerTalk, hubungi agent kami di sini.

Pernahkah Anda berpikir, sebenarnya apa fungsi dari OTP atau one-time password

OTP adalah salah satu bentuk verifikasi keamanan pengguna yang banyak digunakan untuk memastikan pengguna yang menggunakan sebuah aplikasi atau platform adalah ia yang memiliki wewenang atas akun tersebut. 

Saat ini, makin aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mendaftar hanya menggunakan nomor telepon. Bahkan, Facebook juga telah merilis SDK baru yang memungkinkan developer aplikasi seluler untuk melakukan verifikasi OTP melalui aplikasi WhatsApp dan bukan melalui SMS. 

Saat menggunakan nomor telepon untuk login, biasanya aplikasi mengonfirmasi pengguna dengan mengirimkan kode verifikasi melalui SMS ke nomor yang diberikan. Pengguna kemudian memasukkan kode tersebut untuk membuat akun mereka. Proses ini ditujukan sebagai bagian dari sistem verifikasi dan langkah ekstra untuk keamanan tambahan.

beralih ke otp whatsapp

Meskipun proses ini mudah diikuti, SMS kini bukanlah platform messenger yang disukai semua orang. Hal ini terjadi karena biaya yang dibutuhkan untuk mengirim SMS lebih tinggi dibanding menggunakan WhatsApp yang hanya mengandalkan koneksi internet.

Terlebih lagi, kini OTP SMS diketahui memiliki banyak kekurangan dan masalah keamanan. Melihat banyaknya kasus kejahatan melibatkan OTP SMS, di situlah WhatsApp SDK hadir sebagai solusi.

Mengapa beralih ke OTP WhatsApp?

Tidak adanya enkripsi pada SMS membuatnya rentan disadap dan ketergantungannya terhadap jaringan operator juga dapat disadap. Secara teknis, banyak celah keamanan yang dapat dibobol. Selain itu, SMS terikat pada nomor telepon tertentu, hal ini membuatnya mudah diidentifikasi oleh penipu jika ingin melakukan tindak kejahatan.

Cara paling umum yang digunakan pencuri untuk membajak pesan SMS saat ini adalah dengan "bertukar sim" atau sim-swap, yaitu pengambilalihan SIM Card korban oleh pelaku kejahatan.

Dalam SIM swap, pelaku mengalihkan nomor telepon target ke perangkat yang mereka kontrol, dan kemudian dapat mengambil pesan SMS masuk dan panggilan telepon target. Dari sana, penyerang dapat mengatur ulang kata sandi akun manapun yang menggunakan nomor telepon itu untuk pengaturan ulang kata sandi.

Mengingat potensi bahaya yang menyalahgunakan kelemahan SMS ini, mungkin ada baiknya untuk memikirkan kembali menggunakan SMS atau nomor telepon untuk melakukan autentikasi di platform mana pun.

Melihat betapa rentannya SMS sebagai platform autentikasi OTP, ini adalah saat yang tepat untuk beralih ke OTP WhatsApp. Agar keamanan data privasi terjaga, para pebisnis sudah mulai harus mempertimbangkan untuk beralih dari OTP SMS ke OTP WhatsApp.

Baca Juga: Apakah OTP-WhatsApp Bisa di Hack?

Beralih ke OTP WhatsApp yang reliabel

Seperti yang sudah kita bahas, mengandalkan SMS dan telepon untuk mengirimkan OTP (One Time Password) dan notifikasi bisa menimbulkan banyak potensi kejahatan. Hal ini dapat menciptakan risiko dan biaya keamanan.

Menggunakan WhatsApp untuk mengirim kode OTP memiliki beberapa keuntungan. OTP WhatsApp adalah salah satu jenis OTP yang menggunakan aplikasi over the top atau OTT. Penggunaan OTP dengan cara ini lebih unggul karena efisiensi dan keamanan lebih baik  dibanding OTP SMS. 

Jika Anda adalah perusahaan yang ingin beralih dari OTP SMS ke OTP WhatsApp, Anda dapat mendapatkan beberapa keuntungan. OTP melalui WhatsApp lebih efektif karena tidak memiliki kemungkinan gangguan sinyal provider seperti OTP SMS. 

Melalui penggunaan messenger seperti WhatsApp, layanan OTP dikirimkan dengan tarif yang lebih murah daripada melalui ponsel atau SMS. Hal ini bisa didapatkan dengan menggunakan jasa OTP WhatsApp yang disediakan oleh SendTalk by TapTalk.io.

Menggunakan SendTalk sebagai salah satu pengirim kata kode OTP berbasis WhatsApp mungkin bisa menjadi jawaban atas faktor keamanan aplikasi Anda. SendTalk adalah brand OTP berbasis WhatsApp pertama di Indonesia yang dibuat oleh anak bangsa. 

Jika Anda merupakan perusahaan digital di Indonesia, jaringan broadband, e-commerce, aplikasi on-demand, maupun pengecer online, layanan ini adalah pilihan yang sangat tepat untuk Anda.

Dengan memanfaatkan messenger seperti WhatsApp, layanan OTP ditawarkan dengan biaya yang lebih murah dan memiliki keamanan yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan telepon atau SMS.

Banyak ahli yang mengakui bahwa mengirim kode OTP lewat WhatsApp lebih aman daripada menggunakan OTP berbasis SMS. SendTalk menawarkan pengiriman yang lebih konsisten. Anda bisa mendapatkan waktu pengiriman lebih cepat melalui WhatsApp karena tidak akan ada lagi hambatan karena sinyal provider seluler.

Dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan OTP jenis SMS, SendTalk akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan layanan OTP berbasis SMS. Dengan SendTalk, bayangkan berapa banyak uang yang bisa Anda hemat, daripada menggunakan OTP berbasis SMS yang harganya berkisar Rp 350,00 hingga Rp 500,00. Tarif yang ditawarkan SendTalk tentunya lebih terjangkau dibandingkan OTP berbasis SMS.

Baca juga: Perbedaan OTP SMS dan OTP WhatsApp

Fitur SendTalk - OTP WhatsApp Pertama di Indonesia

Berikut adalah fitur-fitur SendTalk yang ditawarkan untuk Anda,

  1. Pengiriman yang Konsisten

Cara konvensional untuk mengirim pemberitahuan melalui SMS atau panggilan telepon bergantung pada sinyal seluler. Anda bisa mendapatkan waktu pengiriman yang lebih cepat melalui WhatsApp. Tidak ada lagi masalah dengan provider seluler.

  1. Biaya Rendah

Harganya lebih murah dari SMS atau telepon. Biaya untuk OTP berbasis WhatsApp milik SendTalk ini lebih hemat. Dengan sistem top-up saldo pada akun Anda, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya mulai dari Rp75,00 saja.

  1. Berikan Kepercayaan & Keamanan

Lebih aman daripada SMS atau panggilan telepon, sulit untuk membuat akun 'palsu' karena Anda dapat memiliki status pengiriman WhatsApp, meningkatkan kepercayaan dari pengguna.

  1. Perkuat Otentikasi, Hindari Penipuan

Kirim OTP (One-Time Password) dan pemberitahuan ke pengguna Anda

  1. Otentikasi Pengguna

Lindungi akun dengan mengautentikasi pengguna baru & upaya masuk.

  1. Verifikasi Transaksi

Mengamankan pembayaran dan mengonfirmasi pembelian secara real-time untuk mengurangi penipuan.

  1. Pemberitahuan & Peringatan

Mengirimkan pemberitahuan seperti aktivitas akun, pengingat janji, konfirmasi pembelian, pemberitahuan pengiriman, bahkan peringatan kepada pengguna Anda.

Dari faktor keamanan hingga biaya yang dikeluarkan, OTP WhatsApp jelas memiliki banyak keuntungan dibandingkan OTP SMS. Untuk itu, beralih ke OTP WhatsApp merupakan langkah yang perlahan mulai diambil banyak perusahaan.

Dengan sistem keamanan end-to-end encryption, keamanan pesan di WhatsApp dapat terjamin di beberapa sisi. Terlebih lagi, tidak ada lagi OTP yang terhambat masuk. Bukankah sudah jelas, mana yang lebih baik untuk perusahaan Anda?

So, jangan sungkan untuk menghubungi agen kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang SendTalk, kami akan menunggu Anda.

Langkah untuk Menjadi Product Designer

Pada artikel sebelumnya, kami pernah membahas tentang apa itu product design. Kali ini kita akan membahas seseorang yang melakukan product design, yaitu product designer. Seorang product designer bertanggung jawab atas pengalaman pengguna yang menggunakan produk, biasanya menerima arahan berdasarkan tujuan dan sasaran bisnis dari manajemen produk. Meskipun sering dikaitkan dengan aspek visual suatu produk, product designer terkadang juga berperan lebih dibandingkan itu.

Sederhananya, seorang product designer bertanggung jawab atas fungsi produk serta pengalaman pengguna. Mereka harus mempertimbangkan kebutuhan bisnis dan konsumen. Tujuan product designer adalah menjawab pertanyaan berikut ini:

Menurut Hubspot, product designer berpengalaman dalam berbagai bidang desain dan harus mengawasi seluruh produk. Mereka harus memahami tujuan bisnis, mengetahui (dan mematuhi) anggaran, dan berusaha mengidentifikasi dan mengatasi masalah dengan produk. Mereka fokus pada pengalaman pengguna, desain teknis, pemasaran, dan banyak lagi. Dan tentu saja, mereka harus berpegang pada kerangka waktu yang ketat (deadline).

Tanggung Jawab Utama dari Product Designer 

Tanggung jawab utama product designer adalah memperhatikan pengalaman pengguna. Namun, menurut Workable, product designer juga memiliki tanggung jawab lain seperti, menggunakan produk termasuk menentukan spesifikasi produk, membuat gambar digital atau cetak, dan merancang produk yang berfungsi penuh. Berikut adalah sebuah daftar tanggung jawab product designer yang Workable berikan yang biasa sering dijadikan acuan.

Kualifikasi dan Skill yang diperlukan Product Designer

Hal Penting yang Perlu Diingat Tentang Desain Produk

Sebuah produk bukan hanya sesuatu yang bermaterial atau bisa dipegang, tetapi suatu produk bisa berupa software, aplikasi, atau web. Menurut Thinkful, product designer harus memiliki keterampilan seperti berikut ini terutama ketika ingin mendesain suatu produk yang digital.

1.Pengumpulan Informasi

Saat membuat produk digital, Anda harus memahami cara mengatur dan menyimpan semua data dan informasi yang Anda miliki, dari desain mockup dan riset minat atau keinginan pengguna. 

2.Pembuatan Prototipe & Pengujian Pengguna

Untuk memastikan produk digital yang Anda buat benar-benar sebanding dengan biaya anggarannya, dalam waktu dan uang, product designer  perlu mengetahui cara membuat prototipe dan melakukan pengujian pengguna untuk mengukur kinerja sebelum produk dirilis. Uji coba ini memungkinkan lebih banyak insight dan memberi Anda kesempatan untuk menggunakan keterampilan Anda dalam memecahkan masalah. Setelah Anda melakukan uji coba, Anda bisa mengulang kembali produk Anda

3.Desain Visual

Product designer membutuhkan sejumlah besar keterampilan desain visual untuk mengekspresikan secara visual seperti apa produk itu nantinya. Keterampilan termasuk memahami tipografi, teori warna, dan lainnya. Tidak hanya memikirkan fungsi produk, product designer juga harus memikirkan tampilan produk, seperti apakah produk itu menarik dilihat atau tidak.

4.Desain Front-end

Akan sangat bagus jika product designer mengetahui bahasa pemrograman front-end seperti HTML, CSS, dan JavaScript jika ingin membuat web. Anda tidak perlu menjadi ahli pengkodean, tetapi keterampilan ini penting jika Anda ingin maju dalam karir Anda.

Jenjang Karir Product Designer

Product Design Tools Terbaik 2021 (dan Cara Menggunakan nya!)

Jika Anda tertarik dengan karier ini, Anda harus inovatif, berpikir kritis, komunikator yang kuat, dan pemain tim. Menggunakan kreativitas dan kemampuan analitis, Anda dapat merancang produk baru yang membangun brand suatu bisnis. Anda juga dapat meningkatkan desain produk sehingga lebih ramah pengguna, menarik, aman, dan efisien.

Menurut Hired, sebagian besar perusahaan mencari product designer dengan pendidikan formal di bidang desain produk atau bidang teknis seperti teknik, interaksi manusia-komputer, ilmu komputer, atau desain industri. Anda juga harus berpengalaman dalam teknologi informasi dan perangkat lunak desain produk seperti AutoCAD, Adobe Illustrator, Autodesk Alias dan 123D Design.

Jika Anda memiliki pengalaman sebagai Asisten Desain atau pernah kursus untuk memperdalam ilmu, Anda bisa mendapatkan pekerjaan sebagai Junior Product Designer. Dalam pekerjaan ini, Anda akan membantu tim untuk mengembangkan produk baru yang kompetitif, membangun model atau prototipe, dan mengelola langkah selanjutnya untuk menyerahkannya kepada pengembang. Anda juga dapat membantu desainer tingkat senior dalam melakukan penilaian kebutuhan, menyusun dokumen untuk presentasi dan berpartisipasi dalam tinjauan desain.

Product designer sering berganti posisi untuk maju di lapangan dan mempelajari lebih lanjut tentang profesinya. Untuk tumbuh dan mendapatkan lebih banyak tanggung jawab, Anda harus menjadi ahli dalam jenis produk tertentu. Setelah itu, Anda bisa menjadi Senior Product Designer.

Desainer di tingkat senior akan memimpin proyek desain, mengelola dokumentasi, dan berpartisipasi dalam peluncuran produk. Namun, Anda harus mempunyai pengalaman minimal 3 tahun di bidang tersebut. Anda juga harus memahami pemasaran produk, pencitraan merek, praktik pengemasan, dan standar industri.

Bekerja sebagai Senior Product Designer, Anda akan memperoleh keterampilan manajerial yang berharga yang akan berguna sepanjang karier Anda. Langkah selanjutnya mungkin untuk mengamankan posisi sebagai Manajer Desain Produk dan berpotensi menjadi Wakil Kepala Tim Produk & Desain. Dalam level ini, Anda akan merekrut, mempekerjakan, dan mengawasi upaya tim desain yang mencakup insinyur, manajer produk, peneliti, dan pemangku kepentingan. Anda juga harus mau dan bersemangat dalam mendampingi dan mengembangkan bakat product designer baru.

Peran Product Designer di Perusahaan

Product designer tidak boleh menjadi orang luar, dari suatu perusahaan. Inilah sebabnya, daripada mengerjakan proyek terbaru dalam fase desain, product designer secara aktif terlibat dalam semua fase produk: mulai dari penemuan, ide, pengiriman, hingga pengulangan.

Product designer memainkan peran penting di seluruh proses, ia memainkan peran yang mewakili pengguna dan mengadvokasi kebutuhan mereka. Tim product designer tidak akan tahu apa yang harus dibangun tanpa memahami kebutuhan penggunanya. Akan sulit bagi tim untuk menganalisis kinerja produk dalam produksi tanpa memiliki pemahaman yang baik tentang mengapa, tanpa mengetahui konteksnya. Inilah sebabnya mengapa product designer harus disertakan dalam semua percakapan terkait produk.

Product designer adalah mitra pemikiran strategis bagi rekan tim produk mereka. Desain hanya dapat berdampak jika bekerja dalam kemitraan erat dengan tim product management and engineering. Ini membantu product designer menciptakan solusi yang berharga, dapat digunakan, dan layak.

Artinya tim product designer akan:

Menjadi Product Designer yang Handal

Product designer

Product designer  harus mengawasi produk dari awal mula produk itu dirilis hingga masa depannya. Memahami tujuan bisnis, anggaran, dan hal-hal manajemen lainnya. Mereka juga harus mencari masalah pada produk dan mencari jawaban seperti mengapa terjadi masalah ini? Bagaimana mengatasi masalah tersebut? Bagaimana bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat mungkin?

Hal-hal yang perlu Anda ketahui jika ingin menjadi product designer yang handal adalah

1.Pahamilah Pelanggan Anda dan Seimbangkan dengan Bisnis Anda

Tentunya sebagai product designer Anda ingin mengenal pelanggan Anda sebaik-baiknya. Untuk itu, Anda perlu melakukan survey, wawancara, dan menganalisis ribuan jawaban. Hal ini dilakukan agar produk Anda sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.

Namun di sisi lain, ada bisnis yang Anda geluti. Dan bisnis itu mengharapkan Anda untuk meningkatkan produk dengan cara yang bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Maka dari itu, Anda perlu mencari keseimbangan yang sempurna antara sumber daya, waktu, dan anggaran Anda untuk menghasilkan produk terbaik dari sudut pandang pengguna.

2.Selalu berusaha untuk berkembang

Product designer yang baik adalah seseorang yang terdorong untuk meningkatkan produk, seperti memperhatikan detail, memperhatikan, dan melakukan revisi. Mereka akan selalu memperhatikan feedback pelanggan dan menggunakannya sebagai motivasi untuk mengembangkan produk.

Product designer yang handal akan menggunakan sumber daya apa pun yang tersedia untuk mengumpulkan feedback sebanyak mungkin untuk membuat produk lebih efektif. Setelah itu, mereka akan membuat produk yang berikutnya lebih baik. Tidak ada desainer yang pernah puas dengan kondisi yang sama.

3.Jangan terlalu terobsesi dengan kesempurnaan

Anda mungkin memiliki banyak ide, banyak tes untuk dijalankan dan konsep untuk divalidasi, tetapi ini adalah putaran tak terbatas yang perlu Anda tinggalkan. Selesaikan tugas Anda dan kirimkan ke divisi selanjutnya. Lebih baik 90% keluar dibandingkan 100% terjebak dalam putaran itu.

Tugas Anda sebagai product designer adalah menyampaikan, mengumpulkan feedback, dan mengulang. Tugas Anda bukanlah untuk menyempurnakan "sesuatu yang luar biasa".

Tidak peduli apa yang telah Anda kerjakan hari itu, berapa banyak pertemuan yang Anda lakukan, wawancara pengguna yang dilakukan. Pada akhirnya, Anda harus menyampaikan sesuatu yang berguna di saat deadline. Jika Anda tidak dapat mengirimkan apapun, Anda akan menghambat alur kerja bisnis Anda.

4.Selalu mengikuti perkembangan teknologi

Mengerjakan proyek yang melibatkan teknologi baru tentunya akan menghadirkan tantangan bagi desainer. Bahkan ketika Anda memahami apa yang ingin dicapai pengguna, ada kendala yang disebabkan oleh kecanggihan teknologi.

Meskipun teknologi terus berkembang, untungnya banyak prinsip desain yang selalu berlaku. Mengerjakan sesuai keinginan pelanggan dan menyelesaikan masalah di garis depan pekerjaan tetap benar terlepas dari media atau teknologi yang Anda gunakan.

Untuk desainer yang mencoba mencari cara untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi, penting untuk bekerja dan belajar dari para ahli. Membaca artikel tentang teknologi baru juga merupakan cara terbaik untuk tetap mendapatkan informasi. Meskipun tidak ada yang dapat memprediksi teknologi baru apa yang akan muncul untuk membentuk kehidupan dan pengalaman kita sehari-hari, peran utama desainer kemungkinan akan terus berlanjut dalam hal ini.


Setelah mengetahui informasi ini, Anda tentunya sudah mempunyai bayangan jika ingin menjadi product designer. Salah satu hasil product designer yang bisa kalian amati adalah OneTalk. Hasil desain yang dimiliki OneTalk dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan, melalui proses desain yang matang, dan unik. Hal ini bisa dicapai karena tim product design OneTalk selalu mendengarkan feedback dari pelanggannya dan selalu mengikuti perkembangan teknologi.

Effective Ways to Increase Sales during Pandemic

The ongoing COVID-19 pandemic storms have proved to be very effective in significantly changing consumer behavior. Most of the middle class and above (the middle class) withhold spending or spending in response to economic uncertainty and the risk of recession. 

The impact of this behavioral change is very clear, household consumption spending has fallen sharply and has contributed significantly to the decline in economic growth in the second quarter and will continue in the third quarter. Even the IMF has officially stated that the COVID-19 Pandemic has become a global economic crisis marked by many countries on the brink of recession.

Given that the COVID-19 pandemic is forcing people to stay more at home so as not to catch the virus. Most of the activities take place online at home, both work, school and shopping. Business players are expected to learn digital marketing strategies to advance their business in a pandemic like this.

This is the right moment for business owners to maximize the marketing process with the help of digital marketing or online marketing services that will deliver a lot of benefits. Commercials in national media will make the product better known to the public. Given that in this digital era, competition is getting tougher. The number of e-Commerce is a breath of fresh air for online businesses.

Doing business through online is actually not difficult. As long as you master the market and have a good digital marketing strategy, the business will continue to exist. Supported by current conditions, more buying and selling activities are carried out online.

Online business requires you to master digital marketing and social media. If it is too difficult to learn, you can go to digital marketing services or other third party services that could help you with your sales. 

Now let's discuss the conveniences that you can benefit from to increase sales. Even in the current crisis, you can actually develop a powerful sales strategy to sustain your business growth during a pandemic and respond to changes in consumer behavior that have changed as a logical consequence of the COVID-19 pandemic.

  1. Make it Affordable and Reachable!

The first strategy that you can adapt to your business, is to make the products or services that you sell easily accessible and affordable. For example, by providing easy payments, extending installment periods, reducing down payments, reducing packaging and increasing the number of payment options. 

With this first strategy, even when customer purchasing power is declining, you don't need to reduce prices too drastically. This is because it's going to make cash flow critical. Conversely, this strategy will make your product or service appear friendly and empathetic to the financial condition of the customer, which is generally very difficult in a pandemic like today.

  1. Develop More Specific and Unique Customer Segmentation

The second trendy sales strategy is to develop a more specific and unique customer segmentation. For example, you can make customer segments on the basis of their purchasing power, taste, where they live, and perhaps on the basis of their consumption behaviour. Performing Customer Segmentation will enable us to target customer targets with greater precision and matching accuracy.

The request, for example, is that you provide special discounts for fishermen's customers, workers' customers and informal workers who are currently struggling with purchasing power due to their reduced income. This second strategy has the power to keep cash flow even though the profit margin is declining, but not until it is completely eroded.

  1. Do The Green Ocean Strategy

The third Strategy is the Green Ocean Strategy. This strategy works by increasing the sales reach and distribution of new markets that are more potential and still competitively silent. This strategy is generally used by companies that have experienced saturation, aka stuck with a specific market or target customer, or it could be that your company is experiencing regulatory barriers that are making revenue worse. It is therefore advisable to find new areas with regulations that are more friendly and business-friendly.

Expansion is an example of the application of this strategy, which means enlarging the sales pie by targeting new markets or areas that are still green, or by shifting production to goods that are urgently needed by the community during the COVID-19 pandemic. The latest example is some entrepreneurs who started working on the production of PPE, masks and hand sanitizers at affordable prices and maintained quality, at the same time they moved to open the market for herbal products such as herbal medicine, which turned out to be greeted with great fanfare and generated luxurious sales and were able to help. People who need support to increase immunity. So it turns out to be convincingly proven that even in difficult times like now, you can avoid bankruptcy or get stuck with complicated debts and don't have to run around chasing credit-collecting bandits.

  1. Narcissistic Selling Strategy

The fourth strategy that you can use to keep the business alive in times of crisis, is called the Narcissistic Selling Strategy. Namely, increasing the availability (availability) of your product or service at every corner of the opportunity in the market, both the conventional market (offline) and the online sales platform.

That is, how can your product be everywhere, easy to find even in unexpected locations. This is very important because during a pandemic, customers are generally too lazy to go far to get the goods or products they are looking for. 

But if it turns out that you are able to make the product or service narcissistic, then this is really beneficial for the product to be purchased immediately because it is easy to find, especially if it turns out that the product has a price that is easily accessible to customers, such as in the First Trendy Sales Strategy. 

So how do you keep your products and services narcissistic and exist in most markets or sales platforms? It's very easy and there are many alternatives, the choice that is often used is to do a partnership or deposit goods. Another name is consignment. This fourth strategy, when combined with the three strategies above, will certainly have a tremendous impetus for increasing your sales.

  1. Humble Strategy

The fifth or last strategy to increase sales during pandemic  is the Humble Strategy. Maybe you are not familiar with this term, but I am sure that you will understand how it is implemented after this article.

This fifth strategy explains how the products and services that you market are easy for customers to feel and touch. So, they first feel the benefits and differences and the value that will be obtained from these products or services before finally deciding to choose or buy.

What is an example of this understated strategy? Recently a lot of people opened online training classes for free or for free. The goal is none other than so that some prospects, prospective clients or even existing clients gain insight and benefits about the new training module The 10 Habits of Highly Productive People. As a result, after participating in the free training, prospective buyers become aware and know that they need the product or training module, so for the second pull of course they have to buy and pay.

These five effective strategies are developed in such a way that to ensure that even in the challenging conditions during the pandemic, you are still able to survive and even grow sales, so that you can successfully pass through these difficult times with confidence. 

Besides strategy, there is one more addition you should have in your sleeves to boost your sales. Can you guess what it is? Yep! Customer Service. Great customer service is a requirement for a smooth online transaction because there is practically no human interaction face to face. So you should support all your customers’ needs with a balanced customer service. Your agent or your representatives should have a great knowledge about your product and exudes sympathy and empathy when they serve your customers.

Omnichannel can help you serve better customer service. This service helps you build a good relationship between you and your customers virtually. OneTalk is an Omnichannel Customer Engagement product from TapTalk.io that could integrate multiple messaging platforms for your sales, marketing, and support. 

When you need to be a proactive party to your customers, you can reach them first with the Start New Conversation feature that allows you to start a case so that your business can reach your customer first. You can use this feature just by entering your destination number.

But worry not! There are a lot of features that could also support your business so that it could enhance your customer service. Messages and complaints are integrated in a Single Dashboard, so this makes your customer service easy to manage. Various messaging platforms are supported with this service so your agent (or even agents!) can immediately answer them. Supported platforms in OneTalk are Telegram, LINE, Twitter, WhatsApp, e-mail, etcetera.

OneTalk also enables you to reach your customer all at once with the Broadcast Message feature. This will allow you to send messages to multiple recipients and even support various types of files, such as Images and Videos.

If you want to delve deeper with our feature, contact our agent and ask everything you want to dig. We will anticipate your messages!

Hal Penting yang Perlu Diingat Tentang Desain Produk

Sebuah bisnis hanya ada jika mereka memiliki produk atau memberikan layanan jasa. Dengan demikian, keberhasilan bisnis apa pun bergantung pada pentingnya produk (atau layanan) dan bagaimana bisinis tersebut dapat terhubung ke pelanggan potensial.

Namun, tidak semua produk merupakan sesuatu yang bisa kita sentuh atau bahkan bisa dilihat di toko offline. Istilah produk juga berlaku untuk sesuatu yang digital, contohnya aplikasi, situs web, dan lainnya

Desain produk merupakan bagian integral dari pembentukan bisnis. Hal ini membentuk masa depan bisnis Anda sejak awal dan dapat menjadi penentu untuk keberlanjutannya. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Paper and Packaging Board dan IPSOS untuk National Packaging Design Day, 7 dari 10 (72%) konsumen setuju bahwa desain kemasan dapat mempengaruhi keputusan pembelian mereka.

Desain produk juga menentukan value brand dan persepsi pelanggan. Desain produk juga penting untuk bisnis atau brand karena produk mereka membedakan brand miliknya dengan brand yang lain.

Jadi, desain produk adalah sebuah proses yang digunakan oleh desainer untuk memadukan kebutuhan pelanggan dengan tujuan bisnis yang membantu brand membuat produk yang sukses secara konsisten. Intinya, desainer produk bekerja untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan dalam dan membantu brand mereka dengan membuat produk berkelanjutan.

Contoh kasus pentingnya desain produk, misalnya saat Anda ingin membeli handphone. Bentuk, berat, fungsionalitas, dan tampilan handphone A berbeda dari handphone B. Pasti, nilai dan kepuasan yang dihasilkan pelanggan saat ingin membeli berbeda. 

Ketika memikirkan produk atau fitur, desainer harus memahami tujuan bisnis dan mampu menjawab pertanyaan berikut terlebih dahulu:

  1. Masalah apa yang kita pecahkan?
  2. Siapa yang punya masalah ini?
  3. Apa yang ingin kita capai?

Dalam melakukan desain produk, terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:

  1. Desain produk harus sesuai dengan tujuan utama yang ditentukan bisnis Anda.

Ketika mendesain sebuah produk, tidak ada yang namanya satu solusi yang cocok untuk semua permasalahan. Produk yang didesain harus disesuaikan dengan kebutuhan khusus proyek, baik bisnis maupun fungsional. Misalnya, Anda ingin membuat produk yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan mudah dibawa (handphone). Pastikan selama proses desain ide itu tidak terlupakan. Jangan sampai ketika Anda mendesain, Anda tiba-tiba terpikir untuk mendesain produk yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dan bisa mempermudah segalanya (komputer). Kedua benda tersebut memang memiliki fungsi yang mirip, tetapi anggaran dan proses yang diperlukan tentunya berbeda dari tujuan utama bisnis Anda.

Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi proses desain produk, seperti

Orang yang akan menggunakan produk tersebut adalah pelanggan Anda. Jadi, penting untuk mengetahui apakah produk Anda memenuhi keinginan atau kebutuhan mereka.

Seorang desainer produk harus merancang produk berkualitas tinggi dengan memperhatikan anggaran yang sudah diberikan.

Biasanya orang ingin membeli barang yang baru daripada yang lama. Desainer dapat memanfaatkan tren terbaru dalam merancang produk sehingga sesuai dengan pasar tertentu yang telah diidentifikasi oleh riset pasar. Karena kebutuhan dan keinginan orang-orang cenderung berubah dengan cepat, desainer produk dapat memanfaatkan perubahan ini dengan meningkatkan produk sesuai dengan tren terkini.

Daya tahan produk sepenuhnya tergantung pada bagaimana penggunaan produk oleh pelanggan. Daya tahan suatu produk bergantung langsung pada bahan yang Anda dipilih, proses pembuatan dan kebijakan mutu. Setelah memutuskan masa pakai produk yang diinginkan, tim desain produk harus menentukan pasar yang ditargetkan dan penggunaan produk.

Produk sering kali dirancang untuk memiliki tampilan yang keren. Produk yang unggul secara fungsional dan visual akan membedakan Anda dari para pesaing. 

  1. Desain Produk bukanlah proses yang linear

Banyak orang mengira desain adalah proses linier yang dimulai dengan mendefinisikan produk dan diakhiri dengan pengujian. Namun, anggapan itu salah. Dalam proses desain, terdapat fase yang sering kali bertumpang tindih, dan biasanya ada banyak proses bolak-balik. Saat tim produk mempelajari lebih lanjut tentang masalah yang dipecahkan, pengguna dan detail proyek (terutama kendala), mungkin perlu untuk meninjau kembali beberapa penelitian yang dilakukan atau mencoba ide desain baru.

Umumnya, proses desain terdiri atas langkah-langkah berikut:

Ini adalah salah satu fase terpenting dari desain produk yang bahkan dilakukan sebelum proses desain dimulai. Sebelum Anda mulai membangun sebuah produk, Anda perlu memahami konteks keberadaannya. Pada fase ini, tim produk harus menentukan visi produk dan strategi produk. Terdapat suatu peribahasa yang menggambarkan hal ini, “Visi tanpa tindakan adalah angan-angan. Aksi tanpa visi adalah mimpi buruk”

Setiap proyek desain membutuhkan visi yang menentukan arah dan memandu tim pengembangan produk. Visi terdiri atas informasi penting yang harus diketahui oleh tim produk untuk mengembangkan dan meluncurkan produk yang sukses. Visi membantu membangun pemahaman bersama tentang apa yang bisa Anda bangun dan apa yang tidak bisa dibangun. 

Namun, visi hanyalah setengah dari gambaran. Separuhnya lagi adalah strategi. Strategi produk menentukan perjalanan produk. Dengan adanya strategi, Anda dapat menyesuaikan arah desain produk Anda.

Setelah visi ditentukan, riset produk akan memberikan separuh lainnya dari fondasi untuk desain yang hebat. Untuk memaksimalkan peluang sukses Anda, lakukan penelitian yang mendalam sebelum membuat keputusan produk apa pun.

Riset yang baik menginformasikan keputusan desain produk Anda. Jika Anda mendapatkan fakta atau sesuatu yang diketahui lebih awal, Anda akan menghemat banyak sumber daya (waktu dan uang) di masa mendatang (karena lebih sedikit penyesuaian yang perlu dilakukan). Dengan riset desain yang solid, menjual ide Anda kepada pemangku kepentingan juga akan jauh lebih mudah.

Jika Anda tidak mengenal pelanggan Anda, bagaimana Anda bisa menciptakan produk yang hebat untuk mereka?

Riset pengguna yang baik adalah kunci untuk merancang pengalaman pengguna yang baik. Melakukan riset pengguna memungkinkan Anda memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pengguna Anda. Dalam hal penelitian produk, Anda bisa melakukan wawancara, survei (baik secara online maupun offline), riset kompetitor.

Pada fase ini anggota tim desain akan bertukar pikiran tentang berbagai ide kreatif yang membahas tujuan proyek. Selama fase ini, sangat penting untuk tidak hanya menghasilkan ide, tetapi juga memastikan bahwa asumsi penting suatu desain itu valid.

Tim desain memiliki banyak teknik untuk membuat ide, mulai dari membuat sketsa (yang membantu untuk memvisualisasikan seperti apa tampilan beberapa aspek desain), hingga storyboard (yang digunakan untuk memvisualisasikan keseluruhan interaksi dengan suatu produk).

Setelah fase membuat ide, tim desain harus memiliki pemahaman yang jelas tentang apa yang ingin mereka bangun. Selama fase merancang, tim desain akan mulai membuat solusi untuk memecahkan masalah yang dimiliki pelanggan dan menerapkan konsep.

Pembuatan prototipe menjadi bagian dari fase ini. Prototipe adalah model eksperimental dari sebuah ide yang memungkinkan Anda mengujinya sebelum membuat produk yang lengkap. Salah satu proses pembuatan prototipe yang paling efisien adalah pembuatan prototipe cepat. Proses pembuatan prototipe dapat digambarkan melalui tiga tahapan, yaitu:

Fase pengujian dan validasi membantu tim produk memastikan konsep desain berfungsi sebagaimana mestinya. Biasanya, fase validasi dimulai saat desain telah disempurnakan. Mirip dengan fase penelitian produk, fase ini juga bervariasi antar proyek atau saling bertumpang tindih.

Anda dapat melakukan pengujian produk menggunakan tim Anda sendiri. Namun, akan lebih baik jika Anda melakukan pengujian langsung pada calon pengguna Anda. Menurut Nielsen Norman Group, ide dasar di balik uji kegunaan adalah untuk memeriksa apakah desain produk bekerja dengan baik sesuai dengan target pengguna produk Anda. Mengumpulkan dan menganalisis feedback dari pengguna akan membantu tim desain menyempurnakan produknya dan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Hanya karena sebuah produk telah diluncurkan secara resmi bukan berarti proses desain produk telah selesai. Faktanya, desain produk adalah proses berkelanjutan yang terus berlangsung selama produk digunakan. Tim akan mempelajari dan meningkatkan produk, setelah banyak menerima feedback dan review dari penggunanya.

  1. Desain produk adalah proses yang tidak pernah berakhir

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, proses desain bukanlah hal yang hanya dilakukan satu kali selesai, dan desainer tidak boleh berasumsi bahwa mereka akan mendapatkan segalanya dengan sempurna sejak awal. Untuk merancang produk yang sukses, tim perlu mengadopsi proses perbaikan yang berkelanjutan. Misalnya, selalu mencoba untuk menyempurnakan produk berdasarkan feedback pelanggan. Dengan begitu, bisnis Anda bisa meraih lebih banyak pelanggan dari produk yang sudah disempurnakan.

  1. Desain produk didasarkan pada komunikasi

Dalam mendesain sebuah produk, perlu dilakukan komunikasi baik antara tim Anda atau dengan pelanggan Anda. Ide terbaik akan gagal jika tidak mendapat persetujuan dari tim dan pemangku kepentingan. Itulah mengapa desainer produk terbaik adalah komunikator yang hebat. Komunikasi dari pelanggan berupa feedback juga perlu dilakukan agar produk Anda sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.

Product Design Tools Terbaik 2021 (dan Cara Menggunakan nya!)

Intinya, hal terpenting yang harus diingat saat mendesain produk adalah desain itu untuk pengguna. Untuk mendesain produk hebat, Anda harus memberikan fitur yang tepat, dengan memberikan pengalaman pengguna yang tepat sesuai dengan target Anda. Jadi, tentukan audiens target Anda, kemudian teliti masalah mereka, dan, terakhir, fokuslah dalam membangun produk yang memecahkan masalah tersebut. 

Ingat! suatu produk bukanlah hanya suatu benda yang bisa disentuh, tetapi juga bisa suatu software, aplikasi, atau website. Produk ini juga perlu memperhatikan hal-hal yang telah kami sampaikan. 
Semua produk di OneTalk selalu memperhatikan empat hal penting tersebut. Hal ini OneTalk agar pelanggan selalu mendapatkan yang terbaik dan selalu mendapatkan produk yang mengikuti tren yang ada. Desain yang dimiliki OneTalk dibuat sesuai dengan kebutuhan pelanggan, authentic, dan melalui proses desain yang matang. OneTalk juga selalu mendengarkan feedback dari pelanggannya untuk selalu bisa menyempurnakan produknya.

Apakah produk itu? Sampai saat ini istilah tersebut hanya digunakan dalam kaitannya dengan sesuatu yang material dan sering ditemukan di toko retail. Di masa kini, produk juga dapat berarti produk digital. Aplikasi dan situs web adalah produk modern.

Dalam hal membuat produk hebat, desain adalah "fitur" yang paling penting. Kami telah melangkah ke tahap di mana desain produk mendominasi - itulah yang membedakan perusahaan dan memberikan keunggulan nyata atas pesaing.

Apakah Anda seorang desainer, pengembang, manajer produk, manajer program, manajer pemasaran, atau manajer proyek, penting untuk memahami (dan memiliki panduan referensi) proses pengembangan produk untuk menciptakan karya terbaik Anda.

Dalam artikel ini, kita akan fokus membahas prinsip dan pendekatan utama yang akan membantu Anda merancang produk hebat. Tim TapTalk.io akan mulai dengan hal-hal global (seperti apa desain produk itu) dan mulai dari fase individual desain produk (seperti penelitian, ideasi, pengujian, dan validasi).

Apa itu Product Design?

Product Design atau Desain produk  adalah proses mengidentifikasi peluang pasar, mendefinisikan masalah dengan jelas, mengembangkan solusi yang tepat untuk masalah itu dan memvalidasi solusi dengan pengguna yang sebenarnya. Desain produk adalah proses mengidentifikasi peluang pasar, mendefinisikan masalah dengan jelas, mengembangkan solusi yang tepat solusi untuk masalah itu dan memvalidasi solusi dengan pengguna nyata.

Hubungan antara product design dan product

Kunci dari desain produk yang sukses adalah pemahaman tentang pelanggan end-user, orang yang menjadi tujuan pembuatan produk. Desainer produk mencoba memecahkan masalah nyata untuk orang-orang nyata dengan menggunakan empati dan pengetahuan tentang kebiasaan, perilaku, frustasi, kebutuhan, dan keinginan calon pelanggan mereka.

Desain produk bisa menjadi pekerjaan yang menuntut dan rumit. Biasanya, lebih banyak tanggung jawab dan pengalaman khusus berarti gaji yang lebih tinggi. Sebagai seorang desainer dan penasihat level atas, Anda dapat menyarankan alternatif yang layak untuk keputusan perusahaan yang berpandangan pendek dan menantang hambatan seperti maksima lokal UX. 

Penting untuk diingat bahwa kesamaan antara desainer produk dan desainer UX terkadang mengarahkan merek untuk memiliki definisi yang berbeda tentang peran desainer produk dan tugas yang mereka harapkan. Oleh karena itu, beberapa organisasi mungkin gagal membedakan diri dari desainer UX, sementara yang lain mungkin memuat lebih banyak tanggung jawab ke dalam deskripsi pekerjaan. Dalam beberapa kasus, seperti startup, Anda mungkin bertindak sebagai setengah dari tim desain bersama seorang pengembang.

Dengan detail desain produk di atas, desain produk akan berpengaruh dengan produk yang dihasilkan yang juga akan memenuhi kebutuhan yang paling tepat bagi pelanggan Anda, atau pasar Anda. Jika desain produk dilakukan dengan baik, maka produk yang dihasilkan adalah hasil yang optimal dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Proses Product design (thinking)

Design thinking adalah metode untuk penyelesaian masalah secara praktis. Awalnya diciptakan oleh David Kelley dan Tim Brown dari IDEO, pemikiran desain telah menjadi pendekatan populer untuk menciptakan produk. Pendekatan ini merangkum metode dan ide desain yang berpusat pada manusia menjadi satu konsep terpadu.

Desainer yang baik selalu menerapkan desain thinking ke desain produk (baik fisik atau digital) karena berfokus pada pengembangan produk end-to-end dan bukan hanya bagian "fase desain".

Saat memikirkan produk atau fitur, desainer harus memahami tujuan bisnis dan mampu menjawab pertanyaan berikut terlebih dahulu:

Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini membantu desainer memahami pengalaman pengguna suatu produk secara keseluruhan, bukan murni interaksi (rasa) atau visual (tampilan) bagian dari desain. Hanya setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, masuk akal untuk pindah ke menemukan solusi untuk masalah tersebut.

Menemukan solusi untuk masalah tersebut mencakup lima fase berikut:

product designers
  1. Berempati (empathize)

Pelajari tentang orang-orang yang Anda rancang. Lakukan penelitian untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang pengguna Anda.

  1. Menetapkan (Define)

Buat sudut pandang yang didasarkan pada kebutuhan dan wawasan pengguna.

  1. Membentuk pengertian (Ideate)

Lakukan curah pendapat dan hasilkan solusi kreatif sebanyak mungkin. Hasilkan berbagai solusi potensial dengan memberi diri Anda dan tim Anda kebebasan total.

  1. Prototipe (Prototype)

Buat prototipe (atau rangkaian prototipe) untuk menguji hipotesis Anda. Membuat prototipe memungkinkan desainer melihat apakah mereka berada di jalur yang benar, dan sering kali memicu ide berbeda yang tidak akan Anda pikirkan sebelumnya.

  1. Uji (Test)

Lakukan uji kembali ke pengguna Anda untuk mendapatkan umpan balik.

Proses Desain / Design Process

Sekarang, dengan pemahaman tentang apa itu design thinking, saatnya menentukan proses desain. Proses desain adalah serangkaian langkah yang diikuti tim produk selama perumusan produk dari awal hingga akhir. Memiliki proses desain yang terstruktur dengan baik dan solid sangat penting karena dua alasan: Ini membantu Anda tetap fokus dan membantu Anda tetap pada jadwal.

Meskipun tidak mungkin menyediakan proses desain universal yang cocok untuk semua proyek, aliran umum untuk merancang produk baru masih dapat dijelaskan. Alur ini mencakup langkah-langkah berikut:

  1. Mendefinisikan visi produk
  2. Riset produk
  3. Analisis pengguna
  4. Membuat ide
  5. Rancangan
  6. Pengujian dan validasi
  7. Aktivitas pasca peluncuran

Empat Hal Penting Yang Perlu Diingat Tentang Desain Produk

desain produk yang baik
Desain Produk

1. Proses Perubahan Harus Sesuai Dengan Proyek

Dalam hal proses desain produk, tidak ada solusi yang cocok untuk semua. Proses yang digunakan harus disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan khusus proyek, baik bisnis maupun fungsional. Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses desain:

Proses yang disesuaikan dengan kemampuan bisnis dan pengguna adalah yang paling efektif. Jadi, gunakan apa yang terbaik untuk proyek Anda, singkirkan sisanya, dan kembangkan proses desain Anda saat produk berkembang.

2. Desain Produk Bukanlah Sebuah Proses Linear

Banyak tim produk berpikir bahwa desain adalah proses linier yang dimulai dengan menentukan produk dan diakhiri dengan pengujian. Tapi anggapan itu salah. Fase-fase proses tersebut seringkali memiliki banyak tumpang tindih, dan biasanya ada banyak proses bolak-balik. Saat tim produk mempelajari lebih lanjut tentang masalah yang dipecahkan, pengguna dan detail proyek (terutama kendala), mungkin perlu untuk meninjau kembali beberapa penelitian yang dilakukan atau mencoba ide desain baru.

3. Desain Produk adalah Proses Yang Tidak Pernah Berakhir

Tidak seperti bentuk desain yang lebih tradisional (seperti desain cetak), proses desain untuk produk digital bukanlah hal yang hanya dilakukan satu kali, dan desainer tidak boleh berasumsi bahwa mereka akan mendapatkan segalanya dengan sempurna sejak awal. Implementasi sering mengungkapkan kesenjangan dalam desain (misalnya, asumsi buruk tentang penggunaan produk, yang sulit diprediksi tanpa pengiriman produk).

Untuk merancang produk yang sukses, tim perlu mengadopsi proses perbaikan yang berkelanjutan. Desain berulang mengikuti gagasan bahwa desain harus dilakukan dalam siklus berulang: Ini adalah proses yang terus menyempurnakan dan menyempurnakan produk berdasarkan data masukan kualitatif dan kuantitatif dari pengguna Anda. Ini adalah peluang besar bagi desainer untuk melihat gambaran yang lebih besar, meningkatkan pekerjaan mereka berdasarkan umpan balik pengguna dan membuat produk secara inheren lebih berharga bagi pengguna.

4. Desain Produk Berdasarkan Komunikasi

Meskipun melakukan desain yang hebat adalah satu hal, mengkomunikasikan desain yang hebat sama pentingnya. Konsep terbaik akan gagal jika tidak mendapat persetujuan dari tim dan pemangku kepentingan. Itulah mengapa desainer produk terbaik adalah komunikator yang hebat.

Desain Produk yang Baik

kriteria desain produk yang baik

Ada beberapa kriteria sederhana yang menjadikan sebuah produk memiliki desain produk yang baik.

1. Itu Harus Berguna

Setiap komponen desain harus memiliki tujuan. Harus ada gunanya. Jika tidak ada, Anda harus mempertimbangkan dengan sangat serius apakah elemen tersebut harus disertakan dalam desain atau tidak. 

2. Fungsi di atas Fitur

Sebagai seorang desainer produk, Anda perlu fokus pada fungsi daripada fitur. Sangat mudah bagi produk hebat untuk terjebak dengan terlalu banyak lonceng dan peluit. Sebagai seorang desainer, Anda mungkin akan senang melihat betapa serbaguna desain Anda. Pikirkan tentang tujuan produk Anda. Apa pernyataan misi Anda? Apa mandat Anda sebagai desainer?

3. Tetap Fokus

Tujuannya agar produk Anda menjadi populer sehingga orang akan membelinya. Artinya, perusahaan harus bersaing dalam lingkungan pasar yang kompetitif. Sangat jarang ada produk yang berhasil sebagai jack of all trade. Untuk menyudutkan ceruk pasar, Anda ingin fokus pada satu kebutuhan konsumen dan Anda ingin menawarkan cara terbaik bagi konsumen untuk memuaskannya.

4. Pecahkan Masalah Nyata

Setiap produk yang sukses menjadi populer karena memecahkan masalah yang ada. Jika produk Anda tidak memecahkan masalah, maka itu menjadi sebuah karya seni - dan mungkin bukan salah satu galeri yang akan tertarik. Masalahnya harus menjadi masalah yang ada, harus sesuai dengan kebutuhan yang sudah dirasakan .

Proses desain harus dimulai dengan masalah dunia nyata tertentu dan harus berkembang dari sana dengan tujuan mengatasinya.

5. Estetika Itu Penting

Tampilan dan nuansa produk konsumen sama pentingnya dengan desain yang baik sebagai fungsionalitas. Ini berlaku untuk perangkat lunak dan produk digital seperti untuk perangkat keras dan barang berwujud. Seorang desainer yang baik haruslah memiliki rasa estetika. Ini adalah salah satu area di mana desainer industri menunjukkan nilai mereka.

6. Memperhatikan Hal Detail

Hal-hal kecil memang penting. Sesuaikan, bentuk, poles - meskipun hal-hal ini mungkin tidak langsung menarik perhatian orang, efek kumulatif dari banyak ketidaksempurnaan dapat membuat semua perbedaan di dunia. Mendapatkan detail yang benar benar-benar dapat membuat konsumen terkesan, terutama di era produksi massal dan barang sekali pakai yang murah. Jika Anda memperhatikan detailnya, pembeli akan menyadarinya.

7. Desain yang Baik itu Sederhana

Pengguna harus dapat dengan cepat dan intuitif memahami bagaimana sebuah produk seharusnya bekerja. Anda tidak dapat menjamin bahwa mereka akan selalu menggunakannya seperti itu, tetapi Anda perlu memastikan bahwa produk Anda tidak rumit untuk digunakan.

8. Jadilah Inovatif

Agar siapapun tertarik dengan produk Anda, produk itu harus inovatif, dan harus inovatif dalam cara yang dapat terhubung dengan konsumen. Anda harus memiliki sudut pandang.

9. Desain Agar Tahan dalam Waktu yang Lama

Desain yang bagus itu abadi, dan jika Anda mendesain produk dengan baik, itu akan bertahan dalam ujian waktu. Produk tahan lama lebih berharga bagi konsumen, lebih baik bagi planet ini, dan merupakan bukti keterampilan perancang. Pikirkan semua barang vintage hebat yang Anda miliki di rumah atau saat tumbuh bersama. Barang antik, pakaian vintage, mobil tua - benda-benda ini masih bersama kita sampai sekarang karena orang yang merancangnya membuatnya tahan lama. Desain yang bagus tidak pernah ketinggalan zaman.

10. Desain Top Heavy

Saat mengerjakan desain Anda, penting untuk diingat bahwa fase akhir dari proses desain dapat menyita sebagian besar waktu dan usaha Anda. Mendapatkan produk dari hampir selesai hingga sepenuhnya selesai mungkin hanya 10% dari desain, tetapi ini dapat menghabiskan 50% energi Anda. 

Manfaat Product Design yang Baik untuk Bisnis

Menggunakan desain di seluruh bisnis Anda dapat membantu Anda dalam beberapa hal, yaitu:

Contoh Product Design Yang baik

Salah satu produk yang dianggap mengaplikasikan prinsip-prinsip desain produk yang baik adalah Cake browser. Cake Browser adalah peramban web seluler berbasis swipe yang dikembangkan oleh Cake Technologies, Inc., perusahaan rintisan teknologi yang didirikan pada 2016 di Provo, Utah. 

Browser yang baru diluncurkan secara global pada tahun 2018 ini menggunakan sistem Swipe untuk melihat hasil pencarian. Cake Browser menampilkan hasil pencarian sebagai halaman preloaded web dan bukan daftar link yang dapat diklik. Hasil dapat digeser di vertikal penelusuran standar, termasuk penelusuran web, penelusuran gambar, penelusuran video, berita, dan belanja. 

Jadi, inti poin penjualan Cake browser ini adalah semua hasil pencarian ditampilkan dalam bentuk seperti tab yang Anda swipe. Anda tidak perlu lagi kembali ke halaman hasil untuk beralih website, karena Anda hanya tinggal melakukan swipe saja.

Selling poin lain untuk browser ini adalah optimasi koneksi seluler Anda. Fitur Mobile SpeedSense pada browser ini secara  otomatis mengevaluasi koneksi data Anda, menyesuaikan pemuatan dan perenderan halaman untuk membawa Anda ke konten lebih cepat.

Selain itu, Cake Browser juga mengklaim bahwa browsernya sudah dilengkapi dengan fitur VPN secara gratis.

Cake browser telah memenuhi beberapa poin dari kriteria desain produk yang baik, bukan begitu?

Dari fakta-fakta di atas, sangat terbukti bahwa desain produk menghasilkan produk yang disukai dan dibutuhkan oleh pasar. Dan sebaliknya, jika Anda tidak merencanakan dan mempersiapkan desain produk yang baik, maka produk Anda akan kehilangan pasar karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain pasar, Anda akan kehilangan nilai kepuasan pelanggan juga.

OneTalk, sebuah platform perpesanan omnichannel yang terpercaya selalu mengedepankan Product Design pada setiap produk-produknya. OneTalk menekankan inovasi dan fungsional dari produk omnichannel mereka. 

Dengan pelanggan yang terus berkembang, OneTalk secara konstan selalu mendengarkan masukkan dari pelanggan untuk membuat desain produk yang semakin baik. Melakukan hal ini akan menjawab aspek desain produk yang harus selalu mendengarkan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Platform Omnichannel karya anak bangsa ini juga memperhatikan setiap hal detail yang mungkin dibutuhkan oleh pasar. 

Product Design Tools Terbaik 2021
Product Design Tools Terbaik 2020 (dan Cara Menggunakan nya!)

Di dunia desain produk yang kompetitif ini, terdapat banyak sekali tools atau alat yang dapat membantu Anda untuk membuat desain produk yang baik. Tetapi, tentu kita butuh yang terbaik untuk mengoptimalkan produk kita. Setelah berdiskusi dengan team design TapTalk.io, kami ada beberapa rekomendasi design tools untuk Anda. Nah, ini dia beberapa alat desain produk yang telah kami pilih, sebagai desain produk tools terbaik pada tahun 2021!

Yuk simak!

1. Figma

Figma merupakan alat desain yang menempati urutan pertama pada survei UX Tools 2020. Ketika Figma pertama kali mengumumkan fitur "multiplayer" mereka, para desainer mencemooh gagasan untuk mengizinkan orang lain masuk ke dalam file mereka. Ide kolaborasi langsung pada dokumen desain membangkitkan pemikiran direktur seni dan pemangku kepentingan pengendali. 

Penggunaan tools ini menghindari hal-hal yang paling membuat UI Designer merinding, yaitu redesign karena miskomunikasi. Tim desainer dapat berkolaborasi bersama untuk memantapkan rancangan aplikasi dan menghindari potensi desain ulang.

Kelebihan alat ini adalah aksesnya yang gratis dan user-friendly karena dijalankan berbasis web. Sehingga, semua pengguna perangkat dengan berbagai sistem operasi dapat menjalankan aplikasi ini dengan mudah. Berbeda dengan aplikasi lain yang membutuhkan penginstalan terlebih dahulu.  

Ini dia beberapa kelebihan figma:

Fitur-fitur figma yang membuatnya unggul adalah:

  1. Prototyping

Fitur ini memudahkan kita untuk menguji desain layar yang telah kita buat dimana kita dapat menjalankannya layaknya sebuah aplikasi. 

  1. Smart Animate

Fitur ini masih tergolong baru karena baru dirilis beberapa bulan lalu. Fungsinya, fitur ini bisa kita gunakan untuk menambahkan animasi saat berpindah tampilan. Secara default ada animasi yang bisa kita gunakan untuk mengubah posisi. Namun, Smart Animate dikhususkan untuk setiap komponen dalam sebuah tampilan.

  1. Plugin

Anda dapat menggunakan plugin untuk mempercepat proses pembuatan desain desain aplikasi. Figma menyediakan beberapa plugin yaitu, Google Sheet Sync. 

  1. Auto Layout

Fitur ini memudahkan dalam menyusun komponen-komponen yang ada dalam suatu desain. Auto Layout ini mempermudah dalam menyusun komponen terutama yang berkaitan dengan ukuran dan posisi. 

  1. Collaboration

Fitur kolaborasi merupakan salah satu keunggulan terbaik figma, dibandingkan alat desain kompetitor lainnya. Kemudahan yang ditawarkan dengan alat ini membuat figma berhasil menjadi alat UI design terbaik 2020, baik untuk pengguna Mac maupun Windows.

Kelemahan dari alat ini adalah pengguna harus online karena alat ini berbasis web, buth Intel HD Graphics 4000 atau lebih tinggi, cache lokal dapat menyulitkan perancang untuk melihat perubahan atau pembaruan desain, dan anggota tim hanya dapat mengakses file ketika desain telah diserahkan ke library sehingga delay dapat terjadi.

2. Sketch

Sketch adalah editor grafik vektor untuk mac OS yang dikembangkan oleh perusahaan Belanda Sketch B.V. (sebelumnya bernama Bohemian Coding). Pertama kali dirilis pada 7 September 2010 dan memenangkan Apple Design Award pada tahun 2012.

Sketch baru-baru ini menambahkan fitur untuk pembuatan prototipe dan kolaborasi. Karena hanya tersedia untuk mac OS, perangkat lunak pihak ketiga dan alat handoff dapat digunakan untuk melihat desain Sketsa di platform lain. 

Fitur-fitur Sketch yang membuatnya unggul:

  1. Symbols Plug In untuk Smart Objects

Disebut Symbol, ini memberi kita kemampuan untuk meniru Smart Objects; fitur yang sebelumnya tidak didukung Sketch. Smart Objects memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa contoh dari satu objek dalam dokumen Anda. 

  1. Easy Grid

Fitur ini memungkinkan Anda untuk menentukan berapa banyak baris dan berapa banyak kolom yang Anda inginkan untuk menyusun objek yang dipilih.

  1. Smart Guides

Mengetahui jarak atau rasio objek di dalam artboard Sketch.

  1. Artboard Presets

Preset memungkinkan Anda untuk mengatur pekerjaan Anda menggunakan dimensi yang telah ditentukan sebelumnya.

  1. Pixel Perfection

Ini membantu Anda mendapatkan piksel yang diposisikan dengan sempurna dalam desain Anda.

Kelebihan Sketch dibanding kompetitor lainnya adalah:

  1. 100% berbasis vektor
  2. Dapat diekspor ke berbagai resolusi dengan satu gambar.
  3. Pengaturan piksel yang lebih serbaguna.
  4. Dalam satu dokumen utama, beberapa halaman desain dapat diproduksi.
  5. Lebih mudah mengekspor metode ke SVG.
  6. Melalui fitur plugin, Anda dapat membangun CSS dengan mudah.

Kekurangan alat ini adalah seringnya terjadi bug dan glitch yang dialami pengguna. Bug dan glitch ini cukup sering terjadi hingga mengganggu jalannya alat desain ini.

3. Adobe XD

Adobe membuat software baru mereka yang bernama Adobe XD, pada tahun 2016. Adobe XD merupakan software yang dapat digunakan oleh para desainer perangkat mobile. Adobe XD dibuat untuk memudahkan desainer aplikasi mobile dalam mengembangkan UX / UI.

Fitur yang membantu pengguna dari Adobe XD adalah:

  1. Responsive Resize

Dengan Responsive Resize, sekarang banyak waktu yang dapat dihemat saat menyiapkan antarmuka versi desain 'responsif'

  1. Plug Ins

Menyediakan plug ins yang sangat bervariasi seperti RenameIt, Pixel Perfect, Data Generator, dll. Dan integrasi dengan Trello, Dribbble, Google Sheets, dll.

  1. Auto Animate

Membuat working prototypes menggunakan Auto Animate. Menggabungkan ini dengan pembuatan prototipe menawarkan desainer, alat yang diperlukan untuk menghilangkan kesalahan, yang mungkin dibuat setelah produk atau situs web dikirimkan, dari tahap wireframing

  1. Voice Prototyping

Prototipe suara ke perangkat Adobe XD. Ini bukan fitur paling jelas yang Anda harapkan dari alat desain UI layar, tetapi UI perintah suara menjadi semakin umum.

Berikut kelebihan dan manfaat dari software Adobe XD ini:

  1. Alat untuk Pembuatan Prototipe menggunakan Auto Animate
  2. Focused design tools
  3. Dapat menggunakan properti desain dari Photoshop, Sketch, Illustrator
  4. Kerangka kerja ini akan mengintegrasikan aset desain perangkat lunak ke dalam proyek Anda, membuat pekerjaan lebih mudah.
  5. Performa yang cepat tanpa lag

Kekurangan dari software ini adalah 

Dari tiga alat yang sudah disebutkan diatas, Figma menempati urutan pertama dalam kategori UI design baik pada Mac maupun Windows. Figma juga merupakan yang teratas dalam hal UI Prototyping. Tidak hanya itu, Figma juga unggul dalam hal developer handoff. Dapat disimpulkan, alat yang paling banyak digunakan tentunya adalah alat yang paling mudah digunakan di berbagai jenis perangkat oleh beragam konsumen. 

Product Functionality
Why You Shouldn't Keep All Product Functionality Forever

It is very difficult to incorporate functionality into a product. It's really, really, freaking difficult to remove features from a product (or put features in an 'end-of-life' or EOL state). You worry about whether a customer will use it when you add a feature. When you delete a feature, you think about the fact that it is still used by one user.

In TapTalk.io,  removing a product is not just deleting code but there are a lot of factors to consider. 

Removing a function often has the responsibility of mismatched beliefs, and even though we rationally realize this is not so, it should be much simpler than creating code to delete code.

Unfortunately, it is not simply "deleting code" to delete a feature, and this is a myth that product managers need to eradicate for themselves as well as for their stakeholders.

In reality, developing a new feature and all the work that entails is extremely similar. It needs as much preparation, effort, and hard work to remove a feature as to create a feature, and often it needs even more from you than adding the same feature to the product.

As for different tasks, we should not be worried about *adding* features and *removing* features. We may only be able to perform one task at a time logistically, but adding and removing are two sides of the same coin, and whether you do one or the other, you should still be thinking about the interactions. In other words, you should think about unnecessary pre-existing features when introducing a new feature and whether, as part of the launch, there needs to be a migration plan. If you delete a feature, the customers should still be able to use other features to get their job done, or you should have a reason as to why that particular feature no longer fits into the overall strategy of your product.

Removing or EOLing a function is equivalent to adding a function since the value is *adding*. Few common examples of parts of the item we want to deprecate and the value it brings:

As product managers in TapTalk.io, in terms of adding characteristics, we don't really think about tasks; we think about tasks in terms of adding value. It's important for us to note that there are more ways to add value to a product, and that might often mean that part of the codebase that was last touched 10 years ago was removed.

If so much value is added by eliminating or deprecating functions, why don't we make it happen more often?

The practice of product management within software organizations continues to evolve. More and more individuals not within the product organization realize that product management is not all about writing specifications and building functionality, and recognize that it can take quite enough (or more) time to discover, prepare, and allow as the build phases.

Here are a few challenges that product managers in TapTalk.io and others may face when a feature is removed:

The practice of product management
The practice of product management

Things to keep in mind

If you are considering a feature removal, here are a few things to note:

  1. Make sure there are both qualitative and quantitative reasons for the feature removal. Stop planning.
  2. You will be asked a lot of questions throughout the process, so keep a FAQ document that your organization can refer to when talking about removal. Please update as you get more questions.
  3. Find your friend EOL! This type of project is always easier with support. 
  4. Stay on the EOL roadmap even if no one is looking. This way, you can focus on your next project and continue to follow up on activities that are easy to ignore when you run out of time.

6 steps when removing a product or features

TapTalk.io always listens to our customers and ought to give the best products that are functionally one of the best. If you have feedback to give, please kindly let us know by sending us an email.

technology and innovation
Technology Innovation vs Process Innovation - What's the difference?

In order to keep up with customer needs, most businesses realize they need to innovate. Companies must evolve in order to remain competitive and not be left behind, with technological advancements disrupting all industries.

In order to generate new ideas, about 61% of PwC Innovation Benchmark survey respondents embrace open innovation. Adopting an open approach to innovation to generate new ideas is definitely something that any organization recognizes as beneficial. You will be able to include a wider community in solving your current business challenges with open innovation.

Innovation Benefits

Innovation refers to creating processes, products, and ideas that are more efficient. It could mean introducing fresh ideas for an organization, enhancing services, or developing dynamic goods. Innovation will help you to achieve success by giving you some benefits, like:

1. Easily solve problems

To solve certain issues in your company, you need to come up with a solution. Many times you'll face challenges that don't seem to go anywhere. But, you need to look beyond the box by seeking an innovative approach to making your organization better.

2. Raising your productivity

It's time for you to become more productive if you ever feel that you are sidetracked with work and struggling to get everything done. Start to find a new process solution in order to do this.

3. Market your innovation

To make your company stand out from the crowd, you can use diverse creative ideas and innovation. You’ll need innovative ideas in order to make people remember your company.

4. Beating your rivals

When you think innovatively, beating your competitors becomes very easy. You just have a little creativity to put in and you can easily come up with better ways to design products and connect with customers. In addition to this, creativity will help you find the right marketing techniques to help grow your business.

According to the GE Global Innovation Barometer, business executives say that 40% of innovations over the last five years have had a positive impact on the bottom line of their company.

2 Kinds of Innovation

In the industry, there are many types of innovations. But, not all of them are equally relevant. Some are more significant than others at different stages of business evolution. Here are two examples of innovations:

1. Product Innovation

Innovation in products refers to a shift in the product. Product innovation is crucial because it can help you build new markets. You will find an audience and meet customer desires in a way that is unique and exciting by finding what they want.

When you develop an existing product or introduce a new feature to an existing product, this form of innovation may occur. One example of product innovation is the dual cameras on iPhone 7, which did not exist on previous iPhones.

2. Process Innovation of procedures

Innovation in processes focuses on the innovation in equipment, expertise, and technology used to manufacture and deliver goods and services. In contrast to product innovation, the effects on consumers are not as noticeable. For example, Amazon uses robots for labor in its warehouse.

This type of innovation can also be applied to processes connected with workers and human resources. 

Between those two, product innovation is the best way of reducing technological and market uncertainty in the early stages. As a result, product innovation is useful in the early stages. 

But, later on, companies focus on efficiency as technological and market uncertainty decreases. Therefore, process innovation becomes important in that stage.

To guarantee success, creating an innovative product is not enough. It is important for achieving operational success to have the right variables in order. By incorporating the people, process, and technology framework, you’ll create a balanced process that’ll allow your business to thrive.

This framework applies to the methodology in which the balance between humans, systems, and technologies drives action: to streamline and optimize processes, individuals conduct a certain style of job within an enterprise using technology. 

Many businesses only rely on technologies and process, while almost missing the people involved. But, you need to involve with people you're working within decision-making processes for better quality development.

Few businesses make the mistake of relying too much on the processes and forgetting the people. One individual using successful processes can be as successful as a dozen individuals using weak and ineffective processes.

Also, take a serious look at the technology that you already have and ensure that you use it to its fullest potential. You may find that your current solutions offer a utility that you haven't even tapped into yet.

You need to learn how to adapt to a change. In the corporate world, a failure to innovate will leave you behind your rivals who are flying because they have opted to upgrade their strategy.

TapTalk
PowerTalk
OneTalk
SendTalk
whatsappfacebooktwitterinstagramlinkedin

Reach us by phone at (021) 27939266

Jl. Kyai Maja No.25c, RT.12/RW.2, Gunung, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120

© 2020 - 2021 TapTalk.io (PT Tap Talk Teknologi)

tap talk logo for footer